● online
- INDAHNYA MEMAHAMI PERBEDAAN PARA ULAMA KARYA BUYA ....
- Kisah Nabi Muhammad Saw "Dari Isra Mi'raj Sampai W....
- English Practice "Practice Makes Perfect" Beginner....
- AQIDAH 50 KARYA BUYA YAHYA....
- Kosakata (Almufrodat) Sehari-Hari....
- النجاح في تكملة المفتاح....
- Kitab Taqlid Wa Talfiq....
- العدد والمعدود....
Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga: Pandangan Bijak Hubungan Suami-Istri dan Peran Mertua

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam kehidupan rumah tangga, sering kali terjadi dinamika yang melibatkan hubungan antara suami, istri, dan mertua. Salah satu tantangan yang kerap muncul adalah bagaimana membangun keharmonisan secara mandiri tanpa selalu harus bergantung kepada orang tua atau bagaimana menjaga komunikasi yang sehat di antara pasangan. Berikut kerja sama suami-istri, peran mertua, dan bagaimana mengelola masalah yang bisa diterapkan dalam rumah tangga dengan bijak.
Peran Suami dalam Rumah Tangga
Seorang suami yang peduli dengan kondisi istri adalah cerminan dari tanggung jawab dan kasih sayangnya. Jika suami membantu pekerjaan rumah, seperti menyapu, mencuci piring, atau mengurus anak, hal ini bukan tanda kelemahan, tetapi bentuk pengabdian dan penghargaan kepada pasangan. Rasulullah ﷺ sendiri, sebagai teladan umat, tidak segan-segan melakukan pekerjaan rumah tangga, seperti menjahit pakaian dan membersihkan rumah.
Sebaliknya, tidak pantas bagi suami untuk hanya bersantai di rumah sementara istri mengurus semua pekerjaan sendirian. Rumah tangga yang harmonis memerlukan kerja sama, saling membantu, dan kesadaran bahwa setiap anggota keluarga memiliki tanggung jawab yang harus dijalankan.
Mengelola Campur Tangan Mertua
Sering kali, mertua merasa khawatir dengan keadaan anaknya sehingga cenderung ikut campur dalam urusan rumah tangga anak dan menantunya. Namun, hal ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan, terutama jika mertua menganggap menantu “memperbudak” anaknya. Sebagai mertua, penting untuk memberikan kepercayaan kepada anak-anak dalam menjalani kehidupan rumah tangga mereka. Campur tangan yang berlebihan justru dapat memicu konflik dan mengganggu keharmonisan keluarga.
Namun, perlu diingat bahwa sikap mertua tersebut mungkin disebabkan oleh anak-anak yang sering mengadu kepada orang tuanya. Oleh karena itu, pasangan suami-istri harus bijak dalam menyelesaikan masalah mereka tanpa bergantung kepada orang tua, kecuali dalam situasi tertentu yang membutuhkan nasihat atau bantuan.
Menghindari Kebiasaan Mengadu ke Orang Tua
Mengadu kepada orang tua tentang masalah rumah tangga dapat menimbulkan pandangan yang tidak adil. Orang tua cenderung memandang anak mereka dengan kasih sayang, sehingga bisa berpihak secara emosional. Hal ini berpotensi memperburuk situasi, terutama jika orang tua kemudian menyampaikan rasa tidak puas kepada menantu. Oleh karena itu, pasangan suami-istri disarankan untuk menyelesaikan konflik di antara mereka terlebih dahulu sebelum melibatkan pihak ketiga.
Keseimbangan dalam Rumah Tangga
Kerja sama dalam rumah tangga adalah kunci keharmonisan. Baik suami maupun istri harus saling membantu dalam menjalankan tugas sehari-hari. Ketika suami membantu pekerjaan rumah, hal itu menunjukkan kasih sayang dan penghargaan terhadap usaha istri. Sebaliknya, istri juga harus berkontribusi dalam mendukung suami, baik secara emosional maupun dalam tanggung jawab rumah tangga.
Teladan dari Rasulullah
Rasulullah adalah teladan utama dalam hal ini. Beliau tidak hanya memimpin umat, tetapi juga menjadi suami yang peduli dan rendah hati. Beliau membersihkan rumah, memperbaiki pakaian, dan bahkan memberi makan ternak dengan tangannya sendiri. Sikap seperti inilah yang seharusnya menjadi inspirasi bagi pasangan suami-istri dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
Harmoni dalam rumah tangga tercipta melalui kerja sama, saling pengertian, dan komunikasi yang baik antara suami dan istri. Campur tangan mertua sebaiknya diminimalkan untuk memberikan ruang kepada anak-anak menjalani kehidupan mereka sendiri. Pasangan suami-istri juga harus menghindari kebiasaan mengadu kepada orang tua agar tidak memicu konflik yang lebih besar. Dengan meneladani sikap Rasulullah, rumah tangga dapat menjadi tempat yang penuh cinta, penghormatan, dan kebahagiaan.
Penulis: Solahudin Al Ayyubi, S.Sos.
Penyunting: Idan Sahid
Referensi: Youtube Al-Bahjah TV
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.
Tags: keluarga, keluarga harmonis, orang tua, peran orang tua, Rumah Tangga, suami istri
Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga: Pandangan Bijak Hubungan Suami-Istri dan Peran Mertua
Tak pernah terbayangkan namamu sejak awal diingatanku, Tak pernah sedikit pun terbesit sosokmu di dalam pikiranku, Karena nama dan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setiap menjelang lebaran, banyak ibu-ibu yang mengikuti arisan kue untuk mempersiapkan sajian saat hari raya. Namun, muncul... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Di bawah langit Madinah yang jernih, di tengah kehidupan yang sederhana namun penuh makna, tersembunyi sebuah kisah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Telah dibahas sebelumnya bahwa wirid merujuk pada amalan zikir dan ibadah (termasuk sunah muakkadah dan ghairu muakkadah)... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Melakukan kebaikan dengan cara yang tidak baik tidak akan menjadikan orang tersebut dianggap telah melakukan kebaikan. Berniat... selengkapnya
Bijak dalam Bertindak (Utamakan Klarifikasi, Kesampingkan Emosi) Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Malaikat-malaikat yang sudah masyhur diketahui ada banyak. Kita sudah tidak asing lagi dengan Malaikat Jibril, Mikail, dan... selengkapnya
Cinta kepada Nabi merupakan hal yang sangat mudah untuk diucapkan. Akan tetapi, ternyata cinta kepada Nabi tidak sederhana dalam ucapan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Merayakan tahun baru merupakan salah satu momen yang sangat dinanti oleh sebagian besar masyarakat. Bahkan momen pergantian tahun... selengkapnya
Orang yang melaksanakan shalat pasti akan terhindar dari perbuatan jahat, keji dan mungkar. Sebaliknya, orang yang tidak melaksanakan shalat akan... selengkapnya
Buku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd. Tebal buku: xi+138 Buku saku Kosa Kata (Almufrodat) Sehari-Hari ini merupakan pelengkap untuk… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 29.900Buku Fiqih Jenazah karya Buya Yahya adalah sebuah karya yang membahas secara komprehensif tentang tata cara dan hukum-hukum yang berkaitan… selengkapnya
Rp 58.000Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000Buku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Tebal buku: viii+102 Kehidupan keras yang dilalui Nabi Muhammad Saw di masa kecil telah… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000
Saat ini belum tersedia komentar.