● online
- Fiqih Shalat Berjamaah....
- Kisah Nabi Muhammad Saw "Dari Isra Mi'raj Sampai W....
- المعين المبين....
- النجاح في تكملة المفتاح....
- Fiqih Bepergian Solusi Shalat di Perjalanan....
- Oase Iman - Refleksi Problematika Umat....
- BUKU PENGANTAR BAHASA ARAB....
- INDAHNYA MEMAHAMI PERBEDAAN PARA ULAMA KARYA BUYA ....
Kaum “J” Minggir Dulu, Beginilah Cara Memahami Bahasa Cinta Pasangan

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Allah Swt telah menciptakan hamba-Nya dengan berpasang-pasangan, laki-laki berpasangan dengan perempuan dalam sebuah ikatan halal pernikahan.
Di dalam sebuah ikatan cinta pernikahan tersebut setiap pasangan memiliki cara tersendiri dalam mengungkap kan atau mengekspresikan rasa cinta dan kasih sayangnya kepada sang pasangan. Cara mengungkapkan atau mengekspresikan rasa sayang dan cinta inilah yang kemudian disebut dengan istilah “Bahasa Cinta”.
Namun seringkali perbedaan bahasa cinta dari pasangan tersebut menimbulkan permasalahan. Banyak di antara suami atau istri yang merasa kurang nyaman dan sulit memahami satu sama lainnya.
Hal ini jika dibiarkan maka akan menimbulkan rasa bosan dalam rumah tangga bahkan berpotensi memunculkan keretakan dalam rumah tangga. Jika perbedaan bahasa cinta ini terdapat dalam rumah tangga kita, apa yang hendaknya dilakukan?
Menurut Ummi Fairuz Ar-Rahbini, yang pertama harus dipahami adalah bahwa setiap manusia itu menikah bukan dengan orang yang paling sempurna, karena jika seseorang menginginkan menikah dengan orang yang paling sempurna maka niscaya ia tidak akan pernah bisa menikah.
Juga seseorang tidak akan pernah menemukan pasangan yang paling baik, sebab jika kita menikah dengan orang yang sangat baik sekalipun maka pasti di atasnya ada orang yang lebih baik lagi.

“Kita menikah dengan orang yang tidak sempurna, sebagaimana kita sendiri tidak sempurna, kita punya kekurangan. Maka jangan kaget jika terdapat kekurangan pada pasangan kita.”
Kemudian, bagi siapapun yang telah membangun rumah tangga, atau yang hendak membangun rumah tangga, harus benar-benar menyadari bahwa tujuan utama dari pernikahan adalah mencari ridha Allah Swt.
Maka dari itu siapapun pasangan yang telah Allah Swt takdirkan untuk kita, sejatinya adalah pasangan yang terbaik untuk kemaslahatan dunia dan akhirat kita.
“Jadi beda ya punya pasangan yang terbaik, dengan pasangan yang paling baik untuk kita.”
Ketika prinsip tersebut tertanam dalam diri kita saat awal membangun pernikahan, bahwa pernikahan adalah ladang atau jalan kita untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt, bukan hanya sekedar untuk bersenang-senang, maka niscaya kita tidak akan mengalami bad mood, sedih, dan kecewa karena pasangan kita tidak seperti yang kita mau dalam mengungkapkan bahasa cinta nya.
Ummi Fairuz juga berpesan agar Jangan sampai rumah tangga menjadi tidak indah hanya karena hal-hal sepele yang diperbesar oleh diri kita sendiri, yang seringkali semuanya itu muncul dari prasangka buruk di hati kita.
Prasangka bahwa pasangan kita kurang mencintai kita, kurang perhatian, dan kurang mengertikan kita. Masalah-masalah sepele yang menjadi besar tersebut tanpa kita sadari berasal dari tuntutan-tuntutan diri kita sendiri terhadap sesuatu yang tidak dimiliki oleh pasangan kita.
Akan lebih indah justru di dalam rumah tangga antar pasangan itu saling menuntut terhadap dirinya sendiri, maksudnya adalah keduanya sama-sama berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk pasangannya. Misalnya bagi seorang istri, seharusnya ia menuntut dirinya sendiri untuk bisa lebih mengerti kepada suami nya, tentang cara agar membahagiakan sang suami tersebut.
Sebab sang suami tersebut sudah Allah Swt pilih untuk menjadi pasangan hidup dan Allah telah menjadikan suami tersebut sebagai pintu surga yang ketika sang istri tersebut berbakti kepadanya, maka terdapat ridha Allah Swt disana, sehingga ketika ia mendapatkan ridha suaminya maka sang istri tersebut akan mendapatkan kedudukan yang tinggi dihadapan Allah Swt.
“Maka jangan sibukkan diri kita dengan menjadikan dia seperti apa yang kita mau, tapi ayo kita belajar untuk bisa menjadi istri yang bisa membahagiakan dia.”
Namun Ummi juga menghimbau ketika di dalam kehidupan rumah tangga terdapat sesuatu hal yang suami kita tidak suka, ataupun ada sesuatu yang kita kurang suka, maka jangan pernah untuk memendamnya sendiri karena hal tersebut akan menyiksa diri kita sendiri.
Alangkah baiknya hal tersebut disampaikan dengan cara yang baik. Kemudian jangan menjadi pasangan yang mudah tersinggung ketika pasangan kita mengutarakan kesukaan atau ketidaksukaan nya kepada kita.
“Kalau ada sesuatu yang suami kita nggak suka, ataupun ada sesuatu yang kita kurang suka, ayo kita sampaikan dengan cara yang baik. Jangan jadi suami yang gampang tersinggung, jangan jadi istri yang gampang tersinggung, karena kita pengen nyaman.”
Jika semua hal tersebut sudah kita hadirkan dalam kehidupan rumah tangga kita, maka insyaallah kehidupan rumah tangga yang indah dan bahagia akan tercipta. Semoga Allah Swt senantiasa menjaga rumah tangga kita untuk selalu dalam keindahan dan kebahagiaan, hingga di akhirat kelak. Amiin
Sumber: Youtube Ummi Fairuz Ar-Rahbini
Tags: Al-Bahjah Cirebon, Bahasa Cinta, Rumah Tangga Sakinah, Rumahku Syurgaku, Ummi Fairuz Ar-Rahbini
Kaum “J” Minggir Dulu, Beginilah Cara Memahami Bahasa Cinta Pasangan
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika kita asyik menikmati ifthar dengan hidangan berjejer di meja makan, nun jauh di sana saudara kita,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Negara Indonesia yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam dan terbesar di bandingkan negara lainnya, tidak dapat serta merta... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pernikahan sering kali disebut sebagai ibadah terpanjang dalam hidup. Mengandung makna bahwa pernikahan dilakukan dari mulai akad sampai... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Kepergian orang tua untuk selama-lamanya tentu selalu meninggalkan kesedihan dan duka yang mendalam. Penyesalan seringkali... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Haru dan bahagia pecah diantara para santri dan pejuang pada sore hari Jumat 3 Sya’ban 1444... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Dakwah adalah perintah yang Allah Swt berikan kepada setiap muslim. Artinya, berdakwah merupakan tugas bagi setiap... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Tahukah kamu bahwa setiap aktivitas sehari-hari bisa menjadi ladang pahala, termasuk memasak? Allah Swt memberikan banyak kesempatan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Akhir-akhir ini masyarakat kembali dikejutkan oleh pemberitaan mengenai dugaan kasus pencabulan yang dilakukan oleh oknum tokoh agama terhadap... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Islam memiliki banyak peristiwa penting yang berperan dalam perkembangan agama, salah satunya peristiwa Isra’ Mi’raj. Pada malam... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Banyak perempuan dewasa tumbuh dalam lingkungan yang keras, menghadapi berbagai kepahitan, dan berusaha pulih dari banyaknya luka.... selengkapnya
Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Terkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Al Habsyie Tebal buku: viii+140 Menelusuri jejak kepemimpinan Islam pasca wafatnya Rasulullah Saw melalui… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 149.000 Rp 95.000Buku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000Buku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000

Saat ini belum tersedia komentar.