Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Prinsip dan Peran Dakwah dalam Menyeru Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran

Prinsip dan Peran Dakwah dalam Menyeru Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran

Diposting pada 15 Februari 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 1.422 kali / Kategori:

Sumber gambar: https://minanews.net/jenis-juru-dakwah/

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Tanda ketulusan hati seorang Muslim adalah ketika merindukan saudara-saudaranya yang belum melakukan kebaikan, agar bersama-sama melakukan kebaikan yang kita lakukan. Ketika kita beribadah, shalat tahajud, puasa sunah Senin dan Kamis, serta berdoa sepanjang hari untuk kebaikan diri sendiri. Namun, kita acuh tak acuh memikirkan kebaikan saudara kita. Kita adalah umat Islam yang satu sama lain saling bersaudara. Sebagai seorang Muslim, kita harus peduli terhadap saudara-saudara seiman. Jika salah satu saudara kita sakit, maka kita pun harus merasakan sakitnya.

Sebagai umat Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam, kita mengemban tugas yang amat mulia, yaitu berdakwah. Di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa kita terlahir sebagai umat terbaik. Namun, untuk benar-benar mendapatkan gelar sebagai umat terbaik, kita harus menjalankan amar ma’ruf nahi munkar, yaitu menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Berdakwah bukanlah tugas yang terbatas hanya pada para da’i, tetapi merupakan tanggung jawab setiap Muslim, baik kaya maupun miskin, pejabat maupun rakyat, serta orang yang berilmu maupun yang masih belajar dengan cara dan kemampuannya masing-masing.

Dakwah tidak hanya menyeru pada kebaikan, tetapi juga mencakup tugas mencegah kemungkaran. Maka sangat mulia jika ada orang, baik individu maupun kelompok yang gencar untuk mencegah kemungkaran. Menjalankan peran ini bukanlah tugas yang mudah, karena sering kali harus berhadapan dengan kejahatan yang telah direncanakan. Mereka yang berdakwah dengan mencegah kemungkaran ini kerap mendapatkan caci maki, perlawanan, dan fitnah.

Berdakwah dengan jalan kebaikan maupun dengan cara mencegah kemungkaran, keduanya harus bersinergi. Agar tujuan dakwah dapat tercapai. Ibarat menanam padi, selain menanam dan merawatnya diperlukan juga upaya membasmi hama agar padi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Begitu juga dengan dakwah, ada yang mengajak kepada kebaikan dan ada juga yang mencegah kemungkaran.

Perlu kita ketahui bahwa semua hamba diberi bekal oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk berdakwah. Ada yang berdakwah dengan ilmunya, hartanya, tenaganya, dengan ide atau pemikirannya, dan panjatan doa.

  • Berdakwah dengan ilmu dapat dilakukan melalui ceramah, menjadi motivator, guru, dosen dan sebagainya.
  • Berdakwah dengan harta dilakukan dengan menyumbangkan hartanya ke masjid, pondok pesantren, fakir miskin, anak yatim, dan sebagainya.
  • Berdakwah dengan tenaga bisa diwujudkan dengan membantu sebagai relawan dalam acara peringatan hari besar Islam atau kegiatan keagamaan lainnya.
  • Berdakwah dengan ide berarti berkontribusi dengan ide-ide kreatif agar dakwah dapat berkembang dan menjangkau lebih banyak kalangan, kemudian menyampaikan ide tersebut kepada ahlinya agar dapat direalisasikan.
  • Berdakwah dengan doa adalah dengan mendoakan saudara-saudara kita agar mendapatkan hidayah dan menjadi pribadi yang lebih baik.

Dakwah dapat terus berkembang, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi yang ada, seperti smartphone dan media sosial. Misalnya, ketika menghadiri majelis ilmu atau tabligh akbar, kita dapat merekam ceramah menggunakan smartphone, mengeditnya agar lebih menarik, lalu menyebarkannya melalui platform Youtube, Instagram, dan media sosial lainnya dengan izin dan mematuhi ketentuan-ketentuannya.

Dengan cara ini, pesan dakwah dapat menjangkau lebih banyak orang secara luas dan efektif. Sebuah ceramah yang disampaikan sekali dapat terus diputar berulang kali, bahkan bertahun-tahun, sehingga jangkauannya semakin luas. Ilmu teknologi yang kita miliki pun dapat memberikan manfaat besar bagi banyak orang, sekaligus menjadi ladang pahala yang berlipat ganda dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Setiap kali seseorang menonton video ceramah yang kita sebarkan, kita mendapatkan pahala. Ini bisa menjadi amal jariyah yang tidak terputus, karena meskipun kita telah wafat, selama video tersebut masih ditonton dan memberi manfaat, pahala akan terus mengalir kepada kita.

Sebagai seorang pendakwah, ia harus memiliki prinsip yang kuat. Prinsip pertama adalah dakwah tidak menunggu sampai kaya atau pandai. Jika kita menunda dakwah hingga menjadi kaya, hal itu justru bisa menjadi penghalang dalam berdakwah. Oleh karena itu, mulailah berdakwah sekarang juga, tanpa menunggu kaya terlebih dahulu. Penting untuk dipahami bahwa dakwah tidak selalu membutuhkan uang, tetapi jika kita memiliki rezeki, gunakanlah untuk mendukung dakwah. Mulailah dari lingkungan terdekat, seperti keluarga, tetangga, dan teman-teman.

Prinsip kedua adalah pandanglah orang lain sebagai ladang pahala. Seorang pendakwah yang berpegang pada prinsip ini tidak akan melewatkan siapa pun dari seruan dakwah dan mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, tanpa memandang status atau latar belakang orang yang kita dakwahi.

Prinsip ketiga adalah pandanglah orang lain dengan mata kasih sayang, bukan dengan mata merendahkan. Seorang pendakwah seharusnya memiliki kelembutan hati dan empati dalam menyampaikan dakwah. Jika seseorang memandang orang lain dengan mata merendahkan, hal itu bisa menjadi tanda adanya penyakit hati, seperti kesombongan dan merasa lebih mulia daripada orang lain.

Prinsip terakhir adalah mengoreksi diri sendiri. Apakah yang kita lakukan sudah sesuai dengan syariat Islam? Jangan hanya sibuk memperbaiki orang lain tapi lupa untuk memperbaiki diri sendiri. Ketika mendapatkan hinaan atau cacian, jangan langsung membalas dengan keburukan. Sebaliknya, renungkanlah apakah ada kebenaran dalam kritik tersebut, dan balaslah dengan doa kebaikan. Jika orang yang kita dakwahi belum juga sadar, jangan langsung menyalahkan mereka, tetapi periksa kembali cara kita berdakwah. Mungkin penyampaian kita kurang menarik atau tidak relevan dengan kondisi zaman.

Teruslah berdakwah dengan manfaatkan berbagai cara yang kita bisa, dan tetaplah berpegang pada niat yang tulus, semata-mata karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

Referensi: Youtube Al-Bahjah TV

 

Penulis: Moh. Minanur Rohman

Penyunting: Assyifa

Tags: , ,

Bagikan ke

Prinsip dan Peran Dakwah dalam Menyeru Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Pesan Perdamaian untuk Pemilu 2024
15 September 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Indonesia akan menghadapi pemilihan umum (pemilu) pada tahun 2024 mendatang. Pemilu sendiri merupakan sarana bagi rakyat... selengkapnya

Pendidikan Berbasis Akhlak sebagai Solusi Krisis Karakter di Era Digital
21 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Krisis karakter yang melanda generasi muda saat ini menjadi salah satu tantangan besar dalam dunia pendidikan. Kemajuan teknologi... selengkapnya

Alasan Mengapa Kita Harus Membenci KDRT
14 Januari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Memahami ilmu rumah tangga merupakan kebutuhan setiap orang, baik bagi yang sudah menikah maupun belum. Termasuk mengetahui sebab-sebab... selengkapnya

Kenapa Masih Ada yang Meninggalkan Shalat?
9 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita diciptakan di dunia ini tidak lain adalah untuk menyembah Sang Pencipta Allah Subhanahu wa Ta’ala: وما خلقت... selengkapnya

Buya Yahya Rilis Buku Fiqih Haji dan Umrah: Rahasia Kesuksesan di Tanah Suci
5 Oktober 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pada hari Ahad, tanggal 3 Rabi’ul Akhir 1446 H/6 Oktober 2024 M, Buya Yahya secara resmiakan meluncurkan... selengkapnya

Musyawarah Kerja Divisi Dakwah dan Media LPD Al-Bahjah Cirebon Tahun Buku 2021
29 Desember 2021

Musyawarah Kerja Divisi Dakwah dan Media LPD Al-Bahjah Cirebon Tahun Buku 2021 Media komunikasi dan informasi dewasa ini mengalami perkembangan... selengkapnya

Tak Ada Ruang bagi Perundung
18 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Akhir-akhir ini marak terjadi kasus perundungan, baik di lingkungan Sekolah Dasar hingga ke perguruan tinggi. Data resmi dari... selengkapnya

Mewujudkan Generasi Qur’ani bagi Peradaban Islam
11 Desember 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Diskursus soal teori-teori peradaban yang umum kita ketahui selama ini identik dengan masa kebangkitannya para pemikir Eropa... selengkapnya

Pandai Menyikapi Kebencian sebagai Kunci Hidup Bahagia
18 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kebencian adalah ketidaksenangan terhadap sesuatu yang bersemayam di hati. Kebencian yang menetap terlalu lama dalam hati seseorang akan... selengkapnya

Bolehkah Meminta Air Keberkahan kepada Orang Saleh?
14 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Air sering kali dijadikan sebagai media untuk mendapatkan keberkahan, baik melalui doa maupun sebagai perantara untuk keberkahan... selengkapnya

Prinsip dan Peran Dakwah dalam Menyeru Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: