● online
Prinsip dan Peran Dakwah dalam Menyeru Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran

Sumber gambar: https://minanews.net/jenis-juru-dakwah/
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Tanda ketulusan hati seorang Muslim adalah ketika merindukan saudara-saudaranya yang belum melakukan kebaikan, agar bersama-sama melakukan kebaikan yang kita lakukan. Ketika kita beribadah, shalat tahajud, puasa sunah Senin dan Kamis, serta berdoa sepanjang hari untuk kebaikan diri sendiri. Namun, kita acuh tak acuh memikirkan kebaikan saudara kita. Kita adalah umat Islam yang satu sama lain saling bersaudara. Sebagai seorang Muslim, kita harus peduli terhadap saudara-saudara seiman. Jika salah satu saudara kita sakit, maka kita pun harus merasakan sakitnya.
Sebagai umat Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam, kita mengemban tugas yang amat mulia, yaitu berdakwah. Di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa kita terlahir sebagai umat terbaik. Namun, untuk benar-benar mendapatkan gelar sebagai umat terbaik, kita harus menjalankan amar ma’ruf nahi munkar, yaitu menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Berdakwah bukanlah tugas yang terbatas hanya pada para da’i, tetapi merupakan tanggung jawab setiap Muslim, baik kaya maupun miskin, pejabat maupun rakyat, serta orang yang berilmu maupun yang masih belajar dengan cara dan kemampuannya masing-masing.
Dakwah tidak hanya menyeru pada kebaikan, tetapi juga mencakup tugas mencegah kemungkaran. Maka sangat mulia jika ada orang, baik individu maupun kelompok yang gencar untuk mencegah kemungkaran. Menjalankan peran ini bukanlah tugas yang mudah, karena sering kali harus berhadapan dengan kejahatan yang telah direncanakan. Mereka yang berdakwah dengan mencegah kemungkaran ini kerap mendapatkan caci maki, perlawanan, dan fitnah.
Berdakwah dengan jalan kebaikan maupun dengan cara mencegah kemungkaran, keduanya harus bersinergi. Agar tujuan dakwah dapat tercapai. Ibarat menanam padi, selain menanam dan merawatnya diperlukan juga upaya membasmi hama agar padi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Begitu juga dengan dakwah, ada yang mengajak kepada kebaikan dan ada juga yang mencegah kemungkaran.
Perlu kita ketahui bahwa semua hamba diberi bekal oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk berdakwah. Ada yang berdakwah dengan ilmunya, hartanya, tenaganya, dengan ide atau pemikirannya, dan panjatan doa.
- Berdakwah dengan ilmu dapat dilakukan melalui ceramah, menjadi motivator, guru, dosen dan sebagainya.
- Berdakwah dengan harta dilakukan dengan menyumbangkan hartanya ke masjid, pondok pesantren, fakir miskin, anak yatim, dan sebagainya.
- Berdakwah dengan tenaga bisa diwujudkan dengan membantu sebagai relawan dalam acara peringatan hari besar Islam atau kegiatan keagamaan lainnya.
- Berdakwah dengan ide berarti berkontribusi dengan ide-ide kreatif agar dakwah dapat berkembang dan menjangkau lebih banyak kalangan, kemudian menyampaikan ide tersebut kepada ahlinya agar dapat direalisasikan.
- Berdakwah dengan doa adalah dengan mendoakan saudara-saudara kita agar mendapatkan hidayah dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Dakwah dapat terus berkembang, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi yang ada, seperti smartphone dan media sosial. Misalnya, ketika menghadiri majelis ilmu atau tabligh akbar, kita dapat merekam ceramah menggunakan smartphone, mengeditnya agar lebih menarik, lalu menyebarkannya melalui platform Youtube, Instagram, dan media sosial lainnya dengan izin dan mematuhi ketentuan-ketentuannya.
Dengan cara ini, pesan dakwah dapat menjangkau lebih banyak orang secara luas dan efektif. Sebuah ceramah yang disampaikan sekali dapat terus diputar berulang kali, bahkan bertahun-tahun, sehingga jangkauannya semakin luas. Ilmu teknologi yang kita miliki pun dapat memberikan manfaat besar bagi banyak orang, sekaligus menjadi ladang pahala yang berlipat ganda dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Setiap kali seseorang menonton video ceramah yang kita sebarkan, kita mendapatkan pahala. Ini bisa menjadi amal jariyah yang tidak terputus, karena meskipun kita telah wafat, selama video tersebut masih ditonton dan memberi manfaat, pahala akan terus mengalir kepada kita.
Sebagai seorang pendakwah, ia harus memiliki prinsip yang kuat. Prinsip pertama adalah dakwah tidak menunggu sampai kaya atau pandai. Jika kita menunda dakwah hingga menjadi kaya, hal itu justru bisa menjadi penghalang dalam berdakwah. Oleh karena itu, mulailah berdakwah sekarang juga, tanpa menunggu kaya terlebih dahulu. Penting untuk dipahami bahwa dakwah tidak selalu membutuhkan uang, tetapi jika kita memiliki rezeki, gunakanlah untuk mendukung dakwah. Mulailah dari lingkungan terdekat, seperti keluarga, tetangga, dan teman-teman.
Prinsip kedua adalah pandanglah orang lain sebagai ladang pahala. Seorang pendakwah yang berpegang pada prinsip ini tidak akan melewatkan siapa pun dari seruan dakwah dan mendapatkan pahala dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, tanpa memandang status atau latar belakang orang yang kita dakwahi.
Prinsip ketiga adalah pandanglah orang lain dengan mata kasih sayang, bukan dengan mata merendahkan. Seorang pendakwah seharusnya memiliki kelembutan hati dan empati dalam menyampaikan dakwah. Jika seseorang memandang orang lain dengan mata merendahkan, hal itu bisa menjadi tanda adanya penyakit hati, seperti kesombongan dan merasa lebih mulia daripada orang lain.
Prinsip terakhir adalah mengoreksi diri sendiri. Apakah yang kita lakukan sudah sesuai dengan syariat Islam? Jangan hanya sibuk memperbaiki orang lain tapi lupa untuk memperbaiki diri sendiri. Ketika mendapatkan hinaan atau cacian, jangan langsung membalas dengan keburukan. Sebaliknya, renungkanlah apakah ada kebenaran dalam kritik tersebut, dan balaslah dengan doa kebaikan. Jika orang yang kita dakwahi belum juga sadar, jangan langsung menyalahkan mereka, tetapi periksa kembali cara kita berdakwah. Mungkin penyampaian kita kurang menarik atau tidak relevan dengan kondisi zaman.
Teruslah berdakwah dengan manfaatkan berbagai cara yang kita bisa, dan tetaplah berpegang pada niat yang tulus, semata-mata karena Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Referensi: Youtube Al-Bahjah TV
Penulis: Moh. Minanur Rohman
Penyunting: Assyifa
Tags: Dakwah, peran dakwah, tugas dakwah
Prinsip dan Peran Dakwah dalam Menyeru Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pembaca yang dermawan, dalam ekosistem pendidikan yang terus berevolusi, para peserta didik SMAIQu Al-Bahjah kini berhadapan dengan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Mengadakan perayaan dengan suara keras yang dihasilkan dari sepiker berdaya tinggi seakan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Istilah Rebo Wekasan sudah familiar pada sebagian kalangan masyarakat. Rebo Wekasan ialah istilah untuk hari Rabu... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di beberapa desa, sering muncul perdebatan soal boleh tidaknya mengambil air dari sumur masjid untuk kepentingan pribadi, misalnya... selengkapnya
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Siapa di antara Sahabat Pustaka yang gemar menulis? Ada informasi menarik dari Pustaka Al-Bahjah Kami membuka kesempatan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat ini kita hidup di zaman yang disebut sebagai era digital. Zaman yang memungkinkan setiap orang dapat menggenggam... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada hari Selasa tanggal 23 September 2025, Presiden Prabowo menyatakan sikapnya di depan Majelis Umum PBB untuk tetap... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Terdapat tradisi masyarakat ketika menjelang Hari Raya Idulfitri, yaitu mudik. Tradisi mudik yang ada di Indonesia terbilang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Manusia adalah makhluk ciptaan Allah Swt yang paling mulia di muka bumi karena kesempurnaannya melebihi makhluk... selengkapnya
Berikut link jadwal imsakiyah Ramadan 1447 H. untuk Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon: Imsakiyah Ramadan 1447 H. Bagi sahabat yang... selengkapnya
Buku Fiqih Shalat karya Buya Yahya ini berisi pedoman lengkap mengenai hukum fiqih dan tata cara dalam menjalankan ibadah shalat…. selengkapnya
Rp 59.000Buku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000Di antara hal yang disepakati oleh para ulama bahwa agama Islam adalah agama yang relevan untuk setiap zaman dan di… selengkapnya
Rp 90.000 Rp 110.500Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd. Tebal buku: xi+138 Buku saku Kosa Kata (Almufrodat) Sehari-Hari ini merupakan pelengkap untuk… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 29.900Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Terkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700FIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000Buku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 149.000
Saat ini belum tersedia komentar.