Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Literasi Keuangan: Sadar Finansial Hidup Aman di Masa Depan

Literasi Keuangan: Sadar Finansial Hidup Aman di Masa Depan

Diposting pada 13 Februari 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 129 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat ini kita sedang berada di zaman yang serba instan.  Ketika membutuhkan barang misalnya, kita cukup membuka gadget, memilih barang yang kita inginkan, lalu selang beberapa waktu barang tersebut akan datang diantarkan ke tempat kita. Hampir kebanyakan dari kita pasti pernah melakukan hal tersebut bukan?

Tidak dipungkiri bahwa perkembangan teknologi yang semakin canggih saat ini dapat membantu pelbagai aktivitas sehari-hari, terutama mengefisienkan waktu. Kita tak perlu lagi pergi jauh ke pasar atau mall untuk membeli suatu barang, cukup dari rumah semua barang yang kita inginkan akan diantarkan. Dari sisi waktu memang lebih efisien, tapi tidak dari sisi finansial. Kita sering kali tidak sadar bahwa uang habis tanpa terasa karena pengeluaran yang tak terkontrol. Setiap melihat barang bagus di online shop langsung di-checkout, setiap melihat promo langsung tergoda untuk belanja, hingga datang satu waktu kita baru tersadar bahwa jumlah saldo sudah sangat tipis sedangkan tanggal gajian masih jauh, sehingga untuk bertahan hidup terpaksa harus berutang. Hal itu diperparah oleh begitu banyak pinjaman online yang saat ini bertebaran di tengah masyarakat, yang bisa didapatkan dengan cara yang sangat mudah hanya bermodalkan KTP dan foto selfie. Akibatnya, apabila kita tidak bisa mengelola uang, maka kehidupan kita akan terasa menyulitkan. Oleh karena itu, kesadaran finansial sangat diperlukan bagi siapun yang ingin hidupnya tenang dan terbebas dari masalah keuangan.

Secara sederhana, kesadaran finansial merupakan pemahaman dan kemampuan secara efektif dalam mengelola keuangan guna mencapai tujuan keuangan dan keamanan di masa depan. Termasuk di dalamnya yaitu kemampuan dalam memilah antara kebutuhan dan keinginan, merancang anggaran, menyiapkan simpanan untuk dana darurat dan lain sebagainya.  Untuk memulai mengelola keuangan mulailah dari memilah kebutuhan. Kebutuhan manusia terbagi menjadi tiga yaitu primer, sekunder, dan tersier.

Menentukan Skala Prioritas

Kebutuhan primer merupakan kebutuhan pokok untuk bertahap hidup seperti sandang pangan papan, ketiganya merupakan kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap manusia. Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan pelengkap untuk meningkatkan kenyaman seperti perabotan rumah tangga, televisi, kendaraan dan sebagainya. Sedangkan kebutuhan tersier yaitu kebutuhan tambahan atau opsional untuk bermewah-mewahan seperti kendaraan mewah, perhiasan, koleksi barang-barang mewah yang sifatnya untuk kesenangan pribadi dan biasanya dilakukan setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi.

Berdasarkan definisi-definisi tersebut harusnya kita dapat memahami barang-barang yang kita beli. Sudahkan dipilah berdasarkan kebutuhan primer, sekunder, atau tersier. Kita harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Memenuhi keinginan bukan suatu hal yang dilarang. Akan tetapi harus melihat kondisi keuangan kita. Jika kondisinya masih pas-pasan, utamakanlah kebutuhan primer. Kalaupun ingin memenuhi kebutuhan tersier maka harus di perhitungkan dengan matang agar kebutuhan sehari-hari tetap tercukupi. Sebab jika tidak, akan membahayakan ekonomi keluarga.

Berlatihlah untuk mengenali prioritas pengeluaran untuk menekan angka pengeluaran yang tidak perlu. Hidup sederhana dengan mengutama kebutuhan daripada keinginan merupakan satu langkah awal agar kita dapat mengontrol pengeluaran. Langkah selanjutnya yaitu buatlah perencanaan anggaran bulanan, hitunglah berapa kebutuhan kita dalam sehari dan kalikan selama 30 hari dari situ dapat diketahui jumlah angka pengeluaran kebutuhan primer kita dalam satu bulan.

Menabung Pangkal Pandai

Begitu juga dengan kebutuhan sekunder dan tersier. Catat semua pengeluaran agar dapat diketahui ke mana saja uang kita pergi, dengan begitu kita dapat memilah pengeluaran mana yang harus dipangkas anggarannya. Setelah itu sesuaikanlah pengeluaran dengan pemasukan, apakah minus atau plus. Jika minus maka harus ada pengeluaran yang dipangkas, yaitu kebutuhan sekunder dan tersier agar tetap ada uang lebih. Jika lebih, simpanlah untuk masa depan. Uang yang kita simpan akan sangat bermanfaat untuk masa depan. Kita bisa gunakan uang tersebut untuk dana darurat, dana pendidikan, dan lain sebagainya.

Sekecil apa pun pemasukan kita, sisakanlah uang untuk dana darurat setidaknya 5-20% dari pemasukan kita, karena uang ini yang akan menyelamatkan kita jika terjadi sesuatu di masa depan. Semakin banyak tabungan dana darurat yang kita miliki maka semakin tenang juga kita dalam menjalani hidup, sebab kekhawatiran keuangan untuk masa depan sedikit demi sedikit sudah kita persiapkan. Menabung dana darurat merupakan sebagai bentuk perlindungan masa depan. Ketika kita menghadapi kondisi yang tak terduga yang mengharuskan kita mengeluarkan biaya yang tak sedikit, dengan adanya uang darurat ini dapat menyelamatkan kita dari hutang dan meminimalisir risiko.

Jauhi Risiko Dekati Bijak

Kemudian untuk meminimalisir risiko masa depan, jika tidak darurat usahakan jauhi dari utang dan pinjaman online. Utang hanya manis di awal karena kita dengan mudah mendapatkannya, tetapi pahit di akhir karena kita harus membayar atau menyicil utang tersebut dalam jangka waktu tertentu. Jika melewati jatuh tempo, akan ada rIsiko yang kita hadapi, entah barang yang disita, data diri yang disebarkan, atau justru ancaman. Belum lagi ditambah dengan bunga yang sepaket dengan dosa ribanya, tersiksa di dunia untuk kelak tersiksa di akhirat.

Perlu kita pahami bahwa uang merupakan bagian dari tanggung jawab. Setiap uang yang kita keluarkan pun akan dipertanyakan di kemudian hari. Apakah digunakan untuk kebaikan atau untuk keburukan. Dalam agama Islam disebutkan bahwasannya ada 4 perkara yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat, yaitu umur, jasad, ilmu, dan harta. Kemudian dalam Islam mengajarkan bahwa sebagian dari harta yang kita miliki bukan sepenuhnya milik kita, melainkan ada hak orang lain, terutama kaum dhuafa, fakir miskin, dan mereka yang membutuhkan. Dengan mengeluarkan sebagian harta untuk mereka yang membutuhkan akan memberikan keberkahan kepada harta yang kita miliki, itulah keberkahan jika kita bisa mengelola uang dengan baik, yaitu dapat menyisihkan uang untuk mereka yang membutuhkan.

Belajar mengelola uang tidak cukup dilakukan hanya dalam beberapa hari, mengelola uang merupakan proses belajar yang dilakukan seumur hidup. Mari kita sadar finansial, belajar hidup sederhana, dan lebih bijak dalam mengelola keuangan. Dengan belajar mengelola uang dalam kehidupan sehari-hari harapannya dapat tercipta kehidupan yang lebih seimbang untuk masa depan yang terancang. Jangan sampai besar pasak dari pada tiang atau lebih besar pengeluaran dari pada pemasukan.

 

Penulis: Moh. Minanur Rohman

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Literasi Keuangan: Sadar Finansial Hidup Aman di Masa Depan

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Surat Cinta Untukmu Ya Rasulallah
1 Maret 2023

Karya : Ummi Fairuz Ar- Rahbini   Lebih bagus dari mu ya Rasulullah Sungguh mata ini tak pernah melihatnya Lebih... selengkapnya

Lepas Cadar Di Media Sosial, Bagaimana Hukumnya?
29 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Akhir-akhir ini kita dihebohkan dengan kejadian seorang muslimah yang melepas cadarnya di awak media. Sontak kejadian... selengkapnya

Khutbah Hari Raya Idul Fitri 1444 H
20 April 2023

Sebentar lagi kita akan menyambut hari nan fitri, hari penuh keberkahan dan kebahagiaan. Untuk sampai pada hakikat fitri pada hari... selengkapnya

Bolehkah Mengambil Air dari Sumur Masjid untuk Kebutuhan Pribadi?
4 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di beberapa desa, sering muncul perdebatan soal boleh tidaknya mengambil air dari sumur masjid untuk kepentingan pribadi, misalnya... selengkapnya

Shalat di Kendaraan Saat Bepergian, Emang Bisa?
26 April 2024

Judul Buku      : Fiqih Bepergian Solusi Shalat di Perjalanan dan Saat Macet Penulis             : Buya Yahya Penerbit           : Pustaka Al-Bahjah... selengkapnya

Tandzif, Bukti Cinta Santri Al-Bahjah kepada Pondok
28 Agustus 2021

Tandzif, Bukti Cinta Santri Al-Bahjah kepada Pondok PUSTAKA AL-BAHJAH-SERBA-SERBI SANTRI-Tandzif atau dalam bahasa Indonesia berarti bersih-bersih merupakan kegiatan yang rutin... selengkapnya

Agar Mahar Pernikahan Tidak Jadi Petaka
31 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Salah satu yang selalu diperbincangkan dalam sebuah pernikahan adalah mahar. Mahar dapat diartikan sebagai pemberian pihak laki-laki... selengkapnya

Menghadapi Depresi Berat, Bolehkah Bunuh Diri?
1 November 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Manusia terkadang mengalami depresi berat yang sulit untuk diselesaikan. Reaksi setiap orang dalam menghadapinya berbeda-beda, ada... selengkapnya

Silaturahmi Open House Bersama Buya Yahya
20 April 2024

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dengan rahmat dan ridha Allah Swt, mari bergabung dalam silaturahmi istimewa di Al-Bahjah Blitar.... selengkapnya

Menyoal Cadar: Antara Syariat dan Budaya
26 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Isu mengenai cadar selalu menjadi topik yang hangat untuk diperbincangkan, terlebih bagi anak-anak muda yang baru mengetahui... selengkapnya

Literasi Keuangan: Sadar Finansial Hidup Aman di Masa Depan

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: