Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Literasi Keuangan: Sadar Finansial Hidup Aman di Masa Depan

Literasi Keuangan: Sadar Finansial Hidup Aman di Masa Depan

Diposting pada 13 February 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 46 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat ini kita sedang berada di zaman yang serba instan.  Ketika membutuhkan barang misalnya, kita cukup membuka gadget, memilih barang yang kita inginkan, lalu selang beberapa waktu barang tersebut akan datang diantarkan ke tempat kita. Hampir kebanyakan dari kita pasti pernah melakukan hal tersebut bukan?

Tidak dipungkiri bahwa perkembangan teknologi yang semakin canggih saat ini dapat membantu pelbagai aktivitas sehari-hari, terutama mengefisienkan waktu. Kita tak perlu lagi pergi jauh ke pasar atau mall untuk membeli suatu barang, cukup dari rumah semua barang yang kita inginkan akan diantarkan. Dari sisi waktu memang lebih efisien, tapi tidak dari sisi finansial. Kita sering kali tidak sadar bahwa uang habis tanpa terasa karena pengeluaran yang tak terkontrol. Setiap melihat barang bagus di online shop langsung di-checkout, setiap melihat promo langsung tergoda untuk belanja, hingga datang satu waktu kita baru tersadar bahwa jumlah saldo sudah sangat tipis sedangkan tanggal gajian masih jauh, sehingga untuk bertahan hidup terpaksa harus berutang. Hal itu diperparah oleh begitu banyak pinjaman online yang saat ini bertebaran di tengah masyarakat, yang bisa didapatkan dengan cara yang sangat mudah hanya bermodalkan KTP dan foto selfie. Akibatnya, apabila kita tidak bisa mengelola uang, maka kehidupan kita akan terasa menyulitkan. Oleh karena itu, kesadaran finansial sangat diperlukan bagi siapun yang ingin hidupnya tenang dan terbebas dari masalah keuangan.

Secara sederhana, kesadaran finansial merupakan pemahaman dan kemampuan secara efektif dalam mengelola keuangan guna mencapai tujuan keuangan dan keamanan di masa depan. Termasuk di dalamnya yaitu kemampuan dalam memilah antara kebutuhan dan keinginan, merancang anggaran, menyiapkan simpanan untuk dana darurat dan lain sebagainya.  Untuk memulai mengelola keuangan mulailah dari memilah kebutuhan. Kebutuhan manusia terbagi menjadi tiga yaitu primer, sekunder, dan tersier.

Menentukan Skala Prioritas

Kebutuhan primer merupakan kebutuhan pokok untuk bertahap hidup seperti sandang pangan papan, ketiganya merupakan kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi oleh setiap manusia. Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan pelengkap untuk meningkatkan kenyaman seperti perabotan rumah tangga, televisi, kendaraan dan sebagainya. Sedangkan kebutuhan tersier yaitu kebutuhan tambahan atau opsional untuk bermewah-mewahan seperti kendaraan mewah, perhiasan, koleksi barang-barang mewah yang sifatnya untuk kesenangan pribadi dan biasanya dilakukan setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi.

Berdasarkan definisi-definisi tersebut harusnya kita dapat memahami barang-barang yang kita beli. Sudahkan dipilah berdasarkan kebutuhan primer, sekunder, atau tersier. Kita harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Memenuhi keinginan bukan suatu hal yang dilarang. Akan tetapi harus melihat kondisi keuangan kita. Jika kondisinya masih pas-pasan, utamakanlah kebutuhan primer. Kalaupun ingin memenuhi kebutuhan tersier maka harus di perhitungkan dengan matang agar kebutuhan sehari-hari tetap tercukupi. Sebab jika tidak, akan membahayakan ekonomi keluarga.

Berlatihlah untuk mengenali prioritas pengeluaran untuk menekan angka pengeluaran yang tidak perlu. Hidup sederhana dengan mengutama kebutuhan daripada keinginan merupakan satu langkah awal agar kita dapat mengontrol pengeluaran. Langkah selanjutnya yaitu buatlah perencanaan anggaran bulanan, hitunglah berapa kebutuhan kita dalam sehari dan kalikan selama 30 hari dari situ dapat diketahui jumlah angka pengeluaran kebutuhan primer kita dalam satu bulan.

Menabung Pangkal Pandai

Begitu juga dengan kebutuhan sekunder dan tersier. Catat semua pengeluaran agar dapat diketahui ke mana saja uang kita pergi, dengan begitu kita dapat memilah pengeluaran mana yang harus dipangkas anggarannya. Setelah itu sesuaikanlah pengeluaran dengan pemasukan, apakah minus atau plus. Jika minus maka harus ada pengeluaran yang dipangkas, yaitu kebutuhan sekunder dan tersier agar tetap ada uang lebih. Jika lebih, simpanlah untuk masa depan. Uang yang kita simpan akan sangat bermanfaat untuk masa depan. Kita bisa gunakan uang tersebut untuk dana darurat, dana pendidikan, dan lain sebagainya.

Sekecil apa pun pemasukan kita, sisakanlah uang untuk dana darurat setidaknya 5-20% dari pemasukan kita, karena uang ini yang akan menyelamatkan kita jika terjadi sesuatu di masa depan. Semakin banyak tabungan dana darurat yang kita miliki maka semakin tenang juga kita dalam menjalani hidup, sebab kekhawatiran keuangan untuk masa depan sedikit demi sedikit sudah kita persiapkan. Menabung dana darurat merupakan sebagai bentuk perlindungan masa depan. Ketika kita menghadapi kondisi yang tak terduga yang mengharuskan kita mengeluarkan biaya yang tak sedikit, dengan adanya uang darurat ini dapat menyelamatkan kita dari hutang dan meminimalisir risiko.

Jauhi Risiko Dekati Bijak

Kemudian untuk meminimalisir risiko masa depan, jika tidak darurat usahakan jauhi dari utang dan pinjaman online. Utang hanya manis di awal karena kita dengan mudah mendapatkannya, tetapi pahit di akhir karena kita harus membayar atau menyicil utang tersebut dalam jangka waktu tertentu. Jika melewati jatuh tempo, akan ada rIsiko yang kita hadapi, entah barang yang disita, data diri yang disebarkan, atau justru ancaman. Belum lagi ditambah dengan bunga yang sepaket dengan dosa ribanya, tersiksa di dunia untuk kelak tersiksa di akhirat.

Perlu kita pahami bahwa uang merupakan bagian dari tanggung jawab. Setiap uang yang kita keluarkan pun akan dipertanyakan di kemudian hari. Apakah digunakan untuk kebaikan atau untuk keburukan. Dalam agama Islam disebutkan bahwasannya ada 4 perkara yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat, yaitu umur, jasad, ilmu, dan harta. Kemudian dalam Islam mengajarkan bahwa sebagian dari harta yang kita miliki bukan sepenuhnya milik kita, melainkan ada hak orang lain, terutama kaum dhuafa, fakir miskin, dan mereka yang membutuhkan. Dengan mengeluarkan sebagian harta untuk mereka yang membutuhkan akan memberikan keberkahan kepada harta yang kita miliki, itulah keberkahan jika kita bisa mengelola uang dengan baik, yaitu dapat menyisihkan uang untuk mereka yang membutuhkan.

Belajar mengelola uang tidak cukup dilakukan hanya dalam beberapa hari, mengelola uang merupakan proses belajar yang dilakukan seumur hidup. Mari kita sadar finansial, belajar hidup sederhana, dan lebih bijak dalam mengelola keuangan. Dengan belajar mengelola uang dalam kehidupan sehari-hari harapannya dapat tercipta kehidupan yang lebih seimbang untuk masa depan yang terancang. Jangan sampai besar pasak dari pada tiang atau lebih besar pengeluaran dari pada pemasukan.

 

Penulis: Moh. Minanur Rohman

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Literasi Keuangan: Sadar Finansial Hidup Aman di Masa Depan

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Buya Yahya Berikan Tip Agar Rumah Tangga Harmonis
13 May 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Adanya percekcokan dalam rumah tangga memang bikin hati perih. Tak sedikit pasangan yang mendapati kesulitan dalam membangun... selengkapnya

Sebuah Puisi: Balada Rindu Sang Bilal
12 May 2024

  Balada Rindu Sang Bilal (Oleh: Husni A. Mubarak)   Andai datang burung-burung surga padanya Bilal bin Rabah tetap memeras... selengkapnya

Jangan Sampai Merugi, Lakukan 2 Hal Ini Sebelum Datangnya Ramadhan
16 March 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sahabat Pustaka sekalian, tak terasa Ramadhan tinggal menghitung hari. Sebagai orang beriman, kita tentu harus bergembira... selengkapnya

Wanita Karier Vs Ibu Rumah Tangga
5 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Memasuki dunia pernikahan nyatanya tidak seindah seperti yang dibayangkan. Setiap Muslimah memiliki jalan rumah tangganya masing-masing. Banyak hal... selengkapnya

Halalkah Arisan Kue Lebaran? Begini Jawaban Buya Yahya
28 March 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setiap menjelang lebaran, banyak ibu-ibu yang mengikuti arisan kue untuk mempersiapkan sajian saat hari raya. Namun, muncul... selengkapnya

Hukum Memakai Fasilitas Kantor
2 January 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kejujuran bukan sekadar akhlak mulia, tetapi fondasi utama amanah dalam Islam. Salah satu bentuk kejujuran yang sering diremehkan... selengkapnya

Beruntunglah Umat Islam, Dikaruniai Bulan Suci Ramadhan
5 April 2022

Pustaka Al-Bahjah Cirebon – Ramadhan akhirnya tiba. Satu bulan yang amat dirindukan oleh umat Islam di seluruh dunia, bulan penuh... selengkapnya

Teknik Menulis bagi Pemula: Lupakan EYD dan Tanda Baca (Freewriting)
20 January 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pernahkan Anda memiliki keinginan untuk menulis tetapi terhambat dengan pengetahuan Anda yang terbatas? Ya, hambatan tersebut salah... selengkapnya

Muslimah Juga Bisa Mendapatkan Pahala Jihad Loh, Begini Caranya
3 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pada suatau ketika di zaman Nabi Muhammad Saw, terdapat keistimewaan bagi kaum laki-laki untuk senantiasa dekat kepada... selengkapnya

Bagaimanakah Perayaan Halloween Dalam Pandangan Islam?
11 November 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Baru-baru ini kita dihebohkan dengan berita perayaan Hallowen di Arab Saudi yang notabene merupakan negara Islam.... selengkapnya

Literasi Keuangan: Sadar Finansial Hidup Aman di Masa Depan

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: