● online
Islam yang Asing

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Islam yang asing merupakan sebuah keniscayaan yang terjadi pada abad ke-21, abad di mana generasi Z, Alfa, dan Beta lahir. Generasi ini lahir pada masa teknologi berkembang pesat, sehingga untuk mendapatkan pengetahuan seperti halnya agama bisa dilakukan dari gawai mereka sendiri. Tanpa perlu susah-susah datang ke pengajian atau sebuah majelis. Namun kondisi itu memiliki risiko apabila orang tua tidak mengajari ilmu agama yang cukup dan mengarahkannya kepada guru agama.
Hal tersebut dapat ditilik dari fakta bahwa sudah sangat jarang sekali kita melihat generasi muda sekarang pergi ke sebuah majelis ilmu. Maka tidak heran, jika didikan ilmu agama yang sangat kurang mengakibatkan lemah dan keroposnya iman serta Islam pada generasi sekarang. Mereka bisa mengakses semua ilmu agama, bahkan dari semua golongan sekalipun─ golongan yang bertentangan dengan akidahnya. Hal itu diperparah dengan orang tuanya yang juga tidak faham dengan ilmu agama, membuat anaknya salah dalam beragama dan akhirnya salah juga memilih guru yang benar. Kondisi tersebut membuat generasi ini menjadi seperti asing dengan agamanya sendiri, jauh dari Tuhan dan ragu dengan keyakinannya. Barangkali memang sudah menjadi sebuah fakta bahwa hal tersebut dampak dari ketidakbijakan menghadapi perkembangan teknologi seperti gawai.
Sebagai pembanding, saya ambil contoh generasi sebelumnya yaitu generasi Y/Milenial yang terlahir pada rentang waktu 1981-1996. Tahun itu gawai yang dianggap tercanggih adalah Nokia, Motorolla, Ericsson, dan Siemens. Itupun hanya orang-orang tertentu yang benar-benar mampu dan mempunyai banyak uang saja yang dapat memilikinya. Artinya, sangat sedikit sekali orang yang mempunyai gawai. Para remaja kala itu masih banyak bermain permainan tradisional bersama, shalat ke masjid bersama, mengaji bersama, dan banyak kegiatan lainnya yang dilakukan secara bersama, terutama dalam aktivitas peribadahan.
Pada zaman itu, masih banyak seorang anak belajar mengaji Al-Qur’an yang dimulai dengan pembacaan Iqro oleh orang tuanya langsung secara talaqqi. Jika salah melafalkan huruf, orang tuanya akan menghukumnya dan memberi peringatan agar tidak mengulangi kesalahan. Anak mempunyai rasa tanggung jawab agar tidak salah kembali, memiliki jiwa kedisiplinan yang kuat karena takut akan hukuman ibunya lalu dia pun bekerja keras lebih giat belajar mengaji.
Contoh lainnya, saat menjelang shalat berjamaah Magrib, para remaja berbondong-bondong pergi ke masjid/mushala/surau/tajug. Kebersamaan, kekeluargaan, dan kebahagiaan masih sangat bisa dirasakan walaupun tanpa gawai. Bahkan kesenangannya membekas melebihi daripada bermain gawai. Sudah sangat terasa, bahwa seorang teman yang menggunakan gawai kala itu cenderung memiliki rasa simpati dan empati yang kurang terhadap teman lainnya. Rasa peka terhadap sekitar juga menurun, serta jiwa sosial yang lambat laun hilang karena faktor gawai. Maka menjadi tidak heran jika saat ini kondisi tersebut─kecenderungan dampak dari penggunaan gawai─pun turut dirasakan.
Selain itu, tatkala memasuki bulan Ramadan seperti sekarang, suasananya sungguh berbeda. Dahulu, Ramadan adalah bulan penuh keceriaan. Sebab di dalamnya banyak kegiatan yang bisa dilakukan. Salah satunya aktivitas setelah shalat Subuh, anak-anak diwajibkan mencatat kajian Subuh/kultum (kuliah tujuh menit) melalui sebuah buku yang diberikan oleh sekolah. Bagi siswa yang tidak mencatat dan mendapatkan tanda tangan Kyai/Ustadz maka akan mendapat sanksi dari sekolah. Dengan penuh kekhusyukan dan tertib anak-anak mendengarkan ceramah dari ustadz pengisi. Meski terkesan sebagai tugas belaka, hal tersebut ampuh membuat seseorang menjadi tahu akan ilmu agama.
Mari kita refleksikan kondisi ini. Di tengah umat Islam sebagai umat terbesar di dunia, akankah kembali ke masa di mana Nabi Muhammad Salallahu ‘Alahi Wasalam berdakwah dianggap asing? Terdapat sebuah hadis Rasulullah Salallahu ‘Alahi Wasalam tentang kondisi umat Islam di akhir zaman yang diibaratkan seperti buih di lautan. Artinya, berjumlah banyak namun tidak memiliki kualitas dan kekuatan, sehingga lawan/musuh tidak segan untuk menyerang dari sudut mana pun. Tentu pekerjaan rumah ini adalah tugas bersama. Langkah awal yang perlu dilakukan dari diri sendiri adalah mengenalkan ilmu agama kepada keluarga kita sendiri (orang tua, suami/istri, anak/menantu, cucu, dan lainnya). Selanjutnya, orang-orang yang berada di sekitar kita (tetangga, teman, rekan kerja, dan lainnya).
Tayangan yang ada saat ini di media TV khususnya lebih diperbanyak muatan agamanya. Jangan menayangkan hiburan belaka tanpa dibalut dengan pendidikan agama yang hanya akan semakin menjerumuskan generasi ini jauh dengan agama. Selain itu, perlu adanya peran pemerintah selaku pemangku kebijakan. Aturan yang terikat pun perlu dibuat oleh pemerintah dalam hal ini Presiden sebagai pemegang otoritas tertinggi di negara ini. Seperti mengaji setelah Magrib yang dapat dimasukkan ke dalam aturan pembiasaan siswa di bawah naungan Kementerian Pendidikan. Aturan pembatasan umur remaja yang boleh menggunakan gawai, dan aturan-aturan lainnya yang dapat mengatasi degradasi keasingan generasi saat ini pada agama. Semoga kita semua diberikan kekuatan dalam menghadapi segala ujian, serta dimudahkan dalam menjalankan segala kebaikan. Amin.
Penulis: Ivan Arief Rachman, S.Pd.
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Islam yang Asing
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Anak adalah salah satu titipan Allah Swt yang paling berharga. Mereka adalah amanah yang harus kita jaga... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Menjelang lebaran, aktivitas penukaran uang lama dengan uang baru menjadi fenomena umum di masyarakat. Banyak orang yang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Utang piutang adalah salah satu bentuk muamalah yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Islam, kegiatan ini... selengkapnya
Oleh: Herry Munhanif Lelaki itu dengan susah payah menempuh perjalanan yang melelahkan selama berbulan-bulan, demi mendapatkan keikhlasan pemilik dua butir... selengkapnya
Rapat Koordinasi (Bahu-Membahu dengan Segala Potensi Diri untuk Nabi yang Dicintai) PUSTAKA AL-BAHJAH-FLASH BACK-Sebuah kegiatan akbar yang sangat ditunggu-tunggu, yaitu... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sudah menjadi rahasia umum bahwa Allah Swt. menurunkan Al-Qur’an sebagai pedoman utama bagi umat manusia dalam menjalani... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah – Cirebon, Betapa banyak kita temukan titel akademik dimiliki seseorang, tetapi moral mereka tidak mewakili orang-orang berpendidikan. Banyak... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Berkunjung ke Makkah dan Madinah merupakan impian yang dimiliki banyak orang. Makkah dan Madinah merupakan dua tempat... selengkapnya
Mungkin hidup ini berjalan tidak sesuai dengan pilihan kita, tetapi yakinlah kepada Allah Swt bahwa pilihan-Nya tidak akan pernah salah.... selengkapnya
Musabaqoh Kubro LPD AL-Bahjah: Menggali Potensi Diri dari Para Santri PUSTAKA AL-BAHJAH-SEPUTAR PONDOK-Penutupan Musabaqoh Kubro di Lapangan Formal LPD (Lembaga... selengkapnya
Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600Buku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 149.000 Rp 95.000Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 200 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSFIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPenerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Tebal buku: viii+102 Kehidupan keras yang dilalui Nabi Muhammad Saw di masa kecil telah… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPenerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 300 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CS
Saat ini belum tersedia komentar.