Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Islam yang Asing

Islam yang Asing

Diposting pada 28 Februari 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 194 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Islam yang asing merupakan sebuah keniscayaan yang terjadi pada abad ke-21, abad di mana generasi Z, Alfa, dan Beta lahir. Generasi ini lahir pada masa teknologi berkembang pesat, sehingga untuk mendapatkan pengetahuan seperti halnya agama bisa dilakukan dari gawai mereka sendiri. Tanpa perlu susah-susah datang ke pengajian atau sebuah majelis. Namun kondisi itu memiliki risiko apabila orang tua tidak mengajari ilmu agama yang cukup dan mengarahkannya kepada guru agama.

Hal tersebut dapat ditilik dari fakta bahwa sudah sangat jarang sekali kita melihat generasi muda sekarang pergi ke sebuah majelis ilmu. Maka tidak heran, jika didikan ilmu agama yang sangat kurang mengakibatkan lemah dan keroposnya iman serta Islam pada generasi sekarang. Mereka bisa mengakses semua ilmu agama, bahkan dari semua golongan sekalipun─ golongan yang bertentangan dengan akidahnya. Hal itu diperparah dengan orang tuanya yang juga tidak faham dengan ilmu agama, membuat anaknya salah dalam beragama dan akhirnya salah juga memilih guru yang benar. Kondisi tersebut membuat generasi ini menjadi seperti asing dengan agamanya sendiri, jauh dari Tuhan dan ragu dengan keyakinannya. Barangkali memang sudah menjadi sebuah fakta bahwa hal tersebut dampak dari ketidakbijakan menghadapi perkembangan teknologi seperti gawai.

Sebagai pembanding, saya ambil contoh generasi sebelumnya yaitu generasi Y/Milenial yang terlahir pada rentang waktu 1981-1996. Tahun itu gawai yang dianggap tercanggih adalah Nokia, Motorolla, Ericsson, dan Siemens. Itupun hanya orang-orang tertentu yang benar-benar mampu dan mempunyai banyak uang saja yang dapat memilikinya. Artinya, sangat sedikit sekali orang yang mempunyai gawai. Para remaja kala itu masih banyak bermain permainan tradisional bersama, shalat ke masjid bersama, mengaji bersama, dan banyak kegiatan lainnya yang dilakukan secara bersama, terutama dalam aktivitas peribadahan.

Pada zaman itu, masih banyak seorang anak belajar mengaji Al-Qur’an yang dimulai dengan pembacaan Iqro oleh orang tuanya langsung secara talaqqi. Jika salah melafalkan huruf, orang tuanya akan menghukumnya dan memberi peringatan agar tidak mengulangi kesalahan. Anak mempunyai rasa tanggung jawab agar tidak salah kembali, memiliki jiwa kedisiplinan yang kuat karena takut akan hukuman ibunya lalu dia pun bekerja keras lebih giat belajar mengaji.

Contoh lainnya, saat menjelang shalat berjamaah Magrib, para remaja berbondong-bondong pergi ke masjid/mushala/surau/tajug. Kebersamaan, kekeluargaan, dan kebahagiaan masih sangat bisa dirasakan walaupun tanpa gawai. Bahkan kesenangannya membekas melebihi daripada bermain gawai. Sudah sangat terasa, bahwa seorang teman yang menggunakan gawai kala itu cenderung memiliki rasa simpati dan empati yang kurang terhadap teman lainnya. Rasa peka terhadap sekitar juga menurun, serta jiwa sosial yang lambat laun hilang karena faktor gawai. Maka menjadi tidak heran jika saat ini kondisi tersebut─kecenderungan dampak dari penggunaan gawai─pun turut dirasakan.

Selain itu, tatkala memasuki bulan Ramadan seperti sekarang, suasananya sungguh berbeda. Dahulu, Ramadan adalah bulan penuh keceriaan. Sebab di dalamnya banyak kegiatan yang bisa dilakukan. Salah satunya aktivitas setelah shalat Subuh, anak-anak diwajibkan mencatat kajian Subuh/kultum (kuliah tujuh menit) melalui sebuah buku yang diberikan oleh sekolah. Bagi siswa yang tidak mencatat dan mendapatkan tanda tangan Kyai/Ustadz maka akan mendapat sanksi dari sekolah. Dengan penuh kekhusyukan dan tertib anak-anak mendengarkan ceramah dari ustadz pengisi. Meski terkesan sebagai tugas belaka, hal tersebut ampuh membuat seseorang menjadi tahu akan ilmu agama.

Mari kita refleksikan kondisi ini. Di tengah umat Islam sebagai umat terbesar di dunia, akankah kembali ke masa di mana Nabi Muhammad Salallahu ‘Alahi Wasalam berdakwah dianggap asing? Terdapat sebuah hadis Rasulullah Salallahu ‘Alahi Wasalam tentang kondisi umat Islam di akhir zaman yang diibaratkan seperti buih di lautan. Artinya, berjumlah banyak namun tidak memiliki kualitas dan kekuatan, sehingga lawan/musuh tidak segan untuk menyerang dari sudut mana pun. Tentu pekerjaan rumah ini adalah tugas bersama. Langkah awal yang perlu dilakukan dari diri sendiri adalah mengenalkan ilmu agama kepada keluarga kita sendiri (orang tua, suami/istri, anak/menantu, cucu, dan lainnya). Selanjutnya, orang-orang yang berada di sekitar kita (tetangga, teman, rekan kerja, dan lainnya).

Tayangan yang ada saat ini di media TV khususnya lebih diperbanyak muatan agamanya. Jangan menayangkan hiburan belaka tanpa dibalut dengan pendidikan agama yang hanya akan semakin menjerumuskan generasi ini jauh dengan agama. Selain itu, perlu adanya peran pemerintah selaku pemangku kebijakan. Aturan yang terikat pun perlu dibuat oleh pemerintah dalam hal ini Presiden sebagai pemegang otoritas tertinggi di negara ini. Seperti mengaji setelah Magrib yang dapat dimasukkan ke dalam aturan pembiasaan siswa di bawah naungan Kementerian Pendidikan. Aturan pembatasan umur remaja yang boleh menggunakan gawai, dan aturan-aturan lainnya yang dapat mengatasi degradasi keasingan generasi saat ini pada agama. Semoga kita semua diberikan kekuatan dalam menghadapi segala ujian, serta dimudahkan dalam menjalankan segala kebaikan. Amin.

 

Penulis: Ivan Arief Rachman, S.Pd.

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Islam yang Asing

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Ketika Pesantren Bertemu Entrepreneurship, Pengembangan Pesantren yang Menjawab Perkembangan Zaman
27 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pesantren sering dipandang sebagai sarana pendidikan yang hanya membekali santrinya dengan ilmu keagamaan namun tidak menjadikan ia siap... selengkapnya

Di Majelis Al-Bahjah Bandung, Buya Yahya Berpesan Begini
23 November 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Buya Yahya kembali hadir di Kota Cimahi dalam kajian rutin Majelis Al-Bahjah Bandung, Rabu 28 Rabiul... selengkapnya

Alasan Mengapa Kita Harus Membenci KDRT
14 Januari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Memahami ilmu rumah tangga merupakan kebutuhan setiap orang, baik bagi yang sudah menikah maupun belum. Termasuk mengetahui sebab-sebab... selengkapnya

Pentingnya Memahami Perbedaan
3 Mei 2024

  Judul Buku   : Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama Penulis           : BuyaYahya Penerbit       ... selengkapnya

Puisi Nur Robi: Sowan, Ustaz, dan Santri (Lama-Baru)
9 November 2025

Sowan Berjalan dengan lutut, berbaris rapi seperti kereta doa, di halaman rumah yang teduh oleh cahaya dan waktu. Kain sarung... selengkapnya

Cara Perempuan Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial (2)
17 Oktober 2025

(Bagian terakhir dari dua tulisan) Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dengan semakin gencarnya arus informasi di media sosial, Muslimah harus melek literasi. Pandai... selengkapnya

Shalat dalam Keadaan Mengantuk: Tetap Shalat atau Ditunda?
3 Oktober 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Mengantuk adalah sifat manusia yang dapat dialami oleh setiap orang. Rasa kantuk ini bisa disebabkan oleh berbagai... selengkapnya

Menjaga Lisan di Era Digital
3 Maret 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat ini kita hidup di zaman yang disebut sebagai era digital. Zaman yang memungkinkan setiap orang dapat menggenggam... selengkapnya

Di Bawah Kubah Nabawi
18 Agustus 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Cahaya fajar menari-nari di atas bukit hijau yang perlahan menyembulkan wajahnya dari selimut malam. Udara segar, belum ternoda... selengkapnya

Satu Hati di Al-Bahjah: Maulid dan Silaturahim Akbar Al-Bahjah 1445 Hijriah
18 September 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Alhamdulillah. Acara Maulid dan Silaturahim Akbar 1445 Hijriah Satu Hati di Al-Bahjah terselenggara pada 2 Rabi’ul... selengkapnya

Islam yang Asing

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: