Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Tip Sedekah Membawa Untung

Tip Sedekah Membawa Untung

Diposting pada 21 Januari 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 282 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sedekah adalah salah satu amalan yang bisa dilakukan oleh setiap Muslim, baik dirinya kaya maupun fakir. Dalam Islam tidak ada patokan minimal besaran yang wajib dikeluarkan untuk bersedekah. Artinya, setiap Muslim diperkenankan bersedekah sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Jika dia adalah orang fakir, dia diperbolehkan bersedekah dengan sedikit harta sesuai kemampuannya. Sebaliknya, kalau dia adalah orang kaya, dia juga diperkenankan bersedekah sebanyak harta yang bisa dia keluarkan.

Sedekah bisa dilakukan oleh siapa pun. Akan tetapi, banyak cobaan dan rintangan muncul tatkala kita ingin bersedekah. Ada yang datang dari dalam diri yaitu hawa nafsu, dan ada pula yang datang dari luar yakni bisikan setan. Keduanya akan memengaruhi kita agar tidak bersedekah. Lebih buruknya lagi, hawa nafsu dan bisikan sering kali menganjurkan kita untuk bersedekah terlebih dulu, lalu membuat kita merasa menyesal kemudian. Contoh, ketika kita telah bersedekah Rp20.000, kemudian kita menemukan sebuah toko yang menawarkan diskon paket sembako seharga Rp20.000. Ketika itu hawa nafsu dan setan mulai berbisik, “Andai tadi tidak sedekah, pasti bisa beli paket sembako.”

Begitulah setan menggoda hamba Allah dengan berbagai cara, meskipun hamba tersebut sedang berbuat baik sekalipun. Jika setan mengetahui seorang hamba memiliki niat ingin berbuat baik, setan tidak hanya mencoba untuk menggagalkan amal baik tersebut. Akan tetapi, setan juga berusaha untuk menjadikan amal baik itu tidak bermanfaat dengan membuat sang hamba sombong dan berpuas diri. Membiarkan seorang hamba berpuasa, tetapi tetap menggodanya agar malas melaksanakan shalat. Membiarkan seorang hamba bersedekah, tetapi berbisik kepadanya agar merendahkan orang lain. Memudahkan seorang hamba pergi umrah, tetapi tetap mengajaknya untuk berfoya-foya. Oleh karena itu, agar sedekah kita tidak terjebak dengan perangkap-perangkan setan, mari kita belajar cara sedekah yang benar dan tepat. Mengutip pendapat guru kita Buya Yahya, beliau menyampaikan bahwa kita bisa meniru cara sedekah Imam Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu.

Imam Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu bersedekah dengan empat cara. Jika beliau mendapatkan uang Rp1.000.000, beliau akan membaginya menjadi empat. Seperempat pertama (Rp250.000) beliau sedekahkan pada waktu pagi, seperempat kedua (Rp250.000) disedekahkan pada waktu malam, seperempat ketiga (Rp250.000) disedekahkan secara terang-terangan, dan seperempat terakhir (Rp250.000) disedekahkan secara sembunyi-sembunyi. Artinya, dalam bersedekah hendaknya kita membuat warna-warni. Sebab warna-warni dalam berbuat baik itu penting agar kita tidak mudah tergoda oleh setan sekaligus mendidik hawa nafsu. Warna-warni dalam sedekah juga mengajarkan kepada kita bahwa di saat kita berani bersedekah sembunyi-sembunyi, maka kita harus berani sedekah secara terang-terangan. Tanda ikhlas seorang hamba yang berani sedekah terang-terangan adalah berani sedekah secara sembunyi-sembunyi.

Memang benar ada hadist dari Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam tentang orang yang mendapatkan perlindungan di akhirat karena bersedekah secara sembunyi-sembunyi. Akan tetapi, hadits ini sering kali dijadikan sandaran dan alasan bagi orang pelit saat ingin bersedekah. Padahal Allah telah memberikan kepadanya harta berlimpah hingga menjadikan dia kaya raya, tetapi dia bersedekah hanya dengan sebutir kurma secara sembunyi-sembunyi.

Jika kita meniru gaya sedekah Imam Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu, maka di saat kita bersedekah terang-terangan, di saat itu pula kita memberi contoh agar orang lain mau bersedekah. Ketika kita telah memberikan contoh, maka kita segara menyempurnakannya dengan sedekah sembunyi-sembunyi agar hati kita bisa belajar ikhlas. Artinya, sesaat kita memberikan contoh dan sesaat kita belajar ikhlas.

Bersamaan dengan itu, bersedekah secara terang-terangan juga dapat memangkas riya di dalam hati. Seperti hamba Allah yang bersedekah Rp50.000 lalu diumumkan dan ditulis di papan pengumuman sedekah masjid. Namun sebelum hamba tersebut bersedekah secara terang-terangan, dirinya telah terlebih dulu bersedekah secara sembunyi-sembunyi ke kotak amal masjid sebesar Rp100.000. Melalui contoh tersebut kita dapat mengambil pelajaran, ketika kita takut riya dalam bersedekah, maka iringi sedekah tersebut dengan sedekah sembunyi-sembunyi. Artinya, jika kita sudah terlanjur dilihat berbuat baik oleh orang lain, iringi dengan perbuatan baik yang serupa atau lebih besar secara sembunyi-sembunyi. Sebab, tanda ikhlas seorang hamba yang sedekah terang-terangan adalah dirinya tidak akan berat bersedekah yang serupa atau lebih besar secara sembunyi-sembunyi.

 

Penulis: Fahmi Sidik Marunduri

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Tip Sedekah Membawa Untung

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Penyakit Hati Paling Berbahaya: Refleksi Filosofis atas Pesan Buya Yahya
11 September 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Hati dalam pandangan Islam, bukan hanya organ biologis, melainkan pusat kesadaran spiritual dan moral. Ia adalah cermin kehidupan... selengkapnya

Ramadan dan Kesempatan yang Tak Terulang
5 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan agar kita selalu bergegas menyambut rahmat dan ampunan-Nya. Termasuk tatkala kita bertemu dengan... selengkapnya

Mendefinisikan Ulang Moralitas
19 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Agama Islam sering kali disebut agama rahmatan lil alamin, agama untuk keselamatan alam semesta. Tak pelak pula, Baginda... selengkapnya

Lepas Cadar Di Media Sosial, Bagaimana Hukumnya?
29 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Akhir-akhir ini kita dihebohkan dengan kejadian seorang muslimah yang melepas cadarnya di awak media. Sontak kejadian... selengkapnya

(Puisi) Tuhanku, Adakah Rencana Lain? dan Doa di Ruang Sunyi
7 September 2025

Tuhanku, Adakah Rencana Lain?   Tuhanku, adakah ini kisah yang Kau tulis di langit? Saat langkah lain melesat, aku diam... selengkapnya

Puisi-Puisi Muhammad Syawaludin Rasyid
25 Mei 2024

  Al-Quds   Seperti bayi yang menangis Butuh kasih sayang Dari orang tuamu   Al-Quds Di sana kau merana Meratapi... selengkapnya

Memfotokopi atau Menyalin Buku yang Terdapat Hak Cipta, Bagaimana Hukumnya?
24 Mei 2023

Oleh: Sayyid Hasan Syafiq Shahab Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pada dasarnya, siapapun yang mempunyai hak milik atas suatu barang, maka... selengkapnya

Ketika Sisa Air Kencing Terasa Menetes saat Shalat
8 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam fiqih, air kencing adalah najis menurut ijma’ ulama. Penentuan najis dapat dilihat dari tiga tanda menurut jumhur... selengkapnya

Cara Menyucikan Alat Elektronik yang Terkena Najis
7 Juli 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Apabila terdapat najis pada pakaian yang kita gunakan, maka kita dapat menyucikannya dengan air. Pada kasus yang lain,... selengkapnya

Pentingnya Tabayyun di Tengah-Tengah Gempuran Hoaks
13 Juni 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kemajuan teknologi digital telah mengubah cara manusia memperoleh, mengolah, dan menyebarkan informasi. Melalui internet dan media sosial, informasi... selengkapnya

Tip Sedekah Membawa Untung

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: