Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Mana yang Lebih Baik?: Orang Kaya yang Bersyukur atau Orang Miskin yang Bersabar?

Mana yang Lebih Baik?: Orang Kaya yang Bersyukur atau Orang Miskin yang Bersabar?

Diposting pada 17 April 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 1.300 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Terdapat satu hadis Nabi Muhammad Sallahu ‘Alaihi Wassalam yang kurang lebih isinya orang beriman itu baik-baik saja keadaannya. Apa yang dimaksud keadaan orang beriman itu baik? Yaitu di saat diberi kemudahan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ia bersyukur, maka baiklah dia. Di saat diberi musibah ia bersabar, maka baiklah ia. Maka syukur dapat menghantarkan ke surga dan sabar pun dapat menghantarkan ke surga. Dari keduanya manakah yang lebih baik? Semuanya adalah baik dan satu martabat.

Begitu juga dengan orang kaya dan orang miskin. Orang kaya yang bersyukur dengan memanfaatkan kekayaannya di jalan kebaikan maka baiklah ia. Orang miskin pun ketika ia bersabar dengan kefakirannya maka baiklah ia. Semuanya diuji dengan ujiannya masing-masing. Adapun pada akhirnya si kaya dan si miskin akan bahagia dan duduk bersama di surganya Allah Subhanahu wa Ta’ala jika ia lulus dengan ujian hidupnya.

Terdapat satu cerita tentang si kaya dan si miskin di surga. Di saat mereka duduk bersama di surga. Si kaya berkata, “Saya bisa masuk surga karena saya bersyukur dengan nikmat yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada saya berupa harta kekayaan, dan saya selalu menyedekahkan harta saya untuk kepentingan umat.” Lalu si kaya bertanya kepada si miskin, “Kalau kamu kenapa bisa ada di sini (surga)?” Kemudian si miskin menjawab “Saya bisa masuk surga karena kefakiran saya, selama hidup saya dalam keadaan fakir dan terus sakit-sakitan akan tetapi saya terus bersabar, sampai akhirnya saya wafat dan dimasukkan ke surganya Allah Subhanahu wa Ta’ala karena saya terus bersabar dan tidak mengeluh karena kefakiran saya.”

Akan tetapi lain cerita jika orang yang kaya tidak bersyukur dengan kekayaannya dan orang yang miskin tidak sabar dengan kefakirannya. Orang kaya yang sombong dengan kekayaanya maka buruklah ia. Orang miskin yang iri dengan dan dengki dengan kekayaan orang lain, maka buruklah ia. Dari hal tersebut dapat dipahami bahwa yang menentukan baik buruknya seseorang itu bukan berdasarkan banyak atau sedikitnya harta yang ia miliki, akan tetapi bagaimana kedekatan ia dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kekasihnya-Nya yaitu Nabi Muhmmad Sallahu ‘Alaihi Wassalam.

Nasihat untuk kita semua, bahwasannya ketika berdoa, berdoalah dengan hal-hal yang baik. Sebagai contoh ketika kita sudah mengetahui keutamaan orang miskin yang sabar. Maka jangan berdoa, “Ya Allah, jadikanlah saya fakir yang sabar agar hamba bisa masuk ke surga-Mu.” Doa yang demikian merupakan doa yang kurang baik, berdoalah dengan hal-hal yang baik, ucapkan kata-kata yang baik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ganti doa yang buruk dengan doa kebaikan misalnya, “Ya Allah, jadikanlah saya orang kaya, agar dapat berbagi kepada sesama, dan berkahi hidup hamba dengan pandangan kasih sayang-Mu.” Dengan doa yang demikian bukankah lebih indah jika dibandingkan dengan doa yang sebelumnya.

Ini termasuk doa yang diajarkan oleh para ulama, Nabi Muhammad Sallahu ‘Alaihi Wassalam pun mengajarkan yang demikian.

رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.

Allah Subhanahu wa Ta’ala dapat memberikan kita sesuatu hal yang terbaik, dan mengapa kita tidak meminta yang terbaik? Jangan menjadi manusia yang sok-sokan, orang yang sok kuat dengan kesabaran dan dengan ujian. Memang betul jika Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai hambanya maka hamba tersebut akan diuji. Akan tetapi ujian itu berat, sakit, dan tidak gampang. Kita mungkin bisa sabar, tapi mungkin orang yang ada disekitar kita tidak sabar seperti istri dan anak. Oleh karenanya para ulama biasanya berdoa yang panjang disertai dengan lutuf.

Berdoa dengan Lutuf itu doa yang disertai dengan kasih sayang-Mu, yaitu kasih sayang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagai contoh ketika kita berdoa meminta dipanjangkan umur, jangan hanya meminta panjang umur. Jika kita diberi panjang umur tapi sakit-sakitan, korengan, jantungan, paru-paru, bolak-balik rumah sakit, ditambah berbuat dosa lagi. Apakah ini yang diharapkan dari panjang umur? Tentunya tidak.

Oleh karenanya jika berdoa tambahkan doa kebaikan di dalamnya, misal, “Ya Allah, panjangkan umur hamba dalam keadaan taat serta sehat wal ‘afiat” atau “Ya Allah, hamba sering melihat yang haram maka ampunilah hamba dan hentikanlah hamba dari melihat yang haram dengan kasih sayang-Mu.” Sungguhlah indah jika kita berdoa ditambah dengan doa kebaikan di dalamnya.

Andai kita hanya berdoa untuk dihentikan dari melihat yang haram, Allah Subhanahu wa Ta’ala bisa saja membutakan mata kita agar tidak bisa lagi melihat yang haram. Akan tetapi jika ditambahkan kalimat, “Dengan kasih sayang-Mu” maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menghentikan kita dari melihat yang haram dengan cara yang lebih indah. Oleh karenanya kita dianjurkan untuk berodoa dengan cara yang baik, agar kebaikan tersebut selalu menyertai hidup kita. Dan kembali ke pertanyaan tadi, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memandang kita dari status sosial, baik itu pejabat atau rakyat, kaya atau miskin. Allah Subhanahu wa Ta’ala melihat hamba dari ketakwaannya. Semakin bertakwa seseorang maka semakin tinggi juga derajatnya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

Penulis: Minanur Rohman

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

Bagikan ke

Mana yang Lebih Baik?: Orang Kaya yang Bersyukur atau Orang Miskin yang Bersabar?

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Jihad Kita untuk Palestina
16 Oktober 2023

Seorang jamaah bertanya tentang jihad kepada Buya Yahya, “Bagaimana cara jihad untuk membela saudara kita yang terzalimi di Palestina? Sedangkan... selengkapnya

Bolehkah Menggabungkan Puasa Rajab dan Qadha Ramadan?
15 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Di bulan ini, umat... selengkapnya

Semarak Maulid Nabi Muhammad 1444 H, LPD Al-Bahjah Gelar Bazar dan Expo Maulid
29 September 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Penyelenggaraan maulid dan silaturahmi akbar di LPD Al-Bahjah, Cirebon tinggal tiga hari lagi. sebagai upaya untuk... selengkapnya

Mensyukuri Nikmat Ramadan
6 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Seorang mukmin yang dapat menikmati kemuliaan bulan Ramadan, adalah mereka yang senantiasa menghabiskan waktu dan kesempatannya dengan... selengkapnya

Muslimah Begitu Berharga, Maka Ia Dijaga
13 Maret 2024

  Islam sebagai agama yang sempurna, sejak awal telah mendeklarasikan hak-hak wanita secara sempurna pula. Sejak saat itu, wanita muslimah... selengkapnya

Membeli Kendaraan Bodong, Bagaimana Hukumnya?
11 Maret 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Saat ini kendaraan yang yang pajaknya mati (tidak aktif) dan bodong cukup banyak kita temui di... selengkapnya

Masalah dalam Bersedekah
22 Maret 2021

Masalah dalam Bersedekah Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Sedekah, satu kata yang... selengkapnya

Malaikat-Malaikat yang Jarang Orang Ketahui
20 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Malaikat-malaikat yang sudah masyhur diketahui ada banyak. Kita sudah tidak asing lagi dengan Malaikat Jibril, Mikail, dan... selengkapnya

Bolehkah Mengambil Air dari Sumur Masjid untuk Kebutuhan Pribadi?
4 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di beberapa desa, sering muncul perdebatan soal boleh tidaknya mengambil air dari sumur masjid untuk kepentingan pribadi, misalnya... selengkapnya

Lebarkan Sayap Dakwah Rasulullah Saw, Pondok Pesantren Al-Bahjah Binangkit Tasikmalaya Diresmikan
28 Oktober 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Jumat, 02 Rabiul Akhir 1444 H atau bertepatan dengan Tanggal 28 Oktober 2022 telah diresmikan Pondok... selengkapnya

Mana yang Lebih Baik?: Orang Kaya yang Bersyukur atau Orang Miskin yang Bersabar?

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: