● online
- Silsilah Fiqih Praktis Jenazah....
- Fiqih Qurban....
- Fiqih Praktis Haji dan Umrah yang Mudah Dipahami....
- Buku Aqidah - Hadits Jibril....
- Motivasi Dakwah "Membawa kepada Kemuliaan dengan H....
- Kosakata (Almufrodat) Sehari-Hari....
- Kitab Tahsilul Ma'mul....
- INDAHNYA MEMAHAMI PERBEDAAN PARA ULAMA KARYA BUYA ....
Mana yang Lebih Baik?: Orang Kaya yang Bersyukur atau Orang Miskin yang Bersabar?

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Terdapat satu hadis Nabi Muhammad Sallahu ‘Alaihi Wassalam yang kurang lebih isinya orang beriman itu baik-baik saja keadaannya. Apa yang dimaksud keadaan orang beriman itu baik? Yaitu di saat diberi kemudahan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala ia bersyukur, maka baiklah dia. Di saat diberi musibah ia bersabar, maka baiklah ia. Maka syukur dapat menghantarkan ke surga dan sabar pun dapat menghantarkan ke surga. Dari keduanya manakah yang lebih baik? Semuanya adalah baik dan satu martabat.
Begitu juga dengan orang kaya dan orang miskin. Orang kaya yang bersyukur dengan memanfaatkan kekayaannya di jalan kebaikan maka baiklah ia. Orang miskin pun ketika ia bersabar dengan kefakirannya maka baiklah ia. Semuanya diuji dengan ujiannya masing-masing. Adapun pada akhirnya si kaya dan si miskin akan bahagia dan duduk bersama di surganya Allah Subhanahu wa Ta’ala jika ia lulus dengan ujian hidupnya.
Terdapat satu cerita tentang si kaya dan si miskin di surga. Di saat mereka duduk bersama di surga. Si kaya berkata, “Saya bisa masuk surga karena saya bersyukur dengan nikmat yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada saya berupa harta kekayaan, dan saya selalu menyedekahkan harta saya untuk kepentingan umat.” Lalu si kaya bertanya kepada si miskin, “Kalau kamu kenapa bisa ada di sini (surga)?” Kemudian si miskin menjawab “Saya bisa masuk surga karena kefakiran saya, selama hidup saya dalam keadaan fakir dan terus sakit-sakitan akan tetapi saya terus bersabar, sampai akhirnya saya wafat dan dimasukkan ke surganya Allah Subhanahu wa Ta’ala karena saya terus bersabar dan tidak mengeluh karena kefakiran saya.”
Akan tetapi lain cerita jika orang yang kaya tidak bersyukur dengan kekayaannya dan orang yang miskin tidak sabar dengan kefakirannya. Orang kaya yang sombong dengan kekayaanya maka buruklah ia. Orang miskin yang iri dengan dan dengki dengan kekayaan orang lain, maka buruklah ia. Dari hal tersebut dapat dipahami bahwa yang menentukan baik buruknya seseorang itu bukan berdasarkan banyak atau sedikitnya harta yang ia miliki, akan tetapi bagaimana kedekatan ia dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kekasihnya-Nya yaitu Nabi Muhmmad Sallahu ‘Alaihi Wassalam.
Nasihat untuk kita semua, bahwasannya ketika berdoa, berdoalah dengan hal-hal yang baik. Sebagai contoh ketika kita sudah mengetahui keutamaan orang miskin yang sabar. Maka jangan berdoa, “Ya Allah, jadikanlah saya fakir yang sabar agar hamba bisa masuk ke surga-Mu.” Doa yang demikian merupakan doa yang kurang baik, berdoalah dengan hal-hal yang baik, ucapkan kata-kata yang baik kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ganti doa yang buruk dengan doa kebaikan misalnya, “Ya Allah, jadikanlah saya orang kaya, agar dapat berbagi kepada sesama, dan berkahi hidup hamba dengan pandangan kasih sayang-Mu.” Dengan doa yang demikian bukankah lebih indah jika dibandingkan dengan doa yang sebelumnya.
Ini termasuk doa yang diajarkan oleh para ulama, Nabi Muhammad Sallahu ‘Alaihi Wassalam pun mengajarkan yang demikian.
رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan hidup di dunia dan kebaikan hidup di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka.
Allah Subhanahu wa Ta’ala dapat memberikan kita sesuatu hal yang terbaik, dan mengapa kita tidak meminta yang terbaik? Jangan menjadi manusia yang sok-sokan, orang yang sok kuat dengan kesabaran dan dengan ujian. Memang betul jika Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai hambanya maka hamba tersebut akan diuji. Akan tetapi ujian itu berat, sakit, dan tidak gampang. Kita mungkin bisa sabar, tapi mungkin orang yang ada disekitar kita tidak sabar seperti istri dan anak. Oleh karenanya para ulama biasanya berdoa yang panjang disertai dengan lutuf.
Berdoa dengan Lutuf itu doa yang disertai dengan kasih sayang-Mu, yaitu kasih sayang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagai contoh ketika kita berdoa meminta dipanjangkan umur, jangan hanya meminta panjang umur. Jika kita diberi panjang umur tapi sakit-sakitan, korengan, jantungan, paru-paru, bolak-balik rumah sakit, ditambah berbuat dosa lagi. Apakah ini yang diharapkan dari panjang umur? Tentunya tidak.
Oleh karenanya jika berdoa tambahkan doa kebaikan di dalamnya, misal, “Ya Allah, panjangkan umur hamba dalam keadaan taat serta sehat wal ‘afiat” atau “Ya Allah, hamba sering melihat yang haram maka ampunilah hamba dan hentikanlah hamba dari melihat yang haram dengan kasih sayang-Mu.” Sungguhlah indah jika kita berdoa ditambah dengan doa kebaikan di dalamnya.
Andai kita hanya berdoa untuk dihentikan dari melihat yang haram, Allah Subhanahu wa Ta’ala bisa saja membutakan mata kita agar tidak bisa lagi melihat yang haram. Akan tetapi jika ditambahkan kalimat, “Dengan kasih sayang-Mu” maka Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menghentikan kita dari melihat yang haram dengan cara yang lebih indah. Oleh karenanya kita dianjurkan untuk berodoa dengan cara yang baik, agar kebaikan tersebut selalu menyertai hidup kita. Dan kembali ke pertanyaan tadi, bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memandang kita dari status sosial, baik itu pejabat atau rakyat, kaya atau miskin. Allah Subhanahu wa Ta’ala melihat hamba dari ketakwaannya. Semakin bertakwa seseorang maka semakin tinggi juga derajatnya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Penulis: Minanur Rohman
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Mana yang Lebih Baik?: Orang Kaya yang Bersyukur atau Orang Miskin yang Bersabar?
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setiap manusia pasti akan mengalami kematian dan sebagai umat Islam kita meyakini bahwa setelah kematian akan ada... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Menjaga silaturahmi merupakan salah satu hal yang penting yang tidak boleh kita abaikan begitu saja. Melalui Nabi Muhammad... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Judi atau yang dikenal sebagai maisir dalam konteks Islam, merupakan aktivitas yang dilarang keras karena dampaknya yang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sejatinya umat Islam telah memiliki suri teladan yang harus diikuti. Ketika kita mengikutinya dalam hal apa pun,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Islam sebagai agama rahmatan lil-‘alamin meletakkan akhlak sebagai fondasi utama peradaban. Akhlak bukan hanya pelengkap ajaran agama, melainkan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Puasa di bulan Ramadan adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu melaksanakannya. Namun, Islam juga memberikan keringanan (rukhsah)... selengkapnya
Pada tahun-tahun tertentu, kita menemukan hari raya bertepatan dengan hari Jumat. Bersamaan dengan itu, muncul pertanyaan apakah melaksanakan shalat Jumat... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Makanan adalah salah satu topik pembahasan ketika membicarakan suatu daerah. Tak terlepas bagi perantau modelan saya yang... selengkapnya
Menebar Jaring-Jaring Dakwah Buku Buya Yahya Menjawab Jilid 1 Kini Tersedia di Gramedia Jabodetabek PUSTAKA AL-BAHJAH-NEWS FLASH-Tim pemasaran Pustaka Al-Bahjah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Beberapa hari yang lalu telah terjadi musibah besar yaitu kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur... selengkapnya
Buku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600Buku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 149.000Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000Terkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Di antara hal yang disepakati oleh para ulama bahwa agama Islam adalah agama yang relevan untuk setiap zaman dan di… selengkapnya
Rp 90.000 Rp 110.500Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CS
Saat ini belum tersedia komentar.