Beranda » Blog » Masyaallah, Ditengah Guyuran Hujan Deras, Para Jamaah Aceh Tetap Antusias Hadiri Majelis Buya Yahya

Masyaallah, Ditengah Guyuran Hujan Deras, Para Jamaah Aceh Tetap Antusias Hadiri Majelis Buya Yahya

Diposting pada 15 Desember 2022 oleh Redaksi / Dilihat: 1.517 kali / Kategori:

Antusiasme jamaah saat mendengarkan tausiyah Buya Yahya ditengah guyuran hujan

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Tabligh Akbar dalam rangkaian Safari Dakwah Buya Yahya di Aceh, Selasa 20 Jumadil Ula 1444 H/13 Desember 2022 di warnai dengan hujan deras saat majelis berlangsung. Tabligh Akbar yang digelar di Pondok Dayah Thalibul Huda pada pukul 21.00 WIB tersebut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Daerah Aceh Besar, Kapolres, Dandim, MPU Aceh besar, dan Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa beserta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Acara diawali dengan Sambutan dari Pengurus Al-Bahjah Aceh sekaligus Pengasuh Pondok Thalibul Huda, Abi Hasbi Al-Bayuni. Dalam sambutanya, Abi Hasbi menyampaikan bahwa acara Tabligh Akbar di Pondok Dayah Thalibul Huda ini merupakan puncak dari rangkaian acara maulid Nabi Muhammad Saw setelah sebelumnya telah digelar berbagai acara seperti Musabaqah Qiroatul Kutub (MQK), dzikir dan shalawat, kenduri maulid, bazar, santunan anak yatim, donasi untuk korban gempa Cianjur, dan pelatihan & pembekalan untuk penyiar-penyiar radio dakwah.

“Malam ini adalah puncak daripada semua kegiatan dari semua kegiatan Maulid Nabi di tahun ini.”

Sejak dimulainya acara, hujan deras sudah mengguyur tempat dilaksanakannya tabligh akbar. Melihat antusiasme para jamaah meskipun diguyur hujan, Buya Yahya terkagum-kagum.

“Maasyaallah, semakin deras semakin banyak rahmat. Yang kehujanan, yang gak enak duduknya paling gede pahalanya.”

Sumber Gambar: Al-Bahjah TV

Dalam Tabligh Akbar yang bertajuk Maulid Nabi Muhammad Saw tersebut, Buya berpesan kepada seluruh jamaah untuk memaknai cinta kepada Nabi Saw dengan sebenar-benarnya. Menurut Buya, adalah bohong ketika seseorang mengaku cinta Nabi Saw hanya dengan dengan lisan nya, tetapi cinta tersebut tidak tertanam dalam hatinya. Ia berteriak cinta Nabi Saw, membuat tulisan-tulisan cinta Nabi Saw namun ia membuat nangis saudara-sadara dan tetangganya.

“Bukan hanya teriak-teriak cinta Nabi, bikin spanduk cinta Rasulillah, di dadanya ada kaos i love Rasulullah, akan tetapi bikin nangis ibunya, bikin nangis suaminya, bikin nangis istrinya, itu adalah bohong, dusta. Bagaimana mengaku cinta Nabi tapi bikin nangis umat Nabi Muhammad Saw.”

Buya berpesan bahwa cara untuk mencintai Baginda Nabi Saw adalah dengan memperbaiki urusan kita kepada sesama, dengan umat Baginda Nabi Saw. Kita tidak bisa mengabdi secara langsung kepada Nabi Saw karena beliau sudah wafat. Namun masih ada satu cara lain mengabdi kepada Nabi Saw yaitu melalui umat Nabi Muhammad. Artinya cara untuk mencintai Baginda Nabi Saw saat ini adalah dengan mencintai Umat Nabi Saw, dengan berbuat baik kepada mereka.

“Untuk mengetahui kecintaan kita kepada Baginda Nabi adalah bagaimana urusan kita kepada umat Nabi Muhammad Saw. Baginda Nabi sudah wafat, kita tidak bisa mengabdi kepada Baginda Nabi secara langsung. Akan tetapi masih ada sesuatu yang dimiliki Nabi yang kita bisa mengabdi kepadanya melalui sesuatu tersebut, yaitu umat Baginda Nabi. Umat yang jauh kelahirannya dari baginda Nabi akan tetapi dijadikan beriman kepada Baginda Nabi.”

Sumber Gambar: Al-Bahjah TV

Buya menyampaikan bahwa mencintai umat Nabi ini merupakan sebuah tantangan. Tentu kita akan mudah memandang orang alim dan berilmu dengan pandangan yang mulia dan meninggikan, karena mereka memiliki perilaku dan akhlak yang baik. Namun berbeda ketika bertemu dengan seorang pendosa dan ahli maksiat, seringkali seseorang memandang rendah dan hina orang lain yang berbuat dosa dan maksiat. muncul kesombongan dalam hatinya. Padahal yang dipandang rendah dan hina oleh orang tersebut adalah sama-sama umat Nabi. Orang-orang seperti ini merupakan orang yang rasa cintanya kepada Nabi adalah cinta yang palsu. Maka dari itu Buya mengajak kepada semua jamaah untuk menata hati dengan memandang siapapun termasuk pendosa dan ahli maksiat dengan pandangan kasih sayang, karena mereka adalah sama-sama umat Baginda Nabi Saw.

“Pandang mereka dengan mata kasih sayang, jangan pandang mereka dengan pandangan merendahkan. Karena Nabi melarang memandang orang lain dengan pandangan merendahkan.”

Hingga penghujung acara, hujan masih terus mengguyur lokasi acara dan jamaah masih tetap bertahan menyaksikan Tabligh Akbar hingga acara selesai. Sungguh sebuah potret semangat menggapai kebaikan yang harus kita tiru.

 

Pembahasan lengkap dapat disimak di: Youtube Al-Bahjah TV 

Tags: , ,

Bagikan ke

Masyaallah, Ditengah Guyuran Hujan Deras, Para Jamaah Aceh Tetap Antusias Hadiri Majelis Buya Yahya

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Puisi-Puisi Seruni Unie
23 Maret 2024

Stasiun   Tak ada pelukan Juga cium pipi Tanda perpisahan   Hanya kepal tangan bersentuh Dengan tatap mata luruh :... selengkapnya

Pejuang Rasulullah: Sebuah Intropeksi Diri
30 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Semua orang bisa mengajak orang lain kepada kebaikan dengan apa pun yang mereka miliki. Karena itu, setiap orang... selengkapnya

Di Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah Buyut, Buya Yahya Ikut Bernyanyi Bersama Sayyid Husein Al-Haddar
28 November 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Ada pemandangan langka pada acara Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah Buyut Minggu (27/11/2022). Sayyid Husein Haidar... selengkapnya

Makna Maulid dalam Kehidupan Kita
3 September 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Rabi’ul Awal, bulan kelahiran kekasih Allah, yaitu Nabi Muhammad Saw.... selengkapnya

Bagan Mahram Laki-Laki dan Perempuan
17 Maret 2026

Sering kali tanpa disadari kita berjabat tangan, bersalaman, bahkan berinteraksi dengan lawan jenis tanpa mengetahui apakah ia termasuk mahram atau... selengkapnya

Keutamaan Puasa Ramadan, Jalan menuju Ampunan dan Meraih Lailatul Qadar
17 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Puasa Ramadan merupakan salah satu ibadah paling agung dalam Islam. Ia bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi... selengkapnya

Ingin Anak Saleh dan Salehah? Jangan Lupakan Amalan Ini
29 Juni 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap orang tua tentu berharap anak-anaknya tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan membawa keberkahan bagi keluarga.... selengkapnya

Menjadi Tamu Allah Bukan Sekadar Perjalanan Tapi Impian Semua Orang
8 Juli 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Umrah bukan hanya perjalanan wisata religi, tetapi perjalanan hati menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala. Untuk menautkan hati kepada... selengkapnya

Do’a Akhir Tahun Hijriah dan Do’a Awal Tahun Hijriah
18 Juli 2023

DO’A AKHIR TAHUN HIJRIAH & DO’A AWAL TAHUN HIJRIAH Semoga di tahun yang baru ini, kita semua selalu diberikan keberkahan... selengkapnya

Dahsyatnya Keberkahan dalam Pengabdian
9 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setelah sekian lama bekerja di sebuah instansi, saya memutuskan resign, kemudian mencoba peruntungan dengan melamar di beberapa lembaga... selengkapnya

Masyaallah, Ditengah Guyuran Hujan Deras, Para Jamaah Aceh Tetap Antusias Hadiri Majelis Buya Yahya

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: