Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Mengapa Wahyu Pertama Dimulai dengan Perintah Membaca, Bukan Beribadah?

Mengapa Wahyu Pertama Dimulai dengan Perintah Membaca, Bukan Beribadah?

Diposting pada 13 Juli 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 19 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Jika Islam adalah agama yang menekankan ibadah, lalu mengapa wahyu pertamanya bukan perintah shalat, berdoa, atau beriman, melainkan membaca atau Iqra’? Selayang pandang, hal ini menunjukkan bahwa ‘membaca’ memiliki urgensi tinggi dalam pandangan Islam. Dan ‘membaca’ adalah akar yang akan menumbuhkan ragam kebaikan dalam kehidupan, di antaranya adalah mekarnya ibadah umat.

Tanpa kita sadar, membaca adalah penyokong penting untuk berkembangnya suatu wawasan. Dan wawasanlah yang akan mengantarkan pada fondasi amal. Membaca bukan sekadar aktivitas intelektual, tetapi juga gerbang untuk mengenal Allah, memahami pentunjuk-Nya, dan menjalankan ibadah dengan benar. Dari sinilah tampak, bahwa Iqra’ bukan hanya perintah membaca teks, melainkan membangun cara pandang seorang Muslim terhadap ilmu dan kehidupan.

Objek bacaan dalam Islam juga sangat luas dan beragam, serta tidak terbatas pada ayat Al-Qur’an dan Hadits saja. Dalam tradisi Islam, objek bacaan secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu ayat qauliyah (teks wahyu) dan ayat kauniyah (alam semesta). Dimana membaca juga tidak hanya terbatas pada sesuatu yang tersurat, tetapi juga pada sesuatu yang tersirat.

Sebagaimana yang termaktub dalam QS. Al-’Alaq ayat 1-5, bahwa kita dianjurkan untuk mengamati pencipta langit, bumi, dan manusia sebagai bentuk kebesaran Allah.

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ١ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ ٢ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ ٣ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ٤ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ ٥ ( العلق/96: 1-5)

Artinya: “(1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan! (2) Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. (3) Bacalah! Tuhanmulah Yang Maha Mulia, (4) yang mengajar (manusia) dengan pena. (5) Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq:1-5)

Dalam kajian Tafsir Al-Misbah yang disusun oleh M. Quraish Shihab, kata Iqra’ pada ayat pertama sengaja tidak diikuti objek (maf’ul) yang spesifik. Ketiadaan objek ini menunjukkan bahwa perintah membaca tersebut bersifat umum dan mencakup segala hal yang bisa dibaca, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis.

Membaca sesuatu yang tertulis, berarti menelaah dan mengkaji yang tampak. Hal ini digambarkan dalam QS. Al-’Alaq: 4 yang dilambangkan dengan kata pena. Pena adalah lambang literasi, pencatatan teks, dan literatur. Maka dengan ini, manusia  bisa memahami sesuatu yang tertulis dengan menggerakkan pena dan wawasan logisnya dalam menganalisis.

Sedangkan membaca yang tidak tertulis, berarti berusaha memahami makna di balik fenomena, melakukan tadabur, dan mencerna realitas yang tidak tertulis. Hal ini juga digambarkan dalam QS. Al-’Alaq: 2. Ayat ini mengingatkan manusia akan asal-usul penciptaannya sehingga mendorongnya melakukan refleksi dan mengenali dirinya sebagai makhluk Allah.

Dengan demikian, perintah Iqra’ tidak berhenti pada aktivitas membaca teks, tetapi juga mengajak manusia membaca tanda-tanda kebesaran Allah dalam diri dan alam semesta. Hal ini juga yang akan membuka wawasan manusia untuk mempelajari banyak hal, termasuk perihal ibadah (ubudiyah). Dan jika wawasan tentang ibadahnya kuat, maka ibadahnya juga akan semakin terasa nikmat.

 

Penulis: Nuril Aulia Naiza Ulfa

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

Bagikan ke

Mengapa Wahyu Pertama Dimulai dengan Perintah Membaca, Bukan Beribadah?

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Ketertiban dan Keamanan:  “Kecil di mata kita, tapi kalau sudah dinisbatkan kepada Nabi Muhammad akan menjadi besar”
9 Oktober 2021

Ketertiban dan Keamanan  “Kecil di mata kita, tapi kalau sudah dinisbatkan kepada Nabi Muhammad akan menjadi besar” PUSTAKA AL-BAHJAH-SEKILAS INFO... selengkapnya

Suara dari Gaza
9 Agustus 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di sebuah kamar sempit berukuran 3×4 meter, pada sudut kampung yang sunyi dari suara berita dunia, Umar menatap... selengkapnya

DOA AWAL DAN AKHIR TAHUN 1443 H
9 Agustus 2021

DOA AKHIR TAHUN بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اللّٰهُمَّ لَكَ الْـحَمْدُ أنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، ولَكَ الْحـَمْدُ لَكَ مُلْكُ... selengkapnya

Memiliki Anak Perempuan Adalah Anugerah
10 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sebagian orang beranggapan bahwa kedatangan anak laki-laki lebih dinanti dibandingkan anak perempuan. Sebab, anak laki-laki dipercaya lebih... selengkapnya

Inovasi Pembelajaran di Sekolah Menggunakan Pendekatan Science-Technology-Religion-Engineering-Arts-Mathematics (STREAM)
5 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Perkembangan zaman yang semakin canggih menuntut masyarakat untuk dapat beradaptasi dengan cepat. Kondisi ini ditandai dengan semakin... selengkapnya

Mahar Hasil Utang, Boleh Sih Tapi….. 
30 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Mahar merupakan sesuatu yang harus dipenuhi oleh calon pengantin laki-laki ketika hendak menikah. Namun bagaimana jika... selengkapnya

Rumah yang Menenangkan adalah Tempat Pertama Anak Belajar Akhlak
13 Mei 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Anak tidak hanya tumbuh dari makanan yang ia makan atau sekolah tempat ia belajar. Anak juga tumbuh dari... selengkapnya

Hukum Memandikan Jenazah Terhadap Lawan Jenis dalam Islam
27 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam kehidupan sehari-hari, perbedaan pendapat antara satu orang dengan yang lain atau kelompok yang satu dengan yang lain... selengkapnya

Mengaplikasikan Makna Transendental Al-Qur’an bagi Pemuda pada Era Digital
29 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Al-Qur’an adalah firman Allah yang berisi berbagai macam persoalan yang dialami manusia. Baik itu berupa masalah kehidupan,... selengkapnya

Serba-Serbi Perayaan Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah, Ada Jamuan 12.000 Nampan “Toamul Barokah”, Bagaimana Proses Pembuatannya?
4 Oktober 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Menjamu makan tamu adalah hal biasa, namun bagaimana jika yang dijamu jumlahnya mencapai puluhan ribu orang?... selengkapnya

Mengapa Wahyu Pertama Dimulai dengan Perintah Membaca, Bukan Beribadah?

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: