fbpx
Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka Setiap Hari pukul 08.00 s.d. pukul 16.00 Hari Besar Islam Tutup
Beranda » Blog » Inovasi Pembelajaran di Sekolah Menggunakan Pendekatan Science-Technology-Religion-Engineering-Arts-Mathematics (STREAM)

Inovasi Pembelajaran di Sekolah Menggunakan Pendekatan Science-Technology-Religion-Engineering-Arts-Mathematics (STREAM)

Diposting pada 5 Maret 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 111 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Perkembangan zaman yang semakin canggih menuntut masyarakat untuk dapat beradaptasi dengan cepat. Kondisi ini ditandai dengan semakin banyaknya inovasi dan penemuan terbaru di berbagai bidang. Termasuk siswa sebagai bagian dari masyarakat memiliki peran penting untuk dapat berkontribusi dalam kondisi ini. Siswa harus memiliki berbagai keterampilan yang dapat menunjang kariernya di masa depan. Oleh karena itu, siswa harus dibekali dengan berbagai keterampilan yang menunjang di sekolahnya, meliputi pembekalan kreativitas, berpikir kritis, berkolaborasi, berkomunikasi, berpikir sistem, literasi sains, berpikir ilmiah, dan sebagainya.

Model pembelajaran yang dapat membekali siswa dengan berbagai keterampilan untuk menunjang kariernya di masa depan adalah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Science-Technology-Religion-Engineering-Art-Mathematics (STREAM). Pembelajaran ini sudah mulai berkembang untuk diterapkan di berbagai jenjang, dimulai Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi.

Pembelajaran STREAM dikembangkan dari pembelajaran yang sudah ada sebelumnya, yaitu STEM (Agustina dkk, 2020). Pembelajaran ini mengintegrasikan beberapa disiplin ilmu, meliputi bidang science, technology, religion, engineering, art dan mathematics, sehingga dalam pelaksanaanya siswa akan terlibat dalam aktivitas ilmu-ilmu tersebut. Aspek religion pada pendekatan STREAM merupakan disiplin ilmu terbaru yang diintegrasikan. Hal ini dilatarbelakangi oleh berbagai macam pengetahuan siswa yang harus dilandasi dengan nilai-nilai keimanan kepada Allah Swt. Siswa dituntut harus memahami nilai-nilai keagamaan yang tersirat di dalam sebuah topik pembelajaran melalui ayat suci Al-Qur’an, hadits Nabi Muhammad Saw, atau nilai-nilai agama Islam. Oleh karena itu siswa tidak hanya mendapatkan keuntungan duniawi tetapi juga ukhrawi.

Pembelajaran STREAM tidak hanya menekankan pada aspek pengetahuan saja, tetapi melibatkan berbagai keterampilan dan sikap pembelajaran yang berorientasi terhadap permasalahan yang sedang dialami di lingkungan sekitar. Hal ini menjadi sarana bagi siswa untuk belajar menemukan solusi dari suatu permasalahan. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pendekatan STREAM dapat meningkatkan berbagai keterampilan berpikir, di antaranya; kreativitas (Agustina dkk, 2019); berpikir kritis (Mujaddi dkk, 2022); dan berpikir sistem (Agustina dkk, 2020).

Penerapan STREAM pada pembelajaran dilakukan melalui tahap Pikir, Desain, Buat dan Uji (P-D-B-U). Pada tahap pikir, siswa mengindentifikasi permasalahan yang sedang terjadi di lingkungan sekitarnya untuk dicarikan solusinya. Pada tahap desain, siswa mendesain solusi yang akan digunakan untuk memecahkan masalah tersebut. Pada tahap buat, siswa melakukan eksekusi pembuatan sebuah produk sebagai bentuk pemecahan masalah yang telah direncanakan pada tahap desain. Tahap uji, siswa melakukan pengujian dari sebuah produk yang dihasilkan dalam memecahkan masalah yang ditemukan. Apabila produk yang dihasilkan terdapat kekurangan atau kegagalan, siswa dapat melakukan perbaikan ulang pada produknya sampai mendapatkan hasil yang diinginkan.

Penulis telah berhasil mengidentifikasi beberapa produk hasil dari pembelajaran STREAM di sekolah pada pelajaran Science/IPA sesuai dengan latar belakang penulis sebagai guru IPA dalam rangka usaha untuk memecahkan permasalahan yang terjadi di sekitar. Di antaranya pembuatan kompos organik berbahan dasar limbah yang dilakukan untuk mengurangi jumlah sampah organik. Pembuatan Ecoenzym yaitu pembuatan cairan serbaguna sebagai pupuk, pembersih, dan pestisida berbahan dasar sampah organik untuk mengurangi jumlah sampah organik. Pembuatan minuman herba jeruk nipis dari bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar untuk dapat meningkatkan imunitas tubuh saat kondisi lingkungan sedang buruk. Pembuatan yoghurt, nata de coco, tempe, dan tahu dilakukan dalam usaha menjaga ketahanan pangan.

Beberapa produk yang dihasilkan tersebut merupakan produk terapan yang hasilnya dapat langsung dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Produk pembelajaran STREAM lainnya yang tidak kalah menarik meliputi; pembuatan miniatur rumah hemat energi sebagai usaha untuk menghemat penggunaan energi listrik; pembuatan biofilter air untuk simulasi penjernihan air; pembuatan miniatur mobil hemat energi yang terbuat dari limbah-limbah tidak terpakai di sekitar; dan masih banyak lagi.

Proses pembuatan produk dilakukan sebagai solusi terhadap permasalahan yang ditemukan, sedangkan pada aktivitas yang melibatkan aspek science, technology, religion, engineering, art dan mathematics merupakan proses pembelajaran siswa. Penulis memberikan contoh pada salah satu kegiatan, yaitu pembuatan kompos. Aspek science meliputi kegiatan siswa melakukan penelusuran terkait bagaimana proses yang terjadi pada pembuatan kompos yang melibatkan berbagai macam aktivitas mikroorganisme. Aspek technology meliputi kegiatan siswa dalam menentukan alat dan bahan yang digunakan untuk membuat kompos yang memiliki kualitas yang baik. Aspek religion meliputi kegiatan siswa dalam menelusuri ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas berkaitan dengan proses pengomposan misalnya surat Az-Zumar ayat 21, aktivitas mikoorganisme di dalam tanah yang terlibat dalam pembuatan kompos pada surat Thaha ayat 6. Aspek engineering meliputi aktivitas siswa dalam mendesain langkah kerja pembuatan kompos, mendesain kemasan kompos yang baik dan mendesain desain kemasan. Aspek art meliputi kegiatan untuk menghasilkan desain kemasan kompos yang menarik perhatian konsumen. Begitu pun Aspek mathematics meliputi kegiatan untuk menentukan jumlah alat dan bahan yang digunakan dan jumlah anggaran biaya yang dibutuhkan dalam pembuata kompos.

Pembelajaran STREAM di sekolah disesuaikan juga dengan program pembangunan berkelanjutan yaitu Sustainable Development Goals (SDGs) yang diusulkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai 17 usaha global untuk keberlanjutan kehidupan manusia. Pembelajaran STREAM mengarahkan siswa untuk belajar memecahkan permasalahan yang terjadi di sekitarnya sebagai usaha untuk dapat mempertahankan keberlangsungan kehidupan yang dimulai dari lingkungan sekolah dan keluarga. Pembelajaran IPA sendiri memiliki topik-topik yang bersinergi dengan poin-poin pada SDGs meliputi; evolusi, sel (metabolisme); genetika; fisiologi makhluk hidup; ekologi; dan keanekaragaman makhluk hidup (Widodo dkk, 2023). Oleh karena itu proses pembelajaran dapat diarahkan terhadap usaha-usaha menjaga keberlanjutan hidup di bumi sebagaimana tercantum dalam SDGs yang menjadi tujuan global.

Pembelajaran STREAM direkomendasikan untuk diterapkan pada pembelajaran di sekolah. Selain dapat membekali siswa berbagai macam keterampilan, pembelajaran ini juga sebagai inovasi kegiatan yang menarik dan menyenangkan bagi siswa di sekolah. Siswa akan dihadapkan langsung kepada kondisi nyata di lingkungannya sehingga proses pembelajaran akan memberikan makna lebih dalam bagi siswa, tidak hanya sebatas teori di dalam kelas saja. Penulis berharap tulisan ini dapat menjadi inspirasi bagi penulis lain untuk dapat membahas pembelajaran STREAM dari perspektif mata pelajaran lain di sekolah sehingga akan memberikan informasi yang lebih luas untuk dapat memberikan wawasan kepada pembaca.

 

Penulis                 : Muhammad Ghilman Firdaus

Karya tulis lainnya:

  1. Jurnal: Pemberdayaan Masyarakat di Masa COVID-19 melalui Program Swasembada dalam Rumah sebagai Penunjang Ketahanan Pangan, dipublish online di Proceedings UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Google Scholar.
  2. Skripsi: Pengaruh Pendekatan STREAM (Science-Technology-Religion-Engineering-Arts-Mathematics) terhadap Literasi Sains Siswa pada Materi Sistem Pertahanan Tubuh, dipublish secara online di Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan cetak di perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
  3. Artikel: Belajar Biologi dengan Potensi Khas Daerah Kuningan, Simak Efektivitasnya, dipublish online di website Good News from Indonesia.
  4. Jurnal: Pembekalan Keterampilan Menulis Bahan Ajar IPA Berbasis STEM-R (Science-Technology-Engineering-Mathematic plus Religion) pada Mahasiswa Calon Guru, dipublish online di Google Scholar.
  5. Jurnal: The Skills Profile of Pre-Service Science Teachers in Writing STREM-Based (Science-Technology-Religion-Engineering-Mathematics) Science Teaching Materials, dipublish online di Google Scholar.
  6. Jurnal: Peningkatan Keterampilan Berfikir Kritis (KBKr) Melalui Pembelajaran Biologi Berbasis Keterampilan Proses Sains, dipublish online di Google Scholar.

Tags: , , ,

Bagikan ke

Inovasi Pembelajaran di Sekolah Menggunakan Pendekatan Science-Technology-Religion-Engineering-Arts-Mathematics (STREAM)

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Inovasi Pembelajaran di Sekolah Menggunakan Pendekatan Science-Technology-Religion-Engineering-Arts-Mathematics (STREAM)

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: