Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Memiliki Anak Perempuan Adalah Anugerah

Memiliki Anak Perempuan Adalah Anugerah

Diposting pada 10 November 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 1.146 kali / Kategori: ,

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sebagian orang beranggapan bahwa kedatangan anak laki-laki lebih dinanti dibandingkan anak perempuan. Sebab, anak laki-laki dipercaya lebih kuat untuk meneruskan trah atau nama keluarga. Berbeda dengan anak perempuan yang tidak memiliki hak milik. Pemikiran tersebut adalah salah satu warisan buruk yang sudah ada sejak zaman jahiliah. Dijelaskan dalam sejarah, kondisi anak perempuan kala itu sangat miris dan direndahkan. Ummi Fairuz Ar-Rahbini menceritakan sebuah kisah Arab jahiliah yang tertuang di dalam Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 58-59.

وَاِذَا بُشِّرَ اَحَدُهُمْ بِالْاُنْثٰى ظَلَّ وَجْهُهٗ مُسْوَدًّا وَّهُوَ كَظِيْمٌۚ

“Apabila salah seorang dari mereka diberi kabar tentang (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam) dan dia sangat marah (sedih dan malu)”. (QS. An-Nahl: 58)

يَتَوٰرٰى مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوْۤءِ مَا بُشِّرَ بِهٖۗ اَيُمْسِكُهٗ عَلٰى هُوْنٍ اَمْ يَدُسُّهٗ فِى التُّرَابِۗ اَلَا سَاۤءَ مَا يَحْكُمُوْنَ

“Dia bersembunyi dari orang banyak karena kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan (menanggung) kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ingatlah, alangkah buruk (putusan) yang mereka tetapkan itu!”. (QS. An-Nahl: 59)

Ayat di atas mendeskripsikan bagaimana kondisi orang Arab jahiliah ketika istrinya melahirkan seorang anak perempuan, tidak ada rasa bahagia sama sekali, justru sebaliknya. Kisah sahabat Nabi Sayyidina Umar r.a. orang yang paling dekat dengan Nabi sekalipun pernah dalam kondisi demikian. Ia sangat membenci kelahiran anak perempuan, hatinya begitu keras. Akan tetapi setelah mengenal Allah Swt dan Rasulullah Saw beliau menjadi orang yang memiliki hati sangat lembut.

Diceritakan juga kisah di kala seorang pejabat yang sedang berkunjung ke rumah Sayyidina Umar r.a., ia melihat bagaimana Sayyidina Umar r.a. begitu menyayangi putrinya. Ia terkejut melihat perubahan drastis perilaku yang dilakukan Sayyindina Umar r.a. sebelum dan sesudah mengenal Islam, terutama urusan kelahiran anak perempuan.

Hal ini menjadi bukti bahwa Islam sangat memperhatikan kelahiran anak perempuan, tidak membeda-bedakan keistimewaannya dengan anak laki-laki. Rasulullah Saw memberikan pemahaman yang bijaksana kepada setiap orang untuk tidak membiarkan tradisi buruk (mengubur anak perempuan hidup-hidup) dan mempertahankan kehadirannya bahkan balik menganggapnya sebagai anugerah.

Oleh karena itu, Islam benar-benar memuliakan wanita di tempat mulia. Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin telah menghapus pemahaman salah yang tertanam di hati para orang tua saat itu, terutama masalah rendahnya harkat martabat wanita. Al-Qur’an pun menegaskan, manusia paling mulia tidak ditentukan oleh jenis kelamin, yang paling mulia adalah mereka yang paling takwa. Tanpa membedakan laki-laki dan perempuan, kaya miskin, tua muda.

Jauh sebelum Nabi Muhammad Saw ada, Islam sudah memuliakan wanita. Seperti kisah Sayyidah Maryam yang memiliki anak tanpa seorang suami. Jika bukan kehendak Allah Swt, maka Nabi Isa a.s. tidak akan lahir ke dunia lewat rahim Sayyidah Maryam. Ini menunjukkan Islam memuliakan wanita. Sehingga menjadi ironis jika ada sebagian umat Islam yang masih menganggap bahwa anak perempuan sebagai aib dan sebagainya.

Banyak kisah yang disampaikan Ummi Fairuz Ar-Rahbini tentang betapa mulianya wanita dalam Islam. Kemudian Ummi juga menjelaskan tentang hikmah di balik Nabi Muhammad Saw yang tidak memiliki keturunan laki-laki yang hidup. Hikmah terbesarnya dikarenakan pada zaman itu penerus Nabi merupakan anak Nabi. Seperti Nabi Ibrahim dan Ismail, Nabi Zakaria, dan Yahya. Sebab Nabi Muhammad Saw adalah khatamul anbiya atau penutup para Nabi. Nabi Muhammad Saw tidak memiliki keturunan/anak laki-laki yang bisa melanjutkan dakwahnya dikarenakan sakit dan meninggal saat masih kecil. Tapi bukan berarti perjalanan dakwah beliau selesai begitu saja karena tidak memiliki anak laki-laki, justru beliau mewariskan amanat dakwahnya salah satunya melalui anak-anak perempuannya. Mereka dididik menjadi wanita hebat serta dinikahkan dengan orang-orang luar biasa. Seperti Sayyidina Ali dengan Sayyidah Fatimah. Nabi mengantarkan anak-anak perempuannya sampai menuju surga Allah. Keteladanan inilah yang kemudian harus para orang tua zaman sekarang contoh, bahwa anak perempuan adalah sebuah anugerah besar yang Allah Swt titipkan kepada hambanya.

Semoga Allah Swt menjaga kita dengan memberkahi anak perempuan dan dijadikan orang tua amanah yang dapat mengantarkan putra-putrinya ke surga Allah dengan cara mendidik, mengenalkan Allah Swt, dan Rasulnya agar bisa bersanding dengannya kelak.

Wallahu ‘Alam Bishowab

 

Penulis: Ayuning Dharma Malik

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: , , , ,

Bagikan ke

Memiliki Anak Perempuan Adalah Anugerah

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Kesalahan Pengasuhan yang Tidak Boleh Dibiasakan
25 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setelah berusaha dengan maksimal tapi belum menghasilkan sesuatu yang diharapkan, maka jalani dan syukuri saja. Sebab, hidup tidak... selengkapnya

Hidup Indah Berkat Berbakti Kepada Orang Tua
2 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam ceramah yang dibawakan oleh Buya Yahya di acara Uswatun Hasanah, beliau menegaskan berbuat baik kepada orang... selengkapnya

Alasan Mengapa Kita Harus Membenci KDRT
14 Januari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Memahami ilmu rumah tangga merupakan kebutuhan setiap orang, baik bagi yang sudah menikah maupun belum. Termasuk mengetahui sebab-sebab... selengkapnya

Menebar Jaring-Jaring Dakwah Buku Buya Yahya Menjawab Jilid 1 Kini Tersedia di Gramedia Jabodetabek
4 November 2021

Menebar Jaring-Jaring Dakwah Buku Buya Yahya Menjawab Jilid 1 Kini Tersedia di Gramedia Jabodetabek PUSTAKA AL-BAHJAH-NEWS FLASH-Tim pemasaran Pustaka Al-Bahjah... selengkapnya

Mari Berkurban Berkah di Al-Bahjah
12 Mei 2023

  Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Ibadah Qurban merupakan ibadah sunnah yang sangat dikukuhkan untuk dilaksanakan oleh setiap muslim. Ibadah Qurban... selengkapnya

Menyambut Kedatangan Murobbina Buya Yahya & Ummi Fairuz
25 Februari 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Haru dan bahagia pecah diantara para santri dan pejuang pada sore hari Jumat 3 Sya’ban 1444... selengkapnya

Sambut Malam Puncak Harlah ke-13 Al-Bahjah, Perbaharui Semangat Menuju Kejayaan Umat
20 Agustus 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Hari ini tepat 13 tahun yang lalu pada tanggal 23 Muharram 1431 H, Lembaga Pengembangan Dakwah... selengkapnya

Hukum Menolak Ajakan Suami Berhubungan karena Kurangnya Nafkah
12 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam kehidupan berumah tangga, hubungan suami dan istri bukanlah hubungan saling menuntut atau saling membebani, tetapi hubungan saling... selengkapnya

10 Cara Menghargai Masa Remaja
14 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Masa remaja adalah salah satu fase paling menarik dalam kehidupan seseorang. Masa tersebut adalah waktu di mana... selengkapnya

Orang yang Suka Kepo Urusan Orang Lain (Fudhul)
27 Januari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sesekali, kita secara tidak sengaja bisa melihat layar handphone orang lain yang tergeletak atau layar smartphone-nya yang... selengkapnya

Memiliki Anak Perempuan Adalah Anugerah

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: