Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Serba-Serbi Perayaan Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah, Ada Jamuan 12.000 Nampan “Toamul Barokah”, Bagaimana Proses Pembuatannya?

Serba-Serbi Perayaan Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah, Ada Jamuan 12.000 Nampan “Toamul Barokah”, Bagaimana Proses Pembuatannya?

Diposting pada 4 October 2022 oleh Redaksi / Dilihat: 1.104 kali

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Menjamu makan tamu adalah hal biasa, namun bagaimana jika yang dijamu jumlahnya mencapai puluhan ribu orang? Ya, itulah yang dilakukan oleh Panitia Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah saat puncak acara kemarin. Sebanyak kurang lebih 12.000 nampan yang berisi masing-masing 4 porsi nasi beserta lauk pendampingnya, atau kurang lebih 48.000 porsi makan disajikan untuk para jamaah yang merupakan “Tamu Rasulullah”.

Nampan-nampan berisi “toamul barokah” atau makanan berkah tersebut disajikan pada penghujung acara Maulid dan Silaturahmi Akbar, tepatnya ketika doa bersama telah dilaksanakan. Buya Yahya sendiri yang mempersilahkan jamaah untuk menyantap makanan yang telah dihidangkan tersebut. Buya berulangkali berpesan kepada jamaah untuk menghabiskan seluruh makanan yang ada didalam nampan, hingga tidak tersisa satu butir nasi pun, karena khawatir nasi yang tersisa tersebut justru yang terdapat berkahnya.

“Namanya toamul barokah, makanan berkah, sabar sedikit karena panitia harus membagikan kurang lebih 12.000 nampan. Tolong jangan tinggalkan sebutir nasi pun di nampan, karena khawatir yang anda tinggal adalah justru adalah berkahnya, jadi tolong dihabiskan yang bersih ya, gayanya orang muslim kalau makan bersih, gayanya orang sombong di sisakan. Jadi ingat, tidak boleh ada satu butir nasi pun yang tertinggal”.

Pendistribusian makanan barokah tersebut dilakukan oleh ratusan panitia yang merupakan gabungan santri Al- Bahjah beserta relawan, nampan berisi makanan tersebut dibagikan kepada jamaah secara estafet yang telah membentuk firqoh berisi 4 orang per firqohnya. Para jamaah dengan lahap menyantap hidangan tersebut, bahkan tidak sedikit yang membungkusnya ke rumah dengan harapan ingin mendapat keberkahannya.

Namun ada sebuah pertanyaan, bagaimana makanan sebanyak tersebut dibuat?

Menurut Ustadz Muhammad Nasir, selaku kordinator konsumsi Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah, proses pembuatan makanan tersebut melibatkan lebih dari 100 orang dengan dua orang juru masak utama dan sisanya adalah panitia dan relawan. Proses memasak dilakukan pada malam hari dari ba’da isya sampai dengan 08.00 WIB keesokan pagi nya, atau memakan waktu kurang lebih 12 jam.

“Dari kokinya itu ada 2 orang, tapi dari pejuang tim kuningan ada 100-an lah yang membantu”. Ujarnya

Proses pembuatan nasi untuk 12.000 nampan tersebut menghabiskan sebanyak 80 karung beras dan menggunakan 16 tungku api dalam proses memasaknya. Sementara, tahapan pembuatan nasi mandhi ini adalah pertama menghaluskan bumbu-bumbu yang terdiri dari bawang putih, bawang bombai, dan bumbu-rempah arab, setelah itu bumbu ditumis hingga matang untuk dijadikan kaldu yang akan menjadi air rebusan beras. Beras dimasak dengan teknik aron menggunakan kaldu tersebut hingga setengah matang, kemudian didiamkan dan dikukus hingga matang.

“Untuk beras ada 80 karung yang dimasak menggnakan tungku zaman dulu, jumlahnya sekitar 16 tungku. Untuk proses pembuatannya kita bikin bumbu nasi mandhi nya terlebih dahulu, itu kita harus menumbuk bawang putih, bawang bombai dan berbagai macam bumbu arab, lalu semua bumbu ditumis terlebih dahulu kemudian dijadikan kaldu, setelah kita mengaron beras hingga setengah matang dengan memakai bumbu kaldu tadi, lalu didiamkan, baru setelah itu dikukus hingga matang”.

Nasi matang kemudian dicetak kedalam bungusan dan dihidangkan bersama lauk pendamping lainnya. Satu nampan “toamul barokah” berisi nasi, lauk berupa ayam, tongkol, kerupuk, buah dan air mineral, semuanya sebanyak 4 porsi.

Penjamuan makanan kepada jamaah Maulid dan Silaturahmi Akbar tersebut dilakukan tidak lain adalah untuk menghormati dan memuliakan “Tamu Rasulullah”, juga sebagai wujud kegembiraan pada bulan kelahiran Baginda Nabi Saw ini. Keberkahan lain yang muncul dari adanya penjamuan makan ini adalah terjalinnya silaturahmi antar jamaah, yang mulanya tidak saling mengenal menjadi saling mengenal, tercipta rasa persaudaraan antar jamaah, rasa persaudaraan bahwa semua jamaah yang hadir adalah sama-sama pecinta dan perindu Rasulullah, yang dikemudian hari akan kembali dikumpulkan bersama Baginda Nabi Saw. Aamiin.

Tags: , ,

Bagikan ke

Serba-Serbi Perayaan Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah, Ada Jamuan 12.000 Nampan “Toamul Barokah”, Bagaimana Proses Pembuatannya?

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Wanita Karier Vs Ibu Rumah Tangga
5 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Memasuki dunia pernikahan nyatanya tidak seindah seperti yang dibayangkan. Setiap Muslimah memiliki jalan rumah tangganya masing-masing. Banyak hal... selengkapnya

Buya Yahya Memberikan Peringatan Agar Hati-Hati di Bulan Syawal
22 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setelah menjalankan puasa di bulan Ramadan, kemudian kita masuk pada bulan Syawal. Ramadan sering disebut sebagai bulan... selengkapnya

Habib Novel Alaydrus Bongkar Cara Masuk Surga Dengan Modal Senyuman
30 November 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Senyuman merupakan sebuah hal lumrah dalam kehidupan manusia. Senyum mencerminkan rasa senang dan bahagia terhadap sesuatu... selengkapnya

Bolehkah Mengambil Air dari Sumur Masjid untuk Kebutuhan Pribadi?
4 July 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di beberapa desa, sering muncul perdebatan soal boleh tidaknya mengambil air dari sumur masjid untuk kepentingan pribadi, misalnya... selengkapnya

Hari Kedua Bazar-Expo Maulid, Ada Seminar Parenting dan Sharing Cinta di Al-Bahjah
30 September 2022

Pustaka-Al-Bahjah, Cirebon – Bazar-Expo yang diselenggarakan sebagai rangkaian kemeriahan menyambut Maulid Nabi Muhammad Saw telah memasuki hari kedua, Jumat, 30... selengkapnya

Diksi Dua Wajah: Menegur dan Menyinggung di Grup, Tapi Giliran Ada Butuh Baru Japri
26 July 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Zaman ini telah melahirkan sebuah peradaban baru, yaitu peradaban jempol dan tanda centang biru. Teknologi terus melesat seperti... selengkapnya

Apa Itu Nikah Batin dan Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
26 April 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pernikahan sering kali disebut sebagai ibadah terpanjang dalam hidup. Mengandung makna bahwa pernikahan dilakukan dari mulai akad sampai... selengkapnya

Hafalkan 5 Rumus Ini Agar Mudah Memahami Darah Haid
5 September 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Darah haid bisa dikenali dengan mengetahui wawasan umum dan rumus haid. Wawasan umum darah haid sebagaimana sudah... selengkapnya

Susah Menangisi Dosa, Apakah Taubat Diterima?
14 October 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Manusia adalah tempatnya salah dan dosa, tiada seorangpun manusia di dunia ini yang luput dari kesalahan... selengkapnya

Allah Bersumpah dengan Pena: Simbol Ilmu, Amal, dan Medium Peradaban
8 October 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Selembar kertas tampak sederhana, rapuh, bahkan sering terabaikan. Namun di balik kesederhanaannya, ia adalah saksi bisu perjalanan ilmu,... selengkapnya

Serba-Serbi Perayaan Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah, Ada Jamuan 12.000 Nampan “Toamul Barokah”, Bagaimana Proses Pembuatannya?

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: