Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Serba-Serbi Perayaan Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah, Ada Jamuan 12.000 Nampan “Toamul Barokah”, Bagaimana Proses Pembuatannya?

Serba-Serbi Perayaan Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah, Ada Jamuan 12.000 Nampan “Toamul Barokah”, Bagaimana Proses Pembuatannya?

Diposting pada 4 Oktober 2022 oleh Redaksi / Dilihat: 1.315 kali

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Menjamu makan tamu adalah hal biasa, namun bagaimana jika yang dijamu jumlahnya mencapai puluhan ribu orang? Ya, itulah yang dilakukan oleh Panitia Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah saat puncak acara kemarin. Sebanyak kurang lebih 12.000 nampan yang berisi masing-masing 4 porsi nasi beserta lauk pendampingnya, atau kurang lebih 48.000 porsi makan disajikan untuk para jamaah yang merupakan “Tamu Rasulullah”.

Nampan-nampan berisi “toamul barokah” atau makanan berkah tersebut disajikan pada penghujung acara Maulid dan Silaturahmi Akbar, tepatnya ketika doa bersama telah dilaksanakan. Buya Yahya sendiri yang mempersilahkan jamaah untuk menyantap makanan yang telah dihidangkan tersebut. Buya berulangkali berpesan kepada jamaah untuk menghabiskan seluruh makanan yang ada didalam nampan, hingga tidak tersisa satu butir nasi pun, karena khawatir nasi yang tersisa tersebut justru yang terdapat berkahnya.

“Namanya toamul barokah, makanan berkah, sabar sedikit karena panitia harus membagikan kurang lebih 12.000 nampan. Tolong jangan tinggalkan sebutir nasi pun di nampan, karena khawatir yang anda tinggal adalah justru adalah berkahnya, jadi tolong dihabiskan yang bersih ya, gayanya orang muslim kalau makan bersih, gayanya orang sombong di sisakan. Jadi ingat, tidak boleh ada satu butir nasi pun yang tertinggal”.

Pendistribusian makanan barokah tersebut dilakukan oleh ratusan panitia yang merupakan gabungan santri Al- Bahjah beserta relawan, nampan berisi makanan tersebut dibagikan kepada jamaah secara estafet yang telah membentuk firqoh berisi 4 orang per firqohnya. Para jamaah dengan lahap menyantap hidangan tersebut, bahkan tidak sedikit yang membungkusnya ke rumah dengan harapan ingin mendapat keberkahannya.

Namun ada sebuah pertanyaan, bagaimana makanan sebanyak tersebut dibuat?

Menurut Ustadz Muhammad Nasir, selaku kordinator konsumsi Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah, proses pembuatan makanan tersebut melibatkan lebih dari 100 orang dengan dua orang juru masak utama dan sisanya adalah panitia dan relawan. Proses memasak dilakukan pada malam hari dari ba’da isya sampai dengan 08.00 WIB keesokan pagi nya, atau memakan waktu kurang lebih 12 jam.

“Dari kokinya itu ada 2 orang, tapi dari pejuang tim kuningan ada 100-an lah yang membantu”. Ujarnya

Proses pembuatan nasi untuk 12.000 nampan tersebut menghabiskan sebanyak 80 karung beras dan menggunakan 16 tungku api dalam proses memasaknya. Sementara, tahapan pembuatan nasi mandhi ini adalah pertama menghaluskan bumbu-bumbu yang terdiri dari bawang putih, bawang bombai, dan bumbu-rempah arab, setelah itu bumbu ditumis hingga matang untuk dijadikan kaldu yang akan menjadi air rebusan beras. Beras dimasak dengan teknik aron menggunakan kaldu tersebut hingga setengah matang, kemudian didiamkan dan dikukus hingga matang.

“Untuk beras ada 80 karung yang dimasak menggnakan tungku zaman dulu, jumlahnya sekitar 16 tungku. Untuk proses pembuatannya kita bikin bumbu nasi mandhi nya terlebih dahulu, itu kita harus menumbuk bawang putih, bawang bombai dan berbagai macam bumbu arab, lalu semua bumbu ditumis terlebih dahulu kemudian dijadikan kaldu, setelah kita mengaron beras hingga setengah matang dengan memakai bumbu kaldu tadi, lalu didiamkan, baru setelah itu dikukus hingga matang”.

Nasi matang kemudian dicetak kedalam bungusan dan dihidangkan bersama lauk pendamping lainnya. Satu nampan “toamul barokah” berisi nasi, lauk berupa ayam, tongkol, kerupuk, buah dan air mineral, semuanya sebanyak 4 porsi.

Penjamuan makanan kepada jamaah Maulid dan Silaturahmi Akbar tersebut dilakukan tidak lain adalah untuk menghormati dan memuliakan “Tamu Rasulullah”, juga sebagai wujud kegembiraan pada bulan kelahiran Baginda Nabi Saw ini. Keberkahan lain yang muncul dari adanya penjamuan makan ini adalah terjalinnya silaturahmi antar jamaah, yang mulanya tidak saling mengenal menjadi saling mengenal, tercipta rasa persaudaraan antar jamaah, rasa persaudaraan bahwa semua jamaah yang hadir adalah sama-sama pecinta dan perindu Rasulullah, yang dikemudian hari akan kembali dikumpulkan bersama Baginda Nabi Saw. Aamiin.

Tags: , ,

Bagikan ke

Serba-Serbi Perayaan Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah, Ada Jamuan 12.000 Nampan “Toamul Barokah”, Bagaimana Proses Pembuatannya?

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Menyambut Kedatangan Murobbina Buya Yahya & Ummi Fairuz
25 Februari 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Haru dan bahagia pecah diantara para santri dan pejuang pada sore hari Jumat 3 Sya’ban 1444... selengkapnya

Salah Kaprah Berbuka Puasa dengan yang Manis-Manis
18 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Berbuka puasa bukan hanya prosesi melepas dahaga dan haus, tapi juga merupakan salah satu ibadah yang memiliki... selengkapnya

Ilmu Kebal di Dalam Pergaulan Sosial
20 September 2021

Ilmu Kebal di Dalam Pergaulan Sosial Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Komunikasi... selengkapnya

Tahun Baru Islam sebagai Momentum Hijrahnya Kepemimpinan
23 Juni 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Tahun Baru Islam 1448 H kembali mengingatkan umat Islam pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam dari... selengkapnya

Keberkahan dalam Sebutir Nasi, Jangan Dilalaikan Nanti Nasinya Nangis!
10 Desember 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sejak kecil, kita telah diperingatkan untuk selalu menghabiskan makanan yang kita santap dan tidak menyisakannya barang sebutir... selengkapnya

Puisi-Puisi Nur Aliyatul Hasanah (5)
9 Juli 2025

  Mampukah Aku? Perjalanan yang kurasa panjang ini… Ke manakah langkah akhir kan berlabuh? Pada hiruk pikuk dunia yang fana... selengkapnya

Wanita Karier Vs Ibu Rumah Tangga
5 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Memasuki dunia pernikahan nyatanya tidak seindah seperti yang dibayangkan. Setiap Muslimah memiliki jalan rumah tangganya masing-masing. Banyak hal... selengkapnya

(Cerpen) Di Antara Langit dan Doa
14 Juni 2025

ANGIN pagi di kaki langit timur menyusup ke celah-celah jendela kamarku yang menghadap barat daya. Di ujung horizon, mentari masih... selengkapnya

Bukan Cinta yang Hilang tapi Obrolan yang Terlewat
16 April 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pernikahan bukan sekadar ikatan lahiriah atau cerita happy ending dalam sebuah hubungan, tetapi juga sebuah amanah dan ibadah... selengkapnya

Serba-Serbi Perayaan Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah, Ada Jamuan 12.000 Nampan “Toamul Barokah”, Bagaimana Proses Pembuatannya?

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: