Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Rumah yang Menenangkan adalah Tempat Pertama Anak Belajar Akhlak

Rumah yang Menenangkan adalah Tempat Pertama Anak Belajar Akhlak

Diposting pada 13 Mei 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 43 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Anak tidak hanya tumbuh dari makanan yang ia makan atau sekolah tempat ia belajar. Anak juga tumbuh dari suasana yang setiap hari ia rasakan di rumahnya sendiri. Dari nada suara yang ia dengar, dari cara ayah dan ibunya berbicara, atau dari bagaimana sebuah keluarga menghadapi masalah.

Sering kali orang tua berharap anak menjadi pribadi yang lembut, sopan, dan berakhlak baik. Namun tanpa disadari, rumah justru dipenuhi bentakan, sindiran, dan pertengkaran. Padahal, anak adalah peniru terbaik. Mereka mungkin tidak memahami seluruh masalah orang tuanya, tetapi mereka merekam semua perilaku yang mereka lihat.

Ketika seorang anak terbiasa mendengar caci maki atau melihat orang tuanya saling merendahkan, perlahan hal itu memengaruhi kesehatan mental dan cara berpikirnya. Anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang mudah marah, sensitif, bahkan kehilangan rasa hormat kepada orang tuanya sendiri. Pertengkaran yang dianggap biasa oleh orang dewasa ternyata dapat menjadi luka yang menetap dalam hati anak.

Rumah yang tidak sehat bukan hanya rumah yang kekurangan harta, tetapi rumah yang kehilangan ketenangan. Rumah yang di dalamnya orang-orang saling meninggikan ego, mudah membentak, dan sulit saling memahami. Ada pula rumah yang tampak tenang, tetapi setiap penghuninya sibuk dengan dunia masing-masing. Ayah dengan pekerjaannya, ibu dengan kesibukannya, anak dengan handphone di tangannya. Mereka tinggal bersama, tetapi kehilangan kedekatan dan komunikasi.

Dalam ceramahnya, Buya Yahya menjelaskan bahwa mendidik anak agar mudah patuh tidak cukup hanya dengan nasihat atau aturan. Anak membutuhkan lingkungan yang indah dan penuh kasih sayang. Keharmonisan antara ayah dan ibu menjadi pemandangan pertama yang membentuk hati anak. Saat anak melihat orang tuanya saling menghormati dan berbicara dengan lembut, ia belajar tentang cinta dan akhlak tanpa harus banyak diajarkan.

Sebaliknya, kebiasaan marah-marah justru menanamkan contoh buruk dalam diri anak. Bentakan yang terus diulang akan dianggap sebagai cara wajar untuk menyelesaikan masalah. Akibatnya, anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang mudah melampiaskan emosi kepada orang lain.

Karena itu, membangun rumah yang sehat perlu dimulai dari hal-hal sederhana. Meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita anak, mengurangi penggunaan handphone saat bersama keluarga, dan menjaga tutur kata kepada pasangan adalah bentuk pendidikan akhlak yang nyata. Anak tidak selalu membutuhkan hadiah mahal. Kadang mereka hanya membutuhkan perhatian, pelukan, dan suasana rumah yang membuat mereka merasa aman.

Kehangatan keluarga tidak selalu tercipta dari kemewahan. Duduk bersama, bercengkerama setelah magrib, makan tanpa sibuk dengan layar handphone, atau sekadar saling bertanya tentang hari yang dilalui dapat menjadi kenangan indah bagi anak-anak. Dari momen sederhana itulah rasa cinta dan kedekatan tumbuh.

Pada akhirnya, rumah adalah sekolah pertama bagi seorang anak. Sebelum mengenal dunia luar, anak lebih dahulu belajar dari suasana rumahnya sendiri. Mereka belajar tentang kasih sayang dari cara orang tuanya saling memperlakukan. Mereka belajar tentang penghormatan dari tutur kata yang mereka dengar setiap hari.

 

Disadur dari ceramah Buya Yahya: Youtube Al-Bahjah TV

 

Penulis: Rozal Putra

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Rumah yang Menenangkan adalah Tempat Pertama Anak Belajar Akhlak

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Mewujudkan Generasi Qur’ani bagi Peradaban Islam
11 Desember 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Diskursus soal teori-teori peradaban yang umum kita ketahui selama ini identik dengan masa kebangkitannya para pemikir Eropa... selengkapnya

BUYA YAHYA MENYAPA JAMAAH DI OPEN HOUSE AL BAHJAH PUSAT
23 April 2023

Pelaksanaan hari raya Idulfitri di Indonesia identik dengan halal bihalal bersama keluarga besar, tetangga dan orang-orang yang dihormati di lingkungan... selengkapnya

Peringatan Maulid Nabi dan Beramal pada Bulan Maulid, Ternyata…
13 September 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Memasuki bulan Maulid (Rabi’ul Awwal) tahun 1445 Hijriah ini, persiapan untuk menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad... selengkapnya

Hati-Hati! Jangan Jadi Laki-Laki Dayyuts, Ini Ancamannya di Akhirat Kelak
27 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Salah satu golongan orang yang akan masuk neraka adalah laki-laki dayyuts. Siapakah laki-laki dayyuts ini? Ummi... selengkapnya

Cara Mengoreksi Diri Sendiri ala Imam Al-Ghazali
6 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setiap persoalan yang menimpa kita, sering kali merupakan akibat dari apa yang telah kita perbuatan sendiri. Kegundahan... selengkapnya

Dua Tahun Tidak Bersua, Akhirnya Kembali Satu Hati di Al-Bahjah dalam Maulid Nabi Muhammad Saw
16 Agustus 2022

Pustaka Al-Bahjah Cirebon – Nabi Muhammad Saw adalah manusia agung dan mulia, sehingga setiap hal yang berkaitan dan berkenaan dengan... selengkapnya

Kemerdekaan Palestina Tanggung Jawab Bersama
4 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada hari Selasa tanggal 23 September 2025, Presiden Prabowo menyatakan sikapnya di depan Majelis Umum PBB untuk tetap... selengkapnya

Banyak Yang Menikah di Bulan Syawal, Adakah Ketentuan Waktu Khusus untuk Menikah?
3 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Bulan Syawal adalah bulan yang identik dengan pernikahan. Banyak diantara umat Islam yang melangsungkan pernikahan pada... selengkapnya

Hukum Menolak Ajakan Suami Berhubungan karena Kurangnya Nafkah
12 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam kehidupan berumah tangga, hubungan suami dan istri bukanlah hubungan saling menuntut atau saling membebani, tetapi hubungan saling... selengkapnya

Pentingnya Thaharah dalam Beribadah
8 Maret 2024

Judul Buku     : Thaharah: Risalah Praktis dan Ringkas Menguraikan tentang Thaharah (Bersuci) sebagai Syarat Sah dalam Beribadah Penulis             : Buya... selengkapnya

Rumah yang Menenangkan adalah Tempat Pertama Anak Belajar Akhlak

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: