Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Mengapa Wahyu Pertama Dimulai dengan Perintah Membaca, Bukan Beribadah?

Mengapa Wahyu Pertama Dimulai dengan Perintah Membaca, Bukan Beribadah?

Diposting pada 13 Juli 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 18 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Jika Islam adalah agama yang menekankan ibadah, lalu mengapa wahyu pertamanya bukan perintah shalat, berdoa, atau beriman, melainkan membaca atau Iqra’? Selayang pandang, hal ini menunjukkan bahwa ‘membaca’ memiliki urgensi tinggi dalam pandangan Islam. Dan ‘membaca’ adalah akar yang akan menumbuhkan ragam kebaikan dalam kehidupan, di antaranya adalah mekarnya ibadah umat.

Tanpa kita sadar, membaca adalah penyokong penting untuk berkembangnya suatu wawasan. Dan wawasanlah yang akan mengantarkan pada fondasi amal. Membaca bukan sekadar aktivitas intelektual, tetapi juga gerbang untuk mengenal Allah, memahami pentunjuk-Nya, dan menjalankan ibadah dengan benar. Dari sinilah tampak, bahwa Iqra’ bukan hanya perintah membaca teks, melainkan membangun cara pandang seorang Muslim terhadap ilmu dan kehidupan.

Objek bacaan dalam Islam juga sangat luas dan beragam, serta tidak terbatas pada ayat Al-Qur’an dan Hadits saja. Dalam tradisi Islam, objek bacaan secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu ayat qauliyah (teks wahyu) dan ayat kauniyah (alam semesta). Dimana membaca juga tidak hanya terbatas pada sesuatu yang tersurat, tetapi juga pada sesuatu yang tersirat.

Sebagaimana yang termaktub dalam QS. Al-’Alaq ayat 1-5, bahwa kita dianjurkan untuk mengamati pencipta langit, bumi, dan manusia sebagai bentuk kebesaran Allah.

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ ١ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ ٢ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ ٣ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ ٤ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ ٥ ( العلق/96: 1-5)

Artinya: “(1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan! (2) Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. (3) Bacalah! Tuhanmulah Yang Maha Mulia, (4) yang mengajar (manusia) dengan pena. (5) Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq:1-5)

Dalam kajian Tafsir Al-Misbah yang disusun oleh M. Quraish Shihab, kata Iqra’ pada ayat pertama sengaja tidak diikuti objek (maf’ul) yang spesifik. Ketiadaan objek ini menunjukkan bahwa perintah membaca tersebut bersifat umum dan mencakup segala hal yang bisa dibaca, baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis.

Membaca sesuatu yang tertulis, berarti menelaah dan mengkaji yang tampak. Hal ini digambarkan dalam QS. Al-’Alaq: 4 yang dilambangkan dengan kata pena. Pena adalah lambang literasi, pencatatan teks, dan literatur. Maka dengan ini, manusia  bisa memahami sesuatu yang tertulis dengan menggerakkan pena dan wawasan logisnya dalam menganalisis.

Sedangkan membaca yang tidak tertulis, berarti berusaha memahami makna di balik fenomena, melakukan tadabur, dan mencerna realitas yang tidak tertulis. Hal ini juga digambarkan dalam QS. Al-’Alaq: 2. Ayat ini mengingatkan manusia akan asal-usul penciptaannya sehingga mendorongnya melakukan refleksi dan mengenali dirinya sebagai makhluk Allah.

Dengan demikian, perintah Iqra’ tidak berhenti pada aktivitas membaca teks, tetapi juga mengajak manusia membaca tanda-tanda kebesaran Allah dalam diri dan alam semesta. Hal ini juga yang akan membuka wawasan manusia untuk mempelajari banyak hal, termasuk perihal ibadah (ubudiyah). Dan jika wawasan tentang ibadahnya kuat, maka ibadahnya juga akan semakin terasa nikmat.

 

Penulis: Nuril Aulia Naiza Ulfa

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

Bagikan ke

Mengapa Wahyu Pertama Dimulai dengan Perintah Membaca, Bukan Beribadah?

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Dengan Zakat Urusan Kita Akan Dimudahkan, Begini Niatnya
8 April 2024

Zakat, salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan penting, bukan hanya sebagai kewajiban keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang... selengkapnya

Pendidikan Berbasis Akhlak sebagai Solusi Krisis Karakter di Era Digital
21 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Krisis karakter yang melanda generasi muda saat ini menjadi salah satu tantangan besar dalam dunia pendidikan. Kemajuan teknologi... selengkapnya

Menyoal Rokok dan Perkembangan Fatwanya dari Masa ke Masa
17 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pembahasan mengenai hukum rokok selalu penting untuk disimak di tengah-tengah zaman yang terus berkembang. Para ulama terdahulu hidup... selengkapnya

Gemerlap Harlah Al-Bahjah: Bersinergi untuk Negeri, Bermanfaat untuk Ummat
3 September 2021

Gemerlap Harlah Al-Bahjah: Bersinergi untuk Negeri, Bermanfaat untuk Ummat   PUSTAKA AL-BAHJAH-NEWS-Tidak terasa tahun ini Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) Al-Bahjah... selengkapnya

Pondok Pesantren: dari Cikal Bakal hingga Menjadi Benteng Peradaban
14 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pesantren adalah lembaga pendidikan yang menaungi para santri untuk belajar agama secara langsung kepada Kyainya. Dalam agama Islam... selengkapnya

Kekuatan Lantunan Azan: Sebuah Kisah Nyata
28 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Hari itu, kelelahan menyelimuti tubuhku setelah seharian penuh bergulat dengan berbagai tugas dan kewajiban. Rasanya tak ada... selengkapnya

Puisi-Puisi Faizatullatifah (1): Konvensi Estetika sebagai Ciri Khas dalam Puisi Spiritualitas
31 Mei 2025

Hanya Engkau Sandaranku   Hati terkoyak sunyi tanpa suara, Menadah luka dalam pelukan doa, Diamku adalah lautan sabar yang dalam,... selengkapnya

Mengantisipasi Kenakalan Anak di Era Modern: Mendidik dengan Kasih Sayang dan Ketegasan
30 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Mendidik anak menjadi tantangan besar bagi orang tua di zaman sekarang. Tak sedikit orang tua mengalami kesulitan... selengkapnya

Sering Dilupakan Orang, Buya Yahya Beberkan Hikmah Puasa Ramadan
25 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Tak terasa saat ini kita sudah memasuki hampir setengah dari bulan Ramadan. Semoga Allah Swt menerima amalan-amalan... selengkapnya

Cemburunya Bidadari Surga
16 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Agama Islam merupakan ajaran yang menjunjung tinggi kedudukan nilai keadilan, kemanusiaan, kemulian, dan kesetaraan. Sejak datangnya Islam... selengkapnya

Mengapa Wahyu Pertama Dimulai dengan Perintah Membaca, Bukan Beribadah?

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: