● online
Menjadi Pribadi yang Cerdas dalam Mengelola Keuangan

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di saat kita menaiki sebuah perahu, terkadang kita dihadapkan pada sebuah gelombang, angin yang kencang, hujan, terik yang membakar, dan segala rintangan lainnya. Begitu juga dengan hidup yang kita jalani, banyak lika-liku dan tantangan yang harus kita lewati, termasuk dalam hal ekonomi.
Ada kebermaknaan di dalam kefakiran, begitu juga ada penderitaan di dalam kekayaan. Tak semua orang fakir sengsara dan tak semua orang kaya bahagia. Jika kita perhatikan sekeliling kita, kita bisa menemukan fakta tersebut secara langsung. Banyak orang-orang fakir yang hidupnya bahagia. Begitu juga sebaliknya, banyak orang-orang kaya namun hidupnya mengalami banyak kesusahan.
Pada era konsumtif seperti sekarang, ekonomi menjadi hal yang fundamental dalam memenuhi kebutuhan setiap orang─sandang, pangan, dan papan. Oleh karena itu, kepandaian dalam memanajemen ekonomi adalah suatu kecerdasan, termasuk di saat kita dilanda kekurangan ekonomi.
Hidup dengan Kesederhanaan
Kekurangan ekonomi jangan sampai membuat rumah tangga kita menjadi berantakan. Rumah tangga harus indah dalam keadaan apa pun. Di luar sana banyak orang kekurangan ekonomi tetapi masih bisa bahagia dengan hidupnya, rumah tangga yang indah, dan penuh dengan kemesraan. Adapun untuk mengatasi hal tersebut tentunya kita harus mempunyai langkah-langkah yang cerdas, dimulai dari belajar cara hidup yang baik dan membiasakan dengan hidup yang sederhana.
Oleh karena itu, untuk Anda yang merasa fakir, jangan sampai kefakiran Anda ditumpangi dengan kesusahan. Ubah sudut pandangmu, lapangkan hatimu, berbahagialah dengan apa yang dimiliki keluargamu. Bahagia tidak harus mahal dan berbayar, cukup dengan melihat sesuatu yang sederhana, seperti melihat aliran air sungai, melihat hijaunya sawah, melihat indahnya gunung di pagi hari, bercerita tentang kisah-kisah yang indah atau cukup dengan melihat senyuman dari anak istri kita.
Tidak Mudah Berutang
Ketika Anda dilanda kekurangan maka usahakanlah jangan berutang, apa lagi utang yang terdapat riba di dalamnya. Jangan sampai di dunia tersiksa karena utang, di akhirat pun demikian. Kunci mengatasi kesulitan ekonomi yaitu dengan membiasakan hidup dengan sederhana, makan dengan sederhana, menggunakan baju yang sederhana, dan tentunya kurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting. Biasakan mencatat pemasukan dari mana dan haruslah halal. Catat uang kita pergi ke mana saja. Jika dirasa ada pengeluaran yang tidak perlu, kurangi bahkan hilangkan agar kita bisa lebih berhemat.
Adapun bagi Anda yang memiliki kecukupan ekonomi, jangan sampai kekayaan yang dimiliki justru membuat hidupmu terasa gelisah dan susah. Gunakan harta yang Allah Subhanahu wa Ta’ala enugerahkan tersebut dengan baik. Walapun Anda kaya biasakan hidup dengan sederhana, jangan gengsi dengan kesederhanaan, jangan rakus dan tamak, karena kerakusanmu yang membuat hidupmu terus merasa kurang, dan yang paling penting harta yang kita miliki haruslah dari uang yang halal. Jika engkau mengambil sesuatu yang haram, hidupmu akan terasa sempit.
Membeli Sesuatu Sesuai Kebutuhan
Ketika membeli suatu barang utamakan berdasarkan nilai fungi bukan nilai gengsi, karena semakin mahal barang yang kau beli maka semakin cemas kau dalam menjaganya. Sebagai contoh, ketika membeli kendaraan yang mewah, akan menimbulkan rasa khawatir yang berlebih jika kita tinggal begitu saja di pinggir jalan. Takut kotor, takut lecet, takut rusak, bahkan takut ada yang mencurinya sekalipun kita parkirkan di depan rumah kita sendiri.
Adapun untuk meringankan beban ekonomi, kita harus cerdas mengatur keuangan kita. Dengan belajar menjalani hidup yang baik, mengurangi pengeluaran, mengubah gaya hidup, jangan gengsi, apa pun yang ada maka cukupkanlah, lauk yang biasanya bermacam-macam maka sederhanakanlah. Sebab, terkadang yang membuat seseorang menjadi fakir bukanlah karena pemasukan yang sedikit, tetapi karena kesombongan dan kerakusan. Ketika kita rakus biarpun ia mempunyai kekayaan yang melimpah maka kita kan merasa fakir dan terus merasa kekurangan.
Sebelum kita mencari rezeki tambahan yang bersifat zahir, maka kita harus bisa manjadi pribadi yang bersyukur sehingga berapa pun uang yang kita dapatkan kita akan bersyukur. Untuk yang sedang dilanda kefakiran semoga kita diberi kelapangan hati, dijauhkan dari sifat tamak, dan diberi hati yang bersyukur atas apa pun yang diberi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Penulis: Moh. Minanur Rohman
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Menjadi Pribadi yang Cerdas dalam Mengelola Keuangan
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Haji menurut bahasa haji adalah bermaksud. Adapun menurut istilah fiqih haji adalah bermaksud (dengan sengaja) menuju Baitulharam (Ka’bah)... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Fenomena wanita karir akhir-akhir ini menjadi hal yang lumrah terjadi di masyarakat. Wanita karir sendiri diistilahkan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Mahar merupakan sesuatu yang harus dipenuhi oleh calon pengantin laki-laki ketika hendak menikah. Namun bagaimana jika... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Setelah menunaikan ibadah haji, seorang muslim akan kembali ke tanah air dan tempat tinggalnya masing-masing. Adab... selengkapnya
Kuliah Tak Menghalangi tuk Berkhidmah PUSTAKA AL-BAHJAH-INSPIRASI-Di penghujung senja pada sore hari, tanggal 5 Oktober 2021, menjelang selesainya jam khidmah.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan nikmat yang tak terhingga kepada makhluk-Nya, baik nikmat yang telah diberikan, sedang dirasakan,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat ini kita sedang berada di zaman yang serba instan. Ketika membutuhkan barang misalnya, kita cukup membuka gadget,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Mengadakan perayaan dengan suara keras yang dihasilkan dari sepiker berdaya tinggi seakan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di sekitaran kompleks perumahan, sering kita jumpai rumah yang di beberapa bagiannya berbatasan langsung dengan selokan kecil atau... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Hati adalah cerminan diri kita sendiri. Ketika hati itu baik maka perilaku pun menjadi baik, begitu pun... selengkapnya
Buku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000Buku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000Di antara hal yang disepakati oleh para ulama bahwa agama Islam adalah agama yang relevan untuk setiap zaman dan di… selengkapnya
Rp 90.000 Rp 110.500Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Buku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Buku Fiqih Jenazah karya Buya Yahya adalah sebuah karya yang membahas secara komprehensif tentang tata cara dan hukum-hukum yang berkaitan… selengkapnya
Rp 58.000Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000
Saat ini belum tersedia komentar.