Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Menjadi Pribadi yang Cerdas dalam Mengelola Keuangan

Menjadi Pribadi yang Cerdas dalam Mengelola Keuangan

Diposting pada 12 Mei 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 746 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di saat kita menaiki sebuah perahu, terkadang kita dihadapkan pada sebuah gelombang, angin yang kencang, hujan, terik yang membakar, dan segala rintangan lainnya. Begitu juga dengan hidup yang kita jalani, banyak lika-liku dan tantangan yang harus kita lewati, termasuk dalam hal ekonomi.

Ada kebermaknaan di dalam kefakiran, begitu juga ada penderitaan di dalam kekayaan. Tak semua orang fakir sengsara dan tak semua orang kaya bahagia. Jika kita perhatikan sekeliling kita, kita bisa menemukan fakta tersebut secara langsung. Banyak orang-orang fakir yang hidupnya bahagia. Begitu juga sebaliknya, banyak orang-orang kaya namun hidupnya mengalami banyak kesusahan.

Pada era konsumtif seperti sekarang, ekonomi menjadi hal yang fundamental dalam memenuhi kebutuhan setiap orang─sandang, pangan, dan papan. Oleh karena itu, kepandaian dalam memanajemen ekonomi adalah suatu kecerdasan, termasuk di saat kita dilanda kekurangan ekonomi.

Hidup dengan Kesederhanaan

Kekurangan ekonomi jangan sampai membuat rumah tangga kita menjadi berantakan. Rumah tangga harus indah dalam keadaan apa pun. Di luar sana banyak orang kekurangan ekonomi tetapi masih bisa bahagia dengan hidupnya, rumah tangga yang indah, dan penuh dengan kemesraan. Adapun untuk mengatasi hal tersebut tentunya kita harus mempunyai langkah-langkah yang cerdas, dimulai dari belajar cara hidup yang baik dan membiasakan dengan hidup yang sederhana.

Oleh karena itu, untuk Anda yang merasa fakir, jangan sampai kefakiran Anda ditumpangi dengan kesusahan. Ubah sudut pandangmu, lapangkan hatimu, berbahagialah dengan apa yang dimiliki keluargamu. Bahagia tidak harus mahal dan berbayar, cukup dengan melihat sesuatu yang sederhana, seperti melihat aliran air sungai, melihat hijaunya sawah, melihat indahnya gunung di pagi hari, bercerita tentang kisah-kisah yang indah atau cukup dengan melihat senyuman dari anak istri kita.

Tidak Mudah Berutang

Ketika Anda dilanda kekurangan maka usahakanlah jangan berutang, apa lagi utang yang terdapat riba di dalamnya. Jangan sampai di dunia tersiksa karena utang, di akhirat pun demikian. Kunci mengatasi kesulitan ekonomi yaitu dengan membiasakan hidup dengan sederhana, makan dengan sederhana, menggunakan baju yang sederhana, dan tentunya kurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting. Biasakan mencatat pemasukan dari mana dan haruslah halal. Catat uang kita pergi ke mana saja. Jika dirasa ada pengeluaran yang tidak perlu, kurangi bahkan hilangkan agar kita bisa lebih berhemat.

Adapun bagi Anda yang memiliki kecukupan ekonomi, jangan sampai kekayaan yang dimiliki justru membuat hidupmu terasa gelisah dan susah. Gunakan harta yang Allah Subhanahu wa Ta’ala enugerahkan tersebut dengan baik. Walapun Anda kaya biasakan hidup dengan sederhana, jangan gengsi dengan kesederhanaan, jangan rakus dan tamak, karena kerakusanmu yang membuat hidupmu terus merasa kurang, dan yang paling penting harta yang kita miliki haruslah dari uang yang halal. Jika engkau mengambil sesuatu yang haram, hidupmu akan terasa sempit.

Membeli Sesuatu Sesuai Kebutuhan

Ketika membeli suatu barang utamakan berdasarkan nilai fungi bukan nilai gengsi, karena semakin mahal barang yang kau beli maka semakin cemas kau dalam menjaganya. Sebagai contoh, ketika membeli kendaraan yang mewah, akan menimbulkan rasa khawatir yang berlebih jika kita tinggal begitu saja di pinggir jalan. Takut kotor, takut lecet, takut rusak, bahkan takut ada yang mencurinya sekalipun kita parkirkan di depan rumah kita sendiri.

Adapun untuk meringankan beban ekonomi, kita harus cerdas mengatur keuangan kita. Dengan belajar menjalani hidup yang baik, mengurangi pengeluaran, mengubah gaya hidup, jangan gengsi, apa pun yang ada maka cukupkanlah, lauk yang biasanya bermacam-macam maka sederhanakanlah. Sebab, terkadang yang membuat seseorang menjadi fakir bukanlah karena pemasukan yang sedikit, tetapi karena kesombongan dan kerakusan. Ketika kita rakus biarpun ia mempunyai kekayaan yang melimpah maka kita kan merasa fakir dan terus merasa kekurangan.

Sebelum kita mencari rezeki tambahan yang bersifat zahir, maka kita harus bisa manjadi pribadi yang bersyukur sehingga berapa pun uang yang kita dapatkan kita akan bersyukur. Untuk yang sedang dilanda kefakiran semoga kita diberi kelapangan hati, dijauhkan dari sifat tamak, dan diberi hati yang bersyukur atas apa pun yang diberi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

Penulis: Moh. Minanur Rohman

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Menjadi Pribadi yang Cerdas dalam Mengelola Keuangan

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Khutbah Iduladha 1447 H/2026 M
27 Mei 2026

Di hari yang agung ini mari kita menjadi orang yang berani berkurban dan berjuang melawan hawa nafsu, ego, dan kesombongan... selengkapnya

Lancar Menulis Sekali Duduk dengan Metode RUJAK
2 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Apakah ada penulis yang mampu menyelesaikan tulisannya hanya dalam sekali duduk? Jika ada, bagaimana ia melakukannya? Apakah J.... selengkapnya

Hukum Memandikan Jenazah Terhadap Lawan Jenis dalam Islam
27 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam kehidupan sehari-hari, perbedaan pendapat antara satu orang dengan yang lain atau kelompok yang satu dengan yang lain... selengkapnya

Terjadi Banyak Musibah dan Bencana, Apakah Karena Dosa dan Kemaksiatan Umat?
8 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Saat ini Indonesia tak henti-hentinya dilanda berbagai musibah seperti gempa bumi, erupsi gunung berapi, banjir dan... selengkapnya

Di Kalimantan Barat, Buya Yahya Sampaikan Pesan Khusus Kepada Para Orang Tua
26 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pulau Kalimantan menjadi tujuan safari dakwah Buya Yahya selanjutnya setelah sebelumnya Buya melakukan safari dakwah di... selengkapnya

Wanita Istimewa, Pancaran Kemuliaan Nabi Saw
22 Februari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Nabi Muhammad Saw pernah menyebut bahwa wanita adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia. Wanita disebut sebagai perhiasan dunia karena... selengkapnya

Beberapa Aturan Tak Tertulis Berikut Harus Ditulis Agar Diingat dan Dilakukan
18 Desember 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pernahkan sahabat mendengar aturan yang tak tertulis? Aturan tak tertulis adalah aturan yang menjadi kesepakatan sosial dan... selengkapnya

Puisi-Puisi Seruni Unie
23 Maret 2024

Stasiun   Tak ada pelukan Juga cium pipi Tanda perpisahan   Hanya kepal tangan bersentuh Dengan tatap mata luruh :... selengkapnya

Islam yang Asing
28 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Islam yang asing merupakan sebuah keniscayaan yang terjadi pada abad ke-21, abad di mana generasi Z, Alfa, dan... selengkapnya

Pejuang Rasulullah: Sebuah Intropeksi Diri
30 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Semua orang bisa mengajak orang lain kepada kebaikan dengan apa pun yang mereka miliki. Karena itu, setiap orang... selengkapnya

Menjadi Pribadi yang Cerdas dalam Mengelola Keuangan

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: