● online
- Kitab Tahsilul Ma'mul....
- Kitab Nawazil....
- Sam'iyyat - Beriman Kepada yang Gaib....
- Oase Iman - Refleksi Problematika Umat....
- BUKU PENGANTAR BAHASA ARAB....
- Fiqih Bepergian Solusi Shalat di Perjalanan....
- Fiqih Praktis Haji dan Umrah yang Mudah Dipahami....
- INDAHNYA MEMAHAMI PERBEDAAN PARA ULAMA KARYA BUYA ....
Menjadi Pribadi yang Cerdas dalam Mengelola Keuangan

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di saat kita menaiki sebuah perahu, terkadang kita dihadapkan pada sebuah gelombang, angin yang kencang, hujan, terik yang membakar, dan segala rintangan lainnya. Begitu juga dengan hidup yang kita jalani, banyak lika-liku dan tantangan yang harus kita lewati, termasuk dalam hal ekonomi.
Ada kebermaknaan di dalam kefakiran, begitu juga ada penderitaan di dalam kekayaan. Tak semua orang fakir sengsara dan tak semua orang kaya bahagia. Jika kita perhatikan sekeliling kita, kita bisa menemukan fakta tersebut secara langsung. Banyak orang-orang fakir yang hidupnya bahagia. Begitu juga sebaliknya, banyak orang-orang kaya namun hidupnya mengalami banyak kesusahan.
Pada era konsumtif seperti sekarang, ekonomi menjadi hal yang fundamental dalam memenuhi kebutuhan setiap orang─sandang, pangan, dan papan. Oleh karena itu, kepandaian dalam memanajemen ekonomi adalah suatu kecerdasan, termasuk di saat kita dilanda kekurangan ekonomi.
Hidup dengan Kesederhanaan
Kekurangan ekonomi jangan sampai membuat rumah tangga kita menjadi berantakan. Rumah tangga harus indah dalam keadaan apa pun. Di luar sana banyak orang kekurangan ekonomi tetapi masih bisa bahagia dengan hidupnya, rumah tangga yang indah, dan penuh dengan kemesraan. Adapun untuk mengatasi hal tersebut tentunya kita harus mempunyai langkah-langkah yang cerdas, dimulai dari belajar cara hidup yang baik dan membiasakan dengan hidup yang sederhana.
Oleh karena itu, untuk Anda yang merasa fakir, jangan sampai kefakiran Anda ditumpangi dengan kesusahan. Ubah sudut pandangmu, lapangkan hatimu, berbahagialah dengan apa yang dimiliki keluargamu. Bahagia tidak harus mahal dan berbayar, cukup dengan melihat sesuatu yang sederhana, seperti melihat aliran air sungai, melihat hijaunya sawah, melihat indahnya gunung di pagi hari, bercerita tentang kisah-kisah yang indah atau cukup dengan melihat senyuman dari anak istri kita.
Tidak Mudah Berutang
Ketika Anda dilanda kekurangan maka usahakanlah jangan berutang, apa lagi utang yang terdapat riba di dalamnya. Jangan sampai di dunia tersiksa karena utang, di akhirat pun demikian. Kunci mengatasi kesulitan ekonomi yaitu dengan membiasakan hidup dengan sederhana, makan dengan sederhana, menggunakan baju yang sederhana, dan tentunya kurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting. Biasakan mencatat pemasukan dari mana dan haruslah halal. Catat uang kita pergi ke mana saja. Jika dirasa ada pengeluaran yang tidak perlu, kurangi bahkan hilangkan agar kita bisa lebih berhemat.
Adapun bagi Anda yang memiliki kecukupan ekonomi, jangan sampai kekayaan yang dimiliki justru membuat hidupmu terasa gelisah dan susah. Gunakan harta yang Allah Subhanahu wa Ta’ala enugerahkan tersebut dengan baik. Walapun Anda kaya biasakan hidup dengan sederhana, jangan gengsi dengan kesederhanaan, jangan rakus dan tamak, karena kerakusanmu yang membuat hidupmu terus merasa kurang, dan yang paling penting harta yang kita miliki haruslah dari uang yang halal. Jika engkau mengambil sesuatu yang haram, hidupmu akan terasa sempit.
Membeli Sesuatu Sesuai Kebutuhan
Ketika membeli suatu barang utamakan berdasarkan nilai fungi bukan nilai gengsi, karena semakin mahal barang yang kau beli maka semakin cemas kau dalam menjaganya. Sebagai contoh, ketika membeli kendaraan yang mewah, akan menimbulkan rasa khawatir yang berlebih jika kita tinggal begitu saja di pinggir jalan. Takut kotor, takut lecet, takut rusak, bahkan takut ada yang mencurinya sekalipun kita parkirkan di depan rumah kita sendiri.
Adapun untuk meringankan beban ekonomi, kita harus cerdas mengatur keuangan kita. Dengan belajar menjalani hidup yang baik, mengurangi pengeluaran, mengubah gaya hidup, jangan gengsi, apa pun yang ada maka cukupkanlah, lauk yang biasanya bermacam-macam maka sederhanakanlah. Sebab, terkadang yang membuat seseorang menjadi fakir bukanlah karena pemasukan yang sedikit, tetapi karena kesombongan dan kerakusan. Ketika kita rakus biarpun ia mempunyai kekayaan yang melimpah maka kita kan merasa fakir dan terus merasa kekurangan.
Sebelum kita mencari rezeki tambahan yang bersifat zahir, maka kita harus bisa manjadi pribadi yang bersyukur sehingga berapa pun uang yang kita dapatkan kita akan bersyukur. Untuk yang sedang dilanda kefakiran semoga kita diberi kelapangan hati, dijauhkan dari sifat tamak, dan diberi hati yang bersyukur atas apa pun yang diberi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Penulis: Moh. Minanur Rohman
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Menjadi Pribadi yang Cerdas dalam Mengelola Keuangan
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dinamika kehidupan di masyarakat yang memiliki agama dan kebudayaan yang beragam kadang memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang perlu segera... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Seorang mahasiswa muslim menghadapi dilema ketika harus mengunjungi gereja untuk keperluan tugas kuliah. Dalam sebuah kesempatan, ia... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sejatinya umat Islam telah memiliki suri teladan yang harus diikuti. Ketika kita mengikutinya dalam hal apa pun,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pejuang Pustaka Al-Bahjah menggelear Upgrading dan Tadabur Alam Rabu-Kamis 17-18 Rajab 1444 H. Tujuan dari kegiatan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ada sebuah pertanyaan menarik dari salah satu jamaah yang dilontarkan kepada Buya Yahya, yaitu mengenai orang yang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Potensi kotornya hati bisa datang kepada siapa saja dari kita sebagai manusia biasa. Mata dapat melihat... selengkapnya
Mengutamakan Kepatuhan di atas Penghormatan Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Adakalanya orang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Seorang mukmin yang dapat menikmati kemuliaan bulan Ramadan, adalah mereka yang senantiasa menghabiskan waktu dan kesempatannya dengan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Make up atau kosmetik sudah menjadi kebutuhan dasar setiap wanita. Fitrah dari seorang wanita yang ingin tampil... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pada akhir tahun 2023 ini, SMAIQu Al-Bahjah Pusat Cirebon kembali meraih prestasi gemilang pada acara Ekspose... selengkapnya
Buku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 149.000Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000Buku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000Buku Fiqih Jenazah karya Buya Yahya adalah sebuah karya yang membahas secara komprehensif tentang tata cara dan hukum-hukum yang berkaitan… selengkapnya
Rp 58.000Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600
Saat ini belum tersedia komentar.