Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Menjadi Pribadi yang Cerdas dalam Mengelola Keuangan

Menjadi Pribadi yang Cerdas dalam Mengelola Keuangan

Diposting pada 12 Mei 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 709 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di saat kita menaiki sebuah perahu, terkadang kita dihadapkan pada sebuah gelombang, angin yang kencang, hujan, terik yang membakar, dan segala rintangan lainnya. Begitu juga dengan hidup yang kita jalani, banyak lika-liku dan tantangan yang harus kita lewati, termasuk dalam hal ekonomi.

Ada kebermaknaan di dalam kefakiran, begitu juga ada penderitaan di dalam kekayaan. Tak semua orang fakir sengsara dan tak semua orang kaya bahagia. Jika kita perhatikan sekeliling kita, kita bisa menemukan fakta tersebut secara langsung. Banyak orang-orang fakir yang hidupnya bahagia. Begitu juga sebaliknya, banyak orang-orang kaya namun hidupnya mengalami banyak kesusahan.

Pada era konsumtif seperti sekarang, ekonomi menjadi hal yang fundamental dalam memenuhi kebutuhan setiap orang─sandang, pangan, dan papan. Oleh karena itu, kepandaian dalam memanajemen ekonomi adalah suatu kecerdasan, termasuk di saat kita dilanda kekurangan ekonomi.

Hidup dengan Kesederhanaan

Kekurangan ekonomi jangan sampai membuat rumah tangga kita menjadi berantakan. Rumah tangga harus indah dalam keadaan apa pun. Di luar sana banyak orang kekurangan ekonomi tetapi masih bisa bahagia dengan hidupnya, rumah tangga yang indah, dan penuh dengan kemesraan. Adapun untuk mengatasi hal tersebut tentunya kita harus mempunyai langkah-langkah yang cerdas, dimulai dari belajar cara hidup yang baik dan membiasakan dengan hidup yang sederhana.

Oleh karena itu, untuk Anda yang merasa fakir, jangan sampai kefakiran Anda ditumpangi dengan kesusahan. Ubah sudut pandangmu, lapangkan hatimu, berbahagialah dengan apa yang dimiliki keluargamu. Bahagia tidak harus mahal dan berbayar, cukup dengan melihat sesuatu yang sederhana, seperti melihat aliran air sungai, melihat hijaunya sawah, melihat indahnya gunung di pagi hari, bercerita tentang kisah-kisah yang indah atau cukup dengan melihat senyuman dari anak istri kita.

Tidak Mudah Berutang

Ketika Anda dilanda kekurangan maka usahakanlah jangan berutang, apa lagi utang yang terdapat riba di dalamnya. Jangan sampai di dunia tersiksa karena utang, di akhirat pun demikian. Kunci mengatasi kesulitan ekonomi yaitu dengan membiasakan hidup dengan sederhana, makan dengan sederhana, menggunakan baju yang sederhana, dan tentunya kurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting. Biasakan mencatat pemasukan dari mana dan haruslah halal. Catat uang kita pergi ke mana saja. Jika dirasa ada pengeluaran yang tidak perlu, kurangi bahkan hilangkan agar kita bisa lebih berhemat.

Adapun bagi Anda yang memiliki kecukupan ekonomi, jangan sampai kekayaan yang dimiliki justru membuat hidupmu terasa gelisah dan susah. Gunakan harta yang Allah Subhanahu wa Ta’ala enugerahkan tersebut dengan baik. Walapun Anda kaya biasakan hidup dengan sederhana, jangan gengsi dengan kesederhanaan, jangan rakus dan tamak, karena kerakusanmu yang membuat hidupmu terus merasa kurang, dan yang paling penting harta yang kita miliki haruslah dari uang yang halal. Jika engkau mengambil sesuatu yang haram, hidupmu akan terasa sempit.

Membeli Sesuatu Sesuai Kebutuhan

Ketika membeli suatu barang utamakan berdasarkan nilai fungi bukan nilai gengsi, karena semakin mahal barang yang kau beli maka semakin cemas kau dalam menjaganya. Sebagai contoh, ketika membeli kendaraan yang mewah, akan menimbulkan rasa khawatir yang berlebih jika kita tinggal begitu saja di pinggir jalan. Takut kotor, takut lecet, takut rusak, bahkan takut ada yang mencurinya sekalipun kita parkirkan di depan rumah kita sendiri.

Adapun untuk meringankan beban ekonomi, kita harus cerdas mengatur keuangan kita. Dengan belajar menjalani hidup yang baik, mengurangi pengeluaran, mengubah gaya hidup, jangan gengsi, apa pun yang ada maka cukupkanlah, lauk yang biasanya bermacam-macam maka sederhanakanlah. Sebab, terkadang yang membuat seseorang menjadi fakir bukanlah karena pemasukan yang sedikit, tetapi karena kesombongan dan kerakusan. Ketika kita rakus biarpun ia mempunyai kekayaan yang melimpah maka kita kan merasa fakir dan terus merasa kekurangan.

Sebelum kita mencari rezeki tambahan yang bersifat zahir, maka kita harus bisa manjadi pribadi yang bersyukur sehingga berapa pun uang yang kita dapatkan kita akan bersyukur. Untuk yang sedang dilanda kefakiran semoga kita diberi kelapangan hati, dijauhkan dari sifat tamak, dan diberi hati yang bersyukur atas apa pun yang diberi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

 

Penulis: Moh. Minanur Rohman

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Menjadi Pribadi yang Cerdas dalam Mengelola Keuangan

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Keterampilan Sains sebagai Bekal Anak dalam Menghadapi Tantangan Zaman
2 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada saat ini teknologi terus berkembang pesat seiring berkembangnya zaman. Negara-negara maju terus bersaing dalam menciptakan teknologi yang... selengkapnya

Peduli Palestina, LAZ Al-Bahjah Salurkan Infak Kemanusiaan Tahap II Rp1,7 M Melalui BAZNAS RI
24 Februari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al-Bahjah menyalurkan infak kemanusiaan untuk Palestina tahap II sebesar Rp1.746.285.736 melalui Badan Amil... selengkapnya

Puisi-Puisi Faizatullatifah (1): Konvensi Estetika sebagai Ciri Khas dalam Puisi Spiritualitas
31 Mei 2025

Hanya Engkau Sandaranku   Hati terkoyak sunyi tanpa suara, Menadah luka dalam pelukan doa, Diamku adalah lautan sabar yang dalam,... selengkapnya

Pergantian Tahun Adalah Renungan Muhasabah Diri untuk Menyongsong Tahun Depan yang Lebih Baik
28 Desember 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Beberapa hari menjelang akhir tahun ini kita akan menyaksikan banyak perayaan, panggung gembira, pesta, atau apa pun... selengkapnya

Pahala Puasa Hilang karena Ngabuburit yang Salah Kaprah
10 Maret 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Ngabuburit telah menjadi tradisi yang sudah melekat di masyarakat Indonesia dan keberadaannya hanya ada di bulan Ramadan. Ngabuburit... selengkapnya

Anak Masuk Sekolah Favorit, Arah Jalan ke Surga atau Neraka?
2 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Anak adalah titipan dari Allah Subhanau wa Ta’ala, maka setiap orang tua sejatinya tengah mengemban amanah atas titipan... selengkapnya

Menjaga Pandangan dan Pendengaran: Dua Pintu yang Bisa Merusak Hati
29 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada zaman sekarang, setiap orang dapat mengakses apa pun dengan bebas melalui peranti teknologi. Tidak sedikit pula melalui... selengkapnya

Menebar Jaring-Jaring Dakwah Buku Buya Yahya Menjawab Jilid 1 Kini Tersedia di Gramedia Jabodetabek
4 November 2021

Menebar Jaring-Jaring Dakwah Buku Buya Yahya Menjawab Jilid 1 Kini Tersedia di Gramedia Jabodetabek PUSTAKA AL-BAHJAH-NEWS FLASH-Tim pemasaran Pustaka Al-Bahjah... selengkapnya

Mengerikan! Saling Mencintai di Dunia Namun Bermusuhan di Akhirat
7 Juli 2023

Pustaka Al-Bahajah, Cirebon – Tahukan sahabat bahwa saat ini banyak sekali orang yang saling mencintai di dunia namun ternyata bermusuhan... selengkapnya

Cara Meraih Keutamaan Lailatul Qadar bagi Wanita yang Sedang Haid
25 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan dan lebih baik dari seribu bulan, malam yang penuh... selengkapnya

Menjadi Pribadi yang Cerdas dalam Mengelola Keuangan

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: