Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » 3 Adab yang Sering Dilanggar pasca-Kepulangan Ibadah Haji

3 Adab yang Sering Dilanggar pasca-Kepulangan Ibadah Haji

Diposting pada 4 July 2023 oleh Redaksi / Dilihat: 1.364 kali / Kategori:

Ini Jadwal Lengkap Kepulangan Jamaah Haji Indonesia

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Setelah menunaikan ibadah haji, seorang muslim akan kembali ke tanah air dan tempat tinggalnya masing-masing. Adab dalam berinteraksi dengan orang yang baru datang dari haji merupakan hal yang sangat penting. Selain untuk menjaga hubungan sosial dengan sesama, juga menjaga hubungan dengan Allah Swt.

Buya Yahya menjelaskan bahwa terdapat 3 adab yang harus diperhatikan oleh kita semua ketika bertemu dengan orang yang baru datang dari ibadah haji, maupun oleh seorang pelaksana haji yang telah selesai menunaikan ibadah haji.

1. Berhusnudzon Kepada Yang Telah Berhaji

Adab pertama kepada orang yang baru datang ibadah haji adalah berhusnudzon kepada mereka bahwa mereka adalah para tamu Allah Swt yang telah terpilih untuk datang ke baitullah, serta berhusnudzon bahwa ibadah haji yang telah mereka laksanakan adalah haji mabrur yang diterima oleh Allah Swt.

“Kalau kita melihat orang haji maka kita husnudzon bahwa dia telah menjadi tamu Allah, orang yang dipilih oleh Allah,” pesan Buya

Buya menjelaskan bahwa orang yang senantiasa berhusnudzon dan merasa senang ketika ada yang pulang dari ibadah haji adalah salah satu tanda Allah Swt akan memanggil hati nya untuk berangkat haji.

“Kalau Anda senang melihat orang haji, maka itu tanda Anda bisa nyusul,” jelas Buya

Hukum Memeluk dan Cium Pipi Jamaah Haji saat Pulang ke Tanah Air | NU Online

Sebaliknya, jika seseorang melihat orang yang pulang dari ibadah haji dengan perasaan suudzon dan dengki, maka niscaya ia tidak akan mendapat panggilan Allah untuk berhaji. Kalaupun ia berangkat haji, maka hajinya pun bukan haji ikhlas yang karena Allah, namun berhaji untuk mendapat pandangan manusia saja.

“Ada orang liat pulang haji mendengki dan suudzon, ketahuilah orang seperti itu tidak akan bisa haji. Kalau pun haji atau umroh pun jor-joran dia, bukan karena Allah tapi hanya ingin segera mendapat label haji,” imbau Buya

2. Menyematkan Panggilan “Haji”

Adab kedua kepada orang yang datang dari ibadah haji adalah memanggilnya dengan panggilan haji. Meskipun hal ini tidak ada dalam tuntunan syariat, namun karena tradisi umat Islam di Indonesia sudah biasa menyematkan panggilan haji kepada orang yang telah menunaikan ibadah haji.

Photo happy two young asian muslim men celebrate victory day

Maka hendaknya kita ikut menyematkan panggilan haji kepada orang yang telah menunaikan ibadah haji. Sebab karena ini sudah menjadi jadi tradisi maka dikhawatirkan akan menyakiti perasaan orang yang telah melaksanakan ibadah haji.

“Kalau ada tetangga berhaji, maka panggilah pak/bu haji. Apa salahnya memanggil haji, nggak ada masalah. Sebab kalau kita yang nggak mau manggil haji maka bisa jadi kita telah sombong, karena bisa jadi tanda ngiri (sehingga tidak mau memanggil haji),” imbau Buya

3. Tidak Marah Ketika Tidak Dipanggil Haji

Namun disamping itu Buya pun berpesan kepada yang telah melaksanakan ibadah haji untuk bersikap biasa saja ketika ada orang yang tidak memanggilnya dengan gelar haji. Jangan sampai marah gara-gara tidak dipanggil dengan gelar haji.

Hati-hati apabila timbul rasa marah dalam hati kita ketika tidak dipanggil dengan sebutan haji, bisa jadi syaitan telah berhasil menanamkan benih-benih kesombongan ke dalam hati kita.

“Cuma kalau Anda sudah haji tiba-tiba tidak dipanggil pak haji ya nyantai, jangan ingin dipanggil pak haji. Begitulah cara syaitan menggoda dan merusak hati kita, sebab ibadah yang andalannya hanya orang kaya ya hanya ibadah haji saja, pakai duit banyak,” imbau Buya

Maka kesimpulannya adalah kita menjaga hati kita agar senantiasa berhusnudzon kepada yang telah melaksanakan ibadah haji, kemudian menjaga hati kita agar tidak menyakiti perasaan orang lain dengan mengikuti kebiasaan yang ada di masyarakat untuk menyematkan panggilan haji kepada yang telah berhaji, dan terakhir menjaga hati kita dari sifat sombong karena telah melaksanakan ibadah haji dengan bersikap biasa-biasa saja ketika ada orang yang tidak memanggil dengan sebutan haji.

“Jaga hati orang agar tidak menyakiti, panggil dia dengan pak haji, jaga hati kita agar tidak sombong, jangan marah jangan gelisah, di saat tidak dipanggil pak haji,” pungkas Buya

Semoga Allah Swt menghindarkan kita dari sifat iri, dengki, dan sombong dalam hati kita. Dan semoga Allah Swt menghadirkan kerinduan dan memudahkan langkah kita untuk berangkat haji. Amiin.

Sumber: Tausyiah Buya Yahya Pada Chanel Youtube Al-Bahjah TV

Tags: , ,

Bagikan ke

3 Adab yang Sering Dilanggar pasca-Kepulangan Ibadah Haji

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Diksi Dua Wajah: Menegur dan Menyinggung di Grup, Tapi Giliran Ada Butuh Baru Japri
26 July 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Zaman ini telah melahirkan sebuah peradaban baru, yaitu peradaban jempol dan tanda centang biru. Teknologi terus melesat seperti... selengkapnya

Salman Al-Farisi: Pengembara, Pencari Kebenaran, Budak, hingga Inisiator dalam Perang Khandak
31 October 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Salman Al-Farisi adalah seorang sahabat yang berasal dari luar negara Arab, tepatnya dari negara Persia. Beliaulah yang mengusulkan... selengkapnya

Dampak Judi Online dalam Perspektif Maqashid Syariah
12 August 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Judi atau yang dikenal sebagai maisir dalam konteks Islam, merupakan aktivitas yang dilarang keras karena dampaknya yang... selengkapnya

Hukum Menyalati Jenazah yang tidak Pernah Shalat? Buya Yahya Menjawab
3 February 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dinamika kehidupan di masyarakat yang memiliki agama dan kebudayaan yang beragam kadang memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang perlu segera... selengkapnya

Puasa Tapi Belum Mandi Junub, Memangnya Sah?
30 March 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sahabat Pustaka, mandi junub merupakan kewajiban seorang muslim ketika ia memiliki berhadas besar seperti, keluar mani,... selengkapnya

Tafsir Surat Al-Kautsar Ayat 1-2: Perspektif Ulama Klasik hingga Kontemporer
15 June 2024

Pendahuluan Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan istimewa dalam Islam, di mana terdapat dua ibadah utama yang... selengkapnya

Agar Tidak Merugi di Sepuluh Hari Awal Bulan Haji
20 June 2023

Oleh: Ustadz Maulid Johansyah (Dewan Asatidz LPD Al-Bahjah) Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Bulan Dzulhijjah merupakan bulan ke-12 dalam kalender Hijriah.... selengkapnya

Agar Mahar Pernikahan Tidak Jadi Petaka
31 July 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Salah satu yang selalu diperbincangkan dalam sebuah pernikahan adalah mahar. Mahar dapat diartikan sebagai pemberian pihak laki-laki... selengkapnya

Perbedaan Pendapat di Kalangan Ulama Bukan sebagai Sumber Perpecahan, Melainkan Kekayaan Intelektual yang Harus Dihargai
13 May 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama karya Buya Yahya merupakan sebuah karya yang sangat menarik dan penuh makna,... selengkapnya

Mengutamakan Kepatuhan di atas Penghormatan
28 March 2021

Mengutamakan Kepatuhan di atas Penghormatan Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Adakalanya orang... selengkapnya

3 Adab yang Sering Dilanggar pasca-Kepulangan Ibadah Haji

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: