Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Mengenal Hukum dan Keutamaan Haji sebagai Rukun Islam yang Kelima

Mengenal Hukum dan Keutamaan Haji sebagai Rukun Islam yang Kelima

Diposting pada 23 Mei 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 697 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Haji menurut bahasa haji adalah bermaksud. Adapun menurut istilah fiqih haji adalah bermaksud (dengan sengaja) menuju Baitulharam (Ka’bah) untuk melaksanakan ibadah-ibadah tertentu dengan syarat-syarat tertentu.

Hukum haji adalah wajib dan termasuk dari salah satu rukun Islam yang lima. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran ayat 97:

…ولله على الناس حج البيت من استطاع اليه سبيلا…

“…Dan Allah telah mewajibkan kepada manusia untuk melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu…” (QS. Ali Imran 97)

Rasulullah juga bersabda:

بني الإسلام على خمس شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة والحج وصوم رمضان (رواه البخاري ومسلم)

“Islam itu dibangun atas lima fondasi: 1) bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah; 2) mendirikan shalat; 3) membayar zakat; 4) melaksanakan haji; 5) berpuasa di bulan Ramadan.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Kewajiban haji sudah menjadi ijma (kesepakatan) para ulama dan tidak ada yang berbeda dalam hal ini, maka yang mengingkari kewajiban haji hukumnya kafir. Jika ada sekelompok orang mengatakan haji adalah haram karena di Arab Saudi dipimpin oleh Wahabi, cukuplah kita tidak bermakmum saja kepada mereka. Namun jangan sampai mengatakan haji adalah haram karena dikuasai oleh Wahabi.

Bukti sejarah memperlihatkan kepada kita, banyak ulama Ahlussunnah wal Jama’ah melaksanakan ibadah haji meski Arab Saudi dipimpin oleh kaum Wahabi. Terutama Imam Ahlussunnah wal Jamaah Abuya Sayyid Muhammad Alawy Al-Maliki beliau tinggal di kota Makkah dikelilingi oleh orang-orang yang tidak sepaham dengan beliau. Jadi tidak ada alasan bagi orang yang mengatakan haji itu haram karena dikuasai oleh kaum Wahabi.

Keutamaan Haji

Keutamaan haji sudah tidak diragukan lagi bagi kaum muslimin. Selain menjadi kewajiban bagi yang mampu, haji juga memiliki keistimewaan yang pernah disabdakan oleh Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam:

“…Tiap orang yang keluar dari rumahnya berniat untuk menunaikan ibadah haji atau umrah, maka pada setiap langkahnya berguguran dosa-dosa dari badannya bagaikan gugurnya daun-daun kering dari pohon, maka apabila telah sampai di Madinah dan memberi salam lalu berjabat tangan denganku, dijabat tangannya oleh malaikat. Maka bila telah sampai di Dzul Hulaifah kemudian mandi sunat ihram, Allah memperbaharui kebaikan baginya, dan bila mengucap: ‘Labbaika wasa’daika asma’u kalaamaka wa andhuru ilaika. (Aku mendengar kata-kataMu dan melihat-Mu).’ Maka apabila telah sampai di Makkah dan thawaf serta sa’i di antara Shafa dan Marwah, maka Allah menuangkan baginya kebaikan, jika wuquf di Arafah, dan bergemuruh suara doa, maka Allah membanggakan kepada malaikat dan berfirman: ‘Hai malaikat dan penduduk langit, tidakkah kamu melihat hamba-Ku yang datang dari segala penjuru yang jauh dalam keadaan terurai dan berdebu, mereka telah mengorbankan harta dan tenaga. Maka demi kemuliaan dan kemurahan-Ku, Aku akan memaafkan orang-orang yang berdosa, dan membebaskan mereka dari dosa sebagaimana anak bayi yang baru lahir dari perut ibunya. Demikian pula telah melempar jumrah, dan mencukur rambut, lalu thawaf ifadah maka ada seruan dari bawah arsy: ‘Kembalilah kamu, telah diampunkan semua dosa-dosamu, dan perbaharuilah amal perbuatanmu.’”

Adapun esensi dari ibadah haji dari guru kami Buya Yahya adalah bagaimana kita beribadah yang lainnya, baik itu ibadah shalat, puasa, hingga haji, yakni merasa diri kita sebagai seorang hamba. Menuruti segala perintah dari Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan ikhlas. Ciri seorang hamba yang sejati tidak akan pernah berkomentar kepada Tuannya apa lagi melawan Tuannya. Jangan sampai menuruti hawa nafsu kita yang beribadah namun hanya ingin dipuji oleh orang lain. Lebih-lebih pada ibadah haji. Karena Nabi Muhammad bersabda: “Siapa yang melakukan ibadah haji ke Baitullah, lalu tidak mengucap kata-kata keji dan kurang sopan, juga tidak berbuat fasiq (mencaci maki dan pelanggaran-pelanggaran lain) maka ia akan terbebas dari dosa-dosanya bagaikan jabang bayi yang baru lahir dari perut ibunya.”

 

Penulis: Muhammad Shobirin

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Mengenal Hukum dan Keutamaan Haji sebagai Rukun Islam yang Kelima

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Mengenal Hukum dan Keutamaan Haji sebagai Rukun Islam yang Kelima
23 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Haji menurut bahasa haji adalah bermaksud. Adapun menurut istilah fiqih haji adalah bermaksud (dengan sengaja) menuju Baitulharam (Ka’bah)... selengkapnya

Hati-Hati Ada Gaji Buta di Antara Kita
25 Maret 2021

Hati-Hati Ada Gaji Buta di antara Kita Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA... selengkapnya

Telah Dibuka Kesempatan Emas Menjadi Pejuang Rasulullah!
1 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah kembali membuka kesempatan dan peluang kepada anda untuk berjuang bersama kami dalam menebarkan risalah dakwah Rasulullah Saw. Pustaka... selengkapnya

Medan Juang Islam
11 Agustus 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat ini, kita tengah berada di bulan Agustus. Bulan yang sangat berarti bagi bangsa Indonesia, karena pada bulan... selengkapnya

Cara Membuat Peta Konsep, Belajar Jadi Mudah
2 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pernahkah sahabat mendengar istilah peta konsep? Melalui artikel ini, penulis akan memberikan informasi mengenai apa itu peta... selengkapnya

Main Medsos ketika Puasa, Apakah Pahalanya Bisa Berkurang?
24 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di bulan Ramadan, setiap Muslim dianjurkan untuk lebih maksimal dan fokus beribadah, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir.... selengkapnya

Sinergi Dakwah untuk Umat antara Pustaka Al-Bahjah dan Dar Al-Kutub Islamiah
28 September 2021

Sinergi Dakwah untuk Umat antara Pustaka Al-Bahjah dan Dar Al-Kutub Islamiah PUSTAKA AL-BAHJAH-NEWS-Dalam rangka meningkatkan kualitas, mutu, dan memperluas jejaring... selengkapnya

Penerbit Pustaka Al-Bahjah Serahkan Dana Peduli Palestina Melalui Program “Palestina Memanggil”
18 November 2023

Bismillahirrahmaniirahim. Allhummah shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbini wasallim. Alhamdulillah, sejak tanggal 18 Oktober 2023 lalu hingga... selengkapnya

Sunah Nabi Saw Ini Jadi Resep Utama dalam Beretika Plus Menyehatkan
9 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam bermasyarakat, keharmonisan bertetangga dengan menerapkan kehidupan bersosial sangatlah dibutuhkan. Jika bertetangga tanpa mengutamakan etika yang baik,... selengkapnya

Bolehkah Bertayamum saat Mendaki Gunung?
26 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Mendaki gunung merupakan aktivitas luar ruangan yang belakangan ini banyak diminati masyarakat Indonesia. Pada gunung-gunung tertentu, proses pendakian... selengkapnya

Mengenal Hukum dan Keutamaan Haji sebagai Rukun Islam yang Kelima

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: