● online
Mengenal Hukum dan Keutamaan Haji sebagai Rukun Islam yang Kelima

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Haji menurut bahasa haji adalah bermaksud. Adapun menurut istilah fiqih haji adalah bermaksud (dengan sengaja) menuju Baitulharam (Ka’bah) untuk melaksanakan ibadah-ibadah tertentu dengan syarat-syarat tertentu.
Hukum haji adalah wajib dan termasuk dari salah satu rukun Islam yang lima. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran ayat 97:
…ولله على الناس حج البيت من استطاع اليه سبيلا…
“…Dan Allah telah mewajibkan kepada manusia untuk melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu…” (QS. Ali Imran 97)
Rasulullah juga bersabda:
بني الإسلام على خمس شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة والحج وصوم رمضان (رواه البخاري ومسلم)
“Islam itu dibangun atas lima fondasi: 1) bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah; 2) mendirikan shalat; 3) membayar zakat; 4) melaksanakan haji; 5) berpuasa di bulan Ramadan.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Kewajiban haji sudah menjadi ijma (kesepakatan) para ulama dan tidak ada yang berbeda dalam hal ini, maka yang mengingkari kewajiban haji hukumnya kafir. Jika ada sekelompok orang mengatakan haji adalah haram karena di Arab Saudi dipimpin oleh Wahabi, cukuplah kita tidak bermakmum saja kepada mereka. Namun jangan sampai mengatakan haji adalah haram karena dikuasai oleh Wahabi.
Bukti sejarah memperlihatkan kepada kita, banyak ulama Ahlussunnah wal Jama’ah melaksanakan ibadah haji meski Arab Saudi dipimpin oleh kaum Wahabi. Terutama Imam Ahlussunnah wal Jamaah Abuya Sayyid Muhammad Alawy Al-Maliki beliau tinggal di kota Makkah dikelilingi oleh orang-orang yang tidak sepaham dengan beliau. Jadi tidak ada alasan bagi orang yang mengatakan haji itu haram karena dikuasai oleh kaum Wahabi.
Keutamaan Haji
Keutamaan haji sudah tidak diragukan lagi bagi kaum muslimin. Selain menjadi kewajiban bagi yang mampu, haji juga memiliki keistimewaan yang pernah disabdakan oleh Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam:
“…Tiap orang yang keluar dari rumahnya berniat untuk menunaikan ibadah haji atau umrah, maka pada setiap langkahnya berguguran dosa-dosa dari badannya bagaikan gugurnya daun-daun kering dari pohon, maka apabila telah sampai di Madinah dan memberi salam lalu berjabat tangan denganku, dijabat tangannya oleh malaikat. Maka bila telah sampai di Dzul Hulaifah kemudian mandi sunat ihram, Allah memperbaharui kebaikan baginya, dan bila mengucap: ‘Labbaika wasa’daika asma’u kalaamaka wa andhuru ilaika. (Aku mendengar kata-kataMu dan melihat-Mu).’ Maka apabila telah sampai di Makkah dan thawaf serta sa’i di antara Shafa dan Marwah, maka Allah menuangkan baginya kebaikan, jika wuquf di Arafah, dan bergemuruh suara doa, maka Allah membanggakan kepada malaikat dan berfirman: ‘Hai malaikat dan penduduk langit, tidakkah kamu melihat hamba-Ku yang datang dari segala penjuru yang jauh dalam keadaan terurai dan berdebu, mereka telah mengorbankan harta dan tenaga. Maka demi kemuliaan dan kemurahan-Ku, Aku akan memaafkan orang-orang yang berdosa, dan membebaskan mereka dari dosa sebagaimana anak bayi yang baru lahir dari perut ibunya. Demikian pula telah melempar jumrah, dan mencukur rambut, lalu thawaf ifadah maka ada seruan dari bawah arsy: ‘Kembalilah kamu, telah diampunkan semua dosa-dosamu, dan perbaharuilah amal perbuatanmu.’”
Adapun esensi dari ibadah haji dari guru kami Buya Yahya adalah bagaimana kita beribadah yang lainnya, baik itu ibadah shalat, puasa, hingga haji, yakni merasa diri kita sebagai seorang hamba. Menuruti segala perintah dari Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan ikhlas. Ciri seorang hamba yang sejati tidak akan pernah berkomentar kepada Tuannya apa lagi melawan Tuannya. Jangan sampai menuruti hawa nafsu kita yang beribadah namun hanya ingin dipuji oleh orang lain. Lebih-lebih pada ibadah haji. Karena Nabi Muhammad bersabda: “Siapa yang melakukan ibadah haji ke Baitullah, lalu tidak mengucap kata-kata keji dan kurang sopan, juga tidak berbuat fasiq (mencaci maki dan pelanggaran-pelanggaran lain) maka ia akan terbebas dari dosa-dosanya bagaikan jabang bayi yang baru lahir dari perut ibunya.”
Penulis: Muhammad Shobirin
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Mengenal Hukum dan Keutamaan Haji sebagai Rukun Islam yang Kelima
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam kehidupan berumah tangga, hubungan suami dan istri bukanlah hubungan saling menuntut atau saling membebani, tetapi hubungan saling... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Secara tak sadar kita sering mendengar cerita atau curhatan seseorang yang tampak terus-menerus disakiti, merasa tidak pernah dipahami,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Di bulan ini, umat... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Salah satu yang selalu diperbincangkan dalam sebuah pernikahan adalah mahar. Mahar dapat diartikan sebagai pemberian pihak laki-laki... selengkapnya
Judul Buku : Silsilah Fiqih Praktis Shalat Penulis : Buya Yahya Penerbit : Pustaka Al-Bahjah Tebal Buku : 156 Halaman... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Cinta merupakan fenomena yang lazim dialami oleh setiap manusia. Dan hawa nafsu merupakan sesuatu yang fitrahnya... selengkapnya
Pendaftaran Santri Baru Kelas Dewasa Putra/Putri TAFAQQUH AL-BAHJAH Tahun Akademik 1443-1444 H Visi: “Mendahulukan Akhlaq & Mengembangkan Dakwah Rasulallah SAW.”... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Alhamdulillah. Acara Maulid dan Silaturahim Akbar 1445 Hijriah Satu Hati di Al-Bahjah terselenggara pada 2 Rabi’ul... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Wahai Muslimah, pernahkah kamu merasakan iman turun saat datang bulan? Sebenarnya persoalan ini bukan hanya terjadi saat... selengkapnya
Sinergi Dakwah untuk Umat antara Pustaka Al-Bahjah dan Dar Al-Kutub Islamiah PUSTAKA AL-BAHJAH-NEWS-Dalam rangka meningkatkan kualitas, mutu, dan memperluas jejaring... selengkapnya
Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd. Tebal buku: xi+138 Buku saku Kosa Kata (Almufrodat) Sehari-Hari ini merupakan pelengkap untuk… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 29.900Buku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Buku Fiqih Shalat karya Buya Yahya ini berisi pedoman lengkap mengenai hukum fiqih dan tata cara dalam menjalankan ibadah shalat…. selengkapnya
Rp 59.000Buku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000Buku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000
Saat ini belum tersedia komentar.