● online
- Motivasi Dakwah "Membawa kepada Kemuliaan dengan H....
- Fiqih Praktis Haji dan Umrah yang Mudah Dipahami....
- BUKU THAHARAH - BERSUCI - KARYA BUYA YAHYA....
- Kosakata (Almufrodat) Sehari-Hari....
- RAMADHANIAT....
- AQIDAH 50 KARYA BUYA YAHYA....
- DZIKIR HARIAN MAJELIS AL-BAHJAH....
- Fiqih Bepergian Solusi Shalat di Perjalanan....
Bolehkah Meminta Air Keberkahan kepada Orang Saleh?

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Air sering kali dijadikan sebagai media untuk mendapatkan keberkahan, baik melalui doa maupun sebagai perantara untuk keberkahan semata. Di kalangan masyarakat Islam di Indonesia, kepercayaan ini masih banyak ditemui. Mereka meyakini bahwa air yang telah dibacakan doa oleh orang saleh dapat mengandung keberkahan, sehingga sering digunakan dalam berbagai acara keagamaan maupun untuk tujuan spiritual lainnya. Tradisi ini sudah menjadi bagian dari keyakinan umat dalam meraih kebaikan melalui media yang dianggap memiliki pengaruh spiritual.
Buya Yahya, menyampaikan bahwa pembahasan mengenai mengambil keberkahan dari air yang telah didoakan sebenarnya termasuk dalam diskusi yang lebih luas. Hal tersebut dapat diurai dengan sebuah pertanyaan mengenai bolehkah kita mengambil keberkahan dari orang-orang saleh? Beliau menegaskan bahwa mengambil keberkahan dari Nabi Muhammad Saw sudah pasti bisa dilakukan. Baik melalui tiupan, bekas pakaian, atau barang-barang yang pernah disentuh oleh Nabi, semuanya memiliki keberkahan yang jelas dan telah diakui. Ini merupakan bagian dari keyakinan umat Islam bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan Nabi Saw memiliki nilai keberkahan tersendiri.
Begitu juga dengan mengambil keberkaan dari orang saleh, sebagian ulama berpendapat bahwa hal tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang, seperti doa-doa kebaikan. Selama doa tersebut bertujuan untuk kebaikan, meminta keberkahan dari orang-orang yang saleh dianggap sebagai hal yang sah. Misalnya, tiupan atau doa yang diberikan oleh orang saleh sering kali diyakini membawa kebaikan dan keberkahan bagi yang memintanya. Buya Yahya menegaskan bahwa tindakan seperti ini tidak bermasalah dalam Islam dan dapat diterima selama niatnya baik.
Namun, perbedaan pendapat dalam hal ini tetap ada di kalangan umat Islam. Sebagian saudara seiman menolak keyakinan ini, mengeklaim bahwa tindakan meminta keberkahan dari orang saleh tidak dapat dipertanggungjawabkan secara syar’i. Meskipun demikian, Buya Yahya menyikapi perbedaan pendapat ini dengan bijak. Beliau menyarankan agar perdebatan seperti ini tidak perlu diperpanjang karena isu ini bukanlah hal baru dalam Islam. Bahkan, perdebatan mengenai keberkahan sudah ada sejak zaman dahulu.
Buya Yahya menekankan bahwa selama praktik ini masih dipercaya dan dilakukan dengan niat yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja dan tidak menimbulkan dosa besar. Keyakinan terhadap keberkahan ini merupakan bagian dari tradisi Islam yang telah lama dijalankan, dan setiap individu berhak memegang keyakinannya masing-masing tanpa harus memaksakan pandangan kepada orang lain.
Sebagai penutup, keyakinan tentang air yang dibacakan doa oleh orang saleh dan kepercayaan akan keberkahan dari mereka yang dekat dengan Allah Swt adalah bagian dari keragaman tradisi dalam Islam. Meskipun terdapat perbedaan pandangan di antara para ulama dan sesama muslim terkait hal ini, penting untuk tetap menghormati keyakinan satu sama lain tanpa memperbesar perbedaan. Dan titik beratnya adalah, kekuatannya bukan berasal dari air atau orang yang memberikan airnya, melainkan dari Allah Swt yang mengabulkan doa hamba-Nya.
Buya Yahya menegaskan kembali, selama niatnya baik dan tidak menimbulkan kerugian, mencari keberkahan tidaklah dilarang, bahkan bisa menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Sebab, pada hakikatnya, semua amal ibadah dan keyakinan tentang keberkahan kembali kepada niat dan hubungan pribadi setiap individu dengan Allah Swt. Dengan saling menghormati perbedaan, kita dapat memperkuat ikatan persaudaraan dalam Islam dan menjalani hidup yang penuh keberkahan serta kebaikan.
Wallahu A’lam Bishowab
Penulis: Andi Nugraha
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.
Bolehkah Meminta Air Keberkahan kepada Orang Saleh?
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita sudah sering mendengar kata cinta. Pengungkapannya pun banyak ditampakkan dalam berbagai bentuk oleh manusia. Ada yang menjelma... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah – Pengguna media sosial dihebohkan dengan fenomena alam yang terjadi di Arab Saudi. Pasalnya, negeri yang terkenal dengan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Manusia tidak pernah hidup sendirian. Sejak ia dilahirkan hingga kembali kepada tanah, hidupnya selalu berada dalam jaringan relasi... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Keceriaan memiliki peran penting dalam kehidupan, bahkan di tengah kesulitan. Tampil ceria adalah salah satu bentuk syukur... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah Cirebon – Ketika sedang berpuasa, khususnya di bulan suci Ramadhan, hal yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam adalah waktu... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita sering kali mendengar dari sebagian orang bahwa menulis itu mudah. Hanya menggoreskan tinta di atas kertas, mengetikannya... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sebagai makhluk sosial, kita tak terlepas dari interaksi dengan orang lain. Seiring bertambahnya umur, sikap yang makin dewasa,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Seorang mukmin yang dapat menikmati kemuliaan bulan Ramadan, adalah mereka yang senantiasa menghabiskan waktu dan kesempatannya dengan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika seorang wanita hadir dengan kemuliaan dan kesalehannya, ia membawa keberuntungan besar bagi orang-orang yang berada di... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sejarah penetapan kalender Hijriah dilakukan dengan proses musyawarah dan pemufakatan yang serius. Setidaknya ada empat hal yang menjadi... selengkapnya
Buku Fiqih Shalat karya Buya Yahya ini berisi pedoman lengkap mengenai hukum fiqih dan tata cara dalam menjalankan ibadah shalat…. selengkapnya
Rp 59.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd. Tebal buku: xi+138 Buku saku Kosa Kata (Almufrodat) Sehari-Hari ini merupakan pelengkap untuk… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 29.900Buku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000Buku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 149.000Terkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700
Saat ini belum tersedia komentar.