Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Heboh! Gurun Tandus Di Arab Menghijau Disebut Pertanda Kiamat, Begini Penjelasan Buya Yahya

Heboh! Gurun Tandus Di Arab Menghijau Disebut Pertanda Kiamat, Begini Penjelasan Buya Yahya

Diposting pada 16 Januari 2023 oleh Redaksi / Dilihat: 1.921 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah – Pengguna media sosial dihebohkan dengan fenomena alam yang terjadi di Arab Saudi. Pasalnya, negeri yang terkenal dengan gurun tandusnya tersebut mendadak menjadi hijau. Padahal pemandangan tersebut tidak biasa terjadi di Negeri Penghasil Minyak Bumi terbesar di dunia tersebut.

Menghijaunya Arab Saudi tersebut menuai berbagai komentar nyeleneh dari warganet. Ada yang mengagumi dan takjub atas pesona dari pemandangan tersebut, serta tak sedikit yang menghebohkannya karena dikaitkan dengan tanda-tanda akan terjadinya kiamat. Postingan-postingan mereka memperlihatkan sebuah foto daratan Arab yang membentang hijau seraya menuliskan hadis tentang tanda akan terjadinya kiamat tersebut.

Hadis yang dikaitkan mereka tentang salah satu tanda akan terjadinya kiamat tersebut yakni hadis yang diiriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwasanya Nabi Muhammad Saw pada suatu waktu bersabda, “Hari kiamat tidak berlaku hingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai.” (HR Muslim)

Sumber Gambar: Al-Bahjah TV

Hebohnya akan fenomena tersebut kemudian menjadi pertanyaan yang diajukan oleh salah satu jamaah, pada hari Ahad (15/01/2023) dalam majelis Al-Bahjah yang rutin dilaksanakan setiap Sabtu dan Ahad pagi di LPD Al-Bahjah, Cirebon. Buya Yahya menanggapi, bahwa hari kiamat akan tiba dengan sebuah tanda-tanda itu memang benar adanya, tetapi jika sampai menimbulkan kehebohan yang berlebih, apalagi kehebohannya sampai melalaikan terhadap apa yang seharusnya lebih penting kita perhatikan.

“Apakah kita sudah siap menghadapi kematian di mana kematian tersebut merupakan kiamat kita sendiri? Dengan iman, taqwa, meminta maaf kepada sanak saudara, menjauhi kedzaliman, berhenti berbuat dosa, dan seterusnya. Itu yang lebih penting untuk kita hadirkan, bukan kita heboh urusan itu.”

Kehebohan tersebut harus kita sikapi dengan bijak dan penuh kesadaran, bahwa tidak hanya mengenai menghijaunya Negeri Arab semata yang dapat mengingatkan kita akan hari kiamat, tetapi kedzaliman-kedzaliman yang setiap hari ada dan dekat dengan kita pun mesti kita sadari serta mengingatkan kita pada hari kiamat. Sebagaimana yang kemudian Buya Yahya sampaikan.

“Sebenarnya ini hanyalah kepiawaian orang untuk mengangkat topik tersebut agar menjadi viral saja, kalau kita sadari ada anak kurang ajar sama ibu, suami membunuh isteri, dan seterusnya itu termasuk tanda-tanda kecil kiamat sugra.”

Ada pun mengenai terjadinya kiamat kubra, tidak harus dikhawatiran kapan waktunya. Kita sebagai orang beriman cukup menyakininya dan terus meningkatkan keimanan kita. Menyakini akan terjadinya kiamat berarti menyadari penuh akan bekal yang harus dipersiapkan selama di dunia ini dengan melakukan amal-amal kebaikan.

“Hari kiamat adalah suatu hari yang harus kita yakini akan tiba, hanya sebatas itu, yakin! Adapun waktunya telah Allah sembunyikan. Tidak usah mikir-mikir kiamat hancurnya semesta kapan akan terjadi, yang terpenting adalah memikirkan kiamatmu sudah jelas akan tiba. Kita semuanya akan mati. Ayo siap-siap, besok mati, besok kiamat sugro, kiamat kita akan tiba… Ayo kita siapkan diri untuk kiamatkita sendiri, dengan amal-amal kita. Itu yang terpenting.”

Selain pentingnya kesadaran akan hari kiamat tersebut, baik kiamat kubra (besar) maupun kiamat sugra (kecil) seperti halnya kematian kita. Menghijaunya beberapa wilayah di Arab Saudi harus dilihat dalam beberapa aspek. Salah satunya menurut pendapat ahli. Beberapa ahli di antaranya menyebutkan, fenomena tersebut terjadi karena curah hujan di Arab Saudi yang cukup tinggi pada bulan awal bulan Januari. Curah hujan itu terjadi hampir terus-menerus dalam durasi panjang. Akibatnya, beberapa daerah di Arab Saudi mengalami kesuburan yang cukup drastis. Alhasil lanskap dan lembah Dua Kota Suci menjadi hijau di tengah pasokan air hujan yang terus menerus. Namun, diperkirakan lanskap akan kembali tandus kembali setelah musim hujan reda.

Dari uraian di atas, ada benang merah yang dapat kita simpulkan dan menjadi pegangan, bahwa menghijaunya tanah Arab tidak semata-mata menjadi tanda mutlak kiamat akan terjadi. Fenomena tersebut justru harus mengantarkan kita untuk semakin sadar dan senantiasa meningkatkan keimanan.

Wallahua’lam bisshawab.

 

Sumber: Youtube Al-Bahjah TV

Tags: , ,

Bagikan ke

Heboh! Gurun Tandus Di Arab Menghijau Disebut Pertanda Kiamat, Begini Penjelasan Buya Yahya

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Cara Menjadi Muslimah yang Tangguh
28 September 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Islam sebagai agama Rahmatan Lil Alamin membawa kemaslahatan bagi seluruh umat manusia serta datang untuk memuliakan wanita.... selengkapnya

Setelah Qurban, Lalu Apa?
28 Mei 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Iduladha bukan sekadar tentang menyembelih hewan qurban. Di balik ibadah itu, tersimpan kisah agung tentang cinta seorang ayah,... selengkapnya

Pertolongan Pertama untuk Mengatasi Kenakalan pada Anak
4 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika anak sakit, orang tua akan pergi menemui dokter, pusat kesehatan, atau orang yang mengerti tentang kesehatan.... selengkapnya

Ketertiban dan Keamanan:  “Kecil di mata kita, tapi kalau sudah dinisbatkan kepada Nabi Muhammad akan menjadi besar”
9 Oktober 2021

Ketertiban dan Keamanan  “Kecil di mata kita, tapi kalau sudah dinisbatkan kepada Nabi Muhammad akan menjadi besar” PUSTAKA AL-BAHJAH-SEKILAS INFO... selengkapnya

Gemerlap Harlah Al-Bahjah: Bersinergi untuk Negeri, Bermanfaat untuk Ummat
3 September 2021

Gemerlap Harlah Al-Bahjah: Bersinergi untuk Negeri, Bermanfaat untuk Ummat   PUSTAKA AL-BAHJAH-NEWS-Tidak terasa tahun ini Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) Al-Bahjah... selengkapnya

Lakukan Ini Agar Anak Terhindar Jeratan Judi Online
30 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Era digital menuntun setiap orang untuk mengakses pelbagai informasi yang mudah dijangkau, tanpa terkecuali dan tanpa memerlukan... selengkapnya

Melek Literasi Digital Menuju Santri yang Berdaya Saing
10 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Teknologi digital telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Pesantren, yang sejak dulu menjadi tempat utama... selengkapnya

Cara Menyikapi Kekurangan dan Kelebihan yang Menghantarkan kepada Kemuliaan
12 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap manusia tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan. Oleh karena itu manusia membawa amanahnya masing-masing. Jika tidak dijaga, kekurangan... selengkapnya

Allah Bersumpah dengan Pena: Simbol Ilmu, Amal, dan Medium Peradaban
8 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Selembar kertas tampak sederhana, rapuh, bahkan sering terabaikan. Namun di balik kesederhanaannya, ia adalah saksi bisu perjalanan ilmu,... selengkapnya

Ketika Shalawat Dianggap Mengultuskan Nabi
17 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di tengah maraknya dakwah melalui media sosial, tidak jarang muncul perdebatan mengenai amalan-amalan dalam Islam, salah satunya adalah... selengkapnya

Heboh! Gurun Tandus Di Arab Menghijau Disebut Pertanda Kiamat, Begini Penjelasan Buya Yahya

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: