Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Heboh! Gurun Tandus Di Arab Menghijau Disebut Pertanda Kiamat, Begini Penjelasan Buya Yahya

Heboh! Gurun Tandus Di Arab Menghijau Disebut Pertanda Kiamat, Begini Penjelasan Buya Yahya

Diposting pada 16 Januari 2023 oleh Redaksi / Dilihat: 1.915 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah – Pengguna media sosial dihebohkan dengan fenomena alam yang terjadi di Arab Saudi. Pasalnya, negeri yang terkenal dengan gurun tandusnya tersebut mendadak menjadi hijau. Padahal pemandangan tersebut tidak biasa terjadi di Negeri Penghasil Minyak Bumi terbesar di dunia tersebut.

Menghijaunya Arab Saudi tersebut menuai berbagai komentar nyeleneh dari warganet. Ada yang mengagumi dan takjub atas pesona dari pemandangan tersebut, serta tak sedikit yang menghebohkannya karena dikaitkan dengan tanda-tanda akan terjadinya kiamat. Postingan-postingan mereka memperlihatkan sebuah foto daratan Arab yang membentang hijau seraya menuliskan hadis tentang tanda akan terjadinya kiamat tersebut.

Hadis yang dikaitkan mereka tentang salah satu tanda akan terjadinya kiamat tersebut yakni hadis yang diiriwayatkan oleh Imam Muslim, bahwasanya Nabi Muhammad Saw pada suatu waktu bersabda, “Hari kiamat tidak berlaku hingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai.” (HR Muslim)

Sumber Gambar: Al-Bahjah TV

Hebohnya akan fenomena tersebut kemudian menjadi pertanyaan yang diajukan oleh salah satu jamaah, pada hari Ahad (15/01/2023) dalam majelis Al-Bahjah yang rutin dilaksanakan setiap Sabtu dan Ahad pagi di LPD Al-Bahjah, Cirebon. Buya Yahya menanggapi, bahwa hari kiamat akan tiba dengan sebuah tanda-tanda itu memang benar adanya, tetapi jika sampai menimbulkan kehebohan yang berlebih, apalagi kehebohannya sampai melalaikan terhadap apa yang seharusnya lebih penting kita perhatikan.

“Apakah kita sudah siap menghadapi kematian di mana kematian tersebut merupakan kiamat kita sendiri? Dengan iman, taqwa, meminta maaf kepada sanak saudara, menjauhi kedzaliman, berhenti berbuat dosa, dan seterusnya. Itu yang lebih penting untuk kita hadirkan, bukan kita heboh urusan itu.”

Kehebohan tersebut harus kita sikapi dengan bijak dan penuh kesadaran, bahwa tidak hanya mengenai menghijaunya Negeri Arab semata yang dapat mengingatkan kita akan hari kiamat, tetapi kedzaliman-kedzaliman yang setiap hari ada dan dekat dengan kita pun mesti kita sadari serta mengingatkan kita pada hari kiamat. Sebagaimana yang kemudian Buya Yahya sampaikan.

“Sebenarnya ini hanyalah kepiawaian orang untuk mengangkat topik tersebut agar menjadi viral saja, kalau kita sadari ada anak kurang ajar sama ibu, suami membunuh isteri, dan seterusnya itu termasuk tanda-tanda kecil kiamat sugra.”

Ada pun mengenai terjadinya kiamat kubra, tidak harus dikhawatiran kapan waktunya. Kita sebagai orang beriman cukup menyakininya dan terus meningkatkan keimanan kita. Menyakini akan terjadinya kiamat berarti menyadari penuh akan bekal yang harus dipersiapkan selama di dunia ini dengan melakukan amal-amal kebaikan.

“Hari kiamat adalah suatu hari yang harus kita yakini akan tiba, hanya sebatas itu, yakin! Adapun waktunya telah Allah sembunyikan. Tidak usah mikir-mikir kiamat hancurnya semesta kapan akan terjadi, yang terpenting adalah memikirkan kiamatmu sudah jelas akan tiba. Kita semuanya akan mati. Ayo siap-siap, besok mati, besok kiamat sugro, kiamat kita akan tiba… Ayo kita siapkan diri untuk kiamatkita sendiri, dengan amal-amal kita. Itu yang terpenting.”

Selain pentingnya kesadaran akan hari kiamat tersebut, baik kiamat kubra (besar) maupun kiamat sugra (kecil) seperti halnya kematian kita. Menghijaunya beberapa wilayah di Arab Saudi harus dilihat dalam beberapa aspek. Salah satunya menurut pendapat ahli. Beberapa ahli di antaranya menyebutkan, fenomena tersebut terjadi karena curah hujan di Arab Saudi yang cukup tinggi pada bulan awal bulan Januari. Curah hujan itu terjadi hampir terus-menerus dalam durasi panjang. Akibatnya, beberapa daerah di Arab Saudi mengalami kesuburan yang cukup drastis. Alhasil lanskap dan lembah Dua Kota Suci menjadi hijau di tengah pasokan air hujan yang terus menerus. Namun, diperkirakan lanskap akan kembali tandus kembali setelah musim hujan reda.

Dari uraian di atas, ada benang merah yang dapat kita simpulkan dan menjadi pegangan, bahwa menghijaunya tanah Arab tidak semata-mata menjadi tanda mutlak kiamat akan terjadi. Fenomena tersebut justru harus mengantarkan kita untuk semakin sadar dan senantiasa meningkatkan keimanan.

Wallahua’lam bisshawab.

 

Sumber: Youtube Al-Bahjah TV

Tags: , ,

Bagikan ke

Heboh! Gurun Tandus Di Arab Menghijau Disebut Pertanda Kiamat, Begini Penjelasan Buya Yahya

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Rapat Koordinasi (Bahu-Membahu dengan Potensi Diri untuk Nabi yang Dicintai)
8 Oktober 2021

Rapat Koordinasi (Bahu-Membahu dengan Segala Potensi Diri untuk Nabi yang Dicintai) PUSTAKA AL-BAHJAH-FLASH BACK-Sebuah kegiatan akbar yang sangat ditunggu-tunggu, yaitu... selengkapnya

Tidak Merasakan Vibes Nya Ramadhan? Jangan-Jangan Karena Ini
2 April 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sahabat Pustaka, bulan Ramadhan merupakan bulan panen raya hamba-hamba terkasih Allah Swt karena pada bulan ini... selengkapnya

Puisi-Puisi Nur Aliyatul Hasanah (5)
9 Juli 2025

  Mampukah Aku? Perjalanan yang kurasa panjang ini… Ke manakah langkah akhir kan berlabuh? Pada hiruk pikuk dunia yang fana... selengkapnya

Di Tengah Kecanggihan, Mengapa Manusia Justru Kehilangan Arah?
8 Mei 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita hidup pada zaman serba cepat, instan, dan terukur. Teknologi berkembang pesat, kecerdasan buatan mulai mengambil alih banyak... selengkapnya

Mokel Puasa Ramadan sebagai Bentuk Sabotase Biologis
6 Maret 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat Ramadan, ramai di media sosial unggahan konten yang menggunakan istilah mokel. Mokel adalah bahasa gaul yang berasal... selengkapnya

Waspadalah! Ini 5 Tanda Orang Yang Akan Mati Su’ul Khotimah
17 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Kita semua tentu berharap agar kelak di akhir hayat kita meninggal dalam keadaan yang baik (khusnul... selengkapnya

Pondok Pesantren: dari Cikal Bakal hingga Menjadi Benteng Peradaban
14 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pesantren adalah lembaga pendidikan yang menaungi para santri untuk belajar agama secara langsung kepada Kyainya. Dalam agama Islam... selengkapnya

Mencium Tangan Guru: Tradisi Hormat atau Tanda Pengkultusan?
21 September 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Mencium tangan guru merupakan sebuah tradisi yang masuk ke dalam bab tabarruk. Tabarruk sendiri berarti mengambil berkah... selengkapnya

Hukum Memandikan Jenazah Terhadap Lawan Jenis dalam Islam
27 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam kehidupan sehari-hari, perbedaan pendapat antara satu orang dengan yang lain atau kelompok yang satu dengan yang lain... selengkapnya

Menyiapkan Bekal Akhirat dengan Sambung kepada Nabi Muhammad Saw
1 Desember 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Dunia ini sangat sementara. Segala yang kita miliki dan kita sayangi akan kita tinggalkan. Tidak ada... selengkapnya

Heboh! Gurun Tandus Di Arab Menghijau Disebut Pertanda Kiamat, Begini Penjelasan Buya Yahya

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: