Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Menulis Itu Mudah?

Menulis Itu Mudah?

Diposting pada 17 Juni 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 578 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita sering kali mendengar dari sebagian orang bahwa menulis itu mudah. Hanya menggoreskan tinta di atas kertas, mengetikannya di dalam piranti laptop, atau semacamnya sambil menuangkan segala sesuatu yang ingin kita ceritakan. Namun ada satu hal yang harus dipahami, menulis itu butuh keahlian. Sebelum kita membahas lebih lanjut tema ini, mari kita memahami terlebih dahulu pertanyaan berikut. Kenapa seseorang menulis?

Barangkali Anda pernah mendengar atau membaca peribahasa, “manusia mati meninggalkan nama”. Ya, peribahasa tersebut sarat akan makna. Seseorang hanya meninggalkan dua hal dari nama yang ada pada dirinya. Pertama, nama baik atau nama buruk. Kedua, nama yang tertulis di karya tulis yang dihasilkan semasa hidupnya. Seperti halnya karya tulis yang masyhur dalam ilmu pengetahuan Islam, yakni karya Imam An-Nawawi dan Imam Al-Ghazali. Bahkan kemasyhurannya sampai ke luar Islam. Dua Imam tersebut meninggalkan dua hal dari nama yang mereka miliki, yakni nama baik dan karya yang tak lekang sepanjang masa.

Menulis adalah upaya untuk menyebarkan informasi atau sesuatu yang kita ketahui kepada orang lain melalui media tulis. Walaupun penyebaran informasi dapat dilakukan secara lisan, media tulis tetap menjadi pilihan terbaik yang selalu dipilih oleh sebagian orang. Sebab media tulis selalu meninggalkan jejak bagi setiap pemilihnya. Karenanya di saat menulis seseorang akan dituntut untuk memiliki dan memahami dua keterampilan dasar.

Kedua keterampilan dasar ini pertama kali kita peroleh saat pendidikan di tingkat dasar. Kedua keterampilan dasar ini merupakan bagian dari keterampilan dasar dalam berbahasa, yakni membaca dan menulis. Sebelum akhirnya secara perlahan kita juga dikenalkan dengan dua keterampilan dasar berbahasa lainnya, yakni menyimak dan berbicara. Walaupun dalam kenyataannya, keterampilan dasar yang diajarkan di pendidikan dasar sangatlah banyak─selain keterampilan dasar berbahasa. Namun dalam tulisan ini kita hanya memfokuskan pada pembahasan dua keterampilan dasar berbahasa saja.

Saat belajar membaca di pendidikan dasar, kita akan belajar membaca suatu tulisan sesuai dengan apa yang kita dengar dan lihat. Kedua, kita juga belajar menulis sesuatu sesuai dengan apa yang didiktekan. Melalui dua hal tersebut, peserta didik sejatinya telah dibekali kemampuan untuk bisa menulis dan memahami sebuah tulisan. Sebab saat menulis, seseorang akan menulis sesuatu sesuai dengan apa yang terdengar, terlihat, terbayang, dan terdiktekan di dalam pikirannya.

Kalau kita menggali lebih jauh maksud dari dua keterampilan dasar berbahasa tersebut, maka saat itulah kita sedang melatih diri untuk terbiasa mendengarkan informasi lebih mendalam. Melalui kemampuan tersebut, kita bisa membangun dan memahami sebuah informasi sehingga dapat mengetahui apa yang sedang dibicarakan dan hal apa yang ingin disampaikan. Karena sejatinya tulisan adalah bahasa lisan yang ditulis secara terstruktur. Keterampilan tersebut membuat seseorang mampu berpikir kritis (critical reasoning) untuk bisa mengolah dan memahami informasi yang dia peroleh sehingga dapat menjadikannya sebuah tulisan.

Melalui dua keterampilan dasar berbahasa tersebut, seseorang mendapatkan tiga hal.

  1. Mengasah kemampuan berdialog/berdialektika/balaghah.
  2. Saat mendapatkan informasi, dirinya mampu melihat informasi itu dari berbagai sudut pandang secara baik (komprehensif).
  3. Mampu mencari, fokus, dan mendalami inti permasalahan (kritis).

Melalui dua keterampilan dasar berbahasa, yakni membaca dan menulis, seorang anak mampu mengimajinasikan dan mempertanyakan segala sesuatu yang seharusnya dipertanyakan oleh orang dewasa. Jika kita pernah ditanya oleh anak kecil dengan pertanyaan, “Allah itu di mana?” atau “Kenapa langit warnanya biru?”, maka pertanyaan tersebut merupakan salah satu langkah awal dalam membangun pikiran yang kritis dan logis. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, seseorang perlu kembali kepada pelajaran pertama yang diperolehnya saat kecil, yaitu membaca dan menulis. Karena dari dua kegiatan tersebut akan muncul keingintahuan seseorang untuk mengetahui segala sesuatu sehingga dia bisa menjawab pertanyaan anak tersebut.

Karena itulah menulis tidak bisa dilakukan oleh semua orang sebelum dia bisa berpikir kritis. Alasannya, menulis itu memerlukan sebab akibat (awal dan akhir) yang muncul dari kebiasaan untuk mencari tahu. Kalau kita pernah membaca sebuah buku pelajaran, jurnal ilmiah, makalah, novel, cerpen, komik, manga, atau berita, maka keseluruhan tulisan tersebut pasti mengandung pendahuluan dan simpulan yang merupakan sebab dan akibat dari sebuah tulisan. Tanpa kita sadari dengan membaca karya tulisan lalu menulis ulang tulisan tersebut akan membantu kita untuk berlatih belajar menulis. Ingat! proses belajar mengajar itu dua arah. Murid belajar dari guru dan guru juga belajar dari murid. Salah satunya, murid belajar ilmu, guru belajar pengalaman.

Kemampuan menulis bisa dimiliki oleh semua orang kalau kita sering membaca dan menulis. Bacalah tulisan apa pun yang ada di sekitar kita dan tulislah segala sesuatu yang kita ketahui seperti membuat sebuah diari. Hal lain yang perlu kita ketahui, membaca dan menulis mampu menyehatkan mental seseorang karena dapat merehatkan dirinya sejenak dari kesibukan dunia. Bahkan sebelum adanya teknologi, orang tua, atau kakek dan nenek kita memiliki kelihaian serta keelokan bahasa dalam menulis.

Hal yang harus diperhatikan adalah bagaimana kita bisa mempertahankan dua kemampuan tersebut di tengah kemajuan teknologi. Apa lagi dengan adanya Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan seperti ChatGPT dan Meta AI. Seseorang dapat menulis tanpa perlu bersusah payah memiliki dua keterampilan dasar. Padahal dengan sadar kita tahu bahwa kemampuan AI seperti ChatGPT dan Meta AI akan terus dikembangkan sehingga mampu menguasai dua keterampilan dasar tersebut.

Sebagai buktinya, jika kita meminta ChatGPT di OpenAi atau Meta AI di WhatsApp untuk memberikan ide, tema, slogan, hastag, atau membuatkan tulisan tentang suatu topik dalam gaya tulis manusia, mereka mampu membuatnya. Sebab kedua entitas AI tersebut selalu terus menerus belajar cara mengolah informasi melalui seluruh karya tulis yang ada di internet.

Seseorang yang membiasakan dirinya untuk menyerahkan kebiasaan menulis kepada teknologi atau orang lain dan tidak menulis keseluruhan tulisannya, pada hakikatnya telah menyerahkan salah satu keunggulan dirinya sebagai manusia, yaitu kemampuan untuk berpikir kritis dalam sebuah tulisan. Lebih malangnya lagi, seseorang yang bergantung pada AI secara tidak sadar telah merelakan keterampilan dasar untuk membaca dan menulis yang dia latih sejak kecil.

Oleh karena itu, kalau kita memiliki kendala saat menulis, sulit mengungkapkan informasi, atau sulit berbicara dengan orang lain, maka hal yang mungkin terjadi adalah kita jarang membaca dan menulis. Sederhananya, kita melepaskan pelajaran dasar kita saat kecil setelah beranjak dewasa. Melalui tulisan ini mari kita kembali bertanya, apakah menulis itu mudah? Jawabannya adalah mudah bagi mereka yang membiasakan diri untuk selalu belajar membaca dan menulis.

 

Penulis: Fahmi Sidik Marunduri

Penyunting: Idan Sahid

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Menulis Itu Mudah?

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Ini Dia Kunci Sukses Pernikahan yang Sehat
30 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Hubungan yang sehat dalam pernikahan adalah ketika pasangan saling mendukung, menghargai, dan memahami satu sama lain serta... selengkapnya

Cara Perempuan Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial (1)
15 Oktober 2025

(Bagian kesatu dari dua tulisan) Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sahabat Muslimah, masih ingatkah dengan platform friendster? Buat yang belum tahu, friendster adalah... selengkapnya

Orang Tua Juga Bisa Durhaka kepada Anak
24 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam Islam, relasi orang tua dan anak sering dibahas dalam kerangka birr al-walidayn, yang menekankan kewajiban anak untuk... selengkapnya

Cara Meraih Keutamaan Lailatul Qadar bagi Wanita yang Sedang Haid
25 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan dan lebih baik dari seribu bulan, malam yang penuh... selengkapnya

3 Cara Berbakti Kepada Orang Tua Saat Jauh dari Mereka
14 November 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban dalam Islam, setiap detik kita tidak boleh terlepas dari berbakti... selengkapnya

Kenapa Masih Ada yang Meninggalkan Shalat?
9 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita diciptakan di dunia ini tidak lain adalah untuk menyembah Sang Pencipta Allah Subhanahu wa Ta’ala: وما خلقت... selengkapnya

Pendidikan Formal Al-Bahjah: Tak Hanya Mencerdaskan, tapi Menyejukkan Hati
16 September 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sejak berdirinya, pendidikan formal Al-Bahjah telah menjadi tujuan masyarakat untuk menitipkan para putra dan putrinya dalam menimba ilmu... selengkapnya

Merawat Hati di Tengah-Tengah Gempuran Teknologi Informasi
11 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Hati memiliki dua pintu utama, yaitu mata dan telinga. Segala informasi yang diterima hati melalui mata dan telinga... selengkapnya

Berbakti kepada Orang Tua yang Telah Lanjut Usia
21 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Orang tua yang telah memasuki lanjut usia berbeda dengan orang tua yang masih berusia sekitar 40 tahunan ke... selengkapnya

Lakukan 4 Hal Ini untuk Menjaga Silaturahmi, Nomor 1 Bisa Dilakukan Tanpa Harus Bertemu
6 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Menjaga silaturahmi merupakan salah satu hal yang penting yang tidak boleh kita abaikan begitu saja. Melalui Nabi Muhammad... selengkapnya

Menulis Itu Mudah?

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: