● online
Tanda Allah Cinta kepada Kita

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita sudah sering mendengar kata cinta. Pengungkapannya pun telah banyak ditampakkan dalam berbagai bentuk oleh sebagian besar manusia. Ada cinta yang menjelma usaha seorang suami untuk mencukupi kebutuhan istrinya, kelembutan dan kasih sayang seorang istri kepada suaminya, kehangatan dan rasa nyaman yang diberikan orang tua kepada anaknya, atau penghormatan dan saling dukung antara saudara serta sahabat. Bahkan menyayangi dan menjaga semua makhluk hidup dari segala hal yang berbahaya juga termasuk bentuk dari cinta. Itulah sebagian kecil bentuk cinta yang bisa kita perhatikan dan dirasakan dalam kehidupan. Bentuk cinta yang sangat melapangkan hati dan menyejukkan dada. Semua itu adalah bentuk cinta yang lembut, hangat, nyaman, dan berhawa kasih sayang, lantas adakah bentuk cinta yang berbeda dari itu semua?
Pada dasarnya mencintai itu perlu bukti dan dalam setiap bentuk cinta ada tingkatan pembuktiannya. Tidak sah seseorang mendaku cinta kalau dirinya belum mengagungkan cinta tersebut. Cinta tidak akan terasa indah dan tampak sia-sia jika tidak ada pembuktian. Itulah yang menjadi alasan manusia selalu berusaha memberikan kebahagiaan, kenyamanan, atau dan ketenteraman kepada yang dicinta sebagai bukti bahwa dia mencintainya.
Akan tetapi banyak orang yang tidak memahami kalau cinta bisa muncul dalam bentuk ujian hidup. Seorang ayah yang tidak bisa membelikan mainan untuk anaknya karena tidak memiliki biaya. Seorang ibu yang rela mengatakan kenyang agar anaknya bisa makan lebih banyak. Bahkan seorang anak yang berusaha menyembunyikan masalahnya agar orang tuanya tidak semakin sulit di tengah-tengah susahnya mencari rezeki. Itulah sebagian dari bentuk cinta, sebuah keinginan agar yang dicintai selalu berada dalam kebahagiaan, kenyamanan, dan ketenteraman.
Pada dasarnya keagungan cinta sudah diajarkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Selain memberikan nikmat dan rezeki kepada hamba-Nya, Allah juga menampakkan cinta-Nya dalam bentuk ujian dan cobaan. Kalau kita hanya melihat zahirnya ujian dan cobaan itu, maka semuanya akan tampak sebagai masalah yang mempersulit hidup. Namun, jika kita melihat masalah dengan perenungan panjang, kita akan sadar kalau itu adalah cara Allah untuk meningkatkan kualitas hidup kita di dunia dan di akhirat. Bahkan di balik masalah yang Allah berikan, kita bisa mengetahui hal-hal yang sebelumnya tidak kita ketahui. Beriringan dengan itu, ujian dan cobaan adalah peringatan bahwa kita hampir melampaui batas dan Allah menginginkan agar kita segera menghentikannya.
Cinta Allah begitu agung dan mulia. Allah tidak saja memberikan cinta dalam bentuk ketenangan hidup, kelimpahan rezeki, kesehatan yang baik, silaturahmi yang terjaga, dan mudahnya melakukan ibadah. Berdampingan dengan itu, Allah juga memberikan cinta dalam bentuk ujian sebagai cara agar kita bisa meningkatkan kualitas dan kuantitas hidup. Allah berkeinginan agar hidup kita seimbang. Selain memperoleh nikmat, Allah ingin mengajarkan kepada kita cara mensyukuri nikmat yang telah diberikan. Di saat kita merasa kalau menjaga kesehatan cukup dengan olahraga yang teratur, maka Allah memberikan pegal dan linu kepada kita agar kita bisa menyeimbangkan olaharga itu dengan banyak minum air putih dan istirahat yang cukup. Itulah cinta Allah kepada kita, tidak semua dalam bentuk kelezatan hidup tetapi terkadang juga dalam bentuk ujian dan cobaan. Akan tetapi, ujung dari semua itu adalah satu, kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Terkadang Allah membuktikan cinta-Nya dengan memberikan berbagai macam pengalaman agar kita bisa menjalani hidup dengan lebih baik. Namun tidak semua orang tahu kalau semua itu adalah cinta. Terkadang kita sering salah menduga kalau semua ujian yang Allah berikan adalah beban hidup dan bukan sebuah cinta. Padahal sesungguhnya kita tahu bahwa ujian dan masalah itu lebih sering terkenang dalam benak manusia daripada kesenangan itu sendiri.
Kita tahu bahwa satu masalah yang telah kita lalui bisa membuat diri kita lebih bijak dalam menghadapi masalah yang lain. Bahkan sering menjadi sumber inspirasi dan semangat agar kita tidak jatuh pada masalah yang sama. Tak hanya itu, masalah dan ujian juga menjadi cara termudah bagi kita agar doa dan harapan kita terkabul oleh Allah. Itulah bentuk cinta Allah kepada Hamba-Nya. Selain dapat mengangkat derajat dan menghapus dosa hamba-Nya, Allah ingin kita menjalani hidup dengan lebih baik. Allah ingin kita mengembangkan diri.
Hal ini pula yang selalu diingatkan oleh guru kita Buya Yahya bahwa:
“Ada tanda cinta dari Allah Swt kepada hamba-Nya yang beriman. Namun kadang seorang hamba belum memahami tanda tersebut sehingga cinta Allah tidak dibalas dengan cinta.”
Oleh karena itu, mari kita bersama-sama kembali memaknai bentuk cinta dari segala perwujudannya. Jangan sampai kita memandang cinta hanya dalam bentuk hal-hal yang menyenangkan saja. Akan tetapi, mari kita memandang segala hal yang memberatkan hati sebagai cinta yang agung dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Penulis: Fahmi Sidik Marunduri
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Tanda Allah Cinta kepada Kita
Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang benar maka kualitas keimanan seseorang akan semakin kuat. Mengimani sesuatu yang ghaib berdasarkan yang kita dengar tanpa melibatkan akal di dalamnya memerlukan upaya yang pelik. Namun dengan bahasa yang lugas, sederhana, dan dilengkapi dengan cara… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Terkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail ketika disebutkan di sebagian kitab-kitab nahwu khususnya kitab nahwu klasik. Maka kami kumpulkan catatan kecil ini dengan harapan dapat memudahkan para pelajar pemula yang ingin menguasai dasar-dasar qoidah ‘adad ma’dud. Ukuran: 16 cm x 24… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700Buku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang dilengkapi dengan ketentuan mengenai cara serta waktu bersuci. Semuanya dipaparkan dalam buku ini dengan lebih praktis dan mudah dipahami. Karena permasalahan ini sangat erat hubungannya dengan bermacam-macam ibadah, seperti shalat, puasa, thawaf, dan lain-lain. Maka… selengkapnya
Rp 149.000Buku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan Hadist Jibril. Karena dalam hadist tersebut terjadi dialog antara Baginda Nabi Muhammad dengan Malaikat Jibril. Dalam dialog khusus tersebut Nabi Muhammad Saw telah mengajarkan kepada kita tentang tiga pilar agama yang jika ada salah satu… selengkapnya
Rp 56.000Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah dari renungan singkat di sepanjang perjalanan penulis dalam menjalankan tugas dakwah di jalan Allah Swt. Dari pengalaman yang berharga tersebut kemudian menjadi hikmah yang bertebaran dan dikumpulkan, kemudian dihadirkan dengan harapan adanya kebaikan dan sesuatu… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000Buku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab untuk mempelajari dasar-dasar bahasa arab sehingga mereka mampu mempraktekkan dalam percakapan sehari-hari. ukuran: 17 cm x 25 cm (B5) Kertas Isi: Bookpaper Hitam Putih Sampul: Soft Cover, Laminasi Dof, Spot UV Emboss Jilid: Lem Panas… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000Buku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan dzikir yang dianjurkan dan diamalkan oleh Nabi Muhammad Saw serta para sahabatnya. Dimulai dari tasbih, tahmid, takbir, beserta doa-doanya. Dzikir sebagai upaya senantiasa mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah Swt, dzikir harus diamalkan secara konsisten… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000Lima Tiang Ada lima tiang Tiang itu berdiri kokoh Kokoh karena selalu dijaga Dijaga dan dilestarikan Tiang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Kurban merupakan salah satu sunah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Berkurban dilakukan dengan menyembelih berbagai hewan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Shalat merupakan ibadah utama dalam Islam yang memiliki rukun-rukun tertentu yang harus dipenuhi agar sah. Salah satu... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Berbakti kepada orang tua merupakan kewajiban dalam Islam, setiap detik kita tidak boleh terlepas dari berbakti... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Saat kita memiliki pemimpin atau atasan, Buya Yahya mengingatkan agar kita tidak lupa untuk mendoakan mereka. Jangan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pertanyaan ini dapat muncul di kalangan umat Islam, yakni tentang bagaimana Allah Subhanallahu wa Ta’ala menghukum hambanya.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama karya Buya Yahya merupakan sebuah karya yang sangat menarik dan penuh makna,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Adanya percekcokan dalam rumah tangga memang bikin hati perih. Tak sedikit pasangan yang mendapati kesulitan dalam membangun... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Setelah menunaikan ibadah haji, seorang muslim akan kembali ke tanah air dan tempat tinggalnya masing-masing. Adab... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sebanyak 483 calon jamaah Umroh Munajat Kubro memadati ballroom Hotel Grage, Cirebon, dalam kegiatan Manasik Akbar yang berlangsung... selengkapnya

Saat ini belum tersedia komentar.