● online
- Fiqih Bepergian Solusi Shalat di Perjalanan....
- BUKU THAHARAH - BERSUCI - KARYA BUYA YAHYA....
- Buku Aqidah - Hadits Jibril....
- INDAHNYA MEMAHAMI PERBEDAAN PARA ULAMA KARYA BUYA ....
- Silsilah Fiqih Praktis Jenazah....
- Kitab Bidayatul Wushul 1....
- العدد والمعدود....
- Sam'iyyat - Beriman Kepada yang Gaib....
Bolehkah Meminta Air Keberkahan kepada Orang Saleh?

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Air sering kali dijadikan sebagai media untuk mendapatkan keberkahan, baik melalui doa maupun sebagai perantara untuk keberkahan semata. Di kalangan masyarakat Islam di Indonesia, kepercayaan ini masih banyak ditemui. Mereka meyakini bahwa air yang telah dibacakan doa oleh orang saleh dapat mengandung keberkahan, sehingga sering digunakan dalam berbagai acara keagamaan maupun untuk tujuan spiritual lainnya. Tradisi ini sudah menjadi bagian dari keyakinan umat dalam meraih kebaikan melalui media yang dianggap memiliki pengaruh spiritual.
Buya Yahya, menyampaikan bahwa pembahasan mengenai mengambil keberkahan dari air yang telah didoakan sebenarnya termasuk dalam diskusi yang lebih luas. Hal tersebut dapat diurai dengan sebuah pertanyaan mengenai bolehkah kita mengambil keberkahan dari orang-orang saleh? Beliau menegaskan bahwa mengambil keberkahan dari Nabi Muhammad Saw sudah pasti bisa dilakukan. Baik melalui tiupan, bekas pakaian, atau barang-barang yang pernah disentuh oleh Nabi, semuanya memiliki keberkahan yang jelas dan telah diakui. Ini merupakan bagian dari keyakinan umat Islam bahwa segala sesuatu yang berhubungan dengan Nabi Saw memiliki nilai keberkahan tersendiri.
Begitu juga dengan mengambil keberkaan dari orang saleh, sebagian ulama berpendapat bahwa hal tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang, seperti doa-doa kebaikan. Selama doa tersebut bertujuan untuk kebaikan, meminta keberkahan dari orang-orang yang saleh dianggap sebagai hal yang sah. Misalnya, tiupan atau doa yang diberikan oleh orang saleh sering kali diyakini membawa kebaikan dan keberkahan bagi yang memintanya. Buya Yahya menegaskan bahwa tindakan seperti ini tidak bermasalah dalam Islam dan dapat diterima selama niatnya baik.
Namun, perbedaan pendapat dalam hal ini tetap ada di kalangan umat Islam. Sebagian saudara seiman menolak keyakinan ini, mengeklaim bahwa tindakan meminta keberkahan dari orang saleh tidak dapat dipertanggungjawabkan secara syar’i. Meskipun demikian, Buya Yahya menyikapi perbedaan pendapat ini dengan bijak. Beliau menyarankan agar perdebatan seperti ini tidak perlu diperpanjang karena isu ini bukanlah hal baru dalam Islam. Bahkan, perdebatan mengenai keberkahan sudah ada sejak zaman dahulu.
Buya Yahya menekankan bahwa selama praktik ini masih dipercaya dan dilakukan dengan niat yang baik, maka hal tersebut sah-sah saja dan tidak menimbulkan dosa besar. Keyakinan terhadap keberkahan ini merupakan bagian dari tradisi Islam yang telah lama dijalankan, dan setiap individu berhak memegang keyakinannya masing-masing tanpa harus memaksakan pandangan kepada orang lain.
Sebagai penutup, keyakinan tentang air yang dibacakan doa oleh orang saleh dan kepercayaan akan keberkahan dari mereka yang dekat dengan Allah Swt adalah bagian dari keragaman tradisi dalam Islam. Meskipun terdapat perbedaan pandangan di antara para ulama dan sesama muslim terkait hal ini, penting untuk tetap menghormati keyakinan satu sama lain tanpa memperbesar perbedaan. Dan titik beratnya adalah, kekuatannya bukan berasal dari air atau orang yang memberikan airnya, melainkan dari Allah Swt yang mengabulkan doa hamba-Nya.
Buya Yahya menegaskan kembali, selama niatnya baik dan tidak menimbulkan kerugian, mencari keberkahan tidaklah dilarang, bahkan bisa menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Sebab, pada hakikatnya, semua amal ibadah dan keyakinan tentang keberkahan kembali kepada niat dan hubungan pribadi setiap individu dengan Allah Swt. Dengan saling menghormati perbedaan, kita dapat memperkuat ikatan persaudaraan dalam Islam dan menjalani hidup yang penuh keberkahan serta kebaikan.
Wallahu A’lam Bishowab
Penulis: Andi Nugraha
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.
Bolehkah Meminta Air Keberkahan kepada Orang Saleh?
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Hati merupakan bagian sensitif dari diri manusia. Melaluinya kita bisa merasakan ketenangan, keindahan, dan kegembiraan hidup. Begitu juga... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Hari Raya Iduladha adalah hari kegembiraan bagi umat Baginda Nabi Muhammad Saw dan sebentar lagi... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam kehidupan sehari-hari, perbedaan pendapat antara satu orang dengan yang lain atau kelompok yang satu dengan yang lain... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pertumbuhan dunia teknologi informasi dan komunikasi (TIK) mengharuskan berbagai aspek melakukan penyesuaian, mulai dari regulasi, konten, dan tata... selengkapnya
Cahaya matahari masuk ke sela-sela ruang kamarku. Aku menggeliat malas, tubuhku terasa sakit di beberapa bagian. Kejadian semalam seperti mimpi.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Saat ini, kita telah berada di pertengahan bulan Rabi’ul Awal. Bulan penuh rahmat dan kemuliaan. Tidak... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam kehidupan berumah tangga, hubungan suami dan istri bukanlah hubungan saling menuntut atau saling membebani, tetapi hubungan saling... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan menjelang Hari Raya Iduladha yakni mengenai kebolehan orang yang hendak melakukan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah Cirebon – Nabi Muhammad Saw adalah manusia agung dan mulia, sehingga setiap hal yang berkaitan dan berkenaan dengan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Hari ini merupakan puncak acara peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang bertajuk Maulid dan Silaturahmi Akbar... selengkapnya
Buku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Buku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000Buku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Buku Fiqih Jenazah karya Buya Yahya adalah sebuah karya yang membahas secara komprehensif tentang tata cara dan hukum-hukum yang berkaitan… selengkapnya
Rp 58.000Buku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000Di antara hal yang disepakati oleh para ulama bahwa agama Islam adalah agama yang relevan untuk setiap zaman dan di… selengkapnya
Rp 90.000 Rp 110.500Buku Fiqih Shalat karya Buya Yahya ini berisi pedoman lengkap mengenai hukum fiqih dan tata cara dalam menjalankan ibadah shalat…. selengkapnya
Rp 59.000Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000
Saat ini belum tersedia komentar.