● online
Wanita Mulia, Menebar Cahaya dalam Setiap Langkah Hidupnya

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika seorang wanita hadir dengan kemuliaan dan kesalehannya, ia membawa keberuntungan besar bagi orang-orang yang berada di sekitarnya. Allah Swt mengibaratkan wanita seperti tanah, karena dari tanahlah semua kehidupan bermula.
“Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan izin Tuhan; dan tanah yang buruk, tanaman-tanamannya yang tumbuh merana. Demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kebesaran Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.” (Q.S. Al-Araf: 58)
Para orang tua akan beruntung ketika memiliki anak perempuan atau seorang wanita salehah dalam keluarganya, karena kehadirannya bisa menjadi pelindung dari panasnya api neraka.
“Barang siapa yang menanggung nafkah dua anak perempuan sampai balig, maka pada hari kiamat antara saya dan dia seperti ini, (beliau menggabungkan jari-jarinya)”. (HR. Muslim)
Seorang suami pun akan beruntung memiliki pasangan terbaik yang mendampinginya menuju akhirat, sementara anak-anaknya memperoleh madrasah terbaik dalam dirinya. Sebagaimana Rasulullah Saw berkata kepada Sayyidina Umar bin Khatab.
“Sebaik-baik simpanan yang dimiliki olehmu wahai Umar, sungguh simpanan terbaik ialah seorang wanita salehah yang membantumu dalam urusan akhirat.”
Dari sini kita memahami beratnya perjuangan dakwah Nabi Nuh a.s. Nabi Nuh memiliki istri yang membangkang dan tidak taat kepada Allah Swt, sedangkan istri Nabi Ibrahim a.s. memiliki ketaatan luar biasa. Ulama menjelaskan bahwa perbedaan antara keduanya terletak pada support system yang mendukung mereka.
Menyelesaikan urusan dalam diri sendiri sangatlah penting. Setiap wanita seharusnya menuntaskan permasalahan pribadinya terlebih dahulu, karena amanah yang lebih besar tidak akan berjalan baik hingga urusan dalam dirinya selesai. Kejayaan Islam pun sulit dicapai tanpa tegaknya keimanan pada wanita.
Sebelum Allah Swt memberi amanah Nabi Isa a.s. kepada Sayyidah Maryam, Dia menguji Sayyidah Maryam dengan ibadah-ibadah yang mendalam hingga ia siap menerima amanah tersebut. Seorang wanita perlu menyelesaikan urusan pribadinya agar lebih mudah menjalankan amanah yang diberikan kepadanya. Ada dua pilar utama yang penting untuk pengembangan dirinya:
- Komitmen hatinya untuk tetap dalam penghambaan kepada Allah Swt.
- Mengasah karakter pribadinya.
Kemuliaan seorang wanita tidak bisa dicapai hanya dengan taat beribah kepada Sang Khalik, tetapi dia yang mau terus mengembangkan diri dan menjadi cahaya di dalam setiap langkah hidupnya. Hal tersebut dapat dicapai salah satunya dengan membaktikan diri menjadi pembelajar sepanjang hayat. Seorang wanita sesungguhnya memiliki hak bahkan diperintahkan untuk belajar. Karena beribadah kepada Allah Swt saja tidak cukup jika hanya mengandalkan kebodohan. Beribadah kepada Allah Swt tidak cukup hanya dengan prasangka, tetapi beribadah kepada Allah Swt haruslah dengan keilmuan.
Dampak ketika seorang wanita itu tidak belajar maka mereka akan dikuasai oleh perasaan dan didorong oleh kebodohan. Hal itu akan menjadi pintu yang membawa mereka pada dosa dan maksiat. Sebab para wanita adalah makhluk yang didominasi oleh perasaan. Para wanita itu masuk neraka juga disebabkan karena dirinya dikuasai oleh perasaan.
“Sebaik-baik wanita itu, wanita anshar…” (Sebuah kutipan dari HR. Abu Daud)
Disebut sebagai perempuan yang terbaik bahkan disebutkan dengan pengkhususan, karena sesungguhnya rasa malu yang mereka miliki tidak menghalangi mereka untuk belajar agama. Karena saat seorang wanita itu menuntut ilmu, maka dia akan tahu apa petunjuk yang harus dilakukan dalam kehidupan. Dengan ilmu seorang wanita tidak mudah terombang-ambing dengan perasaan, hatinya tidak mudah meletup-letup dengan emosinya dan syariat akan mudah ia tegakkan ketika mereka mengetahui ilmunya.
Hati berperan besar dalam kehidupan, apa pun yang dilakukan, hendaknya berorientasi hanya pada Allah Swt. Kualitas hati seorang istri memengaruhi sikap suami, dan kualitas hati seorang ibu akan berdampak pada anak-anaknya, bahkan yang masih dalam kandungan. Maka, untuk mengasah karakter pribadi seorang wanita yang mulia, mulailah dengan menghadiri majelis ilmu. Ketika para wanita belajar, maka dia akan tahu apa petunjuk yang harus dilakukannya dalam kehidupan. Semoga setiap wanita dapat terus menebar cahaya dengan kemuliaan dan kebaikan dalam setiap langkahnya, menjadikan dunia ini penuh dengan keberkahan.
Penulis: Intan Puspitayana
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.
Wanita Mulia, Menebar Cahaya dalam Setiap Langkah Hidupnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Haru dan bahagia pecah diantara para santri dan pejuang pada sore hari Jumat 3 Sya’ban 1444... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sedekah adalah salah satu amalan yang bisa dilakukan oleh setiap Muslim, baik dirinya kaya maupun fakir. Dalam Islam... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Kontestasi politik di negara Indonesia seakan tidak pernah ada habisnya. Termasuk pada saat-saat akan dilaksanakannya pemilihan umum... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Seseorang diibaratkan sebagai rumah yang harus memiliki pondasi dalam hidupnya. Jika rumah tidak memiliki pondasi atau pondasi... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Salah satu golongan orang yang akan masuk neraka adalah laki-laki dayyuts. Siapakah laki-laki dayyuts ini? Ummi... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ada dua metode paling populer untuk menentukan awal bulan Hijriyah, yakni rukyat dan hisab. Perbedaan metode ini... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam perjalanan mencari jodoh, mungkin kita pernah bertanya-tanya, “Apakah jodoh yang telah Allah tetapkan untuk kita akan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Ibadah haji merupakan ibadah yang sangat diimpikan oleh jutaan umat islam di seluruh dunia. Banyak diantara... selengkapnya
Judul Buku: Fiqih Qurban Penulis: BuyaYahya Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Tebal Buku: ix+82 halaman Buku Fiqih Qurban Karya Buya Yahya... selengkapnya
Terkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700Buku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000Buku Fiqih Jenazah karya Buya Yahya adalah sebuah karya yang membahas secara komprehensif tentang tata cara dan hukum-hukum yang berkaitan… selengkapnya
Rp 58.000Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd. Tebal buku: xi+138 Buku saku Kosa Kata (Almufrodat) Sehari-Hari ini merupakan pelengkap untuk… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 29.900Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000
Saat ini belum tersedia komentar.