Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Memaknai Tahun Baru Hijriah sebagai Momentum untuk Hijrah

Memaknai Tahun Baru Hijriah sebagai Momentum untuk Hijrah

Diposting pada 26 Juni 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 810 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sejarah penetapan kalender Hijriah dilakukan dengan proses musyawarah dan pemufakatan yang serius. Setidaknya ada empat hal yang menjadi bahan musyawarah Khalifah Umar bin Khattab Radiyallahu ‘Anhu beserta para sahabat dalam menetapkan awal Tahun Hijriah: waktu kelahiran (maulid); waktu pengangkatan kenabian-kerasulan; waktu hijrah ke Madinah; dan waktu wafat Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam.

Para sahabat kemudian memberikan beberapa pendapat untuk mengerucut pada satu kesepakatan. Dari beberapa peristiwa sebagai pertimbangan penetapan awal tahun, waktu Hijrah lebih cocok karena waktunya lebih pasti dalam ingatan para sahabat. Sedangkan waktu (tahun) kelahiran dan pengangkatan kenabian-kerasulan Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam cenderung diperselisihkan. Adapun seandainya menggunakan waktu wafat Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam juga dihindari karena hanya akan memunculkan kesedihan. Akhirnya, pilihan penentuan Tahun Baru Islam jatuh pada peristiwa Hijrah.

Hijrah dalam konteks peristiwa tersebut adalah berpindahnya Nabi dan para sahabat dari satu tempat ke tempat yang lain, yakni dari Mekkah ke Madinah. Namun Hijrah juga dapat dimaknai dalam bentuk yang kedua, yakni hijrah secara rohani. Secara lebih luas hijrah secara rohani (baca: maknawi) ini mencakup perubahan dari kondisi yang buruk ke kondisi yang lebih baik, baik secara fisik maupun spiritual. Serta meninggalkan perbuatan buruk dan maksiat untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Makna hijrah inilah yang harus kita hadir dalam momentum pergantian Tahun Hijriah kali ini.

Pada Tahun Hijriah yang baru ini merupakan momentum bagi kita untuk berpindah dari perbuatan-perbuatan tercela di tahun yang sebelumnya menuju prilaku indah yang dihiasi dengan penuh tekad yang kuat untuk senantiasa istiqamah menjalankannya. Sebab, hijrah yang baik adalah hijrah yang tidak hanya dilakukan di awal atau hanya sekadar seremonial belaka.

Kesungguhan hijrah ini juga harus meliputi semua aspek kehidupan manusia. Sebab, manusia sendiri dilingkupi oleh berbagai hal yang mengitarinya─bukan hanya spiritual. Dimulai dari aspek sosial, budaya, norma, dan lain sebagainya yang saling bertaut. Pada aspek tertentu misalnya, seseorang terkadang memiliki keistiqamahaan dalam hal spiritual, tetapi dari aspek sosial diabaikan. Tentu untuk seperti itu─seimbang menyelaraskan hidup─perlu tekad maksimal dalam mencapai maqam insan kamil─mencapai kesempurnaan spiritual dan keselarasan dalam hubungannya dengan Allah maupun dengan sesama manusia.

Meskipun Hijrah fisik sudah tidak ada setelah penaklukan kota Mekkah, Hijrah fisik masih relevan secara filosofis. Makna hijrah ini mengisyaratkan bahwa jika umat Islam menginginkan suatu kebaikan dunia maupun akhirat, mestilah bergerak secara dinamis dan teorganisir. Kisah heroisme perjuangan para sahabat mesti di-tadabbur-kan di tengah penyakit pola pikir konsumeristik-individualisme-egoisme yang menjangkit manusia modern saat ini. Bukan dimaknai sebatas kepindahan dari Mekkah ke Madinah.

Selain meluaskan makna hijrah, baik fisik maupun rohani, hijrah juga mesti kembali pada makna yang membumi. Sebab, pada masa sekarang kata hijrah identik dengan sesuatu yang berat-menyusahkan. Padahal dalam konteks masa kini hijrah dapat dilakukan berdasarkan kemampuan dan disesuaikan dengan keadaan seseorang.

لَاهِجْرَةَ بَعْدَ فَتْحِ مَكَّةَ ، وَلَكِنْ جِهَادٌ وَنِيَةٌ ، وَإِذَا اسْتُنْفِرْتُمْ فَانْفِرُوْا

Artinya: “Tidak ada kewajiban hijrah setelah penaklukan kota Mekkah, melainkan jihad dan niat. Apabila kalian diajak berperang (di jalan Allah), maka berangkatlah.” (HARI. Imam an-Nasai)

Jihad dalam Islam tidak boleh dipahami secara sempit hanya sebagai perang melawan kafir semata. Namun jihad masa kini hendaklah dipahami secara lebih luas dan kontekstual. Maka hijrah masa kini pun bukan sesuatu yang mesti berat dan menyusahkan. Tetapi hijrah masa kini adalah hijrahnya seorang pemimpin untuk kembali menegakkan keadilan, patuh terhadap konstisusi, amanah rakyat, dan sebagainya. Hijrah masa kini adalah pendidikan yang semula dijadikan sebagai pencipta lapangan pekerjaan hendaknya dihijrahkan kepada pendidikan yang kembali pada falsafah dan hakikatnya. Hijrah saat ini adalah mengubah gaya hidup yang konsumeristik kepada kesederhanaan yang mengutamakan kebermanfaatan dan keberfungsian. Serta banyak lagi lelaku hijrah yang relevan untuk dilakukan sebagai sebuah resolusi agar menjadi manusia yang lebih baik dari hari sebelumnya menuju hari berikutnya.

Pada Tahun Baru Hijriah ini, marilah songsong dengan penuh kesadaran, bahwa semakin tahun berganti maka usia kita pun semakin menipis. Maka mengingat hakikat daripada tugas manusia di bumi untuk ibadah dan akan menemui kematian adalah penting. Sebab dari kesadaran itu akan menjadikan fondasi berlelaku kita dalam setiap aspek kehidupan. Semoga di tahun yang baru ini kita semua diberikan kemudahan jalan untuk menunaikan esensi hijrah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Amin.

 

Penulis: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

 

Bagikan ke

Memaknai Tahun Baru Hijriah sebagai Momentum untuk Hijrah

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Pentingnya Thaharah dalam Beribadah
8 Maret 2024

Judul Buku     : Thaharah: Risalah Praktis dan Ringkas Menguraikan tentang Thaharah (Bersuci) sebagai Syarat Sah dalam Beribadah Penulis             : Buya... selengkapnya

Bolehkah Kurban Tapi Belum Aqiqah? Begini Penjelasan Buya Yahya
6 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan menjelang Hari Raya Iduladha yakni mengenai kebolehan orang yang hendak melakukan... selengkapnya

Keutamaan dan Amalan 10 Hari Awal Bulan Dzulhijjah
6 Juni 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Dzulhijjah adalah bulan yang istimewa. Bulan yang termasuk ke dalam salah satu bulan haram, bulan yang... selengkapnya

Shalat Itu Mudah, Jangan Dibuat Susah
23 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Salah satu ibadah yang wajib dikerjakan oleh umat Islam adalah shalat. Untuk mengerjakan shalat secara sempurna seorang... selengkapnya

Ketika Hati Sudah Kotor, yang Dicari dari Orang Lain Hanyalah Keburukannya
29 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Hati merupakan bagian sensitif dari diri manusia. Melaluinya kita bisa merasakan ketenangan, keindahan, dan kegembiraan hidup. Begitu juga... selengkapnya

Pengaruh Shalat Terhadap Kesehatan Mental dan Fisik Manusia
6 Juli 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di era media sosial dan modernisasi saat ini, ada satu aspek yang sangat penting tetapi terkadang diabaikan di... selengkapnya

Mengenal Mazhab dan Rujukan Fatwa Syafi’iyah
19 Januari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pendiri mazhab Syafi’i bernama lengkap Abu Abdillah Muhammad bin Idris As-Syafi’i. Lahir dalam keadaan yatim di Gaza pada... selengkapnya

Malaikat-Malaikat yang Jarang Orang Ketahui
20 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Malaikat-malaikat yang sudah masyhur diketahui ada banyak. Kita sudah tidak asing lagi dengan Malaikat Jibril, Mikail, dan... selengkapnya

PSTS dan PSAJ SMAIQu Al-Bahjah Pusat Telah Usai: Meskipun Bernuansa Akademik, Kedua Seperti Episode Sinetron
19 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pembaca yang dermawan, dalam ekosistem pendidikan yang terus berevolusi, para peserta didik SMAIQu Al-Bahjah kini berhadapan dengan... selengkapnya

Tak Ada Ruang bagi Perundung
18 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Akhir-akhir ini marak terjadi kasus perundungan, baik di lingkungan Sekolah Dasar hingga ke perguruan tinggi. Data resmi dari... selengkapnya

Memaknai Tahun Baru Hijriah sebagai Momentum untuk Hijrah

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: