● online
- BUKU THAHARAH - BERSUCI - KARYA BUYA YAHYA....
- AQIDAH 50 KARYA BUYA YAHYA....
- English Practice "Practice Makes Perfect" Intermed....
- INDAHNYA MEMAHAMI PERBEDAAN PARA ULAMA KARYA BUYA ....
- English Practice "Practice Makes Perfect" Beginner....
- Silsilah Fiqih Praktis Jenazah....
- Fiqih Shalat Berjamaah....
- Fiqih Bepergian Solusi Shalat di Perjalanan....
Memaknai Tahun Baru Hijriah sebagai Momentum untuk Hijrah

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sejarah penetapan kalender Hijriah dilakukan dengan proses musyawarah dan pemufakatan yang serius. Setidaknya ada empat hal yang menjadi bahan musyawarah Khalifah Umar bin Khattab Radiyallahu ‘Anhu beserta para sahabat dalam menetapkan awal Tahun Hijriah: waktu kelahiran (maulid); waktu pengangkatan kenabian-kerasulan; waktu hijrah ke Madinah; dan waktu wafat Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam.
Para sahabat kemudian memberikan beberapa pendapat untuk mengerucut pada satu kesepakatan. Dari beberapa peristiwa sebagai pertimbangan penetapan awal tahun, waktu Hijrah lebih cocok karena waktunya lebih pasti dalam ingatan para sahabat. Sedangkan waktu (tahun) kelahiran dan pengangkatan kenabian-kerasulan Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam cenderung diperselisihkan. Adapun seandainya menggunakan waktu wafat Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasallam juga dihindari karena hanya akan memunculkan kesedihan. Akhirnya, pilihan penentuan Tahun Baru Islam jatuh pada peristiwa Hijrah.
Hijrah dalam konteks peristiwa tersebut adalah berpindahnya Nabi dan para sahabat dari satu tempat ke tempat yang lain, yakni dari Mekkah ke Madinah. Namun Hijrah juga dapat dimaknai dalam bentuk yang kedua, yakni hijrah secara rohani. Secara lebih luas hijrah secara rohani (baca: maknawi) ini mencakup perubahan dari kondisi yang buruk ke kondisi yang lebih baik, baik secara fisik maupun spiritual. Serta meninggalkan perbuatan buruk dan maksiat untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Makna hijrah inilah yang harus kita hadir dalam momentum pergantian Tahun Hijriah kali ini.
Pada Tahun Hijriah yang baru ini merupakan momentum bagi kita untuk berpindah dari perbuatan-perbuatan tercela di tahun yang sebelumnya menuju prilaku indah yang dihiasi dengan penuh tekad yang kuat untuk senantiasa istiqamah menjalankannya. Sebab, hijrah yang baik adalah hijrah yang tidak hanya dilakukan di awal atau hanya sekadar seremonial belaka.
Kesungguhan hijrah ini juga harus meliputi semua aspek kehidupan manusia. Sebab, manusia sendiri dilingkupi oleh berbagai hal yang mengitarinya─bukan hanya spiritual. Dimulai dari aspek sosial, budaya, norma, dan lain sebagainya yang saling bertaut. Pada aspek tertentu misalnya, seseorang terkadang memiliki keistiqamahaan dalam hal spiritual, tetapi dari aspek sosial diabaikan. Tentu untuk seperti itu─seimbang menyelaraskan hidup─perlu tekad maksimal dalam mencapai maqam insan kamil─mencapai kesempurnaan spiritual dan keselarasan dalam hubungannya dengan Allah maupun dengan sesama manusia.
Meskipun Hijrah fisik sudah tidak ada setelah penaklukan kota Mekkah, Hijrah fisik masih relevan secara filosofis. Makna hijrah ini mengisyaratkan bahwa jika umat Islam menginginkan suatu kebaikan dunia maupun akhirat, mestilah bergerak secara dinamis dan teorganisir. Kisah heroisme perjuangan para sahabat mesti di-tadabbur-kan di tengah penyakit pola pikir konsumeristik-individualisme-egoisme yang menjangkit manusia modern saat ini. Bukan dimaknai sebatas kepindahan dari Mekkah ke Madinah.
Selain meluaskan makna hijrah, baik fisik maupun rohani, hijrah juga mesti kembali pada makna yang membumi. Sebab, pada masa sekarang kata hijrah identik dengan sesuatu yang berat-menyusahkan. Padahal dalam konteks masa kini hijrah dapat dilakukan berdasarkan kemampuan dan disesuaikan dengan keadaan seseorang.
لَاهِجْرَةَ بَعْدَ فَتْحِ مَكَّةَ ، وَلَكِنْ جِهَادٌ وَنِيَةٌ ، وَإِذَا اسْتُنْفِرْتُمْ فَانْفِرُوْا
Artinya: “Tidak ada kewajiban hijrah setelah penaklukan kota Mekkah, melainkan jihad dan niat. Apabila kalian diajak berperang (di jalan Allah), maka berangkatlah.” (HARI. Imam an-Nasai)
Jihad dalam Islam tidak boleh dipahami secara sempit hanya sebagai perang melawan kafir semata. Namun jihad masa kini hendaklah dipahami secara lebih luas dan kontekstual. Maka hijrah masa kini pun bukan sesuatu yang mesti berat dan menyusahkan. Tetapi hijrah masa kini adalah hijrahnya seorang pemimpin untuk kembali menegakkan keadilan, patuh terhadap konstisusi, amanah rakyat, dan sebagainya. Hijrah masa kini adalah pendidikan yang semula dijadikan sebagai pencipta lapangan pekerjaan hendaknya dihijrahkan kepada pendidikan yang kembali pada falsafah dan hakikatnya. Hijrah saat ini adalah mengubah gaya hidup yang konsumeristik kepada kesederhanaan yang mengutamakan kebermanfaatan dan keberfungsian. Serta banyak lagi lelaku hijrah yang relevan untuk dilakukan sebagai sebuah resolusi agar menjadi manusia yang lebih baik dari hari sebelumnya menuju hari berikutnya.
Pada Tahun Baru Hijriah ini, marilah songsong dengan penuh kesadaran, bahwa semakin tahun berganti maka usia kita pun semakin menipis. Maka mengingat hakikat daripada tugas manusia di bumi untuk ibadah dan akan menemui kematian adalah penting. Sebab dari kesadaran itu akan menjadikan fondasi berlelaku kita dalam setiap aspek kehidupan. Semoga di tahun yang baru ini kita semua diberikan kemudahan jalan untuk menunaikan esensi hijrah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Amin.
Penulis: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Memaknai Tahun Baru Hijriah sebagai Momentum untuk Hijrah
Judul Buku : Thaharah: Risalah Praktis dan Ringkas Menguraikan tentang Thaharah (Bersuci) sebagai Syarat Sah dalam Beribadah Penulis : Buya... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan menjelang Hari Raya Iduladha yakni mengenai kebolehan orang yang hendak melakukan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Dzulhijjah adalah bulan yang istimewa. Bulan yang termasuk ke dalam salah satu bulan haram, bulan yang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Salah satu ibadah yang wajib dikerjakan oleh umat Islam adalah shalat. Untuk mengerjakan shalat secara sempurna seorang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Hati merupakan bagian sensitif dari diri manusia. Melaluinya kita bisa merasakan ketenangan, keindahan, dan kegembiraan hidup. Begitu juga... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di era media sosial dan modernisasi saat ini, ada satu aspek yang sangat penting tetapi terkadang diabaikan di... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pendiri mazhab Syafi’i bernama lengkap Abu Abdillah Muhammad bin Idris As-Syafi’i. Lahir dalam keadaan yatim di Gaza pada... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Malaikat-malaikat yang sudah masyhur diketahui ada banyak. Kita sudah tidak asing lagi dengan Malaikat Jibril, Mikail, dan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pembaca yang dermawan, dalam ekosistem pendidikan yang terus berevolusi, para peserta didik SMAIQu Al-Bahjah kini berhadapan dengan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Akhir-akhir ini marak terjadi kasus perundungan, baik di lingkungan Sekolah Dasar hingga ke perguruan tinggi. Data resmi dari... selengkapnya
Buku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Buku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000Buku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000
Saat ini belum tersedia komentar.