Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Puasakan Hati di Bulan Suci

Puasakan Hati di Bulan Suci

Diposting pada 14 Maret 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 2.145 kali / Kategori:

 

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Potensi kotornya hati bisa datang kepada siapa saja dari kita sebagai manusia biasa. Mata dapat melihat dan telinga dapat mendengar, sementara apa yang sampai ke mata dan telinga kita tidak semuanya baik. Maka sangat mungkin hati kita ternodai. Kecuali hamba yang Allah Swt ciptakan dalam keadaan buta dan tuli, ia tidak akan terkena kekotoran hati yang datang dari penglihatan dan pendengaran.

Sejak zaman dulu hingga zaman sekarang, pemicu dan godaan yang berpotensi mengotori hati selalu ada. Hanya caranya saja yang berbeda. Perbedaannya pada zaman sekarang ialah semakin pesatnya perkembangan teknologi dan informasi yang sering kali beriringan dengan sikap hati yang keliru. Mengapa demikian? Sebab, sekarang informasi semakin mudah diakses, di sanalah setan bermain panggung. Jika sikap hati manusia salah maka akan semakin mudah untuk setan menggodanya. Contohnya, orang bisa dengan mudah terkena hasud atau dengki setelah membaca berita tentang seseorang di media sosial yang ia cerna secara mentah-mentah sehingga menghasilkan dugaan dan prasangka yang buruk. Demikian juga penyakit-penyakit hati lainnya. Ini menggambarkan bahwa dalam keadaan seseorang sedang menyendiri pun masih bisa terkena penyakit hati yang datangnya dari segenggam layar di tangannya.

Oleh karena itu, bersama datangnya bulan mulia ini, sudah saatnya hati kita juga ikut berpuasa, tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga semata. Sudah saatnya kita belajar untuk memantaskan diri dengan bulan suci. Jika biasanya hati kita penuh benci maka di bulan mulia ini kita harus berhenti. Jika biasanya hati kita penuh dengan iri dan dengki maka sudah saatnya kita membenahi diri. Hal yang perlu kita tanyakan pada diri kita saat kekotoran hati itu datang ialah, “Pantaskah jika bulan yang suci ini kita isi dengan hati yang kotor?”

Cara Menjaga Hati

Buya Yahya memberikan tip untuk menjaga hati dari kekotoran. Tip ini merupakan cara paling mendasar sekaligus sederhana untuk menjaga hati. Namun sering kali terasa berat dalam melaksanakannya. Karena itu kita perlu kesungguhan dalam menerapkannya.

  1. Tidak Berhenti Belajar

Ketika kita berusaha membersihkan hati berarti kita sedang belajar. Dan masa belajar itu tidak ada hentinya. Belajar untuk terus mencoba membersihkan hati itu tidak mengenal usia, karena setan pun akan terus menggoda manusia sampai kiamat tiba. Oleh karena itu, tidak ada kata menyerah dan berhenti dalam membersihkan hati, sekalipun saat kita merasa gagal menjaga hati. Karena saat kita berhenti belajar setelah merasa gagal, itu adalah jebakan yang hanya akan menyengsarakan kita.

  1. Kenali dan Sadari Kotornya Hati Kita

Buya Yahya menyampaikan bahwa Imam Ghazali pernah memberikan nasihat, hendaknya kita menyadari dan mengetahui betul bahwa hati yang kotor itu sangat membahayakan diri. Lalu kenali bahwa itu adalah penyakit. Jika kita tidak sadar bahwa hati kita sedang sakit atau kotor, selamanya kita akan merasa benar dan tidak mau membersihkan diri. Bukankah seseorang yang datang ke dokter pun mau berobat karena ia tahu bahwa dirinya sedang sakit?

  1. Lawan dengan Aksi Nyata!

Kotornya hati sering datang menyerupai bisikan yang kadang tidak kita sadari. Misalnya jika kesombongan datang saat kita menaiki mobil mewah, maka sesekali cobalah untuk naik angkutan umum. Atau di saat kita malas bekerja, maka lakukan pekerjaan rumah, menyapu misalnya. Jika kesombongan itu muncul saat memakai pakaian mewah, maka pakailah pakaian biasa. Demikian juga dengan hasud dan dengki, saat hasud dan dengki kita muncul saat melihat orang lain bahagia, maka berusahalah membantu orang itu, dan seterusnya. Semuanya harus dilawan, bukan hanya di hati, tapi dalam aksi nyata kita untuk melatih hati agar menjadi semakin baik. Sebab, jika bisikan hati yang kotor malah dituruti maka ia malah akan semakin menjadi-jadi.

Semoga hati kita mampu berpuasa dari segala macam kekotoran dan Allah Swt ampuni semua dosa-dosa kita di bulan yang suci ini. Aamiin.

Penulis: Iim Ainunnaim Muhammad

Tags: , ,

Bagikan ke

Puasakan Hati di Bulan Suci

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Kaum “J” Minggir Dulu, Beginilah Cara Memahami Bahasa Cinta Pasangan
18 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Allah Swt telah menciptakan hamba-Nya dengan berpasang-pasangan, laki-laki berpasangan dengan perempuan dalam sebuah ikatan halal pernikahan.... selengkapnya

Hukum Menyalati Jenazah yang tidak Pernah Shalat? Buya Yahya Menjawab
3 Februari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dinamika kehidupan di masyarakat yang memiliki agama dan kebudayaan yang beragam kadang memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang perlu segera... selengkapnya

Urgensi Akhlak dalam Membangun Peradaban Islam: Telaah Nilai-Nilai Nabawi
18 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Ketika kita menelusuri sejarah kejayaan Islam, salah satu fondasi utama yang menopang bangunan peradaban itu adalah akhlak. Rasulullah... selengkapnya

Jadwal Imsakiyah Ramadan 1446 H Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon
3 Maret 2025

  Berikut adalah link jadwal imsakiyah Ramadan 1446 H. untuk Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon: Imsakiyah Ramadan 1446 H.  ... selengkapnya

Literasi Keuangan: Sadar Finansial Hidup Aman di Masa Depan
13 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat ini kita sedang berada di zaman yang serba instan.  Ketika membutuhkan barang misalnya, kita cukup membuka gadget,... selengkapnya

Batal Menikah Bukan Akhir Segalanya
21 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Tidak semua yang telah direncanakan berjalan sesuai keinginan dan harapan. Termasuk dalam hal pernikahan. Pernikahan sebuah momen yang... selengkapnya

Orang Tua Juga Bisa Durhaka kepada Anak
24 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam Islam, relasi orang tua dan anak sering dibahas dalam kerangka birr al-walidayn, yang menekankan kewajiban anak untuk... selengkapnya

Siapakah Salaf yang Sesungguhnya? Begini Penjelasan Buya Yahya
28 April 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Salaf merupakan istilah yang merujuk pada zaman terdahulu, yakni zaman yang telah mendahului kita. Salaf juga bukan manhaj... selengkapnya

Kecerdasan Hati sebagai Dasar Kebangkitan Generasi Islam
24 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pernahkah kita menyaksikan sebuah gebyar yang menjunjung tinggi kepintaran? Saat masih anak-anak, kita mungkin pernah mendengar dengan... selengkapnya

Ingin Ilmu Tetap Nyangkut? Amalkan Adab kepada Guru Berikut!
30 Maret 2021

Ingin Ilmu Tetap Nyangkut? Amalkan Adab kepada Guru Berikut! Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah... selengkapnya

Puasakan Hati di Bulan Suci

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: