● online
- BUKU THAHARAH - BERSUCI - KARYA BUYA YAHYA....
- Kitab Tahsilul Ma'mul....
- AQIDAH 50 KARYA BUYA YAHYA....
- BUKU FIQIH HAID - Cerdas Memahami Darah Wanita....
- KITAB MAULID AD DIBA'I....
- Silsilah Fiqih Praktis Jenazah....
- FIQIH SHOLAT KARYA BUYA YAHYA....
- Motivasi Dakwah "Membawa kepada Kemuliaan dengan H....
Siapakah Salaf yang Sesungguhnya? Begini Penjelasan Buya Yahya

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Salaf merupakan istilah yang merujuk pada zaman terdahulu, yakni zaman yang telah mendahului kita. Salaf juga bukan manhaj atau mazhab tertentu, melainkan hanya keberadaan waktu terdahulu yang biasanya dikaitkan dengan generasi yang hidup di dalamnya.
Makna Salaf
Buya Yahya menyampaikan,
“Salaf itu marhalah zamaniah, suatu zaman yang mendahului kita, yaitu zaman Baginda Nabi, sahabat, tabiin, dan tabi at-tabiin, bukan mazhab dan bukan manhaj.”
Dalam istilah lain, mereka disebut juga dengan Salaful Ummah. Mereka itulah yang diisyaratkan dalam hadis Baginda Nabi Salallahu ‘Alaihi Wassalam,
خيرُ القرونِ قرْني, ثمَّ الَّذين يلونَهم, ثمَّ الَّذين يلونَهم…
“Sebaik-baik generasi adalah generasiku kemudian setelahnya kemudian setelahnya…” (HR. Ahmad)
Buya Yahya menjelaskan bahwa generasi Nabi, sahabat, tabiin, tabi at-tabiin ialah generasi paling hebat.
Salaf bukan Manhaj
Perbedaan pendapat telah ada sejak dulu dan selalu menyimpan hikmah di dalamnya. Di kalangan sahabat pun bukan tidak mungkin ada perbedaan pendapat. Seperti yang pernah terjadi antara Sayyidah Aisyah dan Sayyidina Abdullah bin Abbas, antara Sayyidina Ali dan Sayyidina Mu’awiyah, dan lain sebagainya. Perbedaan pendapat juga terjadi pada generasi-generasi setelahnya.
Kalau kita bertanya, “Bagaimanakah manhaj yang dianut para generasi Salaf ini?” Jawabannya yaitu, manhaj yang dianut mereka adalah apa yang telah diramu oleh para ulama mujtahid. Seperti yang masyhur yaitu Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafii, dan Imam Ahmad bin Hanbal. Ini karena merekalah yang merumuskan pedoman bersyariah dengan cara mengikuti sahabat, tabiin, dan tabi at-tabiin dengan kaidah-kaidah kuat, hingga terciptalah suatu mazhab. Pedomon-pedoman ini disepakati dan tercatat sampai saat ini.
Dengan begitu dapat kita pahami manhaj yang dibawa oleh keempat ulama mazhab ini selain sistematis mata rantainya juga tesambung hingga Nabi Salallahu ‘Alaihi Wassalam. Mengikuti ulama empat mazhab ini artinya mengikuti ajaran Nabi Salallahu ‘Alaihi Wassalam dengan benar dan cara yang selamat karena sesuai dengan yang dipahami oleh generasi-generasi terbaik.
Sebaliknya, jika kita ingin langsung mengikuti Nabi Salallahu ‘Alaihi Wassalam dan sahabat tanpa bermazhab, kita perlu mengukur diri kita sendiri dengan jujur: sudah sejauh mana kelayakan dan kemampuan kita? Jika kita berdalih ‘Ada ulama yang menganjurkan untuk kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah saja, karena mazhab itu tidak ada pada masa Rasul Salallahu ‘Alaihi Wassalam dan sahabat’, kita perlu bertanya dengan penuh kesadaran, “Bagaimana cara kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah?”
Cara kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah ialah dengan mengikuti pemahaman sahabat, tabiin, dan tabi at-tabiin karena merekalah generasi terbaik yang memahami agama. Dan pemahaman mereka dirumuskan oleh ulama-ulama mazhab dengan metodologi yang jelas.
Karena itulah manhaj/metodologi memahami agama sendiri ada pada orang-orang yang merusumuskannya. Sedangkan Salaf hanyalah istilah yang merujuk pada generasi terbaik, bukan manhaj.
Buya Yahya menegaskan,
“Kalau Salaf itu manhaj, tunjukkan kepada kaum muslimin jika ada orang ingin ikut manhaj Salaf, mana rambu-rambunya? Jika jawabannya adalah ikut sahabat Nabi, (ketahuilah) tidak, itu bukan manhaj. Itu ngikut sahabat. Dan di sahabat ada perbedaan pendapat. Jika yang dimaksud itu manhajnya orang Salaf, manhaj itu kan bisa dibaca dan bisa diikuti, mana manhaj yang bisa dibaca dan diikuti itu?”
Ini karena manhaj yang bisa dibaca dan diikuti justru adalah yang dirumuskan oleh ulama empat mazhab.
Salaf yang Sesungguhnya
Buya Yahya juga menjelaskan,
“Kalau harus ada istilah manhajussalaf maka manhaj Salaf yang sesungguhnya justru adalah yang dibawa oleh Aimmah Arbaah (imam emapat mazhab) karena mereka saat membawa ilmu pemikiran dan pemahaman memakai metodologi, pakai manhaj. (Yaitu) Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafii, dan Imam Ahmad bin Hanbal. Mereka punya metodologi untuk kembali kepada Al-Qur’an dan hadis Nabi Salallahu ‘Alaihi Wassalam. Jadi kalau memang harus kita akui adanya (manhaj) Salaf maka Salaf yang sesungguhnya (mengikuti cara hidupnya orang Salaf) adalah mengikuti 4 mazhab. Manhaj Salaf dalam arti manhajnya ulama terdahulu adalah yang ditulis oleh 4 imam dalam risalahnya. Jadi Salafi yang sesungguhnya adalah yang bermazhab. Yang mengikari ulama mazhab ini maka ia bukan Salaf.”
Alasan kenapa ulama empat mazhab yang penting diikuti karena merekalah yang teruji. Buya Yahya menjelaskan,
“Bermazhab itu artinya kembali kepada Al-Qur’an dan hadis Nabi melalui caranya para ulama. Ulama itu banyak, tapi ulama perlu diuji. Ada ulama ngaku pinter, diuji sekali jatuh. Ada ulama ngaku hebat, diuji sekali jatuh. Akan tetapi ulama yang yang diuji kemudian didukung para ulama lainnya adalah imam 4 mazhab. Yang didukung bukan orangnya, tapi pemikirannya sampai abadi hari ini.”
Dapat kita simpulkan bahwa bermazhab itu sangat penting karena tidak ada cara kembali kepada kitabullah dan sunah Rasul kecuali dengan menggunakan metodologi, dengan cara. Dan yang memiliki otoritas metodologi ini ialah imam 4 mazhab.
Sebagai pelengkap, Anda dapat memahami tentang perbedaan para ulama dan cara menyikapinya dengan indah dalam buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama karya Buya Yahya.
Semoga kita selalu dalam naungan taufiq dan hidayah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Amin
Referensi: Youtube Pustaka Al-Bahjah
Penulis: Iim Ainunnaim Muhammad
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Siapakah Salaf yang Sesungguhnya? Begini Penjelasan Buya Yahya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kebahagiaan adalah harapan setiap manusia. Akan tetapi, kebahagiaan sejati tidak hanya diukur dari kesenangan dan keberhasilan di dunia,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah Cirebon – Ketika sedang berpuasa, khususnya di bulan suci Ramadhan, hal yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam adalah waktu... selengkapnya
Asmaraloka Malam ini aku tuangkan puisi rinduku dalam sepucuk surat Kutitipkan ia kepada angin malam agar senantiasa mengecup... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pembaca yang dermawan, dalam ekosistem pendidikan yang terus berevolusi, para peserta didik SMAIQu Al-Bahjah kini berhadapan dengan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Setelah menunaikan ibadah haji, seorang muslim akan kembali ke tanah air dan tempat tinggalnya masing-masing. Adab... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak luput dari yang namanya komunikasi. Baik itu dengan pasangan, keluarga, teman kerja,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah kembali membuka kesempatan dan peluang kepada anda untuk berjuang bersama kami dalam menebarkan risalah dakwah Rasulullah Saw. Pustaka... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Cacian dan makian seringkali kita dapati dalam berbagai keadaan. Namun sejatinya, apakah hal itu layak untuk... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Wajah moral anak bangsa belakangan ini tampaknya kian bopeng. Banyak pemberitaan yang membuat kita menitikkan air mata.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika seorang wanita pada hari kemarin masih haid, namun ternyata ketika pagi di hari berikutnya ia yakin... selengkapnya
Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 300 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000Di antara hal yang disepakati oleh para ulama bahwa agama Islam adalah agama yang relevan untuk setiap zaman dan di… selengkapnya
Rp 90.000 Rp 110.500Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000CATATAN PENTING ‼️ Open PO 1-15 Agustus 2026 Pengiriman bertahap 1-5 September 2026 Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Zahro Yahya J…. selengkapnya
Rp 43.000 Rp 59.000Buku Fiqih Shalat karya Buya Yahya ini berisi pedoman lengkap mengenai hukum fiqih dan tata cara dalam menjalankan ibadah shalat…. selengkapnya
Rp 59.000Buku Fiqih Jenazah karya Buya Yahya adalah sebuah karya yang membahas secara komprehensif tentang tata cara dan hukum-hukum yang berkaitan… selengkapnya
Rp 58.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 200 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CS
Saat ini belum tersedia komentar.