Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Pesan Sayyidi Syeikh Muhammad Ba’athiyah di Silaturahmi Akbar Al-Bahjah Jamblang 

Pesan Sayyidi Syeikh Muhammad Ba’athiyah di Silaturahmi Akbar Al-Bahjah Jamblang 

Diposting pada 7 Desember 2022 oleh Redaksi / Dilihat: 1.053 kali

 

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah Jamblang Ahad 10 Jumadil Awal 1444 H/4 Desember 2022 telah    sukses dilaksanakan. Dalam acara Maulid dan Silaturahmi Akbar ini, hadir para guru dan Masyayikh yaitu Abi Arif selaku pengasuh Al-Bahjah Jamblang, Syeikh Ali Al-Qudaimi, Syeikh Darwis Muhammad, Buya Yahya, dan Syeikh Muhammad bin Ali Ba’athiyah.

Banyak sekali pesan dan nasihat yang bisa bisa diambil dari para guru dan masyayikh di acara Maulid dan Silaturahmi Akbar ini. Salah satunya adalah pesan dari Sayyidi Syeikh Dr. Muhammad bin Ali Ba’athiyah. Dalam tausiyah tersebut, Sayyidi Syeikh menyampaikan pesan melalui bahasa Arab yang diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia oleh Ustadz Khoirul Anam. Sayyidi Syeikh menyampaikan pesan tentang cinta kepada Baginda Nabi Muhammad Saw dan mensyukuri nikmat terbesar yang diberikan Allah Swt kepada kita.

Ustadz Khoiril Anam sedang menyampaikan pesan Sayyidi Syeikh dalam bahasa Indonesia

Menurut Sayyidi Syeikh, satu-satunya cara agar kita sampai kepada Allah Swt adalah melalui hubungan dan kecintaan kita kepada Nabi Muhammad Saw. Artinya, seseorang tidak akan bisa meraih ridha Allah Swt ketika ia tidak sambung hati dan mencintai Baginda Nabi Muhammad Saw

“Hubungan kita dengan Nabi Muhammad Saw adalah satu-satunya cara agar kita sampai kepada Allah Swt, tidak ada cara lain dan tidak ada pintu lain untuk sampai kepada Allah Swt kecuali melalui kecintaan kita kepada Nabi Muhammad Saw.”

Kemudian Sayyidi Syeikh menyampaikan sebuah hadits yang maknanya:

“Cintailah Allah Swt karena nikmat yang telah diberikan Allah Swt kepada kita semua, kemudian cintailah aku karena kalian cinta Allah, kemudian cintailah keluargaku karena kalian cinta kepada ku. Siapa saja yang cinta kepadaku, maka dengan diriku aku mencintainya. Dan barangsiapa yang membenci keluargaku, maka demi diriku aku membencinya.”

Sayyidi Syeikh mengatakan bahwa dalam hadits tersebut Nabi Muhammad Saw memerintahkan kepada kita sebagai umatnya untuk cinta kepadanya. Maka dari itu, Sayyidi Syeikh berkesimpulan bahwa jalan kita untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt adalah dengan jalan mahabbah atau cinta kepada Baginda Nabi Saw. Dengan cinta ini, umat Baginda Nabi Saw akan menuju kepada Allah Swt dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Pesan Sayyidi Syeikh selanjutnya adalah untuk senantiasa mengingat nikmat dan karunia yang diberikan oleh Allah Swt khususnya kepada seorang muslim. Sayyidi Syeikh berpesan bahwa terdapat dua nikmat terbesar yang diberikan oleh Allah kepada kita. Pertama adalah nikmat kita diciptakan oleh Allah Swt ke dunia ini. Nikmat kedua adalah kita diberikan hidayah untuk menjadi pemeluk agama Islam dan pengikut Baginda Nabi Muhammad Saw. Nikmat tersebutlah yang harus dijadikan sebab kita untuk mencintai Allah Swt.

“Nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada hamba-Nya yang pertama adalah kita telah diciptakan oleh Allah Swt. Nikmat yang kedua adalah kita diberikan hidayah oleh Allah Swt sebagai pemeluk agama Islam dan pengikut Nabi Muhammad Saw, yang meniscayakan kita untuk cinta kepada Allah Swt.”

Suasana Jamaah Maulid dan Silaturahmi Akbar Al-Bahjah Jamblang

Begitu pentingnya menanamkan kecintaan kita kepada Baginda Nabi Saw menurut Sayyidi Syeikh adalah karena Kecintaan kita kepada Nabi Muhammad Saw itu berbanding lurus dengan kedekatan kita kepada Allah Swt, berbanding lurus dengan kecintaan Allah Swt kepada kita. Maka sebesar apa cinta kita kepada Nabi Muhammad, sebesar itu pula cinta Allah Swt kepada kita semua. Bahkan yang membuat para sahabat nabi memiliki derajat dan kedudukan berbeda dihadapan Allah Swt adalah derajat kecintaan mereka kepada Baginda Nabi Saw, bukan amalnya.

“Para Sahabat Nabi itu derajatnya berbeda-beda, mereka semua adalah orang yang istimewa dihadapan Allah Swt, tapi derajat mereka disisi Allah berbeda-beda. Apa yang membedakan derajat mereka? bukan karena amalnya, tapi karena kecintaan dan kedekatan mereka kepada Nabi Muhammad Saw.”

Maka dari itu, hikmah yang dapat kita ambil dari pesan Sayyidi Syeikh adalah kita harus bersyukur kepada Allah Swt karena telah dikaruniakan nikmat terbesar yang Allah Swt berikan kepada umat manusia. Yaitu nikmat dilahirkan di dunia ini, dan nikmat dilahirkan dalam keadaan memeluk agama Islam sehingga meniscayakan kita untuk mencintai Allah Swt dan Nabi Muhammad Saw. Dan mencintai Baginda Nabi Muhammad Saw adalah satu-satunya cara agar kita menuju kepada Allah dalam artian menuju surga Allah Swt.

Sumber : Youtube Al-Bahjah TV

Tags: , , , ,

Bagikan ke

Pesan Sayyidi Syeikh Muhammad Ba’athiyah di Silaturahmi Akbar Al-Bahjah Jamblang 

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Buya Yahya Menjawab: Bagaimana Menyikapi Adanya Dugaan Kecurangan Hasil Pemilu?
19 Februari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Masyarakat Indonesia telah melangsungkan Pesta Demokrasi 5 tahun sekali yang digelar pada tanggal 14 Februari 2023. Setelah... selengkapnya

Apakah Cuci Darah Membatalkan Puasa?
22 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Ibadah... selengkapnya

Hukum Shalat dengan Mata Terpejam
26 Agustus 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Khusyuk adalah ruh dari shalat. Ia bukan sekadar posisi tubuh atau ekspresi wajah, tetapi keadaan hati yang fokus,... selengkapnya

Apa Itu Nikah Batin dan Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
26 April 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pernikahan sering kali disebut sebagai ibadah terpanjang dalam hidup. Mengandung makna bahwa pernikahan dilakukan dari mulai akad sampai... selengkapnya

Dampak Judi Online dalam Perspektif Maqashid Syariah
12 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Judi atau yang dikenal sebagai maisir dalam konteks Islam, merupakan aktivitas yang dilarang keras karena dampaknya yang... selengkapnya

(Cerpen) Di Antara Titik dan Koma
17 Januari 2026

HUJAN turun pelan sejak sore, seperti sengaja menunda reda. Tidak deras, tidak pula berhenti. Butirannya jatuh satu-satu di atas atap... selengkapnya

Tidak Ada Zaman yang Lebih Mudah: Tantangan Setiap Generasi Itu Nyata
15 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada setiap masa terdapat orang dengan karakter dan sifat khasnya masing-masing. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal, mulai... selengkapnya

Orang yang Suka Kepo Urusan Orang Lain (Fudhul)
27 Januari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sesekali, kita secara tidak sengaja bisa melihat layar handphone orang lain yang tergeletak atau layar smartphone-nya yang... selengkapnya

Cemburunya Bidadari Surga
16 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Agama Islam merupakan ajaran yang menjunjung tinggi kedudukan nilai keadilan, kemanusiaan, kemulian, dan kesetaraan. Sejak datangnya Islam... selengkapnya

Ilmu Kebal di Dalam Pergaulan Sosial
20 September 2021

Ilmu Kebal di Dalam Pergaulan Sosial Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Komunikasi... selengkapnya

Pesan Sayyidi Syeikh Muhammad Ba’athiyah di Silaturahmi Akbar Al-Bahjah Jamblang 

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: