Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Ilmu Kebal di Dalam Pergaulan Sosial

Ilmu Kebal di Dalam Pergaulan Sosial

Diposting pada 20 September 2021 oleh Dzikri Imaddudin / Dilihat: 2.979 kali

Ilmu Kebal di Dalam Pergaulan Sosial

Oleh: Admin 2

Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon)

PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Komunikasi dalam pergaulan sosial merupakan hal yang sangat penting dalam tercapainya tujuan dan terjalinannya keakraban. Komunikasi di dalam pergaulan sosial tersebut terjalin di beberapa lingkungan, di antaranya adalah lingkungan kerja, lingkungan sekolah, dan tidak terkecuali lingkungan rumah. Namun, apa jadinya jika komunikasi tersebut hanya berjalan satu arah.

Artinya, komunikasi tersebut hanya aktif pada salah satu komunikator saja tanpa melibatkan komunikator yang diajak bicara. Misalnya, ada seorang pembicara yang aktif berbicara pada seorang pendengar . Akan tetapi, seorang pendengar tersebut menutup diri sehingga tidak terjadi umpan balik yang di dalamnya terdapat sebuah keakraban dalam pembicaraan.

Hal tersebut di atas, juga dialami oleh seorang jemaah yang bertanya kepada Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah) secara langsung melalui saluran telepon pada Senin (29/03/2021).

“Apabila di salah satu keluarga kita itu tidak ada keterbukaan. Menyikapinya seperti apa? Akan tetapi, satu sama lain tetap ingin terbuka.” Tanya  Jemaah.

Buya menjawab, “Kalau dalam ilmu kuno, orang dulu itu digdaya, gak tembus senjata. Otot kawat tulang besi. Maksudnya, kebal.”

Menurut Buya, kebal itu istimewa, jadi tidak pernah peduli apakah yang ditusukan itu pedang atau keris.

“Maka, marilah kita menjadi orang yang kebal. Jadi, kita sendiri yang mempunyai ketabahan di dalam hati sehingga menyikapi apa pun, siapa pun ya nyantai sehingga kita mudah memberikan maklum.” imbuh Buya.

Buya berpendapat, ada sebagian orang yang memang dia mudah terbuka kepada kita, dan ada juga orang yang tertutup kepada kita. Kita tidak perlu memusingkannya. Jadi, kalau ada orang yang tidak nyaman kepada kita, maka jangan membuatnya menjadi tidak nyaman dengan kita. Kaidahnya, kita yang punya hati, kita yang atur hati kita. Akan tetapi, ada sebagian orang yang berprasangka buruk, sensitif kepada orang lain sehingga prilaku orang lain dianggap salah semuanya.

“Sesaat bilang wah ini dia adalah suka membohongi saya, dia tidak terbuka, dia menyembunyikan sesuatu.” Tutur Buya.

Buya menyimpulkan, bahwa  sebetulnya orang yang kita kira tertutup itu, aslinya bukan orang yang tertutup. Karena mungkin kita sudah terbiasa bergaul dengan orang yang terbuka, yang bisa diajak berkomunikasi yang baik, sehingga kita menganggap orang lain yang pendiam tersebut adalah orang yang tertutup.

Jadi, kita kembalikan kepada diri kita sendiri. Kita harus bisa bertahan dan bisa menyesuaikan dengan lingkungan, jangan memaksakan lingkungan yang menyesuiakan dengan kita.

Jangan dijadikan orang itu sama seperti kita. Justru perbedaan itu, menjadikan kita bisa belajar dari orang yang tidak suka bicara sehingga kita akan santai ketika kita menemukan bermacam-macam orang yang memiliki watak yang berbeda-beda.

Mudah-mudahan kita termasuk golongan orang yang tidak suka berprasangka buruk kepada orang lain. Aamiin.

Wallahualam bissawab.

Ditulis oleh: Admin 2

Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon)

Referensi:

 

https://www.youtube.com/watch?v=0WIISKdjktQ

 

Bagikan ke

Ilmu Kebal di Dalam Pergaulan Sosial

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Kemudahan Shalat Saat Mudik
18 Maret 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat sedang mudik dengan perjalanan yang panjang dan lama. Seorang pemudik terkadang meninggalkan shalat dengan berbagai alasan. Ini... selengkapnya

Kisah Perjuangan Dakwah Buya Yahya, Harus Lewati Ganasnya Sungai Kalimantan
29 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Selama kurang lebih satu pekan, Buya Yahya melakukan safari dakwah di Kalimantan Barat sejak hari Sabtu,... selengkapnya

Shalawat Bersama, Kegiatan Keren yang Bisa Jadi Sarana Healing Anak Muda
30 Agustus 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat ini kita telah berada di bulan mulia yang penuh kebahagiaan, bulan untuk memupuk kasih sayang, yaitu bulan... selengkapnya

Jelas-Jelas Berselingkuh, Bolehkah Membongkar Aib Pasangan di Media Sosial?
5 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Akhir-akhir ini kita dihebohkan oleh kasus perselingkuhan seseorang yang tersebar di media sosial. Orang tersebut membuka... selengkapnya

Mengenal dan Mengkaji Nafsu Muthmainnah
9 Juli 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sebagai manusia biasa yang punya banyak kekhilafan dan kekurangan, kita tentu sering bertolak belakang dengan hawa nafsu serta... selengkapnya

Cara Memakai Cincin Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad Saw
26 November 2024

Salah satu bentuk kesunahan yang dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari adalah penggunaan cincin. Tidak hanya sebagai perhiasan dan alat... selengkapnya

Pentingnya Merenung Sebelum Bertindak (Bagian Pertama dari Dua Tulisan)
22 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Keberhasilan seseorang dalam menghadapi tantangan, memecahkan masalah, atau mencapai tujuan tergantung tindakan atau keputusannya sendiri. Namun, banyak orang... selengkapnya

Pentingnya Tabayyun di Tengah-Tengah Gempuran Hoaks
13 Juni 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kemajuan teknologi digital telah mengubah cara manusia memperoleh, mengolah, dan menyebarkan informasi. Melalui internet dan media sosial, informasi... selengkapnya

Agar Mahar Pernikahan Tidak Jadi Petaka
31 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Salah satu yang selalu diperbincangkan dalam sebuah pernikahan adalah mahar. Mahar dapat diartikan sebagai pemberian pihak laki-laki... selengkapnya

Mendefinisikan Ulang Moralitas
19 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Agama Islam sering kali disebut agama rahmatan lil alamin, agama untuk keselamatan alam semesta. Tak pelak pula, Baginda... selengkapnya

Ilmu Kebal di Dalam Pergaulan Sosial

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: