● online
Tidak Ada Zaman yang Lebih Mudah: Tantangan Setiap Generasi Itu Nyata

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada setiap masa terdapat orang dengan karakter dan sifat khasnya masing-masing. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari latar belakang sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, dan lain sebagainya. Karakter dan sifat seseorang pada suatu masa sering kali dikaitkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) pada masa tersebut. Meskipun demikian, ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pada masa tersebut tidak sepenuhnya menjamin peningkatan kualitas hidup masyarakatnya. Realitas pradoksal inilah yang menjadi tantangan bagi setiap manusia yang melangsungkan hidupnya dari masa ke masa.
Virus degradasi─entah dari sisi moral, etika, dan lain sebagainya─sebagai dampak negatif yang bisa terjadi pada suatu masa misalnya, tidak memandang latar belakang masyarakat yang menjangkitinya─tidak pandang bulu terhadap masyarakat terdidik, tertinggal, awam, kaya, miskin, dan lain sebagainya. Meskipun degradasi berpotensi lebih besar terjadi terhadap masyarakat yang hidup pada zaman modern. Namun, tidak berarti pula masyarakat era tradisional kebal terhadap penyakit serupa. Sebab, setiap masa memiliki tantangan dan rintangannya tersendiri.
Ada generasi yang dianggap tantangan zamannya lebih banyak sebab ia berada di kelilingi oleh arus modernisasi. Ada pula generasi yang dianggap jauh dari badai tantangan karena hidup dengan kesederhanaan. Namun, perlu ditegaskan kembali bahwa setiap masa memiliki boroknya masing-masing dan tidak ada satu metode yang lebih unggul dari metode lainnya dalam mengentaskan kesulitan yang ditemui di setiap zaman itu. Semua metode bisa unggul dan bisa tidak tergantung dari orang yang mengisi masa tersebut. Akan tetapi, salah satu siasat yang mungkin menjadi kata kunci dalam mengentaskan kegelapan di suatu zaman adalah dengan menempatkan satu metode yang ditabuh segendang sepenarian dengan kondisi zaman tersebut. Artinya, menggunakan metode yang disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi zamannya. Sebab, metode yang dihasilkan dengan cara seperti ini cenderung menghasilkan hasil akhir yang gemilang, apa pun metodenya. Analaoginya ibarat mengasah keterampilan menggunakan pedangnyalah yang harus lebih dipentingkan, bukan tergantung kepada pedang yang digunakannya. Meskipun pedang (baca: metode) yang digunakannya berbeda-beda, tetapi karena pondasinya adalah keahlian maka orang tersebut akan tetap pandai menggunakan pedang tersebut.
Contoh keberhasilan dalam menerapkan metode yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi adalah sebagaimana dakwah yang dilakukan oleh Panutan Agung Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasalam. Kesuksesan dakwah nabi tidak hanya terletak pada isi ajaran Islamnya semata, tetapi juga bagaimana nabi membumikan ajaran Islam yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi masanya. Nabi menggunakan strategi dakwah yang fleksibel, seperti dilakukan di awal dengan sembunyi-sembunyi sebelum akhirnya dengan terang-terangan. Selain itu, kita juga mengenal nabi dengan akhlaknya yang mulia, maka dengan akhlaknya pulalah nabi menyisipkan isi ajaran Islam yang ditujukan kepada pendudukan Makkah Jahiliyyah yang kala itu jauh dari akhlakulkarimah. Alih-alih menginterpretasi (terhadap teks suci) yang eksklusif dan cenderung tekstualis. Nabi mengajarkannya dengan manusiawi/akhlaki.
Secara filosofis, penerapan strategi dakwah nabi yang menyesuaikan kondisi tersebut mengentalkan pada prinsip keserasian, yaitu menekankan pentingnya berlaku seimbang antara iman, akal, dan tindakan nyata. Keseimbangan tersebutlah yang penting untuk diterapkan secara langsung dalam menghadapi tantangan-tantangan zaman.
Sampai sini kita mafhum bahwa pemahaman dalam menghadapi tantangan zaman harus melalui pembacaan terhadap realitas. Narasi mengenai tantangan zaman modern sekarang lebih sulit mesti bin harus dihadapkan dengan narasi belum tentu masyarakat zaman sekarang dapat dengan mudah menghadapi tantangan zaman sebelumnya. Dengan menyeimbangkan diri antara iman, akal, dan tindakan nyata akan menempatkan seseorang dalam posisi yang harmoni. Posisi penting inilah yang kemudian harus disadari oleh setiap individu. Sebab, ketika sadar akan urgensi dirinya yang mesti adil sejak dalam pikiran sebelum bertindak, ia akan terbebas dari belenggu lika-liku kehidupan di tengah-tengah zaman yang cepat berubah ini. Tidak terbawa arus negatif zaman, tidak pula tertinggal terhadap perkembangan dalam suatu zaman tersebut.
Wajah Islam adalah wajah yang adaptif terhadap segala bentuk perkembangan zaman. Ini selaras dengan kehadiran Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasalam sebagai rahmat bagi semesta alam, bukan umat Islam semata, dan tentu bukan pada zaman tertentu saja, tetapi sepanjang zaman. Narasi keseimbangan dalam menghadapi tantangan zaman yang spiritnya berasal dari nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasalam ini perlu kita bawa di mana dan kapan saja, entah itu berwujud teori ataupun praktik. Sekecil apa pun upaya kita untuk mengaplikasikannya, itu akan selalu berarti. Semoga kita semua diberikan kekuataan dan dimudahkan dalam mengarungi perubahan-perubahan zaman.
Wallahu A’lam Bishowab
Penulis: Syahidan
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Tidak Ada Zaman yang Lebih Mudah: Tantangan Setiap Generasi Itu Nyata
Kunci Hidup Bahagia Berbicara tentang kehidupan yang damai tidak bisa terlepas dari hati. Semua kedamaian yang kita peroleh ternyata sangat... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Era digital menuntun setiap orang untuk mengakses pelbagai informasi yang mudah dijangkau, tanpa terkecuali dan tanpa memerlukan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah Cirebon – MOTOGP Mandalika 2022 rampung digelar pada Ahad, 20 Maret 2022 pekan lalu. Dibalik kemeriahannya, banyak hal... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Niat jangan dientengkan apa lagi disepelekan. Sebab, niat memiliki kedudukan yang sangat penting dalam melakukan apa pun,... selengkapnya
Oleh: Herry Munhanif Lelaki itu dengan susah payah menempuh perjalanan yang melelahkan selama berbulan-bulan, demi mendapatkan keikhlasan pemilik dua butir... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pemilu menjadi ajang pesta demokrasi sekaligus medium aktualisasi hak dan kewajiban politik seluruh warga negara. Agar pemilu... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Seiring kilatnya perkembangan zaman, maka semakin banyak pula kemudahan-kemudahan yang didapat akibat evolusi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Tahukah kamu bahwa setiap aktivitas sehari-hari bisa menjadi ladang pahala, termasuk memasak? Allah Swt memberikan banyak kesempatan... selengkapnya
Ingin Ilmu Tetap Nyangkut? Amalkan Adab kepada Guru Berikut! Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Lembaga Amil Zakat (LAZ) Al-Bahjah menyalurkan infak kemanusiaan untuk Palestina tahap II sebesar Rp1.746.285.736 melalui Badan Amil... selengkapnya
Buku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Buku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000Buku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 149.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd. Tebal buku: xi+138 Buku saku Kosa Kata (Almufrodat) Sehari-Hari ini merupakan pelengkap untuk… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 29.900Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000FIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000
Saat ini belum tersedia komentar.