Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Cemburunya Bidadari Surga

Cemburunya Bidadari Surga

Diposting pada 16 Mei 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 2.274 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Agama Islam merupakan ajaran yang menjunjung tinggi kedudukan nilai keadilan, kemanusiaan, kemulian, dan kesetaraan. Sejak datangnya Islam yang dibawa oleh Rasulullah Saw, kedudukan seorang wanita mulai diangkat derajatnya. Bahkan wanita sangat dijaga kemuliaannya lewat syari’at Islam.

Banyak syariat yang ditetapkan untuk kemuliaan para wanita. Seperti apabila ia keluar rumah maka ia harus menutup semua auratnnya. Cara berpakainnya pun mesti sesuai syari’at, tidak boleh terlihat lekuk tubuh, tidak boleh menerawang, apabila bersama lelaki yang bukan mahram harus ada jarak antara keduanya, dan lain sebagainya. Ironisnya, sebagian wanita merasa kurang nyaman atas syari’at tersebut karena dianggap mengekang dirinya. Padahal, hal yang demikian itu akan menjaga para wanita dari bahaya lelaki yang memiliki niat buruk terhadapnya. Ibarat sepotong permen yang masih terbungkus rapat oleh plastik akan lebih indah dan menarik daripada sepotong permen yang tanpa dibungkus dan akan mengundang banyak semut.

Ada satu kisah mengenai seorang wanita yang kecantikannya disebut melebihi bidadari surga. Dan setiap wanita dapat menjadi seperti itu, yakni “al-mar’atus sholihah”, wanita yang salehah. Diriwayatkan dalam hadits Nabi Saw, dari Ummu Salamah r. a.  berkata:

“Saya bertanya, ‘Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?’. Rasulullah pun menjawab, ‘Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak dari pada apa yang tidak tampak.’ Lalu saya (Ummu Salamah r. a. ) bertanya, ‘Karena apa wanita dunia lebih utama dari pada mereka?’. Beliau (Rasulullah) menjawab, ‘Karena shalat mereka, puasa, dan ibadah mereka kepada Allah Swt. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi, dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’”

Mari cermati hadist tersebut. Wanita salehah adalah wanita yang mau melaksanakan perintah syari’at Islam, menjauhi segala larangannya, bersabar dengan segala takdir yang ditetapkan, dan senantiasa menjaga kehormatannya. Sehingga apabila ia meninggal dunia maka sebaik-baik tempat kembalinya adalah surga. Seluruh bidadari akan cemburu dengan kehadiran wanita salehah di surga. Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasaan adalah wanita yang salehah. Peran seorang wanita sangatlah penting dalam pilar kehidupan. Kehadirannya ketika ia masih gadis menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Ketika sudah menikah, menjadi istri yang taat kepada suaminya. Ketika punya anak, menjadi ibu yang melahirkan generasi saleh dan salehah.

Bahkan, dalam keterangan lain disbeutkan wanita dapat masuk surga dari pintu mana pun yang ia inginkan. Rasulullah Saw, telah bersabda dalam haditsnya, dari Abdurrahman bin Auf  r. a. “Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, menjaga kemaluannya, dan menaati suaminya, niscaya akan dikatakan padanya ‘Masuklah ke dalam surga dari pintu mana pun yang kau mau.’” (HR. Ahmad).

Penjelasan hadits di atas, bahwa wanita bisa masuk surga dengan jalan yang mudah. Yakni, dengan menjalankan 4 perkara; shalat 5 waktu; berpuasa di bulan Ramadan; menjaga kemaluannya; dan taat kepada suaminya. Yang demikian ini dapat dikatakan sebagai wanita yang salehah. Walaupun ketika di dunia memiliki paras wajah yang biasa saja, ketika di surga akan lebih cantik dari bidadari surga. Menjadi wanita yang cantik, sejatinya adalah dengan memiliki hati yang bersih dan selalu ingat kepada Allah Swt.

Menjaga shalatnya dengan selalu tepat waktu. Ketika mendengar adzan berkumandang, segera cepat-cepat mengambil wudhu untuk bersiap menghadap panggilan Allah Swt. Kemudian, ketika memasuki bulan Ramadan mempersiapkan diri dengan bergembira menyambut Ramadan. Semangat dalam menjaga puasanya agar diterima Allah Swt. Apabila ia datang masa haid, maka ia akan mengganti puasanya sebanyak ia terhitung haidnya. Begitu berharganya kedudukan wanita agar harga dirinya tidak mudah untuk direndahkan. Maka seorang wanita juga harus mampu menjaga kemaluannya. Allah Swt turunkan ayat yang memuat perintah untuk melebarkan kainnya agar wanita terhindarkan dari bahaya kejahatan lelaki yang berniat buruk kepadanya. Meskipun pakaian bukan satu-satunya faktor yang dapat mengundang kejahatan. Namun setiap orang diciptakan dengan memiliki nafsu yang mudah dihasut setan. Dan senantiasa menundukkan kepalanya, seperti nasihat dari Sayyidah Fatimah az-Zahra beliau mengatakan bahwa,

“Wanita yang baik ialah wanita yang tidak memandang dan tidak dipandang oleh lelaki yang bukan mahramnya.”

Wanita yang boleh memilih surga dari pintu mana pun dan membuat bidadari cemburu selanjutnya ialah seorang istri yang taat kepada suaminya. Makna taat ialah mematuhi segala perintahnya selama tidak bertentangan dengan syari’at Islam. Seperti seorang istri ketika ingin melakukan sesuatu harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari suami. Apabila suaminya memberikan izin, maka istri boleh melakukannya. Namun, sebaliknya jika suami tidak mengizinkan maka istri tidak diperbolehkan untuk melakukannya hingga suami mengizinkan. Istri yang baik akan menjaga rumah, harta benda, dan keluarganya dengan baik.

Wallahu A’lam Bisshowab

 

Penulis: Halimatus Sa’diyah

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: , , , ,

Bagikan ke

Cemburunya Bidadari Surga

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Hukum Sedekah Tapi Punya Utang yang Sudah Jatuh Tempo
6 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam kehidupan sehari-hari, banyak di antara kita yang memiliki utang, baik kepada individu maupun lembaga. Latar belakang... selengkapnya

Amalan Ini Sederhana tapi Benilai Luar Biasa
14 Desember 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika mendengar kata ibadah, hal yang pertama kali terlintas dalam pikiran orang awam mungkin adalah suatu amalan... selengkapnya

Hukum Wudhu dengan Air Asin
6 September 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di beberapa daerah pesisir yang dekat dengan laut, masyarakat kerap menghadapi kenyataan bahwa sumber air yang tersedia terasa... selengkapnya

Lakukan Ini Agar Anda Bisa Berkunjung ke Makkah dan Madinah
29 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Berkunjung ke Makkah dan Madinah merupakan impian yang dimiliki banyak orang. Makkah dan Madinah merupakan dua tempat... selengkapnya

Tanda Allah Cinta kepada Kita
27 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita sudah sering mendengar kata cinta. Pengungkapannya pun banyak ditampakkan dalam berbagai bentuk oleh manusia. Ada yang menjelma... selengkapnya

Psikologi di Balik Selalu Berpura-pura “Menjadi yang Tersakit”
11 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Secara tak sadar kita sering mendengar cerita atau curhatan seseorang yang tampak terus-menerus disakiti, merasa tidak pernah dipahami,... selengkapnya

Kisah Perjuangan Dakwah Buya Yahya, Harus Lewati Ganasnya Sungai Kalimantan
29 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Selama kurang lebih satu pekan, Buya Yahya melakukan safari dakwah di Kalimantan Barat sejak hari Sabtu,... selengkapnya

Pentingnya Memahami Perbedaan
3 Mei 2024

  Judul Buku   : Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama Penulis           : BuyaYahya Penerbit       ... selengkapnya

Hati-Hati, Amal Baik Bisa Sia-Sia
27 Januari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap Muslim pasti mengharapkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan salah satu upaya untuk mendapatkannya adalah dengan berbuat... selengkapnya

Orang Yang Belum Akikah Tidak Boleh Berkurban, Benarkah?
31 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Tidak lama lagi kita akan memasuki bulan Dzulhijjah. Pada bulan ini terdapat ibadah agung yang disyariatkan... selengkapnya

Cemburunya Bidadari Surga

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: