Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Cemburunya Bidadari Surga

Cemburunya Bidadari Surga

Diposting pada 16 Mei 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 2.024 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Agama Islam merupakan ajaran yang menjunjung tinggi kedudukan nilai keadilan, kemanusiaan, kemulian, dan kesetaraan. Sejak datangnya Islam yang dibawa oleh Rasulullah Saw, kedudukan seorang wanita mulai diangkat derajatnya. Bahkan wanita sangat dijaga kemuliaannya lewat syari’at Islam.

Banyak syariat yang ditetapkan untuk kemuliaan para wanita. Seperti apabila ia keluar rumah maka ia harus menutup semua auratnnya. Cara berpakainnya pun mesti sesuai syari’at, tidak boleh terlihat lekuk tubuh, tidak boleh menerawang, apabila bersama lelaki yang bukan mahram harus ada jarak antara keduanya, dan lain sebagainya. Ironisnya, sebagian wanita merasa kurang nyaman atas syari’at tersebut karena dianggap mengekang dirinya. Padahal, hal yang demikian itu akan menjaga para wanita dari bahaya lelaki yang memiliki niat buruk terhadapnya. Ibarat sepotong permen yang masih terbungkus rapat oleh plastik akan lebih indah dan menarik daripada sepotong permen yang tanpa dibungkus dan akan mengundang banyak semut.

Ada satu kisah mengenai seorang wanita yang kecantikannya disebut melebihi bidadari surga. Dan setiap wanita dapat menjadi seperti itu, yakni “al-mar’atus sholihah”, wanita yang salehah. Diriwayatkan dalam hadits Nabi Saw, dari Ummu Salamah r. a.  berkata:

“Saya bertanya, ‘Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?’. Rasulullah pun menjawab, ‘Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak dari pada apa yang tidak tampak.’ Lalu saya (Ummu Salamah r. a. ) bertanya, ‘Karena apa wanita dunia lebih utama dari pada mereka?’. Beliau (Rasulullah) menjawab, ‘Karena shalat mereka, puasa, dan ibadah mereka kepada Allah Swt. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi, dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.’”

Mari cermati hadist tersebut. Wanita salehah adalah wanita yang mau melaksanakan perintah syari’at Islam, menjauhi segala larangannya, bersabar dengan segala takdir yang ditetapkan, dan senantiasa menjaga kehormatannya. Sehingga apabila ia meninggal dunia maka sebaik-baik tempat kembalinya adalah surga. Seluruh bidadari akan cemburu dengan kehadiran wanita salehah di surga. Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasaan adalah wanita yang salehah. Peran seorang wanita sangatlah penting dalam pilar kehidupan. Kehadirannya ketika ia masih gadis menjadi anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Ketika sudah menikah, menjadi istri yang taat kepada suaminya. Ketika punya anak, menjadi ibu yang melahirkan generasi saleh dan salehah.

Bahkan, dalam keterangan lain disbeutkan wanita dapat masuk surga dari pintu mana pun yang ia inginkan. Rasulullah Saw, telah bersabda dalam haditsnya, dari Abdurrahman bin Auf  r. a. “Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadan, menjaga kemaluannya, dan menaati suaminya, niscaya akan dikatakan padanya ‘Masuklah ke dalam surga dari pintu mana pun yang kau mau.’” (HR. Ahmad).

Penjelasan hadits di atas, bahwa wanita bisa masuk surga dengan jalan yang mudah. Yakni, dengan menjalankan 4 perkara; shalat 5 waktu; berpuasa di bulan Ramadan; menjaga kemaluannya; dan taat kepada suaminya. Yang demikian ini dapat dikatakan sebagai wanita yang salehah. Walaupun ketika di dunia memiliki paras wajah yang biasa saja, ketika di surga akan lebih cantik dari bidadari surga. Menjadi wanita yang cantik, sejatinya adalah dengan memiliki hati yang bersih dan selalu ingat kepada Allah Swt.

Menjaga shalatnya dengan selalu tepat waktu. Ketika mendengar adzan berkumandang, segera cepat-cepat mengambil wudhu untuk bersiap menghadap panggilan Allah Swt. Kemudian, ketika memasuki bulan Ramadan mempersiapkan diri dengan bergembira menyambut Ramadan. Semangat dalam menjaga puasanya agar diterima Allah Swt. Apabila ia datang masa haid, maka ia akan mengganti puasanya sebanyak ia terhitung haidnya. Begitu berharganya kedudukan wanita agar harga dirinya tidak mudah untuk direndahkan. Maka seorang wanita juga harus mampu menjaga kemaluannya. Allah Swt turunkan ayat yang memuat perintah untuk melebarkan kainnya agar wanita terhindarkan dari bahaya kejahatan lelaki yang berniat buruk kepadanya. Meskipun pakaian bukan satu-satunya faktor yang dapat mengundang kejahatan. Namun setiap orang diciptakan dengan memiliki nafsu yang mudah dihasut setan. Dan senantiasa menundukkan kepalanya, seperti nasihat dari Sayyidah Fatimah az-Zahra beliau mengatakan bahwa,

“Wanita yang baik ialah wanita yang tidak memandang dan tidak dipandang oleh lelaki yang bukan mahramnya.”

Wanita yang boleh memilih surga dari pintu mana pun dan membuat bidadari cemburu selanjutnya ialah seorang istri yang taat kepada suaminya. Makna taat ialah mematuhi segala perintahnya selama tidak bertentangan dengan syari’at Islam. Seperti seorang istri ketika ingin melakukan sesuatu harus mendapatkan izin terlebih dahulu dari suami. Apabila suaminya memberikan izin, maka istri boleh melakukannya. Namun, sebaliknya jika suami tidak mengizinkan maka istri tidak diperbolehkan untuk melakukannya hingga suami mengizinkan. Istri yang baik akan menjaga rumah, harta benda, dan keluarganya dengan baik.

Wallahu A’lam Bisshowab

 

Penulis: Halimatus Sa’diyah

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: , , , ,

Bagikan ke

Cemburunya Bidadari Surga

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Heboh! Gurun Tandus Di Arab Menghijau Disebut Pertanda Kiamat, Begini Penjelasan Buya Yahya
16 Januari 2023

Pustaka Al-Bahjah – Pengguna media sosial dihebohkan dengan fenomena alam yang terjadi di Arab Saudi. Pasalnya, negeri yang terkenal dengan... selengkapnya

Metode Pendidikan Terbaik Itu Ada pada Nabi Muhammad Saw
16 Desember 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sejatinya umat Islam telah memiliki suri teladan yang harus diikuti. Ketika kita mengikutinya dalam hal apa pun,... selengkapnya

Orang Yang Belum Akikah Tidak Boleh Berkurban, Benarkah?
31 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Tidak lama lagi kita akan memasuki bulan Dzulhijjah. Pada bulan ini terdapat ibadah agung yang disyariatkan... selengkapnya

Kabar Gembira! Penerimaan Mahasiswa Baru Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Al-Bahjah (STAIBA) Dibuka, Ini Syaratnya
2 Mei 2023

    Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Bahjah (STAIBA)  merupakan Lembaga Pendidikan Tinggi dibawah naungan Yayasam Al-Bahjah... selengkapnya

Pondok Pesantren: dari Cikal Bakal hingga Menjadi Benteng Peradaban
14 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pesantren adalah lembaga pendidikan yang menaungi para santri untuk belajar agama secara langsung kepada Kyainya. Dalam agama Islam... selengkapnya

Bijak Memandang Fenomena Pawang Hujan Mandalika
27 Maret 2022

Pustaka Al-Bahjah Cirebon – MOTOGP Mandalika 2022 rampung digelar pada Ahad, 20 Maret 2022 pekan lalu. Dibalik kemeriahannya, banyak hal... selengkapnya

Buya Yahya Jelaskan Hukum SBN dan Pengelolaannya sebagai Uang Pensiun Menurut Pandangan Hukum Islam
27 Juni 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ada sebuah pertanyaan menarik dari salah satu jamaah yang dilontarkan kepada Buya Yahya, yaitu mengenai orang yang... selengkapnya

Mengupas 3 Tujuan Puasa: Elemen Penting dari Esensi Krusial Ibadah Puasa
5 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ramadan mestinya bukan hanya sekadar tradisi tahunan, bukan pula sebagai ajang kumpul buka puasa bersama semata, melainkan... selengkapnya

Viral Cek Khodam di Media Tiktok, Bagaimana Pandangan Islam Mengenai Khodam?
9 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Baru-baru ini aktivitas “cek khodam” ramai di media sosial, khususnya di live TikTok dan Instagram. Pengguna media... selengkapnya

Buya Yahya: Santuni Anak Yatim Langsung ke Rumah Mereka
30 Juli 2023

Buya Yahya, pengasuh LPD Al-Bahjah memberikan tausiyah tentang cara yang lebih baik dalam menyantuni anak yatim dan piatu. Menurut Buya... selengkapnya

Cemburunya Bidadari Surga

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: