fbpx
Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka Setiap Hari pukul 08.00 s.d. pukul 16.00 Hari Besar Islam Tutup
Beranda » Blog » Tujuan dan Makna Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw

Tujuan dan Makna Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw

Diposting pada 2 Oktober 2023 oleh Redaksi / Dilihat: 2.946 kali

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Perayaan maulid Nabi Muhammad saw semarak di mana-mana. Namun, sebenarnya apa tujuan dari perayaan maulid Nabi Saw itu sendiri? Buya Yahya mengingatkan agar kita memperhatikan tujuan utama dari perayaan maulid karena itu merupakan hal yang penting.

Perayaan maulid Nabi Muhammad Saw tidak jauh dari tujuan untuk syiar agama Islam, mengagungkan kelahiran Nabi Muhammad Saw, dan mengenalkan ummat kepada Nabi Saw. Buya Yahya menyampaikan,

“Tujuan perayaan maulid Nabi Saw yaitu mengangkat syiar, mengagungkan, dan mengenalkan ummat kepada Nabi Muhammad Saw. Hal-hal ini semua dianjurkan. Dan semuanya dimulai dari kegembiraan kita atas hadirnya Nabi Muhammad Saw, syukur kepada Allah atas diutusnya Nabi Saw.”

Pelaksanaan maulid Nabi dengan tujuan tersebut akan menimbulkan suatu keinginan untuk meneladani dan mengikuti syariat yang dibawanya. Mengikuti Nabi Saw (ittiba’) juga memiliki peranan yang sangat penting. Buya menyampaikan,

“Ulama berkata, ‘kalau engkau merayakan maulid Nabi tapi tidak peduli dengan syariat Nabi, itu menandakan engkau bukan ingin mengagungkan Nabi, tapi engkau ingin mengagungkan dirimu sendiri’”

Nabi Muhammad Saw sebagai Teladan

Mengenali kehidupan Nabi Saw akan menumbuhkan rasa kagum dan cinta di hati seseorang. Kecintaan kepada Nabi Saw ini menjadi mukadimah dari mengikuti cara hidup Nabi Saw dan syariatnya. Tanpa adanya cinta dan kagum, akan semakin sulit untuk mengikuti cara hidup Nabi Saw. Sebagaimana Buya menyampaikan,

“Meneladani seseorang harus ada mukadimah, yaitu kekaguman dan kecintaan kepada yang diteladani. Agar meneladani diiringi rasa puas dan senang, tanpa keterpaksaan.”

Para ulama juga memahami bahwa meniru atau meneladani Nabi Muhammad Saw diawali mukadimah berupa kagum dan cinta, untuk menumbuhkan kekaguman dan cinta tersebut adalah dengan cara mengenal. Oleh karena itu, jika kita merasa cinta kita kepada Nabi Muhammad Saw kurang, hendaknya kita memperbanyak pengetahuan kita tentang Nabi Saw. Kenali Nabi Saw secara lebih mendalam lagi, dari situ akan tumbuh rasa cinta, karena kehidupan Nabi Saw penuh dengan hikmah. Buya berpesan,

Semakin kita mengenal Baginda Nabi maka akan semakin tertanam kekaguman di hati. Ketahui tentang Nabi Saw! Bagaimana sifat-sifat Nabi, akhlaknnya, kekhususannya, dan lain-lain. Karena Nabi Saw adalah suri tauladan bagi yang ingin menjalani hidup yang benar.”

Maulid sebagai Sarana untuk Mengenal Nabi Saw

Buya menyampaikan bahwa sarana untuk mengenal dan mengagumi Nabi Saw itu bermacam-macam. Bisa dengan membaca dan menulis, bisa juga dengan mengadakan perkumpulan yang fokus utamanya ialah mengingat Baginda Nabi Muhammad Saw sambil bergembira atas hadirnya Nabi Saw. Salah satu bentuknya ialah merayakan momen kelahiran Nabi Saw, atau berupa gebyar tahunan perayaan kelahiran Nabi Saw (maulid). Di dalamnya ada pesan-pesan tentang Nabi Saw mengenai akhlaknya, cara agar semakin dekat dengannya, anjuran memperbanyak shalawat, dan lain sebagainya. Seperti yang dilakukan oleh para ulama. Adapun merayakan maulid Nabi Saw sendiri sebenarnya bisa dilakukan setiap hari. Buya berpesan,

“Perayaan maulid Nabi berkaitan dengan bagaimana menanamkan kekaguman kepada Baginda Nabi saw (hubbunnabi). Dan sebaiknya tidak perlu mempermasalahkan lagi tentang perayaan maulid Nabi Saw, bahkan yang namanya Nabi Agung maka harus diagungkan. Bukan setahun sekali, setiap saat harus kita agungkan.”

Nabi Muhammad Saw Merayakan Kelahirannya

Sebenarnya, merayakan kelahiran Nabi Saw sudah Nabi lakukan sendiri. Sekaligus Nabi Saw juga mencontohkan cara merayakannya. Buya menyampaikan,

“Mengagungkan kelahiran Nabi Saw sudah dimulai oleh Baginda Nabi Saw sendiri. Waktu Nabi Saw berpuasa di hari Senin, beliau ditanya kenapa, lalu beliau menjawab, “haadza yaumu wulidtu fiih, ini hari kelahiranku.” Nabi Muhammad Saw menyebut kelahirannya, lalu melaksanakan suatu amalan yaitu ibadah. Jadi jika Anda merayakan maulid Nabi Saw tentunya harus dengan sesuatu yang yang diizinkan Rasulillah Saw. Misalnya dengan amalan sedekah dan lain sebagainya.”

Sumber: Al-Bahjah TV

Tags: , ,

Bagikan ke

Tujuan dan Makna Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.

Tujuan dan Makna Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: