● online
- Fiqih Bepergian Solusi Shalat di Perjalanan
- المعين المبين في تعلم العرب
- Kisah Nabi Muhammad Saw "Kekhalifahan, Keluarga Na
- Fiqih Praktis Haji dan Umrah yang Mudah Dipahami
- AQIDAH 50 KARYA BUYA YAHYA
- Kitab Nawazil
- BUKU FIQIH HAID - Cerdas Memahami Darah Wanita
- BUKU THAHARAH - BERSUCI - KARYA BUYA YAHYA
Tujuan dan Makna Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Perayaan maulid Nabi Muhammad saw semarak di mana-mana. Namun, sebenarnya apa tujuan dari perayaan maulid Nabi Saw itu sendiri? Buya Yahya mengingatkan agar kita memperhatikan tujuan utama dari perayaan maulid karena itu merupakan hal yang penting.
Perayaan maulid Nabi Muhammad Saw tidak jauh dari tujuan untuk syiar agama Islam, mengagungkan kelahiran Nabi Muhammad Saw, dan mengenalkan ummat kepada Nabi Saw. Buya Yahya menyampaikan,
“Tujuan perayaan maulid Nabi Saw yaitu mengangkat syiar, mengagungkan, dan mengenalkan ummat kepada Nabi Muhammad Saw. Hal-hal ini semua dianjurkan. Dan semuanya dimulai dari kegembiraan kita atas hadirnya Nabi Muhammad Saw, syukur kepada Allah atas diutusnya Nabi Saw.”
Pelaksanaan maulid Nabi dengan tujuan tersebut akan menimbulkan suatu keinginan untuk meneladani dan mengikuti syariat yang dibawanya. Mengikuti Nabi Saw (ittiba’) juga memiliki peranan yang sangat penting. Buya menyampaikan,
“Ulama berkata, ‘kalau engkau merayakan maulid Nabi tapi tidak peduli dengan syariat Nabi, itu menandakan engkau bukan ingin mengagungkan Nabi, tapi engkau ingin mengagungkan dirimu sendiri’”
Nabi Muhammad Saw sebagai Teladan
Mengenali kehidupan Nabi Saw akan menumbuhkan rasa kagum dan cinta di hati seseorang. Kecintaan kepada Nabi Saw ini menjadi mukadimah dari mengikuti cara hidup Nabi Saw dan syariatnya. Tanpa adanya cinta dan kagum, akan semakin sulit untuk mengikuti cara hidup Nabi Saw. Sebagaimana Buya menyampaikan,
“Meneladani seseorang harus ada mukadimah, yaitu kekaguman dan kecintaan kepada yang diteladani. Agar meneladani diiringi rasa puas dan senang, tanpa keterpaksaan.”
Para ulama juga memahami bahwa meniru atau meneladani Nabi Muhammad Saw diawali mukadimah berupa kagum dan cinta, untuk menumbuhkan kekaguman dan cinta tersebut adalah dengan cara mengenal. Oleh karena itu, jika kita merasa cinta kita kepada Nabi Muhammad Saw kurang, hendaknya kita memperbanyak pengetahuan kita tentang Nabi Saw. Kenali Nabi Saw secara lebih mendalam lagi, dari situ akan tumbuh rasa cinta, karena kehidupan Nabi Saw penuh dengan hikmah. Buya berpesan,
“Semakin kita mengenal Baginda Nabi maka akan semakin tertanam kekaguman di hati. Ketahui tentang Nabi Saw! Bagaimana sifat-sifat Nabi, akhlaknnya, kekhususannya, dan lain-lain. Karena Nabi Saw adalah suri tauladan bagi yang ingin menjalani hidup yang benar.”
Maulid sebagai Sarana untuk Mengenal Nabi Saw
Buya menyampaikan bahwa sarana untuk mengenal dan mengagumi Nabi Saw itu bermacam-macam. Bisa dengan membaca dan menulis, bisa juga dengan mengadakan perkumpulan yang fokus utamanya ialah mengingat Baginda Nabi Muhammad Saw sambil bergembira atas hadirnya Nabi Saw. Salah satu bentuknya ialah merayakan momen kelahiran Nabi Saw, atau berupa gebyar tahunan perayaan kelahiran Nabi Saw (maulid). Di dalamnya ada pesan-pesan tentang Nabi Saw mengenai akhlaknya, cara agar semakin dekat dengannya, anjuran memperbanyak shalawat, dan lain sebagainya. Seperti yang dilakukan oleh para ulama. Adapun merayakan maulid Nabi Saw sendiri sebenarnya bisa dilakukan setiap hari. Buya berpesan,
“Perayaan maulid Nabi berkaitan dengan bagaimana menanamkan kekaguman kepada Baginda Nabi saw (hubbunnabi). Dan sebaiknya tidak perlu mempermasalahkan lagi tentang perayaan maulid Nabi Saw, bahkan yang namanya Nabi Agung maka harus diagungkan. Bukan setahun sekali, setiap saat harus kita agungkan.”
Nabi Muhammad Saw Merayakan Kelahirannya
Sebenarnya, merayakan kelahiran Nabi Saw sudah Nabi lakukan sendiri. Sekaligus Nabi Saw juga mencontohkan cara merayakannya. Buya menyampaikan,
“Mengagungkan kelahiran Nabi Saw sudah dimulai oleh Baginda Nabi Saw sendiri. Waktu Nabi Saw berpuasa di hari Senin, beliau ditanya kenapa, lalu beliau menjawab, “haadza yaumu wulidtu fiih, ini hari kelahiranku.” Nabi Muhammad Saw menyebut kelahirannya, lalu melaksanakan suatu amalan yaitu ibadah. Jadi jika Anda merayakan maulid Nabi Saw tentunya harus dengan sesuatu yang yang diizinkan Rasulillah Saw. Misalnya dengan amalan sedekah dan lain sebagainya.”
Sumber: Al-Bahjah TV
Tags: Buya Yahya, Maulid Nabi Muhammad Saw, Tujuan dan Makna Maulid
Tujuan dan Makna Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Bermula dari titik yang sangat kecil dan personal, yakni harmonika peribadahan seorang hamba kepada Sang Pencipta. Di sinilah,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pada akhir tahun 2023 ini, SMAIQu Al-Bahjah Pusat Cirebon kembali meraih prestasi gemilang pada acara Ekspose... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Iduladha menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh mayoritas masyarakat di seluruh penjuru negeri. Tua-muda, kaya-miskin, pria-wanita semua berduyun-duyun... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Seseorang diibaratkan sebagai rumah yang harus memiliki pondasi dalam hidupnya. Jika rumah tidak memiliki pondasi atau pondasi... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam kehidupan rumah tangga, komunikasi bukan sekadar bertukar kata, tetapi juga berbagi hati dan pikiran. Komunikasi yang baik... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Ketika berbicara tentang Wali Songo, kebanyakan orang langsung mengingat mereka sebagai penyebar Islam yang mengajarkan agama, baik melalui... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Merenung sebelum bertindak menjadi urgent di tengah-tengah hidup yang serba kompleks. Bahkan orang tua zaman dahulu sering kali... selengkapnya
Zakat, salah satu rukun Islam yang memiliki kedudukan penting, bukan hanya sebagai kewajiban keagamaan, tetapi juga sebagai instrumen sosial yang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Akhir-akhir ini kita dihebohkan dengan kejadian seorang muslimah yang melepas cadarnya di awak media. Sontak kejadian... selengkapnya
Islam sebagai agama yang sempurna, sejak awal telah mendeklarasikan hak-hak wanita secara sempurna pula. Sejak saat itu, wanita muslimah... selengkapnya
Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 256 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Di antara hal yang disepakati oleh para ulama bahwa agama Islam adalah agama yang relevan untuk setiap zaman dan di… selengkapnya
Rp 90.000 Rp 110.500FIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 300 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSMaulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000
Saat ini belum tersedia komentar.