Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Jangan Gabut, Waktu Adalah Amanah

Jangan Gabut, Waktu Adalah Amanah

Diposting pada 20 Desember 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 290 kali / Kategori: ,

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Tidakkah kita menyadari bahwa hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun terus berlalu. Bergantinya waktu juga menunjukkan bahwa usia manusia terus berkurang, sementara amal perbuatannya terus dicatat tanpa jeda. Berputarnya siang dan malam serta silih bergantinya waktu merupakan tanda kebesaran Allah Subhanu wa Ta’ala, sekaligus pengingat bagi manusia bahwa kehidupan di dunia ini tidak pernah berhenti berjalan.

Waktu yang Allah berikan kepada kita pada setiap detiknya merupakan anugerah yang sangat besar. Akan tetapi, ia dapat berubah menjadi kerugian yang nyata apabila kita membiarkannya berlalu tanpa makna dan tanpa ketaatan kepada Allah Subhanu wa Ta’ala. Allah Subhanu wa Ta’ala berfirman:

وَالْعَصْرِۙ ١ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍۙ ٢ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ࣖ ٣ ( العصر/103: 1-3)

“Demi waktu. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal-amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran.”

Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ (رواه البخاري)

“2 nikmat yang banyak orangorang terlalaikan dengan keduanya, yaitu nikmat sehat dan nikmat waktu luang.(HR. Al Bukhori)

Dari ayat dan hadis tersebut dapat kita pahami bahwa nikmat waktu adalah nikmat yang sangat berharga. Maka kehilangan waktu berarti kehilangan peluang, kehilangan keuntungan, dan kehilangan kesempatan. Waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali. Itulah kerugian yang sesungguhnya. Dan betapa banyak manusia yang baru menyadari kerugian itu ketika penyesalan tidak lagi bermanfaat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ٩٩ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

“Hingga apabila datang kematian kepada salah seorang dari mereka, dia berkata: ‘Ya Rabbku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat beramal saleh terhadap apa yang telah aku tinggalkan.’ Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu hanyalah kata-kata yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan.”

Sering kali kita tidak menyadari bahwa nikmat waktu yang Allah berikan kepada kita sejatinya adalah amanah, yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah pada hari akhir. Al-Ḥabib ‘Abdullah bin ‘Alawi al-Ḥaddad rahimahullah mengatakan bahwa waktu yang kita miliki adalah modal yang Allah titipkan kepada manusia. Ibarat seseorang yang dipinjami modal, maka kelak ia akan dimintai pertanggungjawaban oleh pemilik modal tersebut. Jika seseorang diberi modal umur enam puluh atau tujuh puluh tahun, tapi hasil amal ibadahnya sangat sedikit dibandingkan dengan modal yang diberikan, maka sungguh ia telah menyia-nyiakan modal yang Allah titipkan kepadanya.

Menyia-nyiakan waktu dapat muncul dalam berbagai bentuk:

Pertama, menggunakan waktu yang ada untuk perbuatan maksiat. Waktu yang seharusnya menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah justru digunakan untuk hal-hal yang dimurkai-Nya.

Dalam sebuah hadis disebutkan:

لَيْسَ يَتَحَسَّرُ أَهْلُ الجنَّةِ إِلَّا عَلَى سَاعَةٍ مَرَّتْ بِهِمْ لَم يَذْكُرُوا اللهَ فِيهَا (رواه الطبراني)

Tidaklah merugi ahli surga kecuali sebab waktu yang berlalu dari mereka yg tidak mereka gunakan untuk berdzikir kepada Allah. (HR. At Thabarani)

Apabila penduduk surga saja masih menyesali waktu yang terlewat tanpa dzikir, maka bagaimana dengan penyesalan orang-orang yang menghabiskan waktu hidupnya dengan kemaksiatan dan perbuatan dosa?

Kedua, menggunakan waktu untuk perkara yang sia-sia dan tidak bermanfaat. Alangkah banyaknya pada hari ini orang-orang yang menghabiskan waktu berjam-jam hanya di hadapan layar hp dan gadget, dengan scroll layar tanpa tujuan, atau menonton berbagai konten receh yang tidak membawa manfaat bagi agama maupun dunianya. Tanpa disadari, waktu berlalu begitu saja. Padahal waktu tersebut bisa diisi dengan amal kebaikan, ilmu yang bermanfaat, dzikir kepada Allah, atau aktivitas yang bernilai ibadah. Inilah bentuk kerugian yang sering kali dianggap ringan, namun dampaknya sangat besar terhadap hilangnya keberkahan umur. Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:

مِنْ حُسْنِ ِإسْلَامِ المَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ (رواه ابن ماجه)

Termasuk tanda bagusnya islam seseorang adalah dia meninggalkan hal – hal yang tidak ada manfaatnya. (HR. Ibnu Majah)

Gabut atau menyia-nyiakan waktu dengan melakukan perbuatan yang sia-sia bukan hanya berarti membuang umur tanpa hasil, tetapi sering kali juga menjadi pintu masuk bagi setan untuk menjerumuskan manusia ke dalam kemaksiatan. Bermula dari sekadar iseng dan mengisi kejenuhan, lalu perlahan mencari kesenangan, hingga akhirnya terjatuh pada perkara-perkara yang dimurkai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, Islam mengajarkan agar seorang Muslim menjaga waktunya dengan kesadaran, dan membiasakan diri untuk merancang serta menyusun agenda kegiatan hariannya dengan hal-hal yang bermanfaat.

Ketahuilah bahwa aktivitas kerja kita, baik di kantor, di pasar, maupun di tempat usaha, semuanya dapat bernilai ibadah apabila disertai dengan niat yang benar. Niat mencari nafkah yang halal untuk keluarga, mencukupi kebutuhan diri agar terjaga dari yang haram, serta niat-niat mulia lainnya dapat mengubah aktivitas duniawi menjadi amal akhirat. Karena pintu kebaikan tidak hanya terbuka melalui ibadah-ibadah mahdhah semata, tetapi juga melalui aktivitas dunia yang dilakukan dengan niat yang baik dan cara yang benar. Itulah orang yang cerdas, sebagaimana sabda Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wassalam.

الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ المَوتِ وَالعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا وَتَمَنَّى عَلَى اللهِ (رواه الترمذي)

“Orang yang cerdas adalah orang yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian. Dan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya, lalu hanya berangan-angan kepada Allah.” (HR. At-Tirmidzi)

Sebelum waktu kita benar-benar berakhir, sebelum umur yang Allah titipkan kepada kita habis, marilah kita renungkan kembali, bagaimana selama ini kita memperlakukan waktu. Apakah ia telah kita jaga sebagai amanah, atau justru kita biarkan berlalu dalam kelalaian dan kesia-siaan.

Jangan sampai waktu yang Allah berikan menjadi saksi atas kerugian kita pada hari kiamat. Namun jadikanlah setiap detik yang berlalu sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah, meskipun dengan amal-amal yang sederhana, dengan niat yang lurus, dan dengan istiqamah. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang mampu menjaga waktu, mensyukuri nikmat umur, serta mengisinya dengan ketaatan dan amal saleh.

 

Penulis: Maulid Johansyah, MP.d.

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Jangan Gabut, Waktu Adalah Amanah

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Amalan Ini Sederhana tapi Benilai Luar Biasa
14 Desember 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika mendengar kata ibadah, hal yang pertama kali terlintas dalam pikiran orang awam mungkin adalah suatu amalan... selengkapnya

Jihad Kita untuk Palestina
16 Oktober 2023

Seorang jamaah bertanya tentang jihad kepada Buya Yahya, “Bagaimana cara jihad untuk membela saudara kita yang terzalimi di Palestina? Sedangkan... selengkapnya

Bolehkah Menerima Uang dari Calon Kepala Daerah? Buya Yahya Menjawab
18 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Kontestasi politik di negara Indonesia seakan tidak pernah ada habisnya. Termasuk pada saat-saat akan dilaksanakannya pemilihan umum... selengkapnya

Banyak Orang yang Keliru, Inilah Makna Nuzulul Quran yang Sesungguhnya
7 April 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Nuzulul Quran merupakan peristiwa turunnya Al-Quran. Buya Yahya menjelaskan bahwa terdapat empat macam Nuzulul Quran, yakni... selengkapnya

Ketika Terlanjur Tahu Aib Orang Lain
13 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sudah menjadi keharusan untuk kita tidak usah mencari-cari kekurangan dan aib orang lain. Namun sekeras apa pun usaha... selengkapnya

Asal-Usul Jin dalam Perspektif Islam
10 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam Al-Qur’an surat Ar-Rahman ayat 15 dan surat Al-Hijr ayat 27 diterangkan, bahwa jin merupakan makhluk yang... selengkapnya

Shalat Itu Mudah, Jangan Dibuat Susah
23 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Salah satu ibadah yang wajib dikerjakan oleh umat Islam adalah shalat. Untuk mengerjakan shalat secara sempurna seorang... selengkapnya

Hukum Sedekah Tapi Punya Utang yang Sudah Jatuh Tempo
6 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam kehidupan sehari-hari, banyak di antara kita yang memiliki utang, baik kepada individu maupun lembaga. Latar belakang... selengkapnya

Halal Bihalal Santri Formal Al-Bahjah Pusat
19 April 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-15 Syawal 1446 H/Senin 14 April 2025 M – Liburan santri formal Al-Bahjah Pusat telah usai. Para santri... selengkapnya

Lebarkan Sayap Dakwah Rasulullah Saw, Pondok Pesantren Al-Bahjah Binangkit Tasikmalaya Diresmikan
28 Oktober 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Jumat, 02 Rabiul Akhir 1444 H atau bertepatan dengan Tanggal 28 Oktober 2022 telah diresmikan Pondok... selengkapnya

Jangan Gabut, Waktu Adalah Amanah

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: