Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Kesalahan Pengasuhan yang Tidak Boleh Dibiasakan

Kesalahan Pengasuhan yang Tidak Boleh Dibiasakan

Diposting pada 25 Juli 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 460 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setelah berusaha dengan maksimal tapi belum menghasilkan sesuatu yang diharapkan, maka jalani dan syukuri saja. Sebab, hidup tidak melulu harus sempurna. Yang penting bisa bertahan di saat ada masalah saja sudah luar biasa. Begitu pun menjadi orang tua, tidak selalu harus menjadi sempurna. Yang penting bisa belajar dan tumbuh bersama anak di setiap prosesnya saja sudah luar biasa. Sambil terus memantaskan diri menjadi yang terbaik.

Kebanyakan menjadi orang tua hanya meniru bagaimana dulu orang tuanya memperlakukan dirinya. Memang banyak hal baik yang bisa ditiru dan dilanjutkan, tapi seiring perubahan zaman, berubah pula tantangan dalam pengasuhan. Apa yang dulu dianggap biasa, kini belum tentu tepat diterapkan pada anak-anak sekarang. Lingkungan sosial, teknologi, dan cara anak memandang dunia sudah sangat berbeda. Berikut beberapa kesalahan umum dalam pengasuhan yang sering terjadi.

Tidak Membiasakan Anak untuk Bertanggung Jawab

Ketika anak terjatuh, orang tua dulu terkesan menghibur anak dengan menyalahkan apa yang membuat anaknya terjatuh agar tidak menangis, seperti berkata, “Nakal ya, lantainya! Jadi dede jatuh.” Sebenarnya perkataan ini sedang mengajarkan pada anak untuk tidak bertanggung jawab atas peristiwa yang terjadi pada dirinya, menyalahkan orang lain, mencari kambing hitam. Padahal ucapan yang tepat tidak kalah menghiburnya jika dikatakan dengan nada bicara yang ceria, seperti, “Ayo, de, berdiri! Kita obati bagian yang sakit sambil main dokter-dokteran, yuk. Siapa dokternya? Ibu atau kamu?” atau “Aduh, licin ya lantainya. Lain kali kita lebih hati-hati ya, biar gak jatuh lagi.” Dengan demikian anak tebiasa bertanggung jawab, berhati-hati, dan bangkit setelah gagal.

Contoh lain adalah menghabiskan makanan. Anak harus menghabiskan makanan yang porsinya diambilkan oleh orang tuanya. Anak dipaksa menghabiskan makanannya meskipun sudah kenyang. Alarm kenyang yang dikirim ke otaknya akan hilang karena dipaksa. Dan itu akan berlanjut sampai anak dewasa. Orang tua bisa mengajari dan membantu anak untuk mengambil makanannya sendiri, mulai dari mengambil sedikit, jika kurang baru mengambil lagi. Sehingga anak belajar untuk menghabiskan makanan yang diambilnya. Ini konsep yang benar untuk bertanggung jawab.

Berbohong

Berbohong adalah sebuah kesalahan yang serius yang sering dianggap sepele oleh orang tua. Demi anaknya tidak menangis, banyak orang tua yang memilih untuk berbohong. Dengan berjanji membelikan mainan, es krim, dan lain-lain. Mislanya, ketika akan pergi, ayah atau ibu mengatakan tidak akan ke mana-mana, tetapi kemudian pergi diam-diam. Berbohong mungkin terasa seperti jalan pintas agar anak cepat diam atau tidak menangis. Namun tanpa disadari, orang tua sedang memberi contoh buruk tentang ketidakjujuran.

Memuji tetapi Mengkritik

Memberikan apresiasi atau pujian terhadap perilaku, usaha, dan sikap, membuat anak merasa yakin bahwa ia mempunya kendali atas perilakunya. Perilaku adalah hasil usaha, bukan sesuatu yang melekat dan tidak bisa diubah. Pujian dinyatakan dengan kalimat sederhana memberikan pesan yang jelas, perilaku yang diharapkan dan tidak berlebihan.

Contoh pujian positif:

“Bagus sekali, Adik sudah meletakkan sepatu di rak, rumah kita jadi rapi. Allah suka pada keindahan.”

Contoh pujian cenderung berlebihan dan menyindir:

“Duh! Hebatnya anak Ayah. Paling keren sedunia. Bisa meletakkan sepatunya di rak. Jangan seperti kemarin ya, berantakan di mana-mana, lelah ayah membereskannya.”

Dengan memberikan pujian yang tepat, anak tidak hanya merasa dihargai, tetapi juga belajar memahami perilaku apa yang diharapkan. Hindari pujian yang berlebihan atau pujian yang disisipi sindiran, agar anak tidak bingung membedakan antara apresiasi dan kritik tersembunyi. Pujian sederhana yang tulus justru jauh lebih bermakna dan membangun kepercayaan diri anak.

Menjadi orang tua memang tidak mudah. Namun, orang tua tidak dituntut untuk selalu sempurna, melainkan terus belajar dan tumbuh bersama anak. Dengan menyadari kesalahan-kesalahan kecil dalam pengasuhan, kita bisa memperbaiki cara mendidik dan membimbing anak agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, jujur, dan percaya diri. Karena pada akhirnya, pengasuhan yang baik bukan tentang tanpa kesalahan, tapi tentang keberanian untuk memperbaiki.

 

Penulis: Assyfa

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Kesalahan Pengasuhan yang Tidak Boleh Dibiasakan

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Bolehkah Mengambil Air dari Sumur Masjid untuk Kebutuhan Pribadi?
4 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di beberapa desa, sering muncul perdebatan soal boleh tidaknya mengambil air dari sumur masjid untuk kepentingan pribadi, misalnya... selengkapnya

Hidup Indah Berkat Berbakti Kepada Orang Tua
2 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam ceramah yang dibawakan oleh Buya Yahya di acara Uswatun Hasanah, beliau menegaskan berbuat baik kepada orang... selengkapnya

Hati-Hati, Jangan Sampai Menjadi Bagian dari 3 Orang yang Celaka
1 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ramadan merupakan bulan yang sangat istimewa, bulan ini diagungkan oleh Allah Swt Yang Maha Tinggi. Allah Swt... selengkapnya

Iduladha Telah Usai, Inilah Empat Dampak Positifnya bagi Negara
5 Juni 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Iduladha menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu oleh mayoritas masyarakat di seluruh penjuru negeri. Tua-muda, kaya-miskin, pria-wanita semua berduyun-duyun... selengkapnya

Musabaqoh Kubro LPD AL-Bahjah: Menggali Potensi Diri dari Para Santri
15 Oktober 2021

Musabaqoh Kubro LPD AL-Bahjah: Menggali Potensi Diri dari Para Santri PUSTAKA AL-BAHJAH-SEPUTAR PONDOK-Penutupan Musabaqoh Kubro di Lapangan Formal LPD (Lembaga... selengkapnya

Pendidikan Berbasis Akhlak sebagai Solusi Krisis Karakter di Era Digital
21 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Krisis karakter yang melanda generasi muda saat ini menjadi salah satu tantangan besar dalam dunia pendidikan. Kemajuan teknologi... selengkapnya

Belum Terlambat, Puasa 6 Hari di Bulan Syawal Setara Puasa 1 Tahun
10 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan, umat Islam dianjurkan melanjutkannya dengan puasa enam hari di bulan Syawal. Ini merupakan... selengkapnya

Agar Mahar Pernikahan Tidak Jadi Petaka
31 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Salah satu yang selalu diperbincangkan dalam sebuah pernikahan adalah mahar. Mahar dapat diartikan sebagai pemberian pihak laki-laki... selengkapnya

Jangan Sampai Keliru! Ini Dia Perbedaan Antara Cinta dan Nafsu
7 September 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Cinta merupakan fenomena yang lazim dialami oleh setiap manusia. Dan hawa nafsu merupakan sesuatu yang fitrahnya... selengkapnya

Keutamaan 10 Hari Terakhir Bulan Ramadan
13 Maret 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Bulan Ramadan merupakan bulan penuh keistimewaan bagi umat Islam di pelbagai belahan penjuru bumi karena setiap amalan ibadah... selengkapnya

Kesalahan Pengasuhan yang Tidak Boleh Dibiasakan

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: