Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Kesalahan Pengasuhan yang Tidak Boleh Dibiasakan

Kesalahan Pengasuhan yang Tidak Boleh Dibiasakan

Diposting pada 25 Juli 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 423 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setelah berusaha dengan maksimal tapi belum menghasilkan sesuatu yang diharapkan, maka jalani dan syukuri saja. Sebab, hidup tidak melulu harus sempurna. Yang penting bisa bertahan di saat ada masalah saja sudah luar biasa. Begitu pun menjadi orang tua, tidak selalu harus menjadi sempurna. Yang penting bisa belajar dan tumbuh bersama anak di setiap prosesnya saja sudah luar biasa. Sambil terus memantaskan diri menjadi yang terbaik.

Kebanyakan menjadi orang tua hanya meniru bagaimana dulu orang tuanya memperlakukan dirinya. Memang banyak hal baik yang bisa ditiru dan dilanjutkan, tapi seiring perubahan zaman, berubah pula tantangan dalam pengasuhan. Apa yang dulu dianggap biasa, kini belum tentu tepat diterapkan pada anak-anak sekarang. Lingkungan sosial, teknologi, dan cara anak memandang dunia sudah sangat berbeda. Berikut beberapa kesalahan umum dalam pengasuhan yang sering terjadi.

Tidak Membiasakan Anak untuk Bertanggung Jawab

Ketika anak terjatuh, orang tua dulu terkesan menghibur anak dengan menyalahkan apa yang membuat anaknya terjatuh agar tidak menangis, seperti berkata, “Nakal ya, lantainya! Jadi dede jatuh.” Sebenarnya perkataan ini sedang mengajarkan pada anak untuk tidak bertanggung jawab atas peristiwa yang terjadi pada dirinya, menyalahkan orang lain, mencari kambing hitam. Padahal ucapan yang tepat tidak kalah menghiburnya jika dikatakan dengan nada bicara yang ceria, seperti, “Ayo, de, berdiri! Kita obati bagian yang sakit sambil main dokter-dokteran, yuk. Siapa dokternya? Ibu atau kamu?” atau “Aduh, licin ya lantainya. Lain kali kita lebih hati-hati ya, biar gak jatuh lagi.” Dengan demikian anak tebiasa bertanggung jawab, berhati-hati, dan bangkit setelah gagal.

Contoh lain adalah menghabiskan makanan. Anak harus menghabiskan makanan yang porsinya diambilkan oleh orang tuanya. Anak dipaksa menghabiskan makanannya meskipun sudah kenyang. Alarm kenyang yang dikirim ke otaknya akan hilang karena dipaksa. Dan itu akan berlanjut sampai anak dewasa. Orang tua bisa mengajari dan membantu anak untuk mengambil makanannya sendiri, mulai dari mengambil sedikit, jika kurang baru mengambil lagi. Sehingga anak belajar untuk menghabiskan makanan yang diambilnya. Ini konsep yang benar untuk bertanggung jawab.

Berbohong

Berbohong adalah sebuah kesalahan yang serius yang sering dianggap sepele oleh orang tua. Demi anaknya tidak menangis, banyak orang tua yang memilih untuk berbohong. Dengan berjanji membelikan mainan, es krim, dan lain-lain. Mislanya, ketika akan pergi, ayah atau ibu mengatakan tidak akan ke mana-mana, tetapi kemudian pergi diam-diam. Berbohong mungkin terasa seperti jalan pintas agar anak cepat diam atau tidak menangis. Namun tanpa disadari, orang tua sedang memberi contoh buruk tentang ketidakjujuran.

Memuji tetapi Mengkritik

Memberikan apresiasi atau pujian terhadap perilaku, usaha, dan sikap, membuat anak merasa yakin bahwa ia mempunya kendali atas perilakunya. Perilaku adalah hasil usaha, bukan sesuatu yang melekat dan tidak bisa diubah. Pujian dinyatakan dengan kalimat sederhana memberikan pesan yang jelas, perilaku yang diharapkan dan tidak berlebihan.

Contoh pujian positif:

“Bagus sekali, Adik sudah meletakkan sepatu di rak, rumah kita jadi rapi. Allah suka pada keindahan.”

Contoh pujian cenderung berlebihan dan menyindir:

“Duh! Hebatnya anak Ayah. Paling keren sedunia. Bisa meletakkan sepatunya di rak. Jangan seperti kemarin ya, berantakan di mana-mana, lelah ayah membereskannya.”

Dengan memberikan pujian yang tepat, anak tidak hanya merasa dihargai, tetapi juga belajar memahami perilaku apa yang diharapkan. Hindari pujian yang berlebihan atau pujian yang disisipi sindiran, agar anak tidak bingung membedakan antara apresiasi dan kritik tersembunyi. Pujian sederhana yang tulus justru jauh lebih bermakna dan membangun kepercayaan diri anak.

Menjadi orang tua memang tidak mudah. Namun, orang tua tidak dituntut untuk selalu sempurna, melainkan terus belajar dan tumbuh bersama anak. Dengan menyadari kesalahan-kesalahan kecil dalam pengasuhan, kita bisa memperbaiki cara mendidik dan membimbing anak agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, jujur, dan percaya diri. Karena pada akhirnya, pengasuhan yang baik bukan tentang tanpa kesalahan, tapi tentang keberanian untuk memperbaiki.

 

Penulis: Assyfa

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Kesalahan Pengasuhan yang Tidak Boleh Dibiasakan

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Penjelasan Buya Yahya Tentang Hukum Permainan Capit Boneka
14 Oktober 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Belakangan ini permainan mesin capit boneka marak sekali di masyarakat, banyak diantaranya yang berbondong-bondong memainkan mesin... selengkapnya

Berbuka dengan Menu “Rasa Peduli”
7 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika kita asyik menikmati ifthar dengan hidangan berjejer di meja makan, nun jauh di sana saudara kita,... selengkapnya

Orang Tua Juga Bisa Durhaka kepada Anak
24 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam Islam, relasi orang tua dan anak sering dibahas dalam kerangka birr al-walidayn, yang menekankan kewajiban anak untuk... selengkapnya

Bolehkah Menggabungkan Puasa Rajab dan Qadha Ramadan?
15 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Di bulan ini, umat... selengkapnya

Kamu Sedang Galau? Coba Amalkan 9 Cara Membenahi Hati Ini
29 Januari 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Hati adalah cerminan diri kita sendiri. Ketika hati itu baik maka perilaku pun menjadi baik, begitu pun... selengkapnya

Pada Malam Nisfu Sya’ban Semua Orang Diampuni, Kecuali Dua Golongan ini
24 Februari 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Syaban adalah bulan yang diperhatikan oleh Nabi secara khusus. Perhatian Nabi kepada bulan Sya’ban disebabkan karena... selengkapnya

Menjaga Lingkungan dalam Perspektif Islam: Hifzh Al-Biah dan Hifzh Al-Nafs
10 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Banjir yang melanda berbagai wilayah di Indonesia akhir-akhir ini menjadi pengingat nyata akan pentingnya menjaga lingkungan (hifzh... selengkapnya

Selangkah Lebih Dekat dengan Kitab Ramadhaniat Karya Buya Yahya
22 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Keutamaan bulan Ramadan benar adanya. Banyak hadis-hadis Nabi, kisah orang-orang saleh, dan berbagai riwayat yang telah menyebutkannya.... selengkapnya

Bulan Suro Adalah Bulan Keramat, Benarkah?
18 Juli 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pada sebagian masyarakat indonesia, terdapat sebuah keyakinan bahwa bulan Suro atau Muharram adalah bulan keramat. Pada... selengkapnya

DOA AWAL DAN AKHIR TAHUN 1443 H
9 Agustus 2021

DOA AKHIR TAHUN بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اللّٰهُمَّ لَكَ الْـحَمْدُ أنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، ولَكَ الْحـَمْدُ لَكَ مُلْكُ... selengkapnya

Kesalahan Pengasuhan yang Tidak Boleh Dibiasakan

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: