Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Kesalahan Pengasuhan yang Tidak Boleh Dibiasakan

Kesalahan Pengasuhan yang Tidak Boleh Dibiasakan

Diposting pada 25 Juli 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 422 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setelah berusaha dengan maksimal tapi belum menghasilkan sesuatu yang diharapkan, maka jalani dan syukuri saja. Sebab, hidup tidak melulu harus sempurna. Yang penting bisa bertahan di saat ada masalah saja sudah luar biasa. Begitu pun menjadi orang tua, tidak selalu harus menjadi sempurna. Yang penting bisa belajar dan tumbuh bersama anak di setiap prosesnya saja sudah luar biasa. Sambil terus memantaskan diri menjadi yang terbaik.

Kebanyakan menjadi orang tua hanya meniru bagaimana dulu orang tuanya memperlakukan dirinya. Memang banyak hal baik yang bisa ditiru dan dilanjutkan, tapi seiring perubahan zaman, berubah pula tantangan dalam pengasuhan. Apa yang dulu dianggap biasa, kini belum tentu tepat diterapkan pada anak-anak sekarang. Lingkungan sosial, teknologi, dan cara anak memandang dunia sudah sangat berbeda. Berikut beberapa kesalahan umum dalam pengasuhan yang sering terjadi.

Tidak Membiasakan Anak untuk Bertanggung Jawab

Ketika anak terjatuh, orang tua dulu terkesan menghibur anak dengan menyalahkan apa yang membuat anaknya terjatuh agar tidak menangis, seperti berkata, “Nakal ya, lantainya! Jadi dede jatuh.” Sebenarnya perkataan ini sedang mengajarkan pada anak untuk tidak bertanggung jawab atas peristiwa yang terjadi pada dirinya, menyalahkan orang lain, mencari kambing hitam. Padahal ucapan yang tepat tidak kalah menghiburnya jika dikatakan dengan nada bicara yang ceria, seperti, “Ayo, de, berdiri! Kita obati bagian yang sakit sambil main dokter-dokteran, yuk. Siapa dokternya? Ibu atau kamu?” atau “Aduh, licin ya lantainya. Lain kali kita lebih hati-hati ya, biar gak jatuh lagi.” Dengan demikian anak tebiasa bertanggung jawab, berhati-hati, dan bangkit setelah gagal.

Contoh lain adalah menghabiskan makanan. Anak harus menghabiskan makanan yang porsinya diambilkan oleh orang tuanya. Anak dipaksa menghabiskan makanannya meskipun sudah kenyang. Alarm kenyang yang dikirim ke otaknya akan hilang karena dipaksa. Dan itu akan berlanjut sampai anak dewasa. Orang tua bisa mengajari dan membantu anak untuk mengambil makanannya sendiri, mulai dari mengambil sedikit, jika kurang baru mengambil lagi. Sehingga anak belajar untuk menghabiskan makanan yang diambilnya. Ini konsep yang benar untuk bertanggung jawab.

Berbohong

Berbohong adalah sebuah kesalahan yang serius yang sering dianggap sepele oleh orang tua. Demi anaknya tidak menangis, banyak orang tua yang memilih untuk berbohong. Dengan berjanji membelikan mainan, es krim, dan lain-lain. Mislanya, ketika akan pergi, ayah atau ibu mengatakan tidak akan ke mana-mana, tetapi kemudian pergi diam-diam. Berbohong mungkin terasa seperti jalan pintas agar anak cepat diam atau tidak menangis. Namun tanpa disadari, orang tua sedang memberi contoh buruk tentang ketidakjujuran.

Memuji tetapi Mengkritik

Memberikan apresiasi atau pujian terhadap perilaku, usaha, dan sikap, membuat anak merasa yakin bahwa ia mempunya kendali atas perilakunya. Perilaku adalah hasil usaha, bukan sesuatu yang melekat dan tidak bisa diubah. Pujian dinyatakan dengan kalimat sederhana memberikan pesan yang jelas, perilaku yang diharapkan dan tidak berlebihan.

Contoh pujian positif:

“Bagus sekali, Adik sudah meletakkan sepatu di rak, rumah kita jadi rapi. Allah suka pada keindahan.”

Contoh pujian cenderung berlebihan dan menyindir:

“Duh! Hebatnya anak Ayah. Paling keren sedunia. Bisa meletakkan sepatunya di rak. Jangan seperti kemarin ya, berantakan di mana-mana, lelah ayah membereskannya.”

Dengan memberikan pujian yang tepat, anak tidak hanya merasa dihargai, tetapi juga belajar memahami perilaku apa yang diharapkan. Hindari pujian yang berlebihan atau pujian yang disisipi sindiran, agar anak tidak bingung membedakan antara apresiasi dan kritik tersembunyi. Pujian sederhana yang tulus justru jauh lebih bermakna dan membangun kepercayaan diri anak.

Menjadi orang tua memang tidak mudah. Namun, orang tua tidak dituntut untuk selalu sempurna, melainkan terus belajar dan tumbuh bersama anak. Dengan menyadari kesalahan-kesalahan kecil dalam pengasuhan, kita bisa memperbaiki cara mendidik dan membimbing anak agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, jujur, dan percaya diri. Karena pada akhirnya, pengasuhan yang baik bukan tentang tanpa kesalahan, tapi tentang keberanian untuk memperbaiki.

 

Penulis: Assyfa

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Kesalahan Pengasuhan yang Tidak Boleh Dibiasakan

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Larangan Mengumbar Aib Zina: Jangan Sampai Dibuka Apa Lagi Diceritakan
4 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam Islam, dosa zina adalah termasuk dosa besar yang mana pelakunya sangat hina dan dihinakan oleh Allah... selengkapnya

Bolehkah Dana Zakat Disalurkan untuk MBG?
9 Maret 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Merupakan sebuah kebaikan membuat program mulia dengan membagikan makanan sehat, bergizi, dan gratis atau MBG kepada masyarakat. Selagi... selengkapnya

Peradaban Islam dan Akar Orientalisme
12 Januari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di era modern kita melihat kejayaan yang dimiliki Barat hampir mencakup semua sektor kehidupan. Namun, tak banyak yang... selengkapnya

(Cerpen) Di Antara Titik dan Koma
17 Januari 2026

HUJAN turun pelan sejak sore, seperti sengaja menunda reda. Tidak deras, tidak pula berhenti. Butirannya jatuh satu-satu di atas atap... selengkapnya

Antrean Haji Hingga Berpuluh Tahun, Harus Bagaimana?
11 Juni 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Ibadah haji merupakan ibadah yang sangat diimpikan oleh jutaan umat islam di seluruh dunia. Banyak diantara... selengkapnya

Bolehkah Menerima Uang dari Calon Kepala Daerah? Buya Yahya Menjawab
18 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Kontestasi politik di negara Indonesia seakan tidak pernah ada habisnya. Termasuk pada saat-saat akan dilaksanakannya pemilihan umum... selengkapnya

Muslimah Juga Bisa Mendapatkan Pahala Jihad Loh, Begini Caranya
3 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pada suatau ketika di zaman Nabi Muhammad Saw, terdapat keistimewaan bagi kaum laki-laki untuk senantiasa dekat kepada... selengkapnya

4 Tanda Malam Lailatul Qadr Menurut Buya Yahya
20 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Malam Lailatul Qadr adalah malam istimewa yang lebih baik dari seribu bulan. Namun, keberadaannya tidak bisa ditentukan... selengkapnya

Cara Mencintai Istri ala Ali bin Abi Thalib
26 Juni 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Di bawah langit Madinah yang jernih, di tengah kehidupan yang sederhana namun penuh makna, tersembunyi sebuah kisah... selengkapnya

Kekuatan Mukjizat Al-Qur’an: Kalam Ilahi yang Tidak Tertandingi
4 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Mukjizat dalam tradisi agama Islam telah diwakili dengan penuh keagungan oleh Al-Qur’an Al-Karim. Al-Qur’an tidak hanya dipandang... selengkapnya

Kesalahan Pengasuhan yang Tidak Boleh Dibiasakan

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: