● online
Iduladha sebagai Momentum Mendefinisikan Ulang Pengorbanan

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap kali Iduladha datang, kita kembali mendengar kisah tentang Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Kisah yang tidak hanya berbicara tentang penyembelihan hewan qurban, tetapi tentang sesuatu yang jauh lebih besar, yaitu pengorbanan, keikhlasan, dan ketaatan kepada Allah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعۡيَ قَالَ يَٰبُنَيَّ إِنِّيٓ أَرَىٰ فِي ٱلۡمَنَامِ أَنِّيٓ أَذۡبَحُكَ فَٱنظُرۡ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفۡعَلۡ مَا تُؤۡمَرُ ۖ سَتَجِدُنِيٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ
“Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, ‘Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!’ Dia (Ismail) menjawab, ‘Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.’” (QS. As-Saffat: 102)
Ayat ini menunjukkan bahwa cinta kepada Allah berada di atas segala-galanya. Nabi Ibrahim diuji melalui sesuatu yang paling beliau cintai. Nabi Ismail pun mengajarkan tentang ketaatan serta kesabaran yang luar biasa. Di zaman sekarang, makna pengorbanan sering kali terasa berbeda. Banyak orang menganggap pengorbanan hanya sebatas kehilangan sesuatu yang besar atau menyakitkan. Padahal, dalam kehidupan sehari-hari, pengorbanan hadir dalam bentuk yang lebih dekat dan sederhana.
Ada ibu yang rela mengurangi kebutuhan dirinya demi anak-anaknya. Ada ayah yang tetap bekerja keras meski tubuhnya lelah agar keluarganya tetap makan. Ada seseorang yang memilih diam agar tidak melukai hati orang lain. Ada pula orang yang berusaha meninggalkan kebiasaan buruk demi menjadi pribadi yang lebih baik di hadapan Allah. Semua itu adalah bentuk pengorbanan.
Iduladha mengajarkan bahwa mencintai Allah berarti siap melepaskan apa yang paling dicintai ketika itu tidak membawa kita kepada-Nya. Hari ini, mungkin Allah tidak meminta kita mengorbankan anak seperti Nabi Ibrahim. Tetapi Allah meminta kita mengorbankan ego, amarah, gengsi, dan hal-hal yang menjauhkan hati dari-Nya.
Terkadang pengorbanan terbesar bukan tentang kehilangan harta, melainkan tentang menahan diri. Menahan diri untuk tidak membalas. Menahan diri untuk tidak menyerah. Menahan diri agar tetap sabar meski keadaan belum sesuai harapan.
Di zaman sekarang, banyak orang yang ingin segala sesuatu serba cepat. Ingin hasil tanpa proses, ingin bahagia tanpa ujian. Padahal, setiap impian selalu membutuhkan pengorbanan. Bahkan untuk menjadi pribadi yang lebih tenang dan lebih dekat kepada Allah pun membutuhkan perjuangan yang tidak sedikit.
Iduladha juga mengingatkan bahwa sesuatu yang dilepaskan karena Allah tidak akan pernah benar-benar hilang. Bisa jadi Allah menggantinya dengan ketenangan, kedewasaan, atau sesuatu yang jauh lebih baik di waktu yang tepat. Sebab, pengorbanan sejati bukan tentang siapa yang paling banyak kehilangan. Akan tetapi tentang siapa yang paling ikhlas menjalani ketetapan Allah. Maka, saat gema takbir berkumandang dan hewan qurban disembelih, semoga yang ikut luruh bukan hanya darah qurban, tetapi juga kesombongan, luka, dan keterikatan dunia yang membuat hati jauh dari Allah. Sebab makna Iduladha bukan hanya tentang berqurban. Tetapi tentang belajar percaya bahwa apa pun yang kita lepaskan karena Allah tidak akan pernah sia-sia.
Penulis: Rozal Putra
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Iduladha sebagai Momentum Mendefinisikan Ulang Pengorbanan
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Manusia tidak pernah hidup sendirian. Sejak ia dilahirkan hingga kembali kepada tanah, hidupnya selalu berada dalam jaringan relasi... selengkapnya
Judul : Oase Iman Refleksi Problematika Umat “Sebuah Upaya Menuju Perubahan dengan Keindahan dan Cinta” Penulis : Buya... selengkapnya
Hati-Hati Ada Gaji Buta di antara Kita Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sejak 7 Oktober 2023, perang Palestina-Israel kian memanas. Hingga Jum’at (27/10), serangan Israel terhadap Palestina telah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sahabat Pustaka, malam Lailatul Qadar merupakan malam yang sangat agung dan mulia di bulan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pemilu menjadi ajang pesta demokrasi sekaligus medium aktualisasi hak dan kewajiban politik seluruh warga negara. Agar pemilu... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setiap menjelang Idulfitri, umat Islam di seluruh dunia berbondong-bondong menunaikan zakat fitrah sebagai bentuk penyucian diri dan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Bulan Rajab sering kali hadir menyapa kita dengan suasana yang tenang namun penuh wibawa. Di tengah deru kehidupan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah – Pengguna media sosial dihebohkan dengan fenomena alam yang terjadi di Arab Saudi. Pasalnya, negeri yang terkenal dengan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pertanyaan ini dapat muncul di kalangan umat Islam, yakni tentang bagaimana Allah Subhanallahu wa Ta’ala menghukum hambanya.... selengkapnya
Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Buku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 256 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 200 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000
Saat ini belum tersedia komentar.