Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Susah Menangisi Dosa, Apakah Taubat Diterima?

Susah Menangisi Dosa, Apakah Taubat Diterima?

Diposting pada 14 Oktober 2022 oleh Redaksi / Dilihat: 7.238 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Manusia adalah tempatnya salah dan dosa, tiada seorangpun manusia di dunia ini yang luput dari kesalahan dan dosa kecuali Baginda Nabi Muhammad Saw. Ia adalah satu-satunya manusia yang diberikan sifat ma’sum, yaitu terjaga dari perbuatan salah dan dosa.

Allah Swt Maha Pengampun dan Maha Penyayang, sebagai manusia yang tidak luput dari kesalahan dan dosa, sudah sepatutnya kita memohon ampunan kepada Allah Swt ketika kita telah melakukan perbuatan dosa, yaitu memohon ampunan yang sebenar-benarnya dengan cara bertaubat.

Taubat seseorang seringkali diidentikan dengan sebuah tangisan, namun apakah tangisan hanya satu-satunya tanda seseorang dikatakan bertaubat?

Para ulama menyebutkan bahwa terdapat tiga syarat dalam bertaubat, yang pertama adalah menyesal, kedua adalah meninggalkan perbuatandosa tersebut, dan yang ketiga adalah berjanji tidak akan mengulangi.

Meninggalkan perbuatan dosa dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi lebih memiliki makna bahwa seseorang dikatakan bertaubat, karena logikanya ketika seseorang telah menyesali perbuatan dosa nya maka ia akan segera meninggalkan perbuatan dosa tersebut dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Maka menurut Buya Yahya, dikatakan berdusta ketika seseorang mengatakan menyesal namun ia masih tetap mengulangi perbuatan dosanya. Dengan demikian dua syarat taubat yang terakhir ini lebih memiliki makna bahwa seseorang dikatakan bertaubat.

“Jadi kalau orang ada penyesalan di dalam hatinya, apa tandanya, dia akan segera meninggalkan, wong nyesel kok masih di situ, dan dia berjanji tidak akan melakukan ini”.

Rasulullah Saw Bersabda :النَّدَمُ تَوْبَةٌ 

Artinya: “Penyesalan adalah taubat”.

Ketika menyampaikan hadits tersebut, Buya Yahya menjelaskan bahwa kunci taubat adalah penyesalan, apabila seseorang belum menghadirkan penyesalan terhadap kesalahan dan dosa yang telah diperbuatnya, maka ia belum dikatakan bertaubat.

Untuk mencapai penyesalan, pertama seseorang harus menyadari bahwa dia telah melakukan salah dan dosa, sadar akan besarnya akibat dari dosa tersebut. Maka untuk mencapai penyesalan tersebut seseorang harus menghadirkan renungan, kemudian dia akan sadar dan setelah sadar baru dia akan menyesal.

Sumber Gambar: Youtube Al-Bahjah TV

“Taubat itu kuncinya didalam penyesalan, yang tidak menyesal tidak taubat, untuk bisa menyesal itu harus sadar bahwa dia melakukan salah dan dosa, dan sadar begitu besar akibat daripada dosa. Menyesal karena sadar dan orang tidak akan bisa sadar kecuali dia menghadirkan renungan, merenung dulu setelah merenung baru nanti akan sadar, setelah sadar baru nanti dia akan menyesal”.

Berkenaan dengan hubungan antara tangis dengan taubat, menurut Buya, hadits tersebut sama sekali tidak menyebutkan bahwa menangis adalah pertanda taubat, sekalipun menangis bisa menjadi salah satu tanda jika seseorang merasakan penyesalan atas kesalahan dan dosa yang telah diperbuat.

Buya menegaskan bahwa tidak cukup hanya dengan menangis seseorang bisa dikatakan telah menghadirkan penyesalan dan taubat, karena derajat kemudahan seorang menangis berbeda-beda, ada orang yang dia mudah menangis karena hal-hal sepele, ada juga orang yang sulit untuk menangis.

Artinya, orang yang tidak menangis bukan berarti dia tidak menyesali perbuatan dosanya. Maka dari itu, tangisan ini tidak bisa dijadikan satu-satnya tanda bahwa seseorang telah menyesali dosa dan kesalahannya.

“Nah disini tidak disebut tangis, tapi menangis itu tanda kalau dia menyesal, ada orang tidak menyesal tapi pintar mewek, ada. Bukan dilarang menangis di depan orang, tidak, yang dikhawatirkan adalah orang akting menangis bukan karena Allah. Ada juga orang yang susah menangis tapi bukan berarti tidak menyesal”.

Adapun menangis yang sesungguhnya Menurut Buya, adalah seperti yang dikatakan Sayyidina Umar bin Khatab bahwa:

Jika kamu tidak bisa menangis karena dosamu, maka terus berusahalah kau untuk menangisi dosa-dosamu. Jika kamu masih belum bisa menangisi dosa-dosamu, maka berusahalah engkau menangis karena dosamu. Jika engkau masih belum bisa menangisi karena dosamu maka menangislah karena engkau tidak bisa menangis”.

Maksud dari perkataan Sayyidina Umar tentang perintah menangis tersebut adalah bukan menangis teriak-teriak, namun menangis dengan cara mencari sebab untuk menangis itu sendiri, yaitu menyadari dan merenungi dosa yang telah diperbuat, menyadari dan merenungi akan beratnya hukuman serta siksaan di neraka akibat kita melakukan dosa tersebut. Inilah makna menangis yang sesungguhnya.

Meskipun demikian, tetesaan air mata dalam tangisan itu hanya salah satu tanda saja bahwa seseorang bertaubat, yang menjadi syarat utama seseorang dikatakann bertaubat adalah menyesali perbuatan yang yang telah dilakukan, kemudian ia meninggalkan perbuatan tersebut, dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Yang tidak menitikan air mata bukan berarti ia tidak sungguh-sungguh dalam bertaubat, yang terpenting ia telah menghadirkan penyesalan dalam dirinya kemudian meniggalkan perbuatan dosa tersebut dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, insyaallah yang demikian adalah pertanda taubatan nasuha, taubat yang diterima oleh Allah Swt.

Sumber: Youtube Al-Bahjah TV

Tags: , , ,

Bagikan ke

Susah Menangisi Dosa, Apakah Taubat Diterima?

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Hakikat Ketakwaan
3 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Takwa merupakan inti dari perintah Allah Swt kepada hamba-Nya. Di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa ‘yang paling... selengkapnya

Cara Meraih Keutamaan Lailatul Qadar bagi Wanita yang Sedang Haid
25 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemuliaan dan lebih baik dari seribu bulan, malam yang penuh... selengkapnya

Ilmu Kebal di Dalam Pergaulan Sosial
20 September 2021

Ilmu Kebal di Dalam Pergaulan Sosial Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Komunikasi... selengkapnya

Solusi Buya Yahya untuk Mengurangi Kasus Kekerasan dan Pelecehan pada Wanita
10 Juni 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pada era sekarang ini, banyak sekali kasus kekerasan dan pelecehan yang menimpa kaum wanita, dimulai dari pemerkosaan,... selengkapnya

Kolaborasi dengan Musisi Hijrah, Buya Yahya Rilis Single Nasyid Terbaru ‘Lentera Kasih-Nya’, ini Liriknya
2 Januari 2022

  Pustaka Al-Bahjah–Dakwah merupakan tugas umat Baginda Nabi Saw. Semua orang mempunyai tugas untuk menyebarluaskan dakwah sesuai dengan keahlian serta... selengkapnya

Pendaftaran Santri Baru Kelas Dewasa Putra atau Putri TAFAQQUH AL-BAHJAH Tahun Akademik 1443-1444 H
14 November 2021

Pendaftaran Santri Baru Kelas Dewasa Putra/Putri TAFAQQUH AL-BAHJAH Tahun Akademik 1443-1444 H Visi: “Mendahulukan Akhlaq & Mengembangkan Dakwah Rasulallah SAW.”... selengkapnya

Dari Pikiran Menuju Perbuatan: Sebuah Rantai Kebaikan dan Keburukan
19 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali tidak menyadari bahwa segalanya bermula dari satu titik kecil yang tak terlihat;... selengkapnya

Rumah yang Menenangkan adalah Tempat Pertama Anak Belajar Akhlak
13 Mei 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Anak tidak hanya tumbuh dari makanan yang ia makan atau sekolah tempat ia belajar. Anak juga tumbuh dari... selengkapnya

Psikologi di Balik Selalu Berpura-pura “Menjadi yang Tersakit”
11 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Secara tak sadar kita sering mendengar cerita atau curhatan seseorang yang tampak terus-menerus disakiti, merasa tidak pernah dipahami,... selengkapnya

Telah Dibuka Kesempatan Emas Menjadi Pejuang Rasulullah!
1 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah kembali membuka kesempatan dan peluang kepada anda untuk berjuang bersama kami dalam menebarkan risalah dakwah Rasulullah Saw. Pustaka... selengkapnya

Susah Menangisi Dosa, Apakah Taubat Diterima?

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: