Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Sabtu, Ahad & Hari Besar Tutup
Beranda » Blog » Di Kalimantan Barat, Buya Yahya Sampaikan Pesan Khusus Kepada Para Orang Tua

Di Kalimantan Barat, Buya Yahya Sampaikan Pesan Khusus Kepada Para Orang Tua

Diposting pada 26 Desember 2022 oleh Admin 2 / Dilihat: 51 kali

Buya Yahya Sedang menyampaikan tausyiah di Majelis Al-Bahjah Kubu Raya Kalimantan Barat. 

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pulau Kalimantan menjadi tujuan safari dakwah Buya Yahya selanjutnya setelah sebelumnya Buya melakukan safari dakwah di ujung barat Indonesia yaitu Aceh. Safari Dakwah yang bertajuk Maulid dan Silaturahmi Akbar “Satu Hati di Al-Bahjah Kubu Raya” digelar pada hari Sabtu, 30 Jumadil Awal 1444 H atau bertepatan dengan 24 Desember 2022 di Desa Sui Itik, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. 

Dalam tausiahnya, Buya Yahya banyak sekali memberikan nasihat dan pesan. Salah satunya adalah pesan bagi para orang tua untuk memperhatikan pendidikan bagi anak-anaknya. Hal ini karena di zaman sekarang ini, godaan pergaulan anak sangat  besar karena gempuran teknologi digital. Hampir semua anak-anak zaman sekarang sudah kenal yang namanya smartphone yang di dalamnya terdapat tontonan negatif. Belum lagi dalam urusan ibadah wajib, seringkali anak-anak zaman sekarang sulit untuk melaksanakannya. 

Jamaah Maulid dan Silaturahmi Akbar Al_Bahjah Pontianak Sumber Gambar: Al-Bahjah TV

Dengan kondisi yang demikian, menurut Buya Yahya tempat terbaik untuk mendidik dan menyekolahkan anak adalah pondok pesantren, hal ini karena  pesantren  menciptakan sebuah lingkungan yang menjamin ibadah dan pergaulan yang baik bagi para santri nya. Dengan demikian Anak akan terjaga dari tontonan-tontonan negatif dan juga di pesantren ini anak akan dibiaskan dengan berbagai macam amalan  ibadah.

“Tempat terbaik adalah pondok pesantren. Di luar godaannya besar. Bukankah anda kebingungan menahan putra putri anda untuk tidak main handphone, tidak nonton ini. Nyuruh shalat Subuh saja susahnya setengah mati. Tapi kalau putra putri anda di pondok pesantren, lihat bukan hanya subuhan, tapi tahajudan juga, udah ngirim pahala buat anda. Karena anda masih hidup saja anda tidak bisa melihat pahalanya, kalau anda sudah meninggal baru tahu indahnya pahala itu.”

Orang Tua santri yang sedang mengantar anaknya mondok di Al-Bahjah Cirebon

Maka dari itu, penting sekali bagi orang tua memperhatikan pendidikan anak-anaknya khususnya yang berkaitan dengan pendidikan agama, meskipun misalnya kita menginginkan anak-anak kita menjadi seorang sarjana, dokter, insinyur dan sebagainya. Karena diharapkan apapun profesi anak kita kelak, ia adalah anak shaleh yang dekat dengan Allah Swt.

“Jadi tolong jaga anak-anak anda, perhatikan dimana anak anda sekolah, belajar agamanya dimana, ngajinya dimana, biarpun nanti anda merindukan bahwa anak saya harus menjadi seorang sarjana ekonomi, dokter, dan sebagainya itu boleh, tapi ternyata anak anda adalah yang memikirkan zakat, infak, itu anak-anak anda”.

Buya sendiri tidak mengharuskan semua menjadi ustadz dan ulama, karena di dalam kehidupan ini semuanya harus memiliki peran, dengan menjadi pengusaha, dokter, insinyur, jendral, pejabat dan sebagainya. Namun Buya menegaskan apapun perannya ketika anak kita tumbuh dewasa nanti, haruslah sambung hati dengan para ulama dan orang shaleh.

“Nggak mungkin ustadz semua, harus ada pengusahanya, harus ada pejabatnya. Makanya kita tidak menentang orang menjadi insinyur, menjadi dokter, jendral, tapi dasarnya adalah mereka harus sambung hati dengan para ulama.”

Menjadi apapun anak kita kelak, ketika di dalam hati mereka sudah tertanam rasa kecintaan kepada ulama dan orang-orang alim, maka tenang sudah kita sebagai orang tua. Karena ketika anak-anak kita jauh dan tidak mengenal ulama, maka kehidupan mereka akan liar dan salah dalam pergaulan. Bukannya dekat dengan Nabi, mereka akan lebih dekat dengan syaitan, iblis, dan begundal-begundalnya dari bangsa manusia.  Mereka inilah yang mengajak kepada kehinaan dan jauh dari kemuliaan.

Santri bersama orang tuanya di Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon

“Selagi di dalam hati mereka ada cinta pada ulama, beres urusan anda. Jangan biarkan mereka liar, kalau salah bergaul naudzubillah, sudah tak kenal Nabi tau-tau nya kenal syaitan, kenal iblis, kenal begundal-begundalnya, dari bangsa manusia yang mengajak kepada kehinaan, ternyata anak kita sudah jauh dari kemuliaan.”

Mendekatkan anak kita kepada para ulama dan orang alim melalui pondok pesantren merupakan cara paling mudah untuk menyelamatkan anak kita dari kehinaan dan rusaknya zaman ini. Tugas orang tua hanyalah berusaha untuk melakukan hal tersebut, yang merubah dan menjaga anak kita hakikatnya adalah Allah Swt. Cukup kita mendekatkan anak kita dengan para ulama yang serius dan tulus berjuang karena Allah Swt, maka Allah Swt akan menjaga anak kita dari kehinaan dan rusaknya zaman ini.

“Yang merubah anak anda adalah Allah Swt, cukup anda bergabung dengan mereka yang serius dan tulus karena Allah, maka Allah tidak akan membiarkan anak anda.”

 

Sumber: Chanel Youtube Al-Bahjah TV

Tags: , , , ,

Bagikan ke

Di Kalimantan Barat, Buya Yahya Sampaikan Pesan Khusus Kepada Para Orang Tua

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.

Di Kalimantan Barat, Buya Yahya Sampaikan Pesan Khusus Kepada Para Orang Tua

Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: