Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Menyambut Bulan Mulia

Menyambut Bulan Mulia

Diposting pada 28 Februari 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 586 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan suci Ramadan akan segera tiba. Bulan mulia yang membawa banyak keberkahan, rahmat, pengampunan, dan kebaikan yang lainnya. Semua kemuliaan tersebut diperuntukkan untuk kita umat Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam. Akan tetapi yang akan memperoleh kemuliaan tersebut adalah orang yang mengetahui kemuliaan Ramadan dan rindu untuk mendapatkannya.

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wassalam pernah berkhutbah kepada para sahabat di penghujung bulan Sya’ban. Dalam khutbah tersebut Rasulullah sampaikan tentang kemuliaan bulan Ramadan, bahwa Ramadan adalah bulan yang dibukakan pintu rahmat, dilipatgandakan amal kebaikan, bulan yang di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih mulia dari seribu bulan, yaitu malam Laitul Qodr dan masih banyak kemuliaan lainnya yang Nabi sebutkan. Apa yang Nabi sampaikan adalah sebagai informasi untuk kita sekaligus pengingat akan kemuliaan bulan suci Ramadan agar kita semangat dan bergegas untuk meraihnya.

Dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa di malam pertama bulan Ramadan Allah Subhanu wa Ta’ala memerintahkan malaikat untuk menyeru kepada hamba-hamba-Nya. Kita tidak mendengar seruan tersebut, tetapi Rasulullah yang menginformasikan kepada kita. Isi seruan tersebut adalah

ويا باغي الخير أقبل ويا باغي الشر أقصر (رواه ابن ماجه)

“Wahai orang yang merindukan kebaikan bergegaslah, datanglah, ambil kesempatan ini. Dan wahai yang terlintas di hatinya ingin berbuat jahat berhentilah, tahanlah dirimu agar engkau memuliakan bulan suci ini.” (HR. Ibnu Majah)

Maka sungguh merugi seseorang yang diberikan kesempatan oleh Allah, bisa bertemu dengan Ramadan akan tetapi dia tidak pernah mengambil kesempatan tersebut dengan baik, bahkan lebih rugi dan celaka jika dia merusak kehormatan dan kemuliaan bulan Ramadan. Itulah golongan orang-orang yang didoakan oleh malaikat Jibril dan diaminkan oleh Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wassalam:

من أدرك رمضان فلم يغفر له فأبعده الله قل آمين فقلت آمين (رواه الطبراني)

“Barang siapa yang mendapati Ramadan akan tetapi dia tidak mendapatkan ampunan maka semoga dia semakin jauh dari rahmat Allah, dan Rasulullah mengatakan amin.” (HR. Athabarani)

Bulan Ramadan seperti tamu mulia yang datang kepada kita membawa hadiah yang begitu banyak, maka sudah seharusnya kita sambut kedatangannya dengan hati yang gembira dan kita persiapkan segalanya untuk menyambutnya sebagai bentuk keseriusan kita dan penghormatan kita kepada tamu mulia tersebut. Di antara yang harus kita persiapkan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan adalah sebagai berikut.

Persiapan Zahir

Menghadirkan hal-hal yang menunjang kekhusyukkan kita dalam beribadah selama bulan Ramadan. Seperti membersihkan tempat-tempat ibadah, mushala, masjid dan rumah kita serta kita membeli perlengkapan shalat yang baru jika mempunyai rezeki agar ibadah qiyam shalat tarawih semakin khusyuk.

يا بني آدم خذوا زينتكم عند كل مسجد … (الأعراف :31)

“Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap kamu ke masjid yakni setiap kamu melaksanakan ibadah” (QS. Al a’raf : 31)

Membuat Agenda dan Kegiatan Ibadah Selama Bulan Ramadan

Ramadan juga merupakan bulan pendidikan untuk kita. Kegiatan -kegiatan ibadah di dalamnya seharusnya menjadi pendidikan disiplin untuk kita. Maka rencanakan kegiatan-kegiatan ibadah yang banyak. Manfaatkan kesempatan 1 bulan penuh dengan memperbanyak kebaikan. Berpuasa bukan alasan kita untuk tetap produktif. Jika tidurnya orang yang berpuasa saja ibadah, diamnya adalah tasbih maka bagaimana jika dia gunakan untuk aktivitas yang bermanfaat.

Belajar Ilmu sebagai Bekal Meraih Sukses di Ramadan

Kita pelajari apa saja hal-hal yang dapat merusak keabsahan ibadah puasa kita yang disebut sebagai al mufathirat dan apa yang dapat merusak kualitas atau nilai pahala ibadah puasa kita yang disebut al muhbithat. Jadikan puasa bukan sekedar menahan diri dari lapar dan haus tetapi puasa menahan hawa nafsu dari segala perbuatan keji.

من لم يدع قول الزور والعمل به والجهل فليس لله حاجة في أن يدع طعامه وشرابه (رواه البخاري)

“Barang siapa yang tidak meninggalkan ucapan jelek dan perbuatan jelek serta hal-hal yang tidak bermanfaat selama berpuasa, maka Allah tidak perlu memberinya pahala atas rasa lapar dan hausnya.” (HR. al Bukhori)

Membersihkan Hati dan Berdamai dengan Sesama

Sebelum memasuki bulan mulia, mari kita saling meminta maaf dan memaafkan. Sambut Ramadan dengan hati yang bersih dari segala dendam, permusuhan dan iri hati serta dengki kepada sesama.

Semoga Allah jadikan Ramadan tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Allah pilih kita menjadi orang-orang yang mendapatkan kemuliaan di bulan mulia. Semoga Allah jadikan rangkaian ibadah Ramadan sebagai pendidikan untuk kita agar semakin menjadi hamba-Nya yang bertaqwa.

 

Penulis: Maulid Johansyah, M.Pd.

Penyunting: Idan Sahid

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara ini.

Tags: , ,

Bagikan ke

Menyambut Bulan Mulia

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Shalat Tarawih Namun Tidak Ba’diyah Isya? Anda Merugi!
9 April 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Shalat Tarawih merupakan shalat sunnah yang sangat dianjurkan untuk menghidupkan malam bulan Ramadhan. Namun ketika shalat... selengkapnya

Hidup Indah Berkat Berbakti Kepada Orang Tua
2 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam ceramah yang dibawakan oleh Buya Yahya di acara Uswatun Hasanah, beliau menegaskan berbuat baik kepada orang... selengkapnya

PELUANG BERKHIDMAH DALAM DAKWAH BERSAMA PUSTAKA AL-BAHJAH
17 Juli 2023

PELUANG BERKHIDMAH DALAM DAKWAH BERSAMA PUSTAKA AL-BAHJAH Assalamu’alaikum Bagi kalian yang memiliki kemampuan dalam bidang Public Relations atau Editor Bahasa... selengkapnya

Kunci dari Tenangnya Jiwa Adalah Yakin Bahwa Takdir Allah Selalu Baik
20 April 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Takdir adalah ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Allah Subhanu wa Ta’ala. Ketentuan ini tidak ada yang bisa mengubahnya,... selengkapnya

Puisi-Puisi Solahudin (1): Nyanyian Penghambaan
22 Juni 2025

Ketika Allah Cemburu Kepada Ciptaan-Nya   Di kesepian malam yang memanggil rindu Langit menunduk menyaksikan kisah manusia yang lupa akan... selengkapnya

Resensi Buku Oase Iman: Agar Arah Langkah Tidak Salah
22 Juni 2026

Judul                             : Oase Iman Refleksi Problematika Umat “Sebuah Upaya Menuju Perubahan dengan Keindahan dan Cinta” Penulis                         : Buya... selengkapnya

Memercayai Takdir Allah Selalu Baik
25 Agustus 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam hidup, kita tak pernah tahu kejutan apa yang akan datang esok hari. Kadang kita bersukacita, kadang juga... selengkapnya

Bolehkah Menerima Uang dari Calon Kepala Daerah? Buya Yahya Menjawab
18 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Kontestasi politik di negara Indonesia seakan tidak pernah ada habisnya. Termasuk pada saat-saat akan dilaksanakannya pemilihan umum... selengkapnya

Tidak Ada Zaman yang Lebih Mudah: Tantangan Setiap Generasi Itu Nyata
15 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada setiap masa terdapat orang dengan karakter dan sifat khasnya masing-masing. Hal ini disebabkan oleh berbagai hal, mulai... selengkapnya

Menyambut Bulan Mulia

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: