● online
Shalawat Bersama, Kegiatan Keren yang Bisa Jadi Sarana Healing Anak Muda

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat ini kita telah berada di bulan mulia yang penuh kebahagiaan, bulan untuk memupuk kasih sayang, yaitu bulan Rabi’ul Awwal. Pada bulan ini, lahir seorang manusia mulia, karenanya disebut juga sebagai bulan Maulid. Banyak tradisi dan kebudayaan masyarakat yang berbaur melebur dalam perayaan kelahiran sang Rasul. Shalawat serta salam terlantunkan, kisah-kisah Baginda Nabi dibacakan, menjadi lentera bagi setiap insan yang mengharap syafaatnya kelak. Sebab, tidak ada lagi sosok yang bisa menuntun kita kepada keselamatan dunia maupun akhirat terkecuali Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam.
Kelahiran Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam ke alam dunia membawa penuh rahmat, momen perubahan dari dunia kegelapan menuju terang-benderang, dari kesesatan menuju hidayah kebenaran. Oleh karenanya, wajar jika umat Islam bersuka-cita di bulan ini. Momen untuk semakin mengenal Allah, memupuk keimanan, dan mendikte kembali titian menuju surga abadi-Nya. Oleh karena itu, sudah menjadi sebuah keharusan bagi kita mengingatkan kembali kawan, saudagar, dan orang-orang terdekat kita untuk menghadiri majelis-majelis shalawat. Sebab, dari situlah kita bisa duduk bersama dengan para ustad, kiai, ulama, dan orang-orang saleh yang akan mengenalkan kita kepada Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam. Meresapi setiap lantunan shalawat yang didengar, sampai lambat laun turun ke hati menjelma kompas kehidupan bagi kita yang telah kehilangan arah.
Kegiatan shalawat bersama adalah solusi ampuh dalam menyelesaikan tantangan generasi muda yang semakin menjemukan saat ini. Problem yang kemudian akhir-akhir ini menjadi tantangan sebagian gubernur di Indonesia, sehingga mesti getol mengeluarkan kebijakan demi menyelesaikan problem generasi muda ini. Barangkali, pendekatan melalui shalawat bersama adalah jawabannya. Namun, tak dipungkiri, seringkali kegiatan seperti ini dianggap kurang menarik dan tidak dekat dengan kebutuhan anak muda zaman sekarang. Oleh karena itu, ikhtiar ini perlu dilakukan berbagai cara, bahwa shalawat bersama itu keren dan relevan untuk anak muda.
Di era yang serba modern ini, membaca shalawat banyak dialihwahanakan ke dalam bentuk yang lebih dekat dengan anak muda. Bentuk yang telah familier, barangkali adalah shalawat-shalawat yang telah digubah ke dalam bentuk lagu pop dan mudah kita temukan di berbagai platform terbarukan. Namun semua ini perlu ilmu dan diberikan catatan penting, bahwa tak sedikit alih wahana shalawat atau kegiatan shalawat bersama yang justru malah kehilangan esensinya. Maka menjadi penting, mendekatkan shalawat kepada anak muda tanpa melanggar syariat.
Menyemarakkan shalawat bersama di kalangan anak muda saat ini menjadi urgen dan relevan. Sebab, shalawat bukan hanya lantunan lisan, melainkan cerminan mahabbah. Melainkan sebuah manifestasi kecintaan yang tulus kepada Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam. Mahabbah adalah maqam tertinggi dalam khazanah ilmu tasawuf. Imam Al-Qusyairi menyatakan:
المحبة أساس الطريق إلى الله، بها يتقرب العبد، وإليها ينتهي
“Mahabbah adalah fondasi jalan menuju Allah. Dengannya seorang hamba mendekat, dan padanya perjalanan spiritual berakhir.” (Al-Qusyairi, Risalah Al-Qusyairiyyah fi ‘Ilmit Tasawwuf. Hlm. 328)
Melalui shalawat, kita telah berada di sebuah tangga yang menuju kekasih sejati. Jalan penitiannya, dilalui dengan kesenangan di dalam hati. Kemudian melewati taman-taman impian bersama sang Rasul, hingga pada akhirnya mendekat menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat yang dibacakan bersama, meluluhkan hati yang haus syafaat nabi. Kegersangan jiwa seketika palum bersama perjalanan rohani yang menggetarkan. Sering kali, cucuran air mata kerinduan mendaras bersama lantunan-lantunan pujian kepada sang nabi dan Rabbi. Selain itu, shawalat tidak hanya menjadi ekspresi keimanan, tetapi merupakan ekpresi seni dan bentuk budaya: suatu nilai yang mesti melingkupi sarana hiburan anak muda zaman sekarang.
Seseorang yang tersentuh jiwanya, membuktikan bahwa saat membacanya, shalawat bukan hanya membunyikan kata-kata yang sifatnya semu. Akan tetapi tiada lain karena telah mencapai perenungan dan kemaknaan mengenai keutamaan dan kemuliaan dari sosok yang dikisahkan dalam shalawat, yakni Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam. Seperti yang dijelaskan oleh Syekh Murtadha Az-Zabidi:
فالتفکر في معنی الصلاة علی النبي صلی الله علیه وسلم یورث المحبة والاتباع، لأن معرفة فضله وشرفه توجب تعظیمه ومحبته، ومحبته تقتضي اتباعه
“Merenungkan makna shalawat kepada Nabi Salallahu ‘Alaihi Wassalam akan melahirkan kecintaan dan keteladanan, karena mengetahui keutamaan dan kemuliaan beliau mengharuskan pengagungan dan kecintaan kepada beliau. Sedangkan mencintai beliau menuntut untuk mengikutinya.” (Tajrif Syarh Al-Ihya, Jilid 1. Hal. 145)
Hal ini merupakan perwujudan dari mahabbah. Mahabbah dapat diartikan pula sebagai buah dari cinta. Setiap orang yang bershalawat merasakan perasaan mendalam akan maknanya, berbuah rindu kepada Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam. Ekspresi cinta inilah yang menjadi sarana aktualisasi penyembuhan diri dan kebutuhan untuk kembali ke titik awal, yang anak muda kini sering dengan istilah healing. Selain itu, tidak sedikit para pencinta shalawat menjadikan kegiatannya sebagai pelepas dahaga setelah beraktivitas dalam dunia yang serba sulit ini─shalawat sebagai jalan pulang sekaligus rumah sebelum akhirnya bersiap melakukan aktivitas kehidupannya kembali.
Shalawat menawarkan ketenangan batin bagi anak muda. Di tengah tekanan validasi sosial, melantunkan shalawat bersama membantu kita menemukan kedamaian dan ketenangan hakiki. Barang tentu, manfaat tersebut tidak serta merta didapatkan dengan mudah. Seseorang mesti sampai pada tahap pemaknaan dan penghayatan terlebih dahulu. Agar sampai pada pemaknaan dan penghayatan, jalan pertamanya cukuplah membiasakan dengan menghadiri majelis-majelis shalawat. Dengan begitu, ia telah memetik garansi sebagai manifestasi kecintaan kepada Nabinya. Tidak hanya bernilai ibadah, membaca shalawat bersama dapat menciptakan solidaritas sosial. Satu langkah lebih dekat dalam mewujudkan hubungan yang baik dengan sesama manusia sekaligus jalan pulang menuju Sang Kholik.
Kegiatan membaca shalawat banyak digelar hampir di berbagai daerah, terutama ketika memasuki bulan Maulid seperti sekarang. Salah satu kegiatan yang dapat kita ikuti adalah agenda tahunan yang diadakan oleh Al-Bahjah, yakni event Maulid dan Silaturahim Akbar Satu Hati di Al-Bahjah. Perayaan kelahiran Rasulullah sekaligus silaturahim ini akan dilaksanakan hari Ahad tanggal 8 Rabi’ul Awwal 1447 H atau 31 Agustus 2025 bertempat di Lembaga Pengembangan Dakwah Al-Bahjah, jalan Pangeran Cakrabuana, Kelurahan Sendang, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Digelar mulai pukul 06.00 sampai dengan selesai. Mari hadiri dan syiarkan kegiatan membaca shalawat dan Maulid Nabi ini, kalau bukan sekarang, kapan lagi kita mengikuti kegiatan keren yang bisa jadi sarana untuk healing.

Penulis: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Shalawat Bersama, Kegiatan Keren yang Bisa Jadi Sarana Healing Anak Muda
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Ketika hati lelah, bingung, pikiran penuh, dan langkah terasa goyah, kita berusaha mencari pegangan akan sesuatu yang membuat... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Cinta merupakan kepemilikan perasaan yang sulit untuk diungkapkan dengan kata. Sifatnya abstrak dan tak dapat dirasakan oleh... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Haru dan bahagia pecah diantara para santri dan pejuang pada sore hari Jumat 3 Sya’ban 1444... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika anak sakit, orang tua akan pergi menemui dokter, pusat kesehatan, atau orang yang mengerti tentang kesehatan.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Akhir-akhir ini kita dihebohkan oleh kasus perselingkuhan seseorang yang tersebar di media sosial. Orang tersebut membuka... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Malam Nisfu Sya’ban merupakan malam dimana amal kita diangkat kelangit. Pada malam ini satu hal yang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Belakangan ini permainan mesin capit boneka marak sekali di masyarakat, banyak diantaranya yang berbondong-bondong memainkan mesin... selengkapnya
ANGIN pagi di kaki langit timur menyusup ke celah-celah jendela kamarku yang menghadap barat daya. Di ujung horizon, mentari masih... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Hal yang harus dipahami terlebih dahulu adalah makna ta’aruf itu sendiri. Ta’aruf bukanlah kesepakatan untuk menuju kepada... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setidaknya di akhir pekan bulan ini orang-orang mulai melaksanakan aktivitasnya kembali. Suasana dan euforia pascaliburan membekaskan kesan... selengkapnya
Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Buku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000Buku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600FIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000Buku Fiqih Jenazah karya Buya Yahya adalah sebuah karya yang membahas secara komprehensif tentang tata cara dan hukum-hukum yang berkaitan… selengkapnya
Rp 58.000Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000
Saat ini belum tersedia komentar.