Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Shalawat Bersama, Kegiatan Keren yang Bisa Jadi Sarana Healing Anak Muda

Shalawat Bersama, Kegiatan Keren yang Bisa Jadi Sarana Healing Anak Muda

Diposting pada 30 Agustus 2025 oleh Redaksi / Dilihat: 260 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Saat ini kita telah berada di bulan mulia yang penuh kebahagiaan, bulan untuk memupuk kasih sayang, yaitu bulan Rabi’ul Awwal. Pada bulan ini, lahir seorang manusia mulia, karenanya disebut juga sebagai bulan Maulid. Banyak tradisi dan kebudayaan masyarakat yang berbaur melebur dalam perayaan kelahiran sang Rasul. Shalawat serta salam terlantunkan, kisah-kisah Baginda Nabi dibacakan, menjadi lentera bagi setiap insan yang mengharap syafaatnya kelak. Sebab, tidak ada lagi sosok yang bisa menuntun kita kepada keselamatan dunia maupun akhirat terkecuali Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam.

Kelahiran Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam ke alam dunia membawa penuh rahmat, momen perubahan dari dunia kegelapan menuju terang-benderang, dari kesesatan menuju hidayah kebenaran. Oleh karenanya, wajar jika umat Islam bersuka-cita di bulan ini. Momen untuk semakin mengenal Allah, memupuk keimanan, dan mendikte kembali titian menuju surga abadi-Nya. Oleh karena itu, sudah menjadi sebuah keharusan bagi kita mengingatkan kembali kawan, saudagar, dan orang-orang terdekat kita untuk menghadiri majelis-majelis shalawat. Sebab, dari situlah kita bisa duduk bersama dengan para ustad, kiai, ulama, dan orang-orang saleh yang akan mengenalkan kita kepada Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam. Meresapi setiap lantunan shalawat yang didengar, sampai lambat laun turun ke hati menjelma kompas kehidupan bagi kita yang telah kehilangan arah.

Kegiatan shalawat bersama adalah solusi ampuh dalam menyelesaikan tantangan generasi muda yang semakin menjemukan saat ini. Problem yang kemudian akhir-akhir ini menjadi tantangan sebagian gubernur di Indonesia, sehingga mesti getol mengeluarkan kebijakan demi menyelesaikan problem generasi muda  ini. Barangkali, pendekatan melalui shalawat bersama adalah jawabannya. Namun, tak dipungkiri, seringkali kegiatan seperti ini dianggap kurang menarik dan tidak dekat dengan kebutuhan anak muda zaman sekarang. Oleh karena itu, ikhtiar ini perlu dilakukan berbagai cara, bahwa shalawat bersama itu keren dan relevan untuk anak muda.

Di era yang serba modern ini, membaca shalawat banyak dialihwahanakan ke dalam bentuk yang lebih dekat dengan anak muda. Bentuk yang telah familier, barangkali adalah shalawat-shalawat yang telah digubah ke dalam bentuk lagu pop dan mudah kita temukan di berbagai platform terbarukan. Namun semua ini perlu ilmu dan diberikan catatan penting, bahwa tak sedikit alih wahana shalawat atau kegiatan shalawat bersama yang justru malah kehilangan esensinya. Maka menjadi penting, mendekatkan shalawat kepada anak muda tanpa melanggar syariat.

Menyemarakkan shalawat bersama di kalangan anak muda saat ini menjadi urgen dan relevan. Sebab, shalawat bukan hanya lantunan lisan, melainkan cerminan mahabbah. Melainkan sebuah manifestasi kecintaan yang tulus kepada Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam. Mahabbah adalah maqam tertinggi dalam khazanah ilmu tasawuf. Imam Al-Qusyairi menyatakan:

المحبة أساس الطريق إلى الله، بها يتقرب العبد، وإليها ينتهي

“Mahabbah adalah fondasi jalan menuju Allah. Dengannya seorang hamba mendekat, dan padanya perjalanan spiritual berakhir.” (Al-Qusyairi, Risalah Al-Qusyairiyyah fi ‘Ilmit Tasawwuf. Hlm. 328)

Melalui shalawat, kita telah berada di sebuah tangga yang menuju kekasih sejati. Jalan penitiannya, dilalui dengan kesenangan di dalam hati. Kemudian melewati taman-taman impian bersama sang Rasul, hingga pada akhirnya mendekat menuju Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat yang dibacakan bersama, meluluhkan hati yang haus syafaat nabi. Kegersangan jiwa seketika palum bersama perjalanan rohani yang menggetarkan. Sering kali, cucuran air mata kerinduan mendaras bersama lantunan-lantunan pujian kepada sang nabi dan Rabbi. Selain itu, shawalat tidak hanya menjadi ekspresi keimanan, tetapi merupakan ekpresi seni dan bentuk budaya: suatu nilai yang mesti melingkupi sarana hiburan anak muda zaman sekarang.

Seseorang yang tersentuh jiwanya, membuktikan bahwa saat membacanya, shalawat bukan hanya membunyikan kata-kata yang sifatnya semu. Akan tetapi tiada lain karena telah mencapai perenungan dan kemaknaan mengenai keutamaan dan kemuliaan dari sosok yang dikisahkan dalam shalawat, yakni Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam. Seperti yang dijelaskan oleh Syekh Murtadha Az-Zabidi:

فالتفکر في معنی الصلاة علی النبي صلی الله علیه وسلم یورث المحبة والاتباع، لأن معرفة فضله وشرفه توجب تعظیمه ومحبته، ومحبته تقتضي اتباعه

“Merenungkan makna shalawat kepada Nabi Salallahu ‘Alaihi Wassalam akan melahirkan kecintaan dan keteladanan, karena mengetahui keutamaan dan kemuliaan beliau mengharuskan pengagungan dan kecintaan kepada beliau. Sedangkan mencintai beliau menuntut untuk mengikutinya.” (Tajrif Syarh Al-Ihya, Jilid 1. Hal. 145)

Hal ini merupakan perwujudan dari mahabbah. Mahabbah dapat diartikan pula sebagai buah dari cinta. Setiap orang yang bershalawat merasakan perasaan mendalam akan maknanya, berbuah rindu kepada Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wassalam. Ekspresi cinta inilah yang menjadi sarana aktualisasi penyembuhan diri dan kebutuhan untuk kembali ke titik awal, yang anak muda kini sering dengan istilah healing. Selain itu, tidak sedikit para pencinta shalawat menjadikan kegiatannya sebagai pelepas dahaga setelah beraktivitas dalam dunia yang serba sulit ini─shalawat sebagai jalan pulang sekaligus rumah sebelum akhirnya bersiap melakukan aktivitas kehidupannya kembali.

Shalawat menawarkan ketenangan batin bagi anak muda. Di tengah tekanan validasi sosial, melantunkan shalawat bersama membantu kita menemukan kedamaian dan ketenangan hakiki. Barang tentu, manfaat tersebut tidak serta merta didapatkan dengan mudah. Seseorang mesti sampai pada tahap pemaknaan dan penghayatan terlebih dahulu. Agar sampai pada pemaknaan dan penghayatan, jalan pertamanya cukuplah membiasakan dengan menghadiri majelis-majelis shalawat. Dengan begitu, ia telah memetik garansi sebagai manifestasi kecintaan kepada Nabinya. Tidak hanya bernilai ibadah, membaca shalawat bersama dapat menciptakan solidaritas sosial. Satu langkah lebih dekat dalam mewujudkan hubungan yang baik dengan sesama manusia sekaligus jalan pulang menuju Sang Kholik.

Kegiatan membaca shalawat banyak digelar hampir di berbagai daerah, terutama ketika memasuki bulan Maulid seperti sekarang. Salah satu kegiatan yang dapat kita ikuti adalah agenda tahunan yang diadakan oleh Al-Bahjah, yakni event Maulid dan Silaturahim Akbar Satu Hati di Al-Bahjah. Perayaan kelahiran Rasulullah sekaligus silaturahim ini akan dilaksanakan hari Ahad tanggal 8 Rabi’ul Awwal 1447 H atau 31 Agustus 2025 bertempat di Lembaga Pengembangan Dakwah Al-Bahjah, jalan Pangeran Cakrabuana, Kelurahan Sendang, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Digelar mulai pukul 06.00 sampai dengan selesai. Mari hadiri dan syiarkan kegiatan membaca shalawat dan Maulid Nabi ini, kalau bukan sekarang, kapan lagi kita mengikuti kegiatan keren yang bisa jadi sarana untuk healing.

Penulis: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Shalawat Bersama, Kegiatan Keren yang Bisa Jadi Sarana Healing Anak Muda

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
SMAIQU Al-Bahjah Pusat Cirebon Borong Penghargaan dalam Ekspose Hasil Akreditasi 2023
6 Desember 2023

  Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Santri SMAIQu Al-Bahjah Pusat Cirebon borong penghargaan pada acara Ekspose Hasil Akreditasi 2023 yang digelar... selengkapnya

Begini Cara Menentukan Kapan Kamu Harus Menikah
8 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam melakukan pernikahan tentunya kita memiliki tujuan-tujaun tertentu, umumnya untuk ibadah dan itu sangat mulia. Namun, akhir-akhir ini,... selengkapnya

Euforia Hijrah Instan dan Risikonya Tanpa Fondasi Ilmu yang Kokoh
6 Januari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Memasuki awal tahun, banyak orang memulai lembaran baru dengan semangat “hijrah” yang menggelora. Tentu, sebagai sesama Muslim, kita... selengkapnya

Kisah Barseso Seorang Ahli Ibadah yang Terlena Tipu Daya Setan
15 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dikisahkan ada seseorang ahli ibadah yang bernama Barseso. Di setiap harinya ia selalu melakukan shalat hingga 1000... selengkapnya

Kapan Waktu Menyembelih Hewan Kurban yang Paling Afdhol? Begini Penjelasan Buya Yahya
16 Juni 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pertanyaan yang sering muncul ketika menjelang Iduladha salah satunya mengenai kapan waktu paling afdhol (utama) untuk menyembelih... selengkapnya

Menjaga Pandangan dan Pendengaran: Dua Pintu yang Bisa Merusak Hati
29 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada zaman sekarang, setiap orang dapat mengakses apa pun dengan bebas melalui peranti teknologi. Tidak sedikit pula melalui... selengkapnya

Mencium Tangan Guru: Tradisi Hormat atau Tanda Pengkultusan?
21 September 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Mencium tangan guru merupakan sebuah tradisi yang masuk ke dalam bab tabarruk. Tabarruk sendiri berarti mengambil berkah... selengkapnya

Bolehkah Mengambil Air dari Sumur Masjid untuk Kebutuhan Pribadi?
4 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di beberapa desa, sering muncul perdebatan soal boleh tidaknya mengambil air dari sumur masjid untuk kepentingan pribadi, misalnya... selengkapnya

Bolehkah Menerima Uang dari Calon Kepala Daerah? Buya Yahya Menjawab
18 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Kontestasi politik di negara Indonesia seakan tidak pernah ada habisnya. Termasuk pada saat-saat akan dilaksanakannya pemilihan umum... selengkapnya

Dari Kuningan Menuju Yaman
17 November 2021

Dari Kuningan Menuju Yaman PUSTAKA AL-BAHJAH-INSPIRASI- Ijaz Ahmad Jawahirulhaq, seorang santri STAIBA (Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Bahjah) angkatan pertama, berbagi... selengkapnya

Shalawat Bersama, Kegiatan Keren yang Bisa Jadi Sarana Healing Anak Muda

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: