● online
- English Practice "Practice Makes Perfect" Beginner....
- Fiqih Praktis Haji dan Umrah yang Mudah Dipahami....
- FIQIH SHOLAT KARYA BUYA YAHYA....
- Kosakata (Almufrodat) Sehari-Hari....
- BUKU PENGANTAR BAHASA ARAB....
- النجاح في تكملة المفتاح....
- المعين المبين....
- Motivasi Dakwah "Membawa kepada Kemuliaan dengan H....
Kisah Barseso Seorang Ahli Ibadah yang Terlena Tipu Daya Setan

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dikisahkan ada seseorang ahli ibadah yang bernama Barseso. Di setiap harinya ia selalu melakukan shalat hingga 1000 rakaat. Barseso juga memiliki murid yang sangat banyak. Suatu ketika, Barseso kedatangan setan yang menyamar menjadi manusia. Setan ini menyamar dan mendatangi Barseso dengan maksud meminta untuk menjadi murid barunya. Diterimalah ia menjadi murid Barseso.
Pada beberapa kesempatan, Barseso selalu mendapati murid barunya itu selalu melakukan shalat juga, bahkan shalatnya melebihi dari 1000 rakaat yang biasa dilakukan oleh Barseso. Akhirnya, Barseso bertanya kepada setan yang menyamar sebagai murid barunya itu,
“Wahai Fulan, kenapa engkau sebegitu bisanya melakukan shalat dengan khusyuk dan jumlah rakaat yang melebihi aku? Bagaimana caranya?”
Murid tersebut menjawab sambil menangis,
“Betul, aku bisa melakukan shalat sebanyak dan sekhusyuk ini karena dahulu aku banyak melakukan dosa. Akhirnya aku bertobat dan shalatku bisa banyak dan sekhusyuk seperti ini. Kalau kamu ingin shalat yang banyak dan khusyuk seperti aku, kamu harus melakukan dosa yang banyak seperti saya terlebih dahulu.”
“Oh ya? Bagaimana caranya saya melakukan dosa?”
“Dengan menyekutukan Allah.”
“Tidak, tidak mungkin, menyekutukan Allah itu dosannya terlalu besar, apakah ada hal lain yang dosanya lebih kecil lagi?”
“Membunuh orang.”
“Tidak, itu perbuatan yang berhubungan dengan manusia. Hal itu akan membuat reputasi aku hancur.”
“Zina,” lanjut setan.
“Apa lagi dengan melakukan Zina,” Barseso menolaknya.
“Kalau begitu, ada dosa yang paling kecil dan tidak berhubungan dengan manusia. Minum-minuman keras.”
“Baik, jika meminum minuman keras dosanya yang paling kecil aku akan melakukannya untuk segera bergegas bertobat kelak.”
Singkat cerita, Barseso melakukan perbuatan itu. Setelah Barseso meminum minuman keras, tak lama kemudian ada perempuan yang lewat di depan Barseso. Setan yang menyamar sebagai muridnya Barseso itu lantas tidak tinggal diam. Ia kembali merajuk Barseso untuk menzinahi peremuan tersebut. Dikarenanakan Barseso dalam kondisi mabuk maka dizinailah perempuan tersebut. Setelah Barseso sadar, karena takut perbuatannya diketahui oleh orang, dibunuhlah perempuan yang dizinahi Barseso itu.
Tak lama kemudian, berita terbunuhnya perempuan itu sudah tersebar, masyarakat setempat mulai mengetahui bahwa Barsesolah yang telah membunuhnya. Tersebarnya berita tersebut tiada lain merupakan perbuatan dari setan yang menyebarkan beritanya secara diam-diam tanpa sepengetahuan Barseso. Akhirnya Barseso diseret dari kuilnya dan diadili di depan masyarakat untuk dihukum mati. Ketika sampai di lapangan dan dipertontonkan banyak orang, datanglah muridnya itu. Barseso memanggil murid tersebut,
“Wahai Fulan, bantulah aku. Aku akan dihukum mati.”
“Kalau begitu, sembahlah aku. Aku akan membantumu,” rayu setan tersebut.
“Bagaimana mungkin aku bisa menyembahmu, tubuhku dalam keadaan diikat dan tak berdayakan diri,” keluh Barseso.
“Kau cukup kedipkan matamu sebagai tanda kau menyembahku.”
Kemudian tanpa berpikir lama Barseso mengedipkan matanya sebagai pertanda bahwa ia menyanggupi untuk menyembah setan yang menjelma sebagai muridnya itu.
Naas, setelah muertad, hukuman gantung untuk Barseso terjadi. Dan ia mati dalam keadaan menyekutukan Allah.
Dari kisah ini dapat kita ambil dua pelajaran. Pertama, bahanya seseorang mengonsumsi minum-minuman keras. Dari meminum minuman keras, sesungguhnya ha itu menjadi pembuka untuk melakukan dosa-dosa lainnya. Sebagaimana firman Allah Subhanau wa Ta’ala:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْاَنْصَابُ وَالْاَزْلَامُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ الشَّيْطٰنِ فَاجْتَنِبُوْهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ اِنَّمَا يُرِيْدُ الشَّيْطٰنُ اَنْ يُّوْقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاۤءَ فِى الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ وَعَنِ الصَّلٰوةِ فَهَلْ اَنْتُمْ مُّنْتَهُوْنَ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji (dan) termasuk perbuatan setan. Maka, jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung. Sesungguhnya setan hanya bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu melalui minuman keras dan judi serta (bermaksud) menghalangi kamu dari mengingat Allah dan (melaksanakan) salat, maka tidakkah kamu mau berhenti?” (QS. Al-Maidah: 90-91)
Kenapa di dalam ayat tersebut minuman keras disejajarkan dengan menyembah berhala? Sebab dengan meminum minuman keras bisa menyebabkan seseorang menentang aturan-aturan Allah Subhanahu wa Ta’ala hingga akhirnya ia menjadi kafir. Seperti halnya kisah Barseso di atas. Dia melakukan dosa yang menurut dia kecil, yakni meminum khamar, namun akhirnya ia mati menyekutukan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Oleh sebab itu, minuman keras menjadi sumber permasalahan di masyarakat terutama di kalangan pemuda. Faktor seseorang meminum minuman keras adalah anak yang kurang dari perhatian keluarga serta pergaulan lingkungan. Maka sebagai orang tua atau pun teman dan sebagianya harus berperan aktif dalam menjaga dan membimbing pemuda-pemudi bangsa agar terhindar dari bahaya minuman keras.
Pelajaran kedua. Umat Muslim diwajibkan untuk mencari ilmu agama yang benar agar tidak mudah terjerumus sesuatu yang menyesatkan. Oleh sebab itu umat Muslim harus memiliki guru yang bisa menuntunnya kepada jalan kebaikan. Bukan hanya tentang ibadah saja, namun syariat keseluruhan yang Allah perintahkan dan Allah larang.
Selain itu, jangan menganggap remeh sebuah dosa. Seseorang jika melakukan maksiat haruslah segera bertobat. Menyesali perbuatannya, meninggalkan yang menyebabkan ia terjerumus dalam dosa, bertekad kuat untuk tidak melakukannya selama-lamanya. Semoga kita bisa terjaga dari segala suatu yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Amin.
Penulis: Muhammad Shobirin
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Tags: barseso, barsisha, barsiso, kisah ulama
Kisah Barseso Seorang Ahli Ibadah yang Terlena Tipu Daya Setan
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sering kali manusia pandai mengucapkan kata-kata manis kepada Allah. Kita merasa dekat saat membutuhkan pertolongan-Nya, rajin berdoa ketika... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sahabat Pustaka sekalian, tak terasa Ramadhan tinggal menghitung hari. Sebagai orang beriman, kita tentu harus bergembira... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Cinta merupakan fenomena yang lazim dialami oleh setiap manusia. Dan hawa nafsu merupakan sesuatu yang fitrahnya... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Setiap manusia memiliki karakter dan sifat masing-masing. Ada yang memiliki karakter dan sifat pendiam, ada juga... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pernahkah kita sejenak menepi dari hiruk-pikuk dunia dan merenung: mengapa di zaman yang serba instan ini, justru kesehatan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Judi atau yang dikenal sebagai maisir dalam konteks Islam, merupakan aktivitas yang dilarang keras karena dampaknya yang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Menjelang lebaran, aktivitas penukaran uang lama dengan uang baru menjadi fenomena umum di masyarakat. Banyak orang yang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Kepergian orang tua untuk selama-lamanya tentu selalu meninggalkan kesedihan dan duka yang mendalam. Penyesalan seringkali... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika kita asyik menikmati ifthar dengan hidangan berjejer di meja makan, nun jauh di sana saudara kita,... selengkapnya
Identitas Buku Judul: Silsilah Fiqih Praktis-Cerdas Memahami Darah Wanita Penulis: Buya Yahya Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Halaman: 177 Buku Silsilah Fiqih... selengkapnya
Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 200 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000FIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSMaulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Buku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 95.000 Rp 149.000
Saat ini belum tersedia komentar.