Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Perempuan dan Cinta

Perempuan dan Cinta

Diposting pada 27 Maret 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 1.305 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pembahasan mengenai perempuan dan cinta tidak bisa dipisahkan, keduanya seperti saudara kembar. Artinya, memiliki kesamaan antara satu sama lain dan saling terikat. Dan keduanya memiliki daya tariknya masing-masing. Terdapat isyarat-isyarat Nabi Saw yang menunjukkan kelebihan seorang perempuan. Seperti yang dijelaskan oleh Ummi Fairuz Ar-Rahbini bahwa Nabi pernah menyebut perempuan itu memiliki daya goda yang luar biasa.

“Kata Nabi, perempuan itu jika tampak dari depan seperti setan dan tampak dari belakang seperti setan,” ujarnya.

Maksudnya bukan perempuan itu setan, tetapi perempuan itu mengundang banyak goda karena memang Allah Swt ciptakan penuh dengan keindahan. Dan hal yang menggoda itu kadang penuh dengan keindahan. Seperti halnya setan yang menggoda sering dengan hal-hal yang indah. Lebih dari itu, kehadiran perempuan dan cinta dapat membawa kesejukan. Tentu kesejukan yang disebabkan oleh perempuan yang baik dan cinta yang benar.

Menyadari bahwa daya goda itu jika tidak dibarengi dengan keimanan dapat menghasilkan sebuah kemaksiatan adalah penting. Sebab ketika kita sudah menyadarinya, kemudian kita akan dekat kepada syariat.

Membahas mengenai perempuan perlu dirunut secara sejarah, yakni keadaan perempuan pada sebelum ada Islam dan setelah ada Islam yang dibawa oleh Baginda Nabi Muhammad Saw.

“Sebelum adanya Islam, perempuan itu benar-benar direndahkan. Perempuan tidak punya hak dan hanya dianggap sebagai pelengkap saja. Kemudian dengan datangnya syariat Islam, derajat perempuan menjadi tinggi,” kata Ummi Fairuz Ar-Rahbini.

Oleh karena itu, Islam benar-benar membawa syariat yang menjadikan kelebihan dhohir pada perempuan menjadi kelebihan secara batin juga. Seperti halnya peran perempuan sebagai ibu, pada posisi itu terdapat banyak hadist yang menyebutkan keutamaan seorang ibu, termasuk hadist yang paling masyhur adalah tentang pertanyaan seorang sahabat kepada Nabi untuk berbakti tiga kali kepada ibu terlebih dahulu sebelum kepada yang lainnya. Dari hal tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Islam sangat memperhatikan perempuan.

“Tidak ada syariat selain Islam yang lebih memperhatikan perempuan. Banyak isyarat Nabi yang begitu memuliakan seorang Ibu. Seperti ketika ada sahabat yang hendak mau perang tetapi ibundanya sedang sakit, maka Nabi memerintahkan untuk berbakti saja kepada ibunya, meskipun ibunya seorang kafir. Berbicara tentang aqidah adalah salah, tetapi dalam urusan berbakti tidak ada tawar menawar,” tegas Ummi Fairuz Ar-Rahbini.

Oleh karena itu, sudah selayaknya para perempuan menjaga amanat dan menjungjung syariat yang dititipkan kepadanya. Sebab sebagaimana yang sudah dijelaskan dan kita ketahui, Nabi telah banyak memberikan pesan-pesan untuk menjaga kemuliaan perempuan. Nabi telah tempatkan perempuan di tempat yang mulia, seorang ayah diberi wasiat untuk mejaga para putri-putrinya, seorang suami diberi wasiat untuk menjaga istrinya, seorang lelaki diberi wasiat untuk berbakti kepada ibundanya, dan lain-lain. Baca buku-buku karya Buya Yahya dan perbaharui pengetahuan Anda setiap harinya. Kunjungi tautan berikut: https://pustakaalbahjah.com/katalog

Selanjutnya perempuan juga menyimpan hal spesial lainnya, yakni tersimpan di dalam diri perempuan itu kelembutan hati. Sehingga bisa dikatakan perempuan itu bisa menjadi simbol cinta. Dan memang, dengan adanya hal-hal yang ada pada diri perempuan sehingga menjadikannya layak untuk dicintai. Oleh karenanya, jika perempuan ingin dicintai maka perempuan itu sendiri harus mengerti tentang cinta.

“Perempuan harus memahami cinta itu seperti apa sih, karena jika perempuan tidak memahami tentang cinta maka perempuan akan memaknai cinta dengan salah,” ujar Ummi Fairuz Ar-Rahbini.

Kaidah cinta itu adalah jika kita mencintai seseorang maka kita akan melakukan secara tulus dan terbaik untuk orang yang kita cintai tersebut. Sehingga jika ada orang yang mengatakan cinta tetapi dia malah menjerumuskan maka itu bukanlah cinta. Sebab cinta yang benar adalah cinta yang berjangka panjang, tidak hanya untuk kepentingan cinta dunia tetapi juga untuk kepentingan cinta di akhirat.

Tidak ada contoh atau idola cinta selain Baginda Nabi Muhammad Saw. Artinya, cara memahami cinta yang benar adalah lagi-lagi dengan bersandarkan kepada syariat Islam. Jika kita menegakkan syariat maka di situlah ada makna cinta yang sesungguhnya. Cinta yang tidak hanya sebatas diucapkan, tetapi cinta yang melekat dan berorientasi kepada akhirat.

Syariat yang dimaksud seperti seorang perempuan harus menutup aurat, apabila seorang istri hendak keluar rumah harus bersama mahram, dan lain sebagainya, itu semua harus dipandang sebagai bentuk cinta. Oleh karena itu mari pahami makna perempuan dan cinta dengan bersandarkan kepada syariat sehingga benar-benar memahami bahwa segalanya benar-benar membawa sebuah kemaslahatan.

Sumber Youtube Ummi Fairuz Ar-Rahbini: https://www.youtube.com/watch?v=VSJKYXQegss

 

Jelajahi dunia ilmu dengan membaca buku-buku Penerbit Pustaka Al-Bahjah!

Dapatkan akses eksklusif ke beragam pengetahuan yang menginspirasi dari Penerbit Pustaka Al-Bahjah. Koleksi buku-buku karya Buya Yahya dan perdalam pengetahuan agama Anda. Dapatkan buku-buku terbaik kami dengan mengunjungi link Penerbit Pustaka Al-Bahjah sekarang juga!

Klik link: https://pustakaalbahjah.com/katalog

Tags: ,

Bagikan ke

Perempuan dan Cinta

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Bolehkah Membuat Perjanjian Sebelum Menikah?
19 Mei 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada dasarnya dalam Islam terdapat syariat mengenai hal-hal yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan pernikahan. Namun tidak sedikit di... selengkapnya

Mengenal dan Mengkaji Nafsu Muthmainnah
9 Juli 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sebagai manusia biasa yang punya banyak kekhilafan dan kekurangan, kita tentu sering bertolak belakang dengan hawa nafsu serta... selengkapnya

Terjadi Banyak Musibah dan Bencana, Apakah Karena Dosa dan Kemaksiatan Umat?
8 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Saat ini Indonesia tak henti-hentinya dilanda berbagai musibah seperti gempa bumi, erupsi gunung berapi, banjir dan... selengkapnya

Kunci Keberkahan Umur
28 Desember 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Umur manusia menjadi rahasia yang tidak ada seorang pun tahu berapa panjang usia yang dijatahkan kepadanya.... selengkapnya

Menyoal Cadar: Antara Syariat dan Budaya
26 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Isu mengenai cadar selalu menjadi topik yang hangat untuk diperbincangkan, terlebih bagi anak-anak muda yang baru mengetahui... selengkapnya

Menjadi Muslimah Modern dengan Syar’i
22 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Zaman terus berubah saban detik. Kini, kita berada pada zaman digital yang memungkinkan setiap orang terhubung hanya dengan... selengkapnya

Luka Thaif dan Hadiah Isra Mi’raj
16 Januari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita kembali diingatkan pada sebuah peristiwa besar dan menakjubkan sepanjang sejarah manusia, yaitu perjalanan Isra dan Mi’raj Baginda Nabi Muhammad... selengkapnya

Mengupas 3 Tujuan Puasa: Elemen Penting dari Esensi Krusial Ibadah Puasa
5 Maret 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ramadan mestinya bukan hanya sekadar tradisi tahunan, bukan pula sebagai ajang kumpul buka puasa bersama semata, melainkan... selengkapnya

DOA AWAL DAN AKHIR TAHUN 1443 H
9 Agustus 2021

DOA AKHIR TAHUN بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اللّٰهُمَّ لَكَ الْـحَمْدُ أنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، ولَكَ الْحـَمْدُ لَكَ مُلْكُ... selengkapnya

Buya Yahya: Silaturahmi yang Benar Harus Menggabungkan Aspek Zahir dan Batin
7 April 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Silaturahmi diambil dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata, yaitu Shilatun (صلة) yang berarti penghubung, ikatan atau... selengkapnya

Perempuan dan Cinta

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: