Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Hakikat Ketakwaan

Hakikat Ketakwaan

Diposting pada 3 Desember 2022 oleh Redaksi / Dilihat: 1.498 kali

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Takwa merupakan inti dari perintah Allah Swt kepada hamba-Nya. Di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa ‘yang paling mulia di hadapan Allah Swt adalah yang paling bertakwa’. Sehingga semua manusia di dunia ini sama di hadapan Allah Swt, yang membedakannya adalah derajat ketakwaannya hamba tersebut kepada Allah Swt.

Menurut Buya Yahya, secara definisi takwa memiliki makna menjalankan perintah Allah Swt dan menjauhi larangan-Nya. Akan tetapi, dari banyak definisi para ulama, disimpulkan bahwa Takwa adalah perbuatan baik seorang hamba dalam urusannya kepada Allah Swt dan urusannya kepada sesama manusia. Jadi antara urusan manusia kepada Allah dengan urusan manusia kepada sesamanya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Maka, dikatakan bertakwa seorang hamba ketika hubungannya dengan Allah baik, begitupun hubungannya dengan sesama manusia juga akan baik.

“Dari banyak definisi (takwa) tersebut, akan tersimpulkan dengan perbuatan baik seorang hamba di dalam urusannya kepada Allah dan urusannya kepada manusia. Urusan kepada manusia dan urusan kepada Allah itu menjadi satu yaitu urusan hati. Jadi kalau orang hatinya bertakwa kepada Allah maka kepada sesama manusia juga akan baik.”

Jadi ketika ada orang yang berbuat baik kepada Allah Swt, namun ia belum baik kepada sesama manusia, maka ia belum bisa disebut sebagai orang yang bertakwa. Kenapa? coba kita renungi, bagaimana mungkin seseorang disebut bertakwa kepada Allah Swt, namun ia masih berbuat tidak baik kepada orang tuanya. Padahal Allah Swt yang memerintahkan kepada semua hamba-Nya untuk berbuat baik dan berbakti kepada ibu nya.

Maka menurut Buya, takwa yang sejati adalah disamping seseorang berbuat baik kepada Allah dengan beribadah kepada-Nya, ia juga akan menjaga hubungan baik dengan sesamanya. Jangan sampai ia rajin beribadah kepada Allah Swt, menjadi ahli ibadah di tengah malam, rajin berpuasa, namun kejam kepada istri, zalim kepada suami, durhaka kepada orang tua dan zalim kepada sesama. Jika hal yang demikian terjadi, maka sesungguhnya ia belum mengenal Allah Swt dan ketakwaannya adalah ketakwaan palsu.

“Ketika dia bisa rajin rukuk dan rajin sujud, tapi dia kejam sama istri, zalim kepada suami, kenapa dia? pasti dia tidak kenal Allah. Meskipun ahli ibadah tengah malam, tapi dia nggak kenal Allah sesungguhnya. Kalau dia kenal Allah pasti dia susah berbuat zalim kepada sesama hamba Allah. Itu takwa yang sejati.”

Jadi hakikat takwa yang sesungguhnya adalah kita berbuat baik kepada Allah, juga berbuat baik kepada hamba-Nya Allah dan sesama manusia. Jangan sampai kita terlena dengan ketakwaan semu, Beribadah kepada Allah siang dan malam, namun kita zalim kepada sesama manusia”.

Sumber : Tausyiah Buya Yahya di Al-Bahjah TV

Tags: , ,

Bagikan ke

Hakikat Ketakwaan

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Esensi Isra’ Mi’raj yang Membawa pada Perubahan Diri
18 Maret 2021

Esensi Isra’ Mi’raj yang Membawa pada Perubahan Diri Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon)... selengkapnya

Agar Tidak Sama Dengan Kaum Yahudi, Berikut 3 Cara Berpuasa Asyura
25 Juli 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Puasa 10 Muharram atau puasa asyura merupakan puasa sunnah yang sangat dikukuhkan oleh Baginda Nabi Saw.... selengkapnya

5 Identitas Aqidah sebagai Pondasi Syariat Umat
18 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Seseorang diibaratkan sebagai rumah yang harus memiliki pondasi dalam hidupnya. Jika rumah tidak memiliki pondasi atau pondasi... selengkapnya

Jalan Terjal Muslimah Zaman Now
25 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Semua kalangan dapat merasakan dampak dari perkembangan zaman, tak terkecuali Muslimah. Tantangan Muslimah dalam menjalankan syariat di era... selengkapnya

Mendefinisikan Ulang Moralitas
19 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Agama Islam sering kali disebut agama rahmatan lil alamin, agama untuk keselamatan alam semesta. Tak pelak pula, Baginda... selengkapnya

Hukum Shalat dengan Mata Terpejam
26 Agustus 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Khusyuk adalah ruh dari shalat. Ia bukan sekadar posisi tubuh atau ekspresi wajah, tetapi keadaan hati yang fokus,... selengkapnya

Tujuan dan Makna Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw
2 Oktober 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Perayaan maulid Nabi Muhammad saw semarak di mana-mana. Namun, sebenarnya apa tujuan dari perayaan maulid Nabi... selengkapnya

Kisah Perjuangan Dakwah Buya Yahya, Harus Lewati Ganasnya Sungai Kalimantan
29 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Selama kurang lebih satu pekan, Buya Yahya melakukan safari dakwah di Kalimantan Barat sejak hari Sabtu,... selengkapnya

Amalan-Amalan Utama di 10 Hari Pertama Dzulhijjah
18 Mei 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan istimewa dalam Islam, terutama pada 10 hari pertamanya. Terdapat begitu banyak keutamaan... selengkapnya

Ilmu Kebal di Dalam Pergaulan Sosial
20 September 2021

Ilmu Kebal di Dalam Pergaulan Sosial Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Komunikasi... selengkapnya

Hakikat Ketakwaan

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: