Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Wanita Istimewa, Pancaran Kemuliaan Nabi Saw

Wanita Istimewa, Pancaran Kemuliaan Nabi Saw

Diposting pada 22 Februari 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 1.604 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Nabi Muhammad Saw pernah menyebut bahwa wanita adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia. Wanita disebut sebagai perhiasan dunia karena ia memiliki sesuatu yang amat berharga, yakni kesalehannya. Wanita yang dapat merawat rasa malunya. Wanita yang apabila berperan sebagai istri, senantiasa menjaga kehormatan suaminya. Wanita yang bertakwa kepada Allah Swt dengan sebaik-baiknya takwa.

Di antara upaya untuk menggapai kemuliaan wanita yaitu dengan keteladanan. Selain Nabi Muhammad Saw yang dapat dijadikan sebagai suri teladan sesungguhnya bagi umat Islam, suri teladan lainnya bagi kaum muslimah adalah Sayyidah Fatimah Az-Zahra. Wanita istimewa yang memiliki pancaran-pancaran kemuliaan Nabi Muhammad Saw. Di antara keteladanannya adalah sebagai berikut.

Pangkal Keteladanan Wanita

Nabi Muhammad Saw begitu mencintai anak didiknya sendiri, yakni wanita istimewa Sayyidah Fatimah Az-Zahra. Kecintaan Baginda Nabi Saw salah satunya disebabkan karena ia sangat dekat dengan Sayyidah Fatimah Az-Zahra. Kedekatannya itulah yang membuat Sayyidah Fatimah memiliki banyak kemiripan dengan Nabi Saw, baik dalam hal ibadah maupun perilaku. Oleh karena itu, bersungguh-sungguh dalam bersuri teladan kepada Sayyidah Fatimah tidak jauh berbeda bersuri teladan kepada Nabi Saw.

Rasa Malu Penghantar Kemuliaan

Keindahan akhlak wanita ahli surga seperti Sayyidah Fatimah diwujudkan dalam kehidupannya sehari-hari. Salah satunya dengan senantiasa merawat rasa malu. Termasuk wasiatnya dalam memperlakukan jasadnya apabila kelak ia wafat. Yakni wasiat agar dibuatkan keranda sehingga keranda tersebut dapat menutupi tubuhnya dan memakamkannya di malam hari. Sebab, beliau khawatir apabila bentuk atau lekuk tubuhnya akan terlihat. Sungguh, begitu tingginya rasa malu beliau, sampai memedulikan perihal aurat ketika wafat.

Pendidikan dari Nabi Muhammad Saw menghantarkan rasa malu Sayyidah Fatimah sebagai bentuk kemuliaan untuk dapat menjadi contoh bagi setiap wanita. Adapun cara lain, hendaknya Nabi Saw senantiasa dihadirkan dan keteladanan Sayyidah Fatimah ini pun dipegang, sehingga seorang wanita tidak akan berani memamerkan dirinya kepada laki-laki yang bukan mahramnya. Sementara bagi seorang laki-laki dapat menjaga diri dengan tidak tertarik kepada wanita yang biasa memamerkan dirinya. Apabila di sebelum menikah saja sudah terbiasa seperti demikian, maka ketika kemudian menjadi sepasang suami istri keduanya akan senantiasa saling menjaga kehormatannya.

Tawadhu Pemangkas Kekotoran Hati

Sejatinya, keindahan pribadi seseorang sangat memungkinkan untuk diperlakukan dengan khidmah (baca: pengabdian) oleh orang lain. Akan tetapi, berbeda dengan Sayyidah Fatimah. Beliau memiliki sikap yang amat mandiri. Meskipun secara nasab beliau menyandang sebagai anak dari manusia paling mulia. Namun semua kenikmatan yang dapat beliau dapatkan, tidak serta merta ia gunakan sesukanya, justru semakin menumbuhkan ketawa­dhuan padanya.

Sayyidah Fatimah merupakan istri dari seorang pahlawan Islam yang sangat mencintai dan dicintai Allah dan Nabi Saw, yakni Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Sebagai seorang istri salehah, Sayyidah Fatimah mengabdi kepada sang suami dengan sepenuh hati. Salah satunya dengan tidak sungkan untuk membantu Sayyidina Ali menumbuk gandum, sekalipun tangannya kemudian lecet menjadi merah.

Suatu ketika Nabi Saw datang di saat beliau sedang menumbuk gandum. Nabi Saw kemudian mempersilakan beliau istirahat, sedangkan Nabi Saw melanjutkan pekerjaan itu bersama dengan Sayyidina Ali. Perbuatan Nabi Saw tersebut memberikan pelajaran lainnya, yaitu penghargaan terhadap seorang wanita: itulah bentuk perhatian Islam kepada wanita.

Demikianlah suatu upaya bagi seorang muslimah untuk dapat mencintai sang idola, ialah dengan mengenali kepribadian Sayyidah Fatimah melalui kisah-kisah teladannya. Kemudian mengikuti akhlak beliau agar dapat menjadi muslimah yang dicintai Allah dan Nabi Saw.

Penulis: Asti Dwi Sripamuji

Editor: Idan Syahid

Sumber:

  1. Official Youtube Buya Yahya: https://youtu.be/Yn5Z5CiuWdo?si=SHq89tcUzMlIqt6e
  2. Official TikTok Ummi Fairuz Ar-Rahbini: https://www.tiktok.com/@ummifairuz_arrahbini

Tags: , , ,

Bagikan ke

Wanita Istimewa, Pancaran Kemuliaan Nabi Saw

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Psikologi di Balik Selalu Berpura-pura “Menjadi yang Tersakit”
11 Februari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Secara tak sadar kita sering mendengar cerita atau curhatan seseorang yang tampak terus-menerus disakiti, merasa tidak pernah dipahami,... selengkapnya

Peringatan Maulid Nabi dan Beramal pada Bulan Maulid, Ternyata…
13 September 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Memasuki bulan Maulid (Rabi’ul Awwal) tahun 1445 Hijriah ini, persiapan untuk menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad... selengkapnya

Sebab Hilangnya Pahala Puasa
21 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sungguh merugi orang yang berpuasa tetapi hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Puasa tidak hanya melakukan puasa secara... selengkapnya

Tantangan Muslimah Masa Kini Menjaga Iffah di Era Digital
17 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Era digital menghadirkan berbagai kemudahan. Namun juga memunculkan tantangan serius dalam menjaga nilai-nilai Islam, khususnya bagi para Muslimah.... selengkapnya

Memutus Rantai Bullying di Lingkungan Pendidikan Indonesia
10 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dua pekan terakhir ini, publik kembali dihebohkan dengan adanya dua kasus perundungan yang terjadi di lingkungan lembaga... selengkapnya

Tidak Merasakan Vibes Nya Ramadhan? Jangan-Jangan Karena Ini
2 April 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sahabat Pustaka, bulan Ramadhan merupakan bulan panen raya hamba-hamba terkasih Allah Swt karena pada bulan ini... selengkapnya

Tafsir Surat Al-Kautsar Ayat 1-2: Perspektif Ulama Klasik hingga Kontemporer
15 Juni 2024

Pendahuluan Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan istimewa dalam Islam, di mana terdapat dua ibadah utama yang... selengkapnya

Pesan Mulia Buya Yahya Bagi Para Freshgraduate: Perluas Cara Pandang Dalam Bekerja!
12 November 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Masa-masa awal ketika kita baru saja menyelsaikan pendidikan (freshgraduate) merupakan salah satu masa yang krusial bagi... selengkapnya

Pendidikan Formal Al-Bahjah: Tak Hanya Mencerdaskan, tapi Menyejukkan Hati
16 September 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sejak berdirinya, pendidikan formal Al-Bahjah telah menjadi tujuan masyarakat untuk menitipkan para putra dan putrinya dalam menimba ilmu... selengkapnya

Pesan Perdamaian untuk Pemilu 2024
15 September 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Indonesia akan menghadapi pemilihan umum (pemilu) pada tahun 2024 mendatang. Pemilu sendiri merupakan sarana bagi rakyat... selengkapnya

Wanita Istimewa, Pancaran Kemuliaan Nabi Saw

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: