● online
- Sam'iyyat - Beriman Kepada yang Gaib
- النجاح في تكملة المفتاح
- Kisah Nabi Muhammad Saw "Dari Isra Mi'raj Sampai W
- Fiqih Praktis Haji dan Umrah yang Mudah Dipahami
- English Practice "Practice Makes Perfect" Beginner
- English Practice "Practice Makes Perfect" Low Begi
- Kitab Tahsilul Ma'mul
- Kitab Bidayatul Wushul 1
Wanita Istimewa, Pancaran Kemuliaan Nabi Saw

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Nabi Muhammad Saw pernah menyebut bahwa wanita adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia. Wanita disebut sebagai perhiasan dunia karena ia memiliki sesuatu yang amat berharga, yakni kesalehannya. Wanita yang dapat merawat rasa malunya. Wanita yang apabila berperan sebagai istri, senantiasa menjaga kehormatan suaminya. Wanita yang bertakwa kepada Allah Swt dengan sebaik-baiknya takwa.
Di antara upaya untuk menggapai kemuliaan wanita yaitu dengan keteladanan. Selain Nabi Muhammad Saw yang dapat dijadikan sebagai suri teladan sesungguhnya bagi umat Islam, suri teladan lainnya bagi kaum muslimah adalah Sayyidah Fatimah Az-Zahra. Wanita istimewa yang memiliki pancaran-pancaran kemuliaan Nabi Muhammad Saw. Di antara keteladanannya adalah sebagai berikut.
Pangkal Keteladanan Wanita
Nabi Muhammad Saw begitu mencintai anak didiknya sendiri, yakni wanita istimewa Sayyidah Fatimah Az-Zahra. Kecintaan Baginda Nabi Saw salah satunya disebabkan karena ia sangat dekat dengan Sayyidah Fatimah Az-Zahra. Kedekatannya itulah yang membuat Sayyidah Fatimah memiliki banyak kemiripan dengan Nabi Saw, baik dalam hal ibadah maupun perilaku. Oleh karena itu, bersungguh-sungguh dalam bersuri teladan kepada Sayyidah Fatimah tidak jauh berbeda bersuri teladan kepada Nabi Saw.
Rasa Malu Penghantar Kemuliaan
Keindahan akhlak wanita ahli surga seperti Sayyidah Fatimah diwujudkan dalam kehidupannya sehari-hari. Salah satunya dengan senantiasa merawat rasa malu. Termasuk wasiatnya dalam memperlakukan jasadnya apabila kelak ia wafat. Yakni wasiat agar dibuatkan keranda sehingga keranda tersebut dapat menutupi tubuhnya dan memakamkannya di malam hari. Sebab, beliau khawatir apabila bentuk atau lekuk tubuhnya akan terlihat. Sungguh, begitu tingginya rasa malu beliau, sampai memedulikan perihal aurat ketika wafat.
Pendidikan dari Nabi Muhammad Saw menghantarkan rasa malu Sayyidah Fatimah sebagai bentuk kemuliaan untuk dapat menjadi contoh bagi setiap wanita. Adapun cara lain, hendaknya Nabi Saw senantiasa dihadirkan dan keteladanan Sayyidah Fatimah ini pun dipegang, sehingga seorang wanita tidak akan berani memamerkan dirinya kepada laki-laki yang bukan mahramnya. Sementara bagi seorang laki-laki dapat menjaga diri dengan tidak tertarik kepada wanita yang biasa memamerkan dirinya. Apabila di sebelum menikah saja sudah terbiasa seperti demikian, maka ketika kemudian menjadi sepasang suami istri keduanya akan senantiasa saling menjaga kehormatannya.
Tawadhu Pemangkas Kekotoran Hati
Sejatinya, keindahan pribadi seseorang sangat memungkinkan untuk diperlakukan dengan khidmah (baca: pengabdian) oleh orang lain. Akan tetapi, berbeda dengan Sayyidah Fatimah. Beliau memiliki sikap yang amat mandiri. Meskipun secara nasab beliau menyandang sebagai anak dari manusia paling mulia. Namun semua kenikmatan yang dapat beliau dapatkan, tidak serta merta ia gunakan sesukanya, justru semakin menumbuhkan ketawadhuan padanya.
Sayyidah Fatimah merupakan istri dari seorang pahlawan Islam yang sangat mencintai dan dicintai Allah dan Nabi Saw, yakni Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Sebagai seorang istri salehah, Sayyidah Fatimah mengabdi kepada sang suami dengan sepenuh hati. Salah satunya dengan tidak sungkan untuk membantu Sayyidina Ali menumbuk gandum, sekalipun tangannya kemudian lecet menjadi merah.
Suatu ketika Nabi Saw datang di saat beliau sedang menumbuk gandum. Nabi Saw kemudian mempersilakan beliau istirahat, sedangkan Nabi Saw melanjutkan pekerjaan itu bersama dengan Sayyidina Ali. Perbuatan Nabi Saw tersebut memberikan pelajaran lainnya, yaitu penghargaan terhadap seorang wanita: itulah bentuk perhatian Islam kepada wanita.
Demikianlah suatu upaya bagi seorang muslimah untuk dapat mencintai sang idola, ialah dengan mengenali kepribadian Sayyidah Fatimah melalui kisah-kisah teladannya. Kemudian mengikuti akhlak beliau agar dapat menjadi muslimah yang dicintai Allah dan Nabi Saw.
Penulis: Asti Dwi Sripamuji
Editor: Idan Syahid
Sumber:
- Official Youtube Buya Yahya: https://youtu.be/Yn5Z5CiuWdo?si=SHq89tcUzMlIqt6e
- Official TikTok Ummi Fairuz Ar-Rahbini: https://www.tiktok.com/@ummifairuz_arrahbini
Tags: sayyidah fatimah, wanita, wanita istimewa, wanita salehah
Wanita Istimewa, Pancaran Kemuliaan Nabi Saw
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Secara tak sadar kita sering mendengar cerita atau curhatan seseorang yang tampak terus-menerus disakiti, merasa tidak pernah dipahami,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Memasuki bulan Maulid (Rabi’ul Awwal) tahun 1445 Hijriah ini, persiapan untuk menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sungguh merugi orang yang berpuasa tetapi hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Puasa tidak hanya melakukan puasa secara... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Era digital menghadirkan berbagai kemudahan. Namun juga memunculkan tantangan serius dalam menjaga nilai-nilai Islam, khususnya bagi para Muslimah.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dua pekan terakhir ini, publik kembali dihebohkan dengan adanya dua kasus perundungan yang terjadi di lingkungan lembaga... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sahabat Pustaka, bulan Ramadhan merupakan bulan panen raya hamba-hamba terkasih Allah Swt karena pada bulan ini... selengkapnya
Pendahuluan Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan istimewa dalam Islam, di mana terdapat dua ibadah utama yang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Masa-masa awal ketika kita baru saja menyelsaikan pendidikan (freshgraduate) merupakan salah satu masa yang krusial bagi... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sejak berdirinya, pendidikan formal Al-Bahjah telah menjadi tujuan masyarakat untuk menitipkan para putra dan putrinya dalam menimba ilmu... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Indonesia akan menghadapi pemilihan umum (pemilu) pada tahun 2024 mendatang. Pemilu sendiri merupakan sarana bagi rakyat... selengkapnya
Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Al Habsyie Tebal buku: viii+252 Di tengah penolakan kaum Quraisy, Allah mengangkat Nabi Muhammad… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku “Silsilah Fiqih Praktis Qurban” karya Buya Yahya merupakan sebuah panduan praktis yang memberikan pemahaman mengenai hukum dan tata cara… selengkapnya
Rp 57.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSTerkadang seorang pelajar bahasa arab akan mendapati sedikit kesulitan dalam mempelajari qoidah ‘adad ma’dud karena pembahasan tersebut tidak terlalu detail… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 37.700Buku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 200 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 95.000 Rp 149.000Buku Indahnya Memahami Perbedaan Para Ulama (IMPPU) Karya Buya Yahya menjelaskan perbedaan keyakinan aqidah dan perbedaan pelaksanaan amalan ibadah-ibadah dalam… selengkapnya
Rp 89.000Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000
Saat ini belum tersedia komentar.