Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Jangan Sampai Keliru! Ini Dia Perbedaan Antara Cinta dan Nafsu

Jangan Sampai Keliru! Ini Dia Perbedaan Antara Cinta dan Nafsu

Diposting pada 7 September 2023 oleh Redaksi / Dilihat: 2.314 kali / Kategori: ,

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Cinta merupakan fenomena yang lazim dialami oleh setiap manusia. Dan hawa nafsu merupakan sesuatu yang fitrahnya ada pada setiap diri manusia. Namun tentu saja keduanya tidak bisa disamakan. Ada perbedaan mendasar antara keduanya sebagaimana dijelaskan oleh Buya Yahya dalam ceramahnya.

Bagi setiap mukmin, berbicara mengenai cinta maka tidak bisa terlepas dari cinta kepada Allah Swt. Buya menjelaskan jika memang seseorang cinta kepada Rabnya, maka cinta tersebut tidak bisa dibagi-bagi. Beliau mengatakan,

Cinta kita itu gak boleh dibagi. Gak ada cinta kepada Allah itu 90 persen lalu cinta kepada manusia 10 persen. Enggak ada. Cinta itu seutuhnya hanya karena Allah.”

Lalu bagaimanakah cara kita cinta kepada makhluk ciptaan Allah? Cinta tersebut tetap ada hanya saja cinta itu menjadi bentuk dari cinta kita kepada Allah Sang Pencipta.

“Adapun kita mencintai istri, mencintai anak, itu adalah bentuk dari mencintai Allah,” ujar Buya.

Beliau juga menjelaskan bahwa cinta kita kepada keluarga, saudara, tetangga, dan lain-lain tidak lain karena perintah Allah Swt. Bahkan saat kita membenci sesuatu sekali pun, hendaklah itu karena perintah dari-Nya. Bukan karena menuruti hawa nafsu kita belaka. Beliau menjelaskan,

“Dalam hadis, min ijlalillahi, termasuk mengagungkan Allah dan termasuk cinta kepada Allah adalah kau mencintai ini, mencintai ini, mencintai ini.”

Kemudian Buya menjelaskan bahwa antara cinta dan hawa nafsu/syahwat, keduanya tidak bisa disamakan. Keduanya berbeda, cinta itu bukan syahwat. Karena bersyahwat kepada seseorang belum tentu ada cinta di dalamnya. Sekalipun ada banyak jenis bentuk dari keduanya. Ada suami dan istri yang saling mencintai dan keduanya saling memiliki syahwat. Ada juga orang bersyahwat tapi tanpa cinta seperti hubungan perzinaan. Maka cinta bukanlah syahwat. Cinta dalam artian ini adalah cinta hakiki yang murni atas dasar karena Allah.

Buya Yahya saat menjawab pertanyaan perbedaan antara cinta dan nafsu
yang disiarkan dalam Youtube Al-Bahjah TV.

Bagaimanakah tanda-tanda dari cinta murni atas dasar lillahi ta’ala ini? Tanda dari cinta kepada Allah ini sangat sederhana sekali, yaitu terlihat dari pengaplikasian cinta tersebut. Jika memang seseorang cinta kepada Rab Sang Pencipta alam semesata ini, saat ia mewujudkan cintanya kepada seseorang maka ia tidak akan melanggar peraturan yang ditetapkan Allah Swt. Cinta tersebut merupakan cinta karena Allah.

“Tanda cinta kepada Allah adalah sederhana. Yaitu bahwa di saat engkau mewujudkan cinta kepada manusia tersebut maka tidak akan melanggar Allah. Selesai,” jelas Buya.

Lalu Buya juga mencontohkan ketika seorang laki-laki mencintai seorang perempuan, sekalipun perempuan itu belum menjadi istrinya, atau sebaliknya. Lalu ia berpegang teguh pada prinsip aku cinta dia karena Allah. Ia memerangi hawa nafsunya dengan sekuat tenaga. Tidak berkomunikasi dengan orang yang dicintainya tersebut, tidak mengkhayal-khayalkan tentang dirinya, tidak melihat-lihat fotonya, dan lain-lain sebagainya. Orang yang seperti ini, kalaupun suatu saat ia meninggal dunia dalam keadaan mencintai perempuan/laki-laki yang dicintainya karena Allah, ia meninggal dunia dalam keadaan syahid. Ia mati syahid karena berjuang menahan hawa nafsunya.

“Ulama mengatakan, ‘orang mati dengan cinta tak tercapai asalkan dia menjaga dari dosa, ia mati syahid,’” jelas Buya.

Lebih lanjut, Buya Yahya menjelaskan bahwa jika memang seseorang mencintai karena Allah, seharusnya cinta yang dibawanya dapat menghantarkan dirinya agar cepat-cepat menuju kepada yang halal. Seorang laki-laki yang mencintai karena Allah akan berusaha untuk melamar perempuan yang dicintainya dengan cara yang baik, demikian juga sebaliknya.

Begitu juga dengan cinta seorang ayah kepada anak dan keluarganya, jika cintanya adalah semata-mata karena Allah, maka ia tidak akan memberikan nafkah yang tidak baik kepada mereka. Ia akan berikhtiar mencari rezeki yang halal dan baik, bukan mecari-cari penghidupan dengan cara yang haram.

Terakhir, Buya Yahya juga mengungkapkan bahwa cinta kepada makhluk karena Allah itu ialah cinta yang selalu dihubungkan kepada Allah Swt. Apa pun langkah, bentuk, dan pengaplikasiannya selalu atas dasar perintah dan larangan dari-Nya, juga karena rasa cinta yang begitu besar kepada Allah Swt.

Wallahu a’lam bisshawab.

Sumber: Youtube Al-Bahjah TV

Bagikan ke

Jangan Sampai Keliru! Ini Dia Perbedaan Antara Cinta dan Nafsu

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Antara Sound Horeg dan Suara Ulama
1 August 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Mengadakan perayaan dengan suara keras yang dihasilkan dari sepiker berdaya tinggi seakan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari... selengkapnya

Susah Menangisi Dosa, Apakah Taubat Diterima?
14 October 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Manusia adalah tempatnya salah dan dosa, tiada seorangpun manusia di dunia ini yang luput dari kesalahan... selengkapnya

Jihad Kita untuk Palestina
16 October 2023

Seorang jamaah bertanya tentang jihad kepada Buya Yahya, “Bagaimana cara jihad untuk membela saudara kita yang terzalimi di Palestina? Sedangkan... selengkapnya

Mengupas 3 Tujuan Puasa: Elemen Penting dari Esensi Krusial Ibadah Puasa
5 March 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ramadan mestinya bukan hanya sekadar tradisi tahunan, bukan pula sebagai ajang kumpul buka puasa bersama semata, melainkan... selengkapnya

Mengaplikasikan Makna Transendental Al-Qur’an bagi Pemuda pada Era Digital
29 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Al-Qur’an adalah firman Allah yang berisi berbagai macam persoalan yang dialami manusia. Baik itu berupa masalah kehidupan,... selengkapnya

Dalam Sunyi, Ada Allah: Puisi-Puisi Syariif Ahmad
2 August 2025

  Dalam Sunyi, Ada Allah Dalam sunyi yang tak bersuara, Saat malam memeluk doa, Aku temukan Engkau di sela napas... selengkapnya

Pondok Pesantren: dari Cikal Bakal hingga Menjadi Benteng Peradaban
14 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pesantren adalah lembaga pendidikan yang menaungi para santri untuk belajar agama secara langsung kepada Kyainya. Dalam agama Islam... selengkapnya

Wanita Istimewa, Pancaran Kemuliaan Nabi Saw
22 February 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Nabi Muhammad Saw pernah menyebut bahwa wanita adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia. Wanita disebut sebagai perhiasan dunia karena... selengkapnya

Lepas Cadar Di Media Sosial, Bagaimana Hukumnya?
29 May 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Akhir-akhir ini kita dihebohkan dengan kejadian seorang muslimah yang melepas cadarnya di awak media. Sontak kejadian... selengkapnya

Berpendidikan Tinggi Tapi Tidak Bermoral: Renungan Hakikat Pendidikan
27 November 2023

Pustaka Al-Bahjah – Cirebon, Betapa banyak kita temukan titel akademik dimiliki seseorang, tetapi moral mereka tidak mewakili orang-orang berpendidikan. Banyak... selengkapnya

Jangan Sampai Keliru! Ini Dia Perbedaan Antara Cinta dan Nafsu

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: