Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Jangan Sampai Keliru! Ini Dia Perbedaan Antara Cinta dan Nafsu

Jangan Sampai Keliru! Ini Dia Perbedaan Antara Cinta dan Nafsu

Diposting pada 7 September 2023 oleh Redaksi / Dilihat: 2.691 kali / Kategori: ,

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Cinta merupakan fenomena yang lazim dialami oleh setiap manusia. Dan hawa nafsu merupakan sesuatu yang fitrahnya ada pada setiap diri manusia. Namun tentu saja keduanya tidak bisa disamakan. Ada perbedaan mendasar antara keduanya sebagaimana dijelaskan oleh Buya Yahya dalam ceramahnya.

Bagi setiap mukmin, berbicara mengenai cinta maka tidak bisa terlepas dari cinta kepada Allah Swt. Buya menjelaskan jika memang seseorang cinta kepada Rabnya, maka cinta tersebut tidak bisa dibagi-bagi. Beliau mengatakan,

Cinta kita itu gak boleh dibagi. Gak ada cinta kepada Allah itu 90 persen lalu cinta kepada manusia 10 persen. Enggak ada. Cinta itu seutuhnya hanya karena Allah.”

Lalu bagaimanakah cara kita cinta kepada makhluk ciptaan Allah? Cinta tersebut tetap ada hanya saja cinta itu menjadi bentuk dari cinta kita kepada Allah Sang Pencipta.

“Adapun kita mencintai istri, mencintai anak, itu adalah bentuk dari mencintai Allah,” ujar Buya.

Beliau juga menjelaskan bahwa cinta kita kepada keluarga, saudara, tetangga, dan lain-lain tidak lain karena perintah Allah Swt. Bahkan saat kita membenci sesuatu sekali pun, hendaklah itu karena perintah dari-Nya. Bukan karena menuruti hawa nafsu kita belaka. Beliau menjelaskan,

“Dalam hadis, min ijlalillahi, termasuk mengagungkan Allah dan termasuk cinta kepada Allah adalah kau mencintai ini, mencintai ini, mencintai ini.”

Kemudian Buya menjelaskan bahwa antara cinta dan hawa nafsu/syahwat, keduanya tidak bisa disamakan. Keduanya berbeda, cinta itu bukan syahwat. Karena bersyahwat kepada seseorang belum tentu ada cinta di dalamnya. Sekalipun ada banyak jenis bentuk dari keduanya. Ada suami dan istri yang saling mencintai dan keduanya saling memiliki syahwat. Ada juga orang bersyahwat tapi tanpa cinta seperti hubungan perzinaan. Maka cinta bukanlah syahwat. Cinta dalam artian ini adalah cinta hakiki yang murni atas dasar karena Allah.

Buya Yahya saat menjawab pertanyaan perbedaan antara cinta dan nafsu
yang disiarkan dalam Youtube Al-Bahjah TV.

Bagaimanakah tanda-tanda dari cinta murni atas dasar lillahi ta’ala ini? Tanda dari cinta kepada Allah ini sangat sederhana sekali, yaitu terlihat dari pengaplikasian cinta tersebut. Jika memang seseorang cinta kepada Rab Sang Pencipta alam semesata ini, saat ia mewujudkan cintanya kepada seseorang maka ia tidak akan melanggar peraturan yang ditetapkan Allah Swt. Cinta tersebut merupakan cinta karena Allah.

“Tanda cinta kepada Allah adalah sederhana. Yaitu bahwa di saat engkau mewujudkan cinta kepada manusia tersebut maka tidak akan melanggar Allah. Selesai,” jelas Buya.

Lalu Buya juga mencontohkan ketika seorang laki-laki mencintai seorang perempuan, sekalipun perempuan itu belum menjadi istrinya, atau sebaliknya. Lalu ia berpegang teguh pada prinsip aku cinta dia karena Allah. Ia memerangi hawa nafsunya dengan sekuat tenaga. Tidak berkomunikasi dengan orang yang dicintainya tersebut, tidak mengkhayal-khayalkan tentang dirinya, tidak melihat-lihat fotonya, dan lain-lain sebagainya. Orang yang seperti ini, kalaupun suatu saat ia meninggal dunia dalam keadaan mencintai perempuan/laki-laki yang dicintainya karena Allah, ia meninggal dunia dalam keadaan syahid. Ia mati syahid karena berjuang menahan hawa nafsunya.

“Ulama mengatakan, ‘orang mati dengan cinta tak tercapai asalkan dia menjaga dari dosa, ia mati syahid,’” jelas Buya.

Lebih lanjut, Buya Yahya menjelaskan bahwa jika memang seseorang mencintai karena Allah, seharusnya cinta yang dibawanya dapat menghantarkan dirinya agar cepat-cepat menuju kepada yang halal. Seorang laki-laki yang mencintai karena Allah akan berusaha untuk melamar perempuan yang dicintainya dengan cara yang baik, demikian juga sebaliknya.

Begitu juga dengan cinta seorang ayah kepada anak dan keluarganya, jika cintanya adalah semata-mata karena Allah, maka ia tidak akan memberikan nafkah yang tidak baik kepada mereka. Ia akan berikhtiar mencari rezeki yang halal dan baik, bukan mecari-cari penghidupan dengan cara yang haram.

Terakhir, Buya Yahya juga mengungkapkan bahwa cinta kepada makhluk karena Allah itu ialah cinta yang selalu dihubungkan kepada Allah Swt. Apa pun langkah, bentuk, dan pengaplikasiannya selalu atas dasar perintah dan larangan dari-Nya, juga karena rasa cinta yang begitu besar kepada Allah Swt.

Wallahu a’lam bisshawab.

Sumber: Youtube Al-Bahjah TV

Bagikan ke

Jangan Sampai Keliru! Ini Dia Perbedaan Antara Cinta dan Nafsu

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Prinsip dan Peran Dakwah dalam Menyeru Kebaikan dan Mencegah Kemungkaran
15 Februari 2025

Sumber gambar: https://minanews.net/jenis-juru-dakwah/ Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Tanda ketulusan hati seorang Muslim adalah ketika merindukan saudara-saudaranya yang belum melakukan kebaikan, agar... selengkapnya

Kenapa Masih Ada yang Meninggalkan Shalat?
9 Desember 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita diciptakan di dunia ini tidak lain adalah untuk menyembah Sang Pencipta Allah Subhanahu wa Ta’ala: وما خلقت... selengkapnya

Cara Perempuan Aman dan Nyaman dalam Bermedia Sosial (1)
15 Oktober 2025

(Bagian kesatu dari dua tulisan) Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sahabat Muslimah, masih ingatkah dengan platform friendster? Buat yang belum tahu, friendster adalah... selengkapnya

Keutamaan Menghidupkan Malam Hari Raya
16 Juni 2024

Oleh: Imam Abdullah, B.Sc. MA. Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Imam Nawawi menyebutkan dalam Kitab Al-Adzkar, “Ketahuilah sesungguhnya disunnahkan menghidupkan 2 malam... selengkapnya

Tebar “Jaring-Jaring” Kemandirian Ekonomi Pondok Pesantren, LPD Al-Bahjah Bangun Resto AB Chicken dan Launching AB Express
13 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pagi ini Sabtu, 23 Syawal 1444H/13 Mei 2023 Lembaga Pengembangan Dakwah (LPD) Al-Bahjah kembali menebar “jaring-jaring”... selengkapnya

Perjalanan Menuju Sebuah Perubahan yang Besar Memang Panjang dan Melelahkan
12 November 2024

اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ... selengkapnya

Mahar Hasil Utang, Boleh Sih Tapi….. 
30 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Mahar merupakan sesuatu yang harus dipenuhi oleh calon pengantin laki-laki ketika hendak menikah. Namun bagaimana jika... selengkapnya

Mendefinisikan Ulang Moralitas
19 November 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Agama Islam sering kali disebut agama rahmatan lil alamin, agama untuk keselamatan alam semesta. Tak pelak pula, Baginda... selengkapnya

Di Bawah Kubah Nabawi
18 Agustus 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Cahaya fajar menari-nari di atas bukit hijau yang perlahan menyembulkan wajahnya dari selimut malam. Udara segar, belum ternoda... selengkapnya

Alasan Mengapa Kita Harus Membenci KDRT
14 Januari 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Memahami ilmu rumah tangga merupakan kebutuhan setiap orang, baik bagi yang sudah menikah maupun belum. Termasuk mengetahui sebab-sebab... selengkapnya

Jangan Sampai Keliru! Ini Dia Perbedaan Antara Cinta dan Nafsu

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: