● online
- Sam'iyyat - Beriman Kepada yang Gaib....
- Kitab Tahsilul Ma'mul....
- KITAB MAULID AD DIBA'I....
- Silsilah Fiqih Praktis Jenazah....
- BUKU FIQIH HAID - Cerdas Memahami Darah Wanita....
- Oase Iman - Refleksi Problematika Umat....
- Kisah Nabi Muhammad Saw "Dari Lahir Sampai Diutus ....
- DZIKIR HARIAN MAJELIS AL-BAHJAH....
Jangan Sampai Keliru! Ini Dia Perbedaan Antara Cinta dan Nafsu
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Cinta merupakan fenomena yang lazim dialami oleh setiap manusia. Dan hawa nafsu merupakan sesuatu yang fitrahnya ada pada setiap diri manusia. Namun tentu saja keduanya tidak bisa disamakan. Ada perbedaan mendasar antara keduanya sebagaimana dijelaskan oleh Buya Yahya dalam ceramahnya.
Bagi setiap mukmin, berbicara mengenai cinta maka tidak bisa terlepas dari cinta kepada Allah Swt. Buya menjelaskan jika memang seseorang cinta kepada Rabnya, maka cinta tersebut tidak bisa dibagi-bagi. Beliau mengatakan,
“Cinta kita itu gak boleh dibagi. Gak ada cinta kepada Allah itu 90 persen lalu cinta kepada manusia 10 persen. Enggak ada. Cinta itu seutuhnya hanya karena Allah.”
Lalu bagaimanakah cara kita cinta kepada makhluk ciptaan Allah? Cinta tersebut tetap ada hanya saja cinta itu menjadi bentuk dari cinta kita kepada Allah Sang Pencipta.
“Adapun kita mencintai istri, mencintai anak, itu adalah bentuk dari mencintai Allah,” ujar Buya.
Beliau juga menjelaskan bahwa cinta kita kepada keluarga, saudara, tetangga, dan lain-lain tidak lain karena perintah Allah Swt. Bahkan saat kita membenci sesuatu sekali pun, hendaklah itu karena perintah dari-Nya. Bukan karena menuruti hawa nafsu kita belaka. Beliau menjelaskan,
“Dalam hadis, min ijlalillahi, termasuk mengagungkan Allah dan termasuk cinta kepada Allah adalah kau mencintai ini, mencintai ini, mencintai ini.”
Kemudian Buya menjelaskan bahwa antara cinta dan hawa nafsu/syahwat, keduanya tidak bisa disamakan. Keduanya berbeda, cinta itu bukan syahwat. Karena bersyahwat kepada seseorang belum tentu ada cinta di dalamnya. Sekalipun ada banyak jenis bentuk dari keduanya. Ada suami dan istri yang saling mencintai dan keduanya saling memiliki syahwat. Ada juga orang bersyahwat tapi tanpa cinta seperti hubungan perzinaan. Maka cinta bukanlah syahwat. Cinta dalam artian ini adalah cinta hakiki yang murni atas dasar karena Allah.

Buya Yahya saat menjawab pertanyaan perbedaan antara cinta dan nafsu
yang disiarkan dalam Youtube Al-Bahjah TV.
Bagaimanakah tanda-tanda dari cinta murni atas dasar lillahi ta’ala ini? Tanda dari cinta kepada Allah ini sangat sederhana sekali, yaitu terlihat dari pengaplikasian cinta tersebut. Jika memang seseorang cinta kepada Rab Sang Pencipta alam semesata ini, saat ia mewujudkan cintanya kepada seseorang maka ia tidak akan melanggar peraturan yang ditetapkan Allah Swt. Cinta tersebut merupakan cinta karena Allah.
“Tanda cinta kepada Allah adalah sederhana. Yaitu bahwa di saat engkau mewujudkan cinta kepada manusia tersebut maka tidak akan melanggar Allah. Selesai,” jelas Buya.
Lalu Buya juga mencontohkan ketika seorang laki-laki mencintai seorang perempuan, sekalipun perempuan itu belum menjadi istrinya, atau sebaliknya. Lalu ia berpegang teguh pada prinsip aku cinta dia karena Allah. Ia memerangi hawa nafsunya dengan sekuat tenaga. Tidak berkomunikasi dengan orang yang dicintainya tersebut, tidak mengkhayal-khayalkan tentang dirinya, tidak melihat-lihat fotonya, dan lain-lain sebagainya. Orang yang seperti ini, kalaupun suatu saat ia meninggal dunia dalam keadaan mencintai perempuan/laki-laki yang dicintainya karena Allah, ia meninggal dunia dalam keadaan syahid. Ia mati syahid karena berjuang menahan hawa nafsunya.
“Ulama mengatakan, ‘orang mati dengan cinta tak tercapai asalkan dia menjaga dari dosa, ia mati syahid,’” jelas Buya.
Lebih lanjut, Buya Yahya menjelaskan bahwa jika memang seseorang mencintai karena Allah, seharusnya cinta yang dibawanya dapat menghantarkan dirinya agar cepat-cepat menuju kepada yang halal. Seorang laki-laki yang mencintai karena Allah akan berusaha untuk melamar perempuan yang dicintainya dengan cara yang baik, demikian juga sebaliknya.
Begitu juga dengan cinta seorang ayah kepada anak dan keluarganya, jika cintanya adalah semata-mata karena Allah, maka ia tidak akan memberikan nafkah yang tidak baik kepada mereka. Ia akan berikhtiar mencari rezeki yang halal dan baik, bukan mecari-cari penghidupan dengan cara yang haram.
Terakhir, Buya Yahya juga mengungkapkan bahwa cinta kepada makhluk karena Allah itu ialah cinta yang selalu dihubungkan kepada Allah Swt. Apa pun langkah, bentuk, dan pengaplikasiannya selalu atas dasar perintah dan larangan dari-Nya, juga karena rasa cinta yang begitu besar kepada Allah Swt.
Wallahu a’lam bisshawab.
Sumber: Youtube Al-Bahjah TV
Jangan Sampai Keliru! Ini Dia Perbedaan Antara Cinta dan Nafsu
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Jumat, 02 Rabiul Akhir 1444 H atau bertepatan dengan Tanggal 28 Oktober 2022 telah diresmikan Pondok... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Ketika musibah datang, seringkali hati dipenuhi pertanyaan. Mengapa ini terjadi? Mengapa Allah Subhanahuwata’ala mengizinkan ujian yang begitu berat... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Pulau Kalimantan menjadi tujuan safari dakwah Buya Yahya selanjutnya setelah sebelumnya Buya melakukan safari dakwah di... selengkapnya
Jangan Takut Merusak Silaturahmi Berikut Tips Cerdas Mengingatkan Teman yang Bertindak di Luar Batas Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Kabar gembira bagi Anda semua para perindu kemuliaan, setelah kita merayakan euforia Idul Fitri, kajian rutin... selengkapnya
Di tengah-tengah kaum muslimin Indonesia sedang ramai perbincangan mengenai perbedaan penetapan hari Raya Iduladha. Sebagian pihak mengikuti ketetapan pemerintah melalui... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita dianjurkan bersyukur atas nikmat yang Allah berikan di sebagian waktu dengan melakukan amalan kebaikan di waktu tersebut.... selengkapnya
Masalah dalam Bersedekah Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA AL-BAHJAH-ARTIKEL-Sedekah, satu kata yang... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sudah menjadi keharusan untuk kita tidak usah mencari-cari kekurangan dan aib orang lain. Namun sekeras apa pun usaha... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Senyuman merupakan sebuah hal lumrah dalam kehidupan manusia. Senyum mencerminkan rasa senang dan bahagia terhadap sesuatu... selengkapnya
Buku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 200 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPenerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Tebal buku: viii+102 Kehidupan keras yang dilalui Nabi Muhammad Saw di masa kecil telah… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Al Habsyie Tebal buku: viii+252 Di tengah penolakan kaum Quraisy, Allah mengangkat Nabi Muhammad… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Maulid Ad Diba’ merupakan salah satu kitab maulid yang dibaca dalam rangka meneladani sîrah Rasulullah saw sekaligus bershalawat kepadanya. Salah… selengkapnya
Rp 25.000Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600Buku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000Buku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000
Saat ini belum tersedia komentar.