● online
- Alur "Sebaris Luka yang Berganti Wajah"....
- Fiqih Praktis Haji dan Umrah yang Mudah Dipahami....
- Motivasi Dakwah "Membawa kepada Kemuliaan dengan H....
- Kitab Nawazil....
- Sam'iyyat - Beriman Kepada yang Gaib....
- BUKU FIQIH HAID - Cerdas Memahami Darah Wanita....
- FIQIH SHOLAT KARYA BUYA YAHYA....
- العدد والمعدود....
Pentingnya Tabayyun di Tengah-Tengah Gempuran Hoaks

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kemajuan teknologi digital telah mengubah cara manusia memperoleh, mengolah, dan menyebarkan informasi. Melalui internet dan media sosial, informasi dapat diakses dalam hitungan detik tanpa adanya batas wilayah maupun waktu. Berbagai platform digital kini menjadi sumber utama masyarakat dalam mencari berita dan berkomunikasi. Kemudahan tersebut membawa banyak manfaat, seperti mempercepat pertukaran informasi dan memperluas akses terhadap ilmu pengetahuan. Namun, di balik berbagai keuntungan itu, terdapat ancaman yang semakin mengkhawatirkan, yaitu maraknya penyebaran hoaks atau informasi palsu yang sulit dibendung.
Hoaks merupakan informasi yang dibuat atau disebarkan tanpa dasar fakta yang jelas, tetapi dikemas sedemikian rupa sehingga tampak meyakinkan. Di era digital, penyebaran hoaks berlangsung sangat cepat karena banyak pengguna media sosial yang langsung meneruskan informasi tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu. Akibatnya, berita yang tidak benar dapat tersebar luas dan dipercaya oleh banyak orang. Hoaks sering muncul dalam berbagai bidang, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi, politik, hingga keagamaan. Jika dibiarkan, informasi palsu dapat menimbulkan kesalahpahaman, merusak hubungan sosial, memicu konflik, bahkan mengancam persatuan masyarakat.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa masyarakat sedang menghadapi tantangan besar berupa krisis informasi. Banyak individu lebih mengutamakan kecepatan dalam menerima berita daripada memastikan kebenaran isi berita tersebut. Tidak sedikit orang yang mudah terpengaruh oleh judul yang sensasional atau informasi yang sesuai dengan pandangan pribadinya. Kondisi ini semakin diperburuk oleh rendahnya kemampuan sebagian masyarakat dalam memahami dan mengevaluasi informasi yang beredar di ruang digital. Akibatnya, informasi yang belum tentu benar sering kali diterima begitu saja tanpa proses verifikasi yang memadai.
Dalam menghadapi persoalan tersebut, Islam menawarkan solusi yang sangat relevan melalui konsep tabayyun. Secara umum, tabayyun dalam konteks hoaks yaitu mencari kejelasan dan memastikan kebenaran suatu informasi sebelum mempercayai ataupun menyebarkannya kepada orang lain. Prinsip ini mengajarkan umat Islam untuk tidak terburu-buru dalam mengambil kesimpulan serta selalu bersikap kritis terhadap setiap berita yang diterima. Nilai tabayyun menjadi sangat penting di tengah derasnya arus informasi yang mengalir setiap hari melalui berbagai media digital.
Dasar mengenai pentingnya tabayyun tercantum dalam Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 6:
Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu.
Ayat tersebut memberikan pelajaran bahwa setiap informasi harus diperiksa terlebih dahulu sebelum diterima atau disebarluaskan. Allah Subhanahau wa Ta’ala. mengingatkan agar manusia tidak bertindak berdasarkan informasi yang belum jelas kebenarannya karena dapat menimbulkan kerugian bagi pihak lain. Pesan yang terkandung dalam ayat tersebut sangat sesuai dengan kondisi saat ini, ketika berbagai informasi dapat beredar secara cepat tanpa adanya jaminan bahwa informasi tersebut benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain Rasulullah Salallahu ‘Alaihi Wasallam juga memberikan peringatan mengenai pentingnya berhati-hati dalam menyampaikan berita. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan:
“Cukuplah seseorang itu termasuk dalam pendusta, ketika dia menceritakan semua (berita) yang dia dengar.” (HR. Muslim dalam Muqaddimah Shahih Muslim 1: 8).
Hadis ini mengandung makna bahwa seseorang dapat terjerumus ke dalam kebohongan apabila ia menyebarkan seluruh informasi yang diterimanya tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Oleh sebab itu, sikap selektif dan bijaksana dalam bermedia menjadi bagian penting dari akhlak seorang Muslim.
Penerapan tabayyun dalam kehidupan sehari-hari dapat dilakukan melalui beberapa langkah sederhana. Pertama, memeriksa asal-usul informasi dan memastikan sumbernya memiliki kredibilitas yang baik. Kedua, membandingkan berita dengan sumber lain yang terpercaya untuk memperoleh informasi yang lebih objektif. Ketiga, menghindari kebiasaan membagikan informasi yang belum terverifikasi, terutama jika informasi tersebut berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Keempat, meningkatkan kemampuan literasi digital agar mampu mengenali karakteristik hoaks dan memahami cara kerja penyebaran informasi di media sosial. Dengan langkah-langkah tersebut, masyarakat dapat lebih bijak dalam menghadapi berbagai informasi yang beredar.
Upaya memerangi hoaks tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Keluarga memiliki peran penting dalam menanamkan nilai kejujuran dan sikap kritis sejak usia dini. Lembaga pendidikan dapat memberikan pembelajaran mengenai literasi digital dan etika bermedia sosial. Di sisi lain, pemerintah serta penyedia platform digital perlu terus berupaya menciptakan sistem yang mampu menekan penyebaran informasi palsu. Kerja sama yang baik antara berbagai elemen masyarakat akan membantu menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan sehat.
Pada akhirnya, hoaks merupakan salah satu tantangan terbesar yang muncul seiring perkembangan teknologi informasi. Kemudahan dalam mengakses dan menyebarkan berita harus diimbangi dengan sikap bijaksana dalam menyikapi setiap informasi yang diterima. Konsep tabayyun yang diajarkan dalam Islam menawarkan solusi yang sangat relevan untuk menghadapi krisis informasi di era digital. Dengan membiasakan diri melakukan verifikasi, berpikir kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial, masyarakat dapat terhindar dari dampak negatif hoaks sekaligus membangun budaya informasi yang lebih jujur, cerdas, dan berintegritas. Oleh karena itu, tabayyun tidak hanya menjadi ajaran keagamaan, tetapi juga menjadi kebutuhan penting bagi kehidupan masyarakat modern yang hidup di tengah derasnya arus informasi.
Penulis: Lintang Nur Isna Faradilla
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Pentingnya Tabayyun di Tengah-Tengah Gempuran Hoaks
Pemilu semakin dekat. Kampanye semakin gencar di berbagai tempat dan media sosial. Kemudahan mengakses media sosial ini mewarnai prosesi kampanye... selengkapnya
Sering kali kita mendengar anjuran untuk membaca surah Al-Waqi’ah setelah Asar. Sebenarnya, apakah ini diperbolehkan dalam Islam? Mari simak penjelasannya... selengkapnya
Mungkin hidup ini berjalan tidak sesuai dengan pilihan kita, tetapi yakinlah kepada Allah Swt bahwa pilihan-Nya tidak akan pernah salah.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Akhir-akhir ini kita dihebohkan oleh kasus perselingkuhan seseorang yang tersebar di media sosial. Orang tersebut membuka... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Masyarakat Indonesia telah melangsungkan Pesta Demokrasi 5 tahun sekali yang digelar pada tanggal 14 Februari 2023. Setelah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon- Patungan kurban adalah gabungan beberapa orang dalam pengumpulan dana untuk membeli hewan kurban. Umumnya fenomena patungan kurban... selengkapnya
Oleh: Ustadz Maulid Johansyah (Dewan Asatidz LPD Al-Bahjah) Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sebagaimana umat nasrani yang mempunyai penanggalan atau... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita dianjurkan bersyukur atas nikmat yang Allah berikan di sebagian waktu dengan melakukan amalan kebaikan di waktu tersebut.... selengkapnya
Sajadah Cinta Sajadah cinta terbentang luas, Di hamparan kasih yang tak terkira. Benang-benang iman terjalin erat, Menemani jiwa... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Baru-baru ini aktivitas “cek khodam” ramai di media sosial, khususnya di live TikTok dan Instagram. Pengguna media... selengkapnya
Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPenerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Al Habsyie Tebal buku: viii+140 Menelusuri jejak kepemimpinan Islam pasca wafatnya Rasulullah Saw melalui… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Buku “Dzikir Harian” yang ditulis oleh Buya Yahya adalah dzikir-dzikir yang dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dzikir-dzikir yang dihadirkan merupakan… selengkapnya
Rp 25.000 Rp 27.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Ukuran: 14 x 21 cm Tebal buku: 144 Halaman Sesungguhnya syariat Islam adalah syariat… selengkapnya
*Harga Hubungi CSPenerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 300 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CS
Saat ini belum tersedia komentar.