Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Setelah Qurban, Lalu Apa?

Setelah Qurban, Lalu Apa?

Diposting pada 28 Mei 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 122 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Iduladha bukan sekadar tentang menyembelih hewan qurban. Di balik ibadah itu, tersimpan kisah agung tentang cinta seorang ayah, keteguhan seorang ibu, dan kepatuhan seorang anak kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kisah itu adalah kisah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam dan keluarganya. Nabi Ibrahim dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan dan taat kepada Allah. Bahkan, beliau siap mengorbankan apa pun demi menjalankan perintah-Nya. Namun di balik keteguhan itu, ada penantian panjang yang penuh doa. Bertahun-tahun Nabi Ibrahim mendambakan seorang anak, hingga akhirnya Allah menganugerahkan putra bernama Nabi Ismail dari Siti Hajar.

Kelahiran Nabi Ismail menjadi kebahagiaan besar. Namun ujian cinta kepada Allah kembali datang. Atas perintah Allah, Siti Hajar dan bayi Ismail ditempatkan di sebuah lembah tandus yang gersang, tempat yang kemudian dikenal sebagai Makkah. Tidak ada pepohonan, tidak ada sumber kehidupan. Hanya ada keyakinan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya.

Di tempat itulah, keteguhan Siti Hajar menjadi pelajaran sepanjang masa. Saat mencari air demi putranya, beliau berlari antara bukit Shafa dan Marwah dengan penuh harap. Hingga akhirnya Allah menghadirkan mata air zamzam sebagai bukti bahwa pertolongan Allah selalu datang pada waktu terbaik.

Ketika Nabi Ismail tumbuh menjadi anak yang saleh dan penyejuk hati, datanglah ujian yang lebih besar. Nabi Ibrahim bermimpi diperintahkan Allah untuk menyembelih putranya sendiri. Betapa berat ujian itu. Anak yang ditunggu bertahun-tahun, anak yang begitu dicintai, kini harus dikorbankan. Namun luar biasanya, Nabi Ibrahim tetap memilih taat kepada Allah. Yang lebih menggetarkan hati adalah jawaban Nabi Ismail. Ia tidak memberontak, tidak marah, dan tidak lari dari takdir Allah. Dengan penuh keikhlasan ia berkata agar ayahnya menjalankan perintah Allah. Bahkan ia meminta agar tangannya diikat dan pakaiannya dijauhkan dari darah agar ibunya tidak bersedih melihatnya.

Di tengah perjalanan menjalankan perintah tersebut, setan datang menggoda Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail agar mengurungkan niat mereka. Tetapi keluarga mulia itu tetap teguh dalam keimanan. Dari peristiwa inilah asal mula lempar jumrah dalam ibadah haji. Dan ketika Nabi Ibrahim benar-benar hendak menyembelih putranya, Allah menunjukkan kasih sayang-Nya. Pisau itu tidak melukai Nabi Ismail. Allah menggantinya dengan seekor domba sebagai qurban.

Peristiwa itu bukan hanya tentang penyembelihan, tetapi tentang pembuktian cinta kepada Allah. Bahwa terkadang, Allah menguji manusia melalui sesuatu yang paling dicintainya. Makna qurban hari ini pun bukan sekadar menyembelih hewan setahun sekali kemudian berlalu seakan hal tersebut adalah pencapaian akhir. Qurban adalah tentang belajar ikhlas, berbagi kepada sesama, membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, dan mengalahkan ego dalam diri. Sebab tidak semua pengorbanan berbentuk darah dan hewan sembelihan. Ada pengorbanan waktu, tenaga, perasaan, bahkan keinginan pribadi demi kebaikan dan ridha Allah. Kisah Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa apa pun yang diserahkan karena Allah tidak akan pernah sia-sia. Yakinlah setelah itu, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.

 

Sumber Referensi: Youtube Ummi Fairuz Ar Rahbini

Penulis: Athaya Dinda Haniyah

Penyunting: Idan Sahid

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Setelah Qurban, Lalu Apa?

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
5 Keutamaan Menunaikan Shalat Tepat Waktu
7 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Di tengah segala kesibukan dan dinamika kehidupan, shalat harus tetap menjadi prioritas utama. Dari terbitnya fajar hingga... selengkapnya

Ratusan Jamaah Ikuti Manasik Akbar Umroh Munajat Kubro Bersama Buya Yahya
21 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sebanyak 483 calon jamaah Umroh Munajat Kubro memadati ballroom Hotel Grage, Cirebon, dalam kegiatan Manasik Akbar yang berlangsung... selengkapnya

Bersuci Bukan Hanya Syarat Ibadah, Melainkan Kesadaran Akan Kebersihan Hati dan Raga
17 Mei 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Thaharah dalam bahasa Arab berarti “suci”, yakni menghilangkan najis yang terdapat pada badan, pakaian, dan tempat. Thaharah (baca:... selengkapnya

Kesalahan Pengasuhan yang Tidak Boleh Dibiasakan
25 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setelah berusaha dengan maksimal tapi belum menghasilkan sesuatu yang diharapkan, maka jalani dan syukuri saja. Sebab, hidup tidak... selengkapnya

Bolehkah Mahar Nikah dengan Masjid? Begini Penjelasan Buya Yahya
30 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Akhir-akhir ini viral adanya suatu pernikahan dengan mahar sebuah masjid, lalu bagaimana fiqih syariat Islam memandangnya? Sebab,... selengkapnya

Malaikat-Malaikat yang Jarang Orang Ketahui
20 Juli 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Malaikat-malaikat yang sudah masyhur diketahui ada banyak. Kita sudah tidak asing lagi dengan Malaikat Jibril, Mikail, dan... selengkapnya

Cara Menyikapi Kekurangan dan Kelebihan yang Menghantarkan kepada Kemuliaan
12 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Setiap manusia tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan. Oleh karena itu manusia membawa amanahnya masing-masing. Jika tidak dijaga, kekurangan... selengkapnya

Tip Bagi Kamu yang Sering Bosan Saat Membaca Buku
15 Desember 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – “Buku adalah jendela dunia.” Ungkapan tersebut sering kali menjadi kata motivasi bagi seseorang agar selalu membaca... selengkapnya

Coklat, Langit, dan Tauhid (Sebuah Cerpen)
18 Mei 2024

Cahaya matahari masuk ke sela-sela ruang kamarku. Aku menggeliat malas, tubuhku terasa sakit di beberapa bagian. Kejadian semalam seperti mimpi.... selengkapnya

Beginilah Menyikapi Perbedaan Doa Berbuka Puasa Menurut Buya Yahya
28 Maret 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Orang yang merindukan bulan Ramadan akan mengenang setiap hiruk-pikuk yang ada di dalamnya. Seperti berburu takjil, sahur,... selengkapnya

Setelah Qurban, Lalu Apa?

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: