Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Setelah Qurban, Lalu Apa?

Setelah Qurban, Lalu Apa?

Diposting pada 28 Mei 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 58 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Iduladha bukan sekadar tentang menyembelih hewan qurban. Di balik ibadah itu, tersimpan kisah agung tentang cinta seorang ayah, keteguhan seorang ibu, dan kepatuhan seorang anak kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kisah itu adalah kisah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam dan keluarganya. Nabi Ibrahim dikenal sebagai sosok yang sangat dermawan dan taat kepada Allah. Bahkan, beliau siap mengorbankan apa pun demi menjalankan perintah-Nya. Namun di balik keteguhan itu, ada penantian panjang yang penuh doa. Bertahun-tahun Nabi Ibrahim mendambakan seorang anak, hingga akhirnya Allah menganugerahkan putra bernama Nabi Ismail dari Siti Hajar.

Kelahiran Nabi Ismail menjadi kebahagiaan besar. Namun ujian cinta kepada Allah kembali datang. Atas perintah Allah, Siti Hajar dan bayi Ismail ditempatkan di sebuah lembah tandus yang gersang, tempat yang kemudian dikenal sebagai Makkah. Tidak ada pepohonan, tidak ada sumber kehidupan. Hanya ada keyakinan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya.

Di tempat itulah, keteguhan Siti Hajar menjadi pelajaran sepanjang masa. Saat mencari air demi putranya, beliau berlari antara bukit Shafa dan Marwah dengan penuh harap. Hingga akhirnya Allah menghadirkan mata air zamzam sebagai bukti bahwa pertolongan Allah selalu datang pada waktu terbaik.

Ketika Nabi Ismail tumbuh menjadi anak yang saleh dan penyejuk hati, datanglah ujian yang lebih besar. Nabi Ibrahim bermimpi diperintahkan Allah untuk menyembelih putranya sendiri. Betapa berat ujian itu. Anak yang ditunggu bertahun-tahun, anak yang begitu dicintai, kini harus dikorbankan. Namun luar biasanya, Nabi Ibrahim tetap memilih taat kepada Allah. Yang lebih menggetarkan hati adalah jawaban Nabi Ismail. Ia tidak memberontak, tidak marah, dan tidak lari dari takdir Allah. Dengan penuh keikhlasan ia berkata agar ayahnya menjalankan perintah Allah. Bahkan ia meminta agar tangannya diikat dan pakaiannya dijauhkan dari darah agar ibunya tidak bersedih melihatnya.

Di tengah perjalanan menjalankan perintah tersebut, setan datang menggoda Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail agar mengurungkan niat mereka. Tetapi keluarga mulia itu tetap teguh dalam keimanan. Dari peristiwa inilah asal mula lempar jumrah dalam ibadah haji. Dan ketika Nabi Ibrahim benar-benar hendak menyembelih putranya, Allah menunjukkan kasih sayang-Nya. Pisau itu tidak melukai Nabi Ismail. Allah menggantinya dengan seekor domba sebagai qurban.

Peristiwa itu bukan hanya tentang penyembelihan, tetapi tentang pembuktian cinta kepada Allah. Bahwa terkadang, Allah menguji manusia melalui sesuatu yang paling dicintainya. Makna qurban hari ini pun bukan sekadar menyembelih hewan setahun sekali kemudian berlalu seakan hal tersebut adalah pencapaian akhir. Qurban adalah tentang belajar ikhlas, berbagi kepada sesama, membantu fakir miskin, menyantuni anak yatim, dan mengalahkan ego dalam diri. Sebab tidak semua pengorbanan berbentuk darah dan hewan sembelihan. Ada pengorbanan waktu, tenaga, perasaan, bahkan keinginan pribadi demi kebaikan dan ridha Allah. Kisah Nabi Ibrahim mengajarkan bahwa apa pun yang diserahkan karena Allah tidak akan pernah sia-sia. Yakinlah setelah itu, Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik.

 

Sumber Referensi: Youtube Ummi Fairuz Ar Rahbini

Penulis: Athaya Dinda Haniyah

Penyunting: Idan Sahid

 

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Setelah Qurban, Lalu Apa?

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Pesan Mulia Buya Yahya Untuk “Wanita Karir”
4 Desember 2022

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Fenomena wanita karir akhir-akhir ini menjadi hal yang lumrah terjadi di masyarakat. Wanita karir sendiri diistilahkan... selengkapnya

Makna Maulid dalam Kehidupan Kita
3 September 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Rabi’ul Awal, bulan kelahiran kekasih Allah, yaitu Nabi Muhammad Saw.... selengkapnya

Setelah Qurban, Lalu Apa?
28 Mei 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Iduladha bukan sekadar tentang menyembelih hewan qurban. Di balik ibadah itu, tersimpan kisah agung tentang cinta seorang ayah,... selengkapnya

Muliakan Anak Yatim Setiap Hari, Bukan Hanya di Bulan Muharram
23 Juli 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Bulan Muharram sering kali dikenal oleh masyarakat sebagai “Bulannya anak yatim”, khususnya pada tanggal 10 Muharram. Tradisi ini... selengkapnya

Kemerdekaan Palestina Tanggung Jawab Bersama
4 Oktober 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Pada hari Selasa tanggal 23 September 2025, Presiden Prabowo menyatakan sikapnya di depan Majelis Umum PBB untuk tetap... selengkapnya

Puisi-Puisi Solahudin (1): Nyanyian Penghambaan
22 Juni 2025

Ketika Allah Cemburu Kepada Ciptaan-Nya   Di kesepian malam yang memanggil rindu Langit menunduk menyaksikan kisah manusia yang lupa akan... selengkapnya

Hikmah di Balik Pemilihan Jazirah Arab sebagai Tempat Turunnya Dakwah Islam
11 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Akal sehat yang dianugerahkan Allah Swt kepada manusia merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk menuntun manusia kepada... selengkapnya

Mengaplikasikan Makna Transendental Al-Qur’an bagi Pemuda pada Era Digital
29 April 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Al-Qur’an adalah firman Allah yang berisi berbagai macam persoalan yang dialami manusia. Baik itu berupa masalah kehidupan,... selengkapnya

Mengakhiri Derita Jomblo; Insan yang Hidupnya dalam Kesendirian di Setiap Keheningan Malam
13 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Fase menuju pernikahan menjadi momok mengerikan bagi para pemuda yang khawatir akan masa depannya. Akhir dari masa... selengkapnya

Setelah Qurban, Lalu Apa?

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: