Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Beranda » Blog » Mendampingi Anak di Era Digital

Mendampingi Anak di Era Digital

Diposting pada 15 Mei 2026 oleh Redaksi / Dilihat: 110 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di era digital seperti sekarang, cara anak belajar telah berubah sangat cepat. Jika dulu sumber ilmu utama berasal dari buku dan guru di kelas, kini anak bisa mendapatkan informasi hanya dengan sentuhan jari. Internet membuka akses tanpa batas, metode belajar semakin fleksibel, bahkan proses pembelajaran tidak lagi selalu berlangsung di ruang kelas fisik.

Perubahan ini tentu membawa banyak manfaat. Anak bisa belajar lebih kreatif, lebih visual, dan lebih dekat dengan dunia nyata melalui project-based learning maupun pembelajaran daring. Namun di balik kemudahan tersebut, muncul tantangan besar bagi orang tua tentang bagaimana menjaga agar anak tetap mencintai proses belajar, bukan justru kehilangan fokus, ketahanan, dan kedekatan emosional akibat teknologi.

Perubahan Cara Belajar Anak di Era Digital

Anak-anak hari ini tumbuh di lingkungan yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka terbiasa mendapatkan jawaban secara instan melalui internet. Video interaktif, aplikasi edukasi, hingga pembelajaran berbasis proyek membuat proses belajar menjadi lebih dinamis.

Namun tantangannya, akses informasi yang terlalu cepat kadang membuat anak terbiasa dengan hal-hal serba instan. Anak dapat mudah bosan ketika menghadapi proses belajar yang membutuhkan ketekunan dan konsentrasi lebih lama. Karena itu, orang tua perlu membantu anak memahami bahwa belajar bukan hanya tentang hasil cepat, tetapi tentang menikmati proses menemukan, mencoba, gagal, lalu memahami sesuatu sedikit demi sedikit.

Dampak Screen Time Berlebihan

Salah satu tantangan terbesar di era digital adalah screen time yang berlebihan. Paparan layar secara terus-menerus, terutama pada usia dini, dapat memengaruhi rentang perhatian anak. Anak menjadi lebih mudah terdistraksi, sulit fokus, dan kurang tertarik pada aktivitas yang membutuhkan kesabaran seperti membaca buku atau bermain kreatif tanpa layar.

Pada usia kecil, screen time yang tidak terkontrol juga dapat menghambat perkembangan motorik, bahasa, dan interaksi sosial anak. Karena itu, pembatasan penggunaan gawai sangat penting, terutama pada usia 0–2 tahun. Namun yang lebih penting dari sekadar aturan adalah keteladanan. Anak belajar dari apa yang mereka lihat. Sulit meminta anak mengurangi gawai jika orang tua sendiri terus-menerus sibuk dengan ponsel. Maka strategi pertama yang perlu dibangun adalah menghadirkan budaya penggunaan teknologi yang sehat di rumah. Misalnya:

  1. Membuat waktu bebas gawai saat makan bersama;
  2. Mengurangi penggunaan ponsel ketika bersama anak; atau
  3. Mengajak anak melakukan aktivitas nyata seperti membaca, memasak, menggambar, atau bermain di luar rumah.

Koneksi Emosional adalah Fondasi Utama

Di tengah derasnya arus teknologi, anak sebenarnya tidak hanya membutuhkan fasilitas belajar yang canggih. Mereka membutuhkan koneksi emosional dengan orang tuanya. Connection atau ikatan emosional menjadi fondasi penting agar anak merasa aman, dihargai, dan dicintai. Anak yang memiliki hubungan hangat dengan orang tuanya cenderung lebih terbuka, lebih percaya diri, dan lebih mudah menikmati proses belajar. Koneksi ini dapat dibangun melalui:

  1. Kehadiran utuh saat bersama anak;
  2. Mendengarkan cerita mereka tanpa menghakimi;
  3. Memvalidasi emosi anak; atau
  4. Memberikan cinta tanpa syarat.

Kadang yang dibutuhkan anak bukan hadiah mahal atau gadget terbaru, tetapi tatapan penuh perhatian ketika mereka bercerita tentang hal sederhana. Di era digital, tantangan terbesar bukan hanya anak yang sibuk dengan gawainya, tetapi juga orang tua yang hadir secara fisik namun tidak benar-benar hadir secara emosional.

Orang Tua Adalah Teladan Utama

Anak bukan hanya mendengar nasihat orang tua, tetapi meniru kehidupan mereka. Jika orang tua gemar membaca, anak lebih mudah tertarik membaca. Jika orang tua penasaran terhadap ilmu baru, anak pun belajar bahwa belajar adalah hal yang menyenangkan. Karena itu, peran terbesar orang tua bukan menjadi guru sempurna, melainkan menjadi teladan yang terus belajar.

Pada akhirnya, di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, anak tetap membutuhkan kehadiran orang tua secara nyata. Orang tua perlu belajar mengikuti kebutuhan anak, termasuk menjaga ritme tidur dan waktu istirahat mereka, bukan justru memaksa anak mengikuti pola hidup orang dewasa yang sibuk.

Ketika pekerjaan menumpuk, sesekali menepikannya sejenak untuk menemani anak tidur, mengajaknya berbicara, mendengarkan ceritanya, atau sekadar hadir dengan penuh perhatian adalah hal sederhana yang memberi dampak besar bagi tumbuh kembangnya. Dari kedisiplinan kecil inilah anak belajar merasa aman, dicintai, dan terbiasa memiliki rutinitas yang sehat. Sebab pada akhirnya, anak bukan hanya membutuhkan fasilitas belajar yang baik, tetapi juga orang tua yang hadir, membersamai, dan menjadi teladan dalam kehidupannya.

 

Penulis: Athaya Dinda Haniyah

Penyunting: Idan Sahid

Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.

 

 

Bagikan ke

Mendampingi Anak di Era Digital

Saat ini belum tersedia komentar.

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman/artikel ini.
Di Tengah Kecanggihan, Mengapa Manusia Justru Kehilangan Arah?
8 Mei 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Kita hidup pada zaman serba cepat, instan, dan terukur. Teknologi berkembang pesat, kecerdasan buatan mulai mengambil alih banyak... selengkapnya

Hati-Hati Ada Gaji Buta di Antara Kita
25 Maret 2021

Hati-Hati Ada Gaji Buta di antara Kita Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah Buya Yahya (Pengasuh LPD Al-Bahjah Cirebon) PUSTAKA... selengkapnya

Menegur dengan Akhlak
12 Juni 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering merasa ingin segera menegur ketika melihat kesalahan orang lain. Entah kepada anak, pasangan,... selengkapnya

Hati-Hati Tukar Uang Jelang Lebaran
17 Maret 2026

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Lebaran sering kali menjadi momen yang sangat dinantikan untuk berkumpul bersama keluarga. Pada waktu inilah banyak orang yang... selengkapnya

Waspadalah! Bahaya Mengintai Anda di Hari Valentine
11 Februari 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Salah satu keindahan agama Islam adalah hadirnya Syariat yang berperan sebagai rambu-rambu dalam menjalani kehidupan. Ibarat... selengkapnya

Puisi-Puisi Nur Aliyatul Hasanah (3)
29 September 2024

  Menunggu   Barangkali tap tip jiwa sama-sama lupa Barangkali tap tip jiwa sama-sama tuli Barangkali tap tip jiwa sama-sama... selengkapnya

Kekuatan Lantunan Azan: Sebuah Kisah Nyata
28 Agustus 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Hari itu, kelelahan menyelimuti tubuhku setelah seharian penuh bergulat dengan berbagai tugas dan kewajiban. Rasanya tak ada... selengkapnya

Yayasan Aliqa Jalin Silaturahim dengan Penerbit Pustaka Al-Bahjah
6 Juli 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Selasa, 16 Dzulhijjah 1444 H bertepatan dengan 4 Juli 2023 rombongan dari Yayasan Aliqa yakni Owner... selengkapnya

Event Organizer: Mendekorasi dengan Hati “Tanda Bukti” Kecintaan kepada Nabi ﷺ
9 Oktober 2021

Event Organizer: Mendekorasi dengan Hati “Tanda Bukti” Kecintaan kepada Nabi ﷺ PUSTAKA AL-BAHJAH-SEKILAS INFO MAULID  NABI MUHAMMAD-1443 H-Dari beberapa persiapan... selengkapnya

Ketika Terlanjur Tahu Aib Orang Lain
13 Juni 2025

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sudah menjadi keharusan untuk kita tidak usah mencari-cari kekurangan dan aib orang lain. Namun sekeras apa pun usaha... selengkapnya

Mendampingi Anak di Era Digital

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: