● online
Mendampingi Anak di Era Digital

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di era digital seperti sekarang, cara anak belajar telah berubah sangat cepat. Jika dulu sumber ilmu utama berasal dari buku dan guru di kelas, kini anak bisa mendapatkan informasi hanya dengan sentuhan jari. Internet membuka akses tanpa batas, metode belajar semakin fleksibel, bahkan proses pembelajaran tidak lagi selalu berlangsung di ruang kelas fisik.
Perubahan ini tentu membawa banyak manfaat. Anak bisa belajar lebih kreatif, lebih visual, dan lebih dekat dengan dunia nyata melalui project-based learning maupun pembelajaran daring. Namun di balik kemudahan tersebut, muncul tantangan besar bagi orang tua tentang bagaimana menjaga agar anak tetap mencintai proses belajar, bukan justru kehilangan fokus, ketahanan, dan kedekatan emosional akibat teknologi.
Perubahan Cara Belajar Anak di Era Digital
Anak-anak hari ini tumbuh di lingkungan yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka terbiasa mendapatkan jawaban secara instan melalui internet. Video interaktif, aplikasi edukasi, hingga pembelajaran berbasis proyek membuat proses belajar menjadi lebih dinamis.
Namun tantangannya, akses informasi yang terlalu cepat kadang membuat anak terbiasa dengan hal-hal serba instan. Anak dapat mudah bosan ketika menghadapi proses belajar yang membutuhkan ketekunan dan konsentrasi lebih lama. Karena itu, orang tua perlu membantu anak memahami bahwa belajar bukan hanya tentang hasil cepat, tetapi tentang menikmati proses menemukan, mencoba, gagal, lalu memahami sesuatu sedikit demi sedikit.
Dampak Screen Time Berlebihan
Salah satu tantangan terbesar di era digital adalah screen time yang berlebihan. Paparan layar secara terus-menerus, terutama pada usia dini, dapat memengaruhi rentang perhatian anak. Anak menjadi lebih mudah terdistraksi, sulit fokus, dan kurang tertarik pada aktivitas yang membutuhkan kesabaran seperti membaca buku atau bermain kreatif tanpa layar.
Pada usia kecil, screen time yang tidak terkontrol juga dapat menghambat perkembangan motorik, bahasa, dan interaksi sosial anak. Karena itu, pembatasan penggunaan gawai sangat penting, terutama pada usia 0–2 tahun. Namun yang lebih penting dari sekadar aturan adalah keteladanan. Anak belajar dari apa yang mereka lihat. Sulit meminta anak mengurangi gawai jika orang tua sendiri terus-menerus sibuk dengan ponsel. Maka strategi pertama yang perlu dibangun adalah menghadirkan budaya penggunaan teknologi yang sehat di rumah. Misalnya:
- Membuat waktu bebas gawai saat makan bersama;
- Mengurangi penggunaan ponsel ketika bersama anak; atau
- Mengajak anak melakukan aktivitas nyata seperti membaca, memasak, menggambar, atau bermain di luar rumah.
Koneksi Emosional adalah Fondasi Utama
Di tengah derasnya arus teknologi, anak sebenarnya tidak hanya membutuhkan fasilitas belajar yang canggih. Mereka membutuhkan koneksi emosional dengan orang tuanya. Connection atau ikatan emosional menjadi fondasi penting agar anak merasa aman, dihargai, dan dicintai. Anak yang memiliki hubungan hangat dengan orang tuanya cenderung lebih terbuka, lebih percaya diri, dan lebih mudah menikmati proses belajar. Koneksi ini dapat dibangun melalui:
- Kehadiran utuh saat bersama anak;
- Mendengarkan cerita mereka tanpa menghakimi;
- Memvalidasi emosi anak; atau
- Memberikan cinta tanpa syarat.
Kadang yang dibutuhkan anak bukan hadiah mahal atau gadget terbaru, tetapi tatapan penuh perhatian ketika mereka bercerita tentang hal sederhana. Di era digital, tantangan terbesar bukan hanya anak yang sibuk dengan gawainya, tetapi juga orang tua yang hadir secara fisik namun tidak benar-benar hadir secara emosional.
Orang Tua Adalah Teladan Utama
Anak bukan hanya mendengar nasihat orang tua, tetapi meniru kehidupan mereka. Jika orang tua gemar membaca, anak lebih mudah tertarik membaca. Jika orang tua penasaran terhadap ilmu baru, anak pun belajar bahwa belajar adalah hal yang menyenangkan. Karena itu, peran terbesar orang tua bukan menjadi guru sempurna, melainkan menjadi teladan yang terus belajar.
Pada akhirnya, di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, anak tetap membutuhkan kehadiran orang tua secara nyata. Orang tua perlu belajar mengikuti kebutuhan anak, termasuk menjaga ritme tidur dan waktu istirahat mereka, bukan justru memaksa anak mengikuti pola hidup orang dewasa yang sibuk.
Ketika pekerjaan menumpuk, sesekali menepikannya sejenak untuk menemani anak tidur, mengajaknya berbicara, mendengarkan ceritanya, atau sekadar hadir dengan penuh perhatian adalah hal sederhana yang memberi dampak besar bagi tumbuh kembangnya. Dari kedisiplinan kecil inilah anak belajar merasa aman, dicintai, dan terbiasa memiliki rutinitas yang sehat. Sebab pada akhirnya, anak bukan hanya membutuhkan fasilitas belajar yang baik, tetapi juga orang tua yang hadir, membersamai, dan menjadi teladan dalam kehidupannya.
Penulis: Athaya Dinda Haniyah
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Mendampingi Anak di Era Digital
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Siapa di antara Sahabat Pustaka yang gemar menulis? Ada informasi menarik dari Pustaka Al-Bahjah Kami membuka kesempatan... selengkapnya
(Bagian kesatu dari dua tulisan) Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sahabat Muslimah, masih ingatkah dengan platform friendster? Buat yang belum tahu, friendster adalah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Mukjizat dalam tradisi agama Islam telah diwakili dengan penuh keagungan oleh Al-Qur’an Al-Karim. Al-Qur’an tidak hanya dipandang... selengkapnya
Dalam Sunyi, Ada Allah Dalam sunyi yang tak bersuara, Saat malam memeluk doa, Aku temukan Engkau di sela napas... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Memiliki seorang ibu merupakan anugerah yang luar biasa sehingga berbakti kepadanya memiliki arti penting bagi seorang anak.... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Dalam kehidupan rumah tangga, sering kali terjadi dinamika yang melibatkan hubungan antara suami, istri, dan mertua. Salah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Ngabuburit telah menjadi tradisi yang sudah melekat di masyarakat Indonesia dan keberadaannya hanya ada di bulan Ramadan. Ngabuburit... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Bagi orang yang belum paham, ketika bepergian mungkin saja beranggapan bahwa shalat normal seperti biasa, tanpa jamak... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Banyak orang-orang muslim berbondong-bondong pergi ke Makkah dan Madinah untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah. Semua itu... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sudah menjadi keharusan untuk kita tidak usah mencari-cari kekurangan dan aib orang lain. Namun sekeras apa pun usaha... selengkapnya
Buku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Buku Fiqih Thaharah (Bersuci) karya Buya Yahya ini disusun berdasarkan berbagai kitab-kitab yang terpercaya dengan tetap memperhatikan sumber utamanya, yakni… selengkapnya
Rp 60.000Buku Fiqih Bepergian karya Buya Yahya menghadirkan masalah umum yang sering dihadapi oleh kaum muslim dalam menjaga kualitas dan waktu… selengkapnya
Rp 23.000 Rp 43.000Buku Pengantar Bahasa Arab Para ahli bahasa menyebutkan bahwa maharoh/kemampuan berbahasa ada empat, yaitu (istima’, kalam, qiroah, dan kitabah). Keempatnya… selengkapnya
Rp 29.000 Rp 38.000Di antara hal yang disepakati oleh para ulama bahwa agama Islam adalah agama yang relevan untuk setiap zaman dan di… selengkapnya
Rp 90.000 Rp 110.500FIQIH PRAKTIS SHALAT BERJAMAAH KARYA BUYA YAHYA Buku ini membahas tentang pentingnya dan tata cara melaksanakan shalat berjamaah, yaitu shalat… selengkapnya
Rp 65.000Buku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 149.000Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600
Saat ini belum tersedia komentar.