● online
- English Practice "Practice Makes Perfect" Intermed....
- Kitab Tahsilul Ma'mul....
- Silsilah Fiqih Praktis Jenazah....
- KITAB MAULID AD DIBA'I....
- Sam'iyyat - Beriman Kepada yang Gaib....
- BUKU FIQIH HAID - Cerdas Memahami Darah Wanita....
- INDAHNYA MEMAHAMI PERBEDAAN PARA ULAMA KARYA BUYA ....
- المعين المبين....
Pahala Puasa Hilang karena Ngabuburit yang Salah Kaprah

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Ngabuburit telah menjadi tradisi yang sudah melekat di masyarakat Indonesia dan keberadaannya hanya ada di bulan Ramadan. Ngabuburit merupakan istilah yang umumnya digunakan untuk aktivitas pada sore hari dalam rangka menunggu waktu berbuka puasa. Pada dasarnya hukum ngabuburit adalah mubah (boleh) karena jika dikerjakan tidak dapat pahala dan tidak jika tidak dikerjakan tidak mendapat dosa.
Tujuan awal ngabuburit adalah untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa dengan hal-hal positif seperti tadarus Al-Qur’an, membaca buku, belajar ilmu agama, berolahraga, dan kegiatan positif lainnya. Akan tetapi realita yang terjadi saat ini tidak semua aktivitas ngabuburit bernilai positif. Justru sebaliknya, ngabuburit bergesar menjadi aktivitas yang tidak bermanfaat atau mengarah ke arah negatif yang mungkin saja berdampak pada kualitas puasa bahkan menghabiskan pahala puasa. Oleh karena itu, mari introspeksi diri, apakah aktivitas ngabuburit kita bernilai ibadah yang memberikan manfaat atau justru mudarat?
Terdapat lima hal yang dapat mengikis pahala puasa kita, sehingga yang tersisa hanyalah lapar dan haus saja. Di antara lima hal tersebut ialah:
- gibah atau membicarakan orang lain,
- mengadu domba,
- berbohong,
- melihat lawan jenis dengan syahwat (cuci mata), dan
- memberikan sumpah palsu.
Hakikat puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tapi lebih dari itu kita juga harus menjaga pandangan, lisan, perilaku, serta hati. Jadikan bulan Ramadan sebagai waktu untuk berbenah diri, agar menjadi pribadi yang lebih bertakwa dengan menjalankan segala perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjauhi larangan-Nya. Dengan berpuasa kita dilatih untuk menahan hawa nafsu, belajar mengendalikan diri, dan berlomba-lomba dalam kebaikan untuk meraih pengampunan dosa dan pahala dari-Nya. Maka, jangan ngabuburit tanpa ada tujuan yang jelas dan tidak bermanfaat seperti berikut.
- Ngabuburit di Lingkungan yang Tidak Baik
Berkumpul dengan teman-teman di waktu sore hari merupakan hal yang sangat mengasyikkan. Akan tetapi perlu kita sadari bahwa terkadang aktivitas tersebut bisa menjadi negatif apabila kita berkumpul dengan teman-teman yang mengajak pada kelalaian. Hal ini sering terjadi di kalangan anak-anak muda yaitu dengan cara berkeliling kota dengan menggunakan sepeda motor, nongkrong di pinggir-pinggir jalan yang ramai, bercampur antara lelaki dan perempuan, dan terkadang menjadi ajang untuk catcalling atau melihat lawan jenis dengan hawa nafsu (cuci mata). Tentunya hal ini bukan hanya tidak memiliki manfaat akan tetapi merugikan diri sendiri dan orang lain.
- Ngabuburit dengan Scroll Media Sosial
Scroll media sosial di waktu senggang memang candu, tetapi kita perlu waspada, karena tak semua isi dari media sosial layak kita tonton. Dewasa ini orang-orang yang membuka aurat bukan hanya ditemukan di jalan-jalan saja, tetapi ada juga dalam genggaman kita yaitu gadget. Kita dengan mudah dapat mengakses media sosial yang berisi postingan atau konten yang tidak menutup aurat dengan sempurna. Bahkan ketika kita tidak mencarinya, ia muncul begitu saja di beranda media sosial kita. Oleh karenanya ketika berpuasa kurangilah penggunaan gadget agar mata kita tetap terjaga dan pahala puasa kita tetap utuh.
- Ngabuburit dan Bukber yang Melalaikan Shalat
Ketika memasuki bulan Ramadan kita sering menjumpai rumah makan dan kafe dipenuhi oleh anak-anak muda yang sedang melakukan buka bersama atau bukber. Namun, ngabuburit dengan cara jalan-jalan atau nongkrong di kafe dengan teman-teman terkadang membuat kita terlalu asyik sehingga lupa akan waktu. Tak sedikit dari kita ketika adzan berkumandang yang diingat hanyalah berbuka puasa saja, tetapi lupa melaksanakan kewajiban utamanya yaitu shalat Maghrib. Terlalu asik berbincang-bincang dengan teman sehingga tidak sadar waktu Isya sudah tiba dan melalaikan shalat Maghrib yang suara adzannya mereka tunggu sedari sore.
Dalam melaksanakan ibadah puasa tentunya kita mengharapkan pahala untuk bekal amal ketika kelak telah tiada. Apalagi di bulan Ramadan yang setiap pahalanya akan dilipatgandakan. Rugilah mereka yang menyia-nyiakan kesempatan ini. Ramadan adalah kesempatan terbatas yang tidak semua orang dapatkan kembali, karena hanya datang satu tahun sekali. Oleh karenanya jaga puasa kita agar pahalanya tetap utuh, jangan karena ngabuburit pahala puasa kita hilang.
Gunakanlah waktu sebaik mungkin untuk beribadah, termasuk ketika ngabuburit di sore hari. Lebih baik kita gunakan waktu ngabuburit dengan hal-hal positif, seperti tadarus Al-Qur’an, berdzikir, bershalawat, mengikuti kajian ilmu, membantu orang tua menyiapkan menu berbuka atau isi dengan bersedekah takjil kepada sesama. Selain itu kita juga bisa memanfaatkan waktu ngabuburit untuk muhasabah diri merenungi apa saja yang telah kita lakukan selama hidup di dunia ini, dengan demikian kita bisa sadar dan mulai memperbaiki diri di bulan Ramadan ini.
Ngabuburit bukan sekadar menunggu waktu berbuka, tetapi merupakan kesempatan untuk meraih pahala. Karena setiap detik di bulan Ramadan sangatlah berharga, setiap pahala akan berlipat ganda. Oleh karenanya jangan sia-siakan kesempatan ini, mari kita rubah kebiasaan buruk kita dari ngabuburit yang sia-sia menjadi ngabuburit yang penuh dengan pahala. Semoga Ramadan tahun ini dapat menjadi momentum bagi kita agar berubah menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya.
Penulis: Moh. Minanur Rohman
Penyunting: Idan Sahid
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Pahala Puasa Hilang karena Ngabuburit yang Salah Kaprah
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Ibadah... selengkapnya
Kunci Hidup Bahagia Berbicara tentang kehidupan yang damai tidak bisa terlepas dari hati. Semua kedamaian yang kita peroleh ternyata sangat... selengkapnya
Dalam kehidupan rumah tangga, seorang suami memiliki kewajiban untuk memberi nafkah kepada istri dan keluarganya. Maksud dari kewajiban ini adalah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di era digital seperti sekarang, semua orang dimanjakan oleh akses teknologi yang sangat mudah. Tinggal klik seseorang bisa... selengkapnya
Event Organizer: Mendekorasi dengan Hati “Tanda Bukti” Kecintaan kepada Nabi ﷺ PUSTAKA AL-BAHJAH-SEKILAS INFO MAULID NABI MUHAMMAD-1443 H-Dari beberapa persiapan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setelah menjalankan puasa di bulan Ramadan, kemudian kita masuk pada bulan Syawal. Ramadan sering disebut sebagai bulan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Telur ayam menjadi salah satu makanan yang selalu ada di setiap warung makan, hajatan, atau bahkan sekadar... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Satu kebaikan yang dilakukan oleh seseorang berarti ia tengah meneladani satu akhlak Nabi. Sebab, kebaikan dengan segala... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Perayaan maulid Nabi Muhammad saw semarak di mana-mana. Namun, sebenarnya apa tujuan dari perayaan maulid Nabi... selengkapnya
KEBERSAMAAN DIVISI DAKWAH DAN MEDIA DALAM MERAIH IMPIAN BERSAMA Rasa semangat merupakan hal yang sangat penting dalam hidup seseorang guna... selengkapnya
Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Moch. Idam Kholid Ukuran: 10,5 x 16,5 cm Tebal buku: 300 Bahasa Inggris adalah bahasa internasional… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku “Oase Iman” memberikan pemahaman yang mendalam namun ringan sebagai siraman hati bagi siapa pun yang membacanya. Berisi catatan buah… selengkapnya
Rp 87.000 Rp 93.000Buku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku “Hadist Jibril” karya Buya Yahya ini berisi penjabaran ringkas dari satu hadist Nabi Muhammad Saw yang masyhur dengan sebutan… selengkapnya
Rp 56.000Buku ini berisikan terjemahan kosa kata bahasa arab beserta latihan-latihannya yang semoga bisa memudahkan para pelajar atau pecinta bahasa arab… selengkapnya
Rp 40.000 Rp 52.000Buku Fiqih Shalat karya Buya Yahya ini berisi pedoman lengkap mengenai hukum fiqih dan tata cara dalam menjalankan ibadah shalat…. selengkapnya
Rp 59.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Al Habsyie Tebal buku: viii+252 Di tengah penolakan kaum Quraisy, Allah mengangkat Nabi Muhammad… selengkapnya
*Harga Hubungi CS
Saat ini belum tersedia komentar.