● online
- Maqoshid Syariah....
- English Practice "Practice Makes Perfect" Intermed....
- Alur "Sebaris Luka yang Berganti Wajah"....
- KITAB MAULID AD DIBA'I....
- Kisah Nabi Muhammad Saw "Kekhalifahan, Keluarga Na....
- Kisah Nabi Muhammad Saw "Dari Lahir Sampai Diutus ....
- Oase Iman - Refleksi Problematika Umat....
- INDAHNYA MEMAHAMI PERBEDAAN PARA ULAMA KARYA BUYA ....
Penting: Dalam Islam, Memilih Kawan Bukanlah Hal Sepele

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Salah satu faktor yang memengaruhi pertumbuhan karakter seseorang adalah kawan. Sebab, seseorang bisa tumbuh menjadi baik atau tidak salah satunya disebabkan oleh pergaulan. Jika pergaulannya baik, maka besar kemungkinan orang yang ada dalam pergaulan itu tumbuh menjadi orang yang baik, begitupun sebaliknya.
Sebagaimana pepatah mengatakan, “Berkawan dengan penjual minyak wangi, kita akan terkena wanginya; berkawan dengan tukang besi, kita akan terkena percikan apinya”. Perumpamaan populer tersebut mengajarkan bahwa kualitas pergaulan akan menentukan kualitas diri kita. Dalam sebuah peribahasa juga disebutkan, “Bagai berdagang cermin”. Peribahasa ini menggambarkan pentingnya pergaulan di mana teman saling menasihati, memberi tahu keburukan, dan kebaikan masing-masing.
Bahkan 1.400 tahun lalu manusia paling mulia Baginda Nabi Muhammad Salallahu ‘Alaihi Wasalam sudah mengingatkan umatnya dengan sabdanya:
الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Seseorang itu bergantung pada agama sahabatnya. Maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa yang menjadi sahabatnya.”
Hadist tersebut menjadi pegangan untuk umatnya agar jeli dalam memilih teman yang baik, yang bisa mengajaknya pada ketaatan kepada Sang Pencipta, dan mengajak pada perbuatan-perbuatan yang menguntungkan bagi dirinya dan orang lain tanpa merugikan siapa pun, baik untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat.
Ada sebuah kisah tentang dua orang anak yang dididik dengan baik oleh orang tua mereka sejak kecil hingga selesai sekolah dasar. Namun ketika mulai memasuki sekolah menengah, orang tua tidak memperhatikan bagaimana pergaulan sang anak. Tanpa diketahui orang tua, anak yang pertama ternyata bergaul dengan kawan-kawan yang suka melanggar, bermain dengan lawan jenis secara berlebihan, dan bahkan menyalahgunakan internet dan lain-lain. Semua itu bukan terjadi begitu saja, tetapi melalui tahapan-tahapan yang tidak sedikit. Mula-mula sang anak hanya melihat perilaku menyimpang dari kawan-kawannya itu, kemudian mencoba karena penasaran, mencoba lagi karena merasakan sesuatu yang menyenangkan dan pada akhirnya semua itu berjalan begitu saja hingga menjadi sebuah karakter yang sulit diubah.
di sudut meja yang lain, anak yang kedua terlihat rajin, disiplin, dan menjadi seorang yang teladan, serta bergaul dengan kawan-kawannya yang serupa. Mereka tidak pandai dalam urusan pelanggaran di sekolah, semuanya tampak rapi, dan fokus ketika belajar. Bahkan pada waktu istirahat pun mereka sering kali terpantau bersama dalam hal-hal kebaikan, seperti shalat dhuha di masjid sekolah, membantu para guru yang membutuhkan bantuan, atau sekadar menunggu jam pelajaran selanjutnya sambil bergurau yang sewajarnya. Ternyata hal itu terjadi karena setiap orang yang ada di perkumpulan tersebut memang bertekad untuk mencari kawan yang baik, bisa saling mengingatkan jika ada kesalahan di antara mereka, sehingga terwujudlah circle kawan yang baik dan terbentuklah karakter yang baik pula.
Dalam Islam, pertemanan bukan hal yang sepele, karena akan berdampak kelak di akhirat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
ٱلْأَخِلَّآءُ يَوْمَئِذٍۭ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا ٱلْمُتَّقِينَ
“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.”
Pada hari kiamat, semua persahabatan dan pertemanan di dunia yang didasari oleh kemaksiatan atau urusan duniawi semata akan berubah menjadi penyesalan dan permusuhan. Mereka akan saling menyalahkan satu sama lain. Sebaliknya, persahabatan yang dijalin atas dasar keimanan dan ketakwaan kepada Allah akan kekal dan mendatangkan keselamatan di dunia hingga akhirat.
Demikianlah betapa pentingnya memilih teman dan berteman dengan orang-orang saleh. Dampaknya bukan hanya masalah di dunia namun akan berkelanjutan hingga ke akhirat. Semoga kita bisa menjadi teman yang baik untuk teman-teman kita, yang berteman berasaskan cinta karena Allah, hingga kelak kita berada dalam naungan Allah di saat tidak ada nauangan siapa pun kecuali naungan-Nya.
Wallahu A’lam Bisshowab
Penulis: Ishab
Penyunting: Syahidan
Tulisan website Pustaka Al-Bahjah merupakan platform bacaan yang ditulis oleh masyarakat umum sebagai media literasi. Submit tulisanmu dengan cara klik link ini.
Penting: Dalam Islam, Memilih Kawan Bukanlah Hal Sepele
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Di tengah maraknya dakwah melalui media sosial, tidak jarang muncul perdebatan mengenai amalan-amalan dalam Islam, salah satunya adalah... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Haru dan bahagia pecah diantara para santri dan pejuang pada sore hari Jumat 3 Sya’ban 1444... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Sebagai makhluk sosial, kita tak terlepas dari interaksi dengan orang lain. Seiring bertambahnya umur, sikap yang makin dewasa,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pernahkah sahabat mendengar istilah peta konsep? Melalui artikel ini, penulis akan memberikan informasi mengenai apa itu peta... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Sejatinya umat Islam telah memiliki suri teladan yang harus diikuti. Ketika kita mengikutinya dalam hal apa pun,... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Divisi Media dan Dakwah Al-Bahjah mengadakan tasyakuran gedung media baru yang berdiri megah di kawasan kompleks yayasan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Malaikat-malaikat yang sudah masyhur diketahui ada banyak. Kita sudah tidak asing lagi dengan Malaikat Jibril, Mikail, dan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Setidaknya di akhir pekan bulan ini orang-orang mulai melaksanakan aktivitasnya kembali. Suasana dan euforia pascaliburan membekaskan kesan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon-Menjelang hari raya, sering kita jumpai praktik penukaran uang baru di tempat-tempat tertentu. Banyak orang menukarkan uang dengan... selengkapnya
Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Cinta merupakan kepemilikan perasaan yang sulit untuk diungkapkan dengan kata. Sifatnya abstrak dan tak dapat dirasakan oleh... selengkapnya
Ilmu nahwu adalah termasuk bagian dari sekian macam bidang ilmu dalam bahasa arab. Tanpanya sebuah susunan kalam tidak akan difahamai… selengkapnya
Rp 72.000 Rp 93.600Buku Fiqih Praktis Haid karya Buya Yahya memuat tiga bahasan utama, yaitu identifikasi dan ketentuan haid, nifas, dan istihadhoh yang… selengkapnya
Rp 95.000 Rp 149.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Al Habsyie Tebal buku: viii+252 Di tengah penolakan kaum Quraisy, Allah mengangkat Nabi Muhammad… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku “Sam’iyyat” karya Buya Yahya penting untuk kita memiliki sebagai buku pegangan dalam memiliki keyakinan yang benar. Dengan keyakinan yang… selengkapnya
Rp 59.000 Rp 69.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Achmad Hisyam Al Habsyie Tebal buku: viii+140 Menelusuri jejak kepemimpinan Islam pasca wafatnya Rasulullah Saw melalui… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Buya Yahya yang berjudul Ramadhaniat secara rinci menjelaskan amalan-amalan yang dapat dilakukan oleh seorang muslim di bulan Ramadan. Buku… selengkapnya
Rp 115.000Penerbit: Pustaka Al-Bahjah Penulis: Buya Yahya Tebal buku: xiii+124 Dakwah mempunyai makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan, menjauhkan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSBuku Aqidah 50 karya Buya Yahya secara tuntas membahas pokok-pokok fundamental Aqidah Islam sebagaimana yang dibakukan oleh Ahlusunnah Waljama’ah. Buku… selengkapnya
Rp 49.000
Saat ini belum tersedia komentar.