Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

CS Pustaka
● online
CS Pustaka
● online
Halo, perkenalkan saya CS Pustaka
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Rp
Keranjang Belanja

Oops, keranjang belanja Anda kosong!

Buka Setiap Hari pukul 08.00 s.d. pukul 16.00 Hari Besar Islam Tutup
Beranda » Blog » Berbuka dengan Menu “Rasa Peduli”

Berbuka dengan Menu “Rasa Peduli”

Diposting pada 7 April 2024 oleh Redaksi / Dilihat: 412 kali / Kategori:

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Ketika kita asyik menikmati ifthar dengan hidangan berjejer di meja makan, nun jauh di sana saudara kita, warga Gaza sedang berjuang untuk hidup. Berharap mendapat sekerat roti atau sepiring makanan yang bisa mengganjal perut mereka. Mendamba segelas air yang bisa menghilangkan dahaga mereka yang tiada tara.

Mereka rela mengantre panjang untuk mendapatkan makanan dan minuman ketika tiba pembagian makanan. Sebab tak ada jalan lain, hanya itu yang bisa dilakukan. Saban waktu berharap pada bantuan kemanusiaan berupa pasokan makanan, air bersih, serta fasilitas kesehatan yang memadai.

Di bawah blokade zionis Israel, mereka hidup dalam cengkeraman dan kesengsaraan. Berada di tanah sendiri, tapi kebebasan mereka direnggut, kehidupan mereka dibatasi, ibadah mereka diawasi, rumah mereka dihancurkan, infrastruktur mereka diledakkan. Termasuk fasilitas-fasilitas kesehatan mereka semacam rumah sakit, juga tak lepas dari sasaran Israel.

Penderitaan mereka tak berhenti di situ, mereka dilanda kelaparan. Banyak anak yang kehilangan orang tuanya, anak kehilangan teman dan saudaranya, dan suami kehilangan istrinya. Pun sebaliknya, tempat bermain mereka, luluh lantak, tak tersisa. Apa yang bisa dikais dari remah-remah/sisa makanan, mereka kais demi mempertahankan hidup. Rerumputan pun mereka jadikan makanan. Karena sudah tak ada lagi yang bisa dimakan. Sungguh memilukan.

Ketika mereka hendak beribadah di bulan Ramadan pun sangat kesulitan. Listrik mati, air tak ada, masjid-masjid sudah rata dengan tanah. Kalaupun bisa menjalankan shalat tarawih, tetap di bawah pengawasan ketat serdadu Israel. Komplit sudah derita mereka. Zionis punya segudang alasan untuk melakukan semua itu. Dengan alasan memburu Hamas yang bersembunyi di terowongan bawah tanah. Atau berdalih Hamas menjadikan fasilitas penting seperti rumah sakit sebagai gudang senjata Hamas.

Sejak Oktober 2023 hingga kini, penjajahan Israel di bumi Gaza tak kendor. Lebih dari 30 ribu jiwa melayang. Sebagian besar adalah anak-anak dan para wanita. Puluhan ribu luka-luka, baik berat, sedang maupun ringan. Ditambah lagi, puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal.

Di tempat pengungsian pun kondisi mereka begitu mengenaskan. Banyak kebutuhan pokok yang tidak bisa mereka penuhi. Lantaran blokade yang terus-menerus sehingga bantuan kemanusiaan dari dunia Internasional tertahan.

Sebenarnya, mata dunia sudah geram melihat polah tingkah Israel ini. Namun, toh tak bisa berbuat banyak. PBB sebagai juru damai pun tak berkutik ketika AS yang pro-Israel menjatuhkan veto. Padahal nyata-nyata, nyawa sudah sedemikian banyak bergelimpangan. Genosida terjadi, seakan-akan Israel tak peduli pada kemarahan dunia.

Sementara itu, kita masih bisa berbuka dengan makanan yang lezat, enak, dan mungkin juga mewah, sedangkan mereka merintih gemetaran menahan rasa lapar yang luar biasa. Ketika kita mencecap minuman segar pelepas dahaga setelah seharian berpuasa, mereka masih bingung apakah kebutuhan minum mereka bisa didapatkan saat waktu berbuka tiba. Ketika kita tersenyum dan tertawa bahagia, mereka justru sebaliknya, merintih kesakitan sekaligus menahan derita berkepanjangan.

Di manakah empati kita terhadap penderitaan mereka di sana? Tak tebersitkah dalam pikiran kita untuk mengulurkan bantuan kepada mereka? Ke manakah ukhuwah islamiyah dan ukhuwah basyariyah yang kerap kita gembar-gemborkan?

Jika kita peduli, maka doakan dan ulurkan kepada mereka. Toh, kita tetap bisa berbuka seperti biasa plus menu tambahan, menu “rasa peduli”. Karena, “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah Swt akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah Swt akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Allah Swt senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranya.” (HR Muslim).

Dalam riwayat lain disebutkan, “Sesungguhnya orang terbaik di antara kalian adalah orang yang memberi makan.” (HR. Thabrani). Juga sebuah hadits yang menyebutkan bahwa Saad bin Ubadah r.a. pernah bertanya kepada Rasulullah Saw, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Memberi air.” (Shahih Abu Daud). Semoga kita semua diberikan kemudahan untuk dapat membantu saudara-saudara kita yang kesusahan. Amin.

Penulis: Herry Munhanif

 

Jelajahi dunia ilmu dengan membaca buku-buku Penerbit Pustaka Al-Bahjah!

Dapatkan akses eksklusif ke beragam pengetahuan yang menginspirasi dari Penerbit Pustaka Al-Bahjah. Koleksi buku-buku karya Buya Yahya dan perdalam pengetahuan agama Anda. Dapatkan buku-buku terbaik kami dengan mengunjungi link Penerbit Pustaka Al-Bahjah sekarang juga!

Klik link: https://pustakaalbahjah.com/katalog

Tags: , ,

Bagikan ke

Berbuka dengan Menu “Rasa Peduli”

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Beginilah Cara Ampuh Melawan Sifat Sombong Dalam Diri Kita
19 Januari 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Sombong merupakan sebuah sifat tercela dimana seseorang memandang orang lain lebih rendah dan hina, dan hanya... selengkapnya

Orang Yang Belum Akikah Tidak Boleh Berkurban, Benarkah?
31 Mei 2023

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon – Tidak lama lagi kita akan memasuki bulan Dzulhijjah. Pada bulan ini terdapat ibadah agung yang disyariatkan... selengkapnya

DOA AWAL DAN AKHIR TAHUN 1443 H
9 Agustus 2021

DOA AKHIR TAHUN بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ اللّٰهُمَّ لَكَ الْـحَمْدُ أنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، ولَكَ الْحـَمْدُ لَكَ مُلْكُ... selengkapnya

Satu Hati di Al-Bahjah: Semarak Maulid Akbar Nabi Muhammad ﷺ Rabi’ul Awal 1443 H
10 Oktober 2021

PUSTAKA AL-BAHJAH-NEWS-Bertempat di Pondok Pesantren Al-Bahjah Sendang, Kecamatan Sumber-Cirebon, berlangsung acara gebyar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad ﷺ, Ahad... selengkapnya

Peresmian Gedung Penerbit Pustaka Al-Bahjah
17 Maret 2022

Pustaka Al-Bahjah Cirebon – Untuk meningkatkan minat baca masyarakat dan sebagai upaya penyebaran ilmu agama Islam, Lembaga Pengembangan Dakwah Al-Bahjah... selengkapnya

Kejelian Memanfaatkan Ruangan untuk Mendatangkan Kesuksesan
23 Oktober 2021

Kejelian Memanfaatkan Ruangan untuk Mendatangkan Kesuksesan PUSTAKA Al-BAHJAH-SEPUTAR PONDOK-Mendungnya sore hari pada hari Rabu, 13 Rabiul Awal 1443 H atau... selengkapnya

Bolehkah Syair dan Berpuisi dalam Islam? Begini Penjelasan Buya Yahya
27 Mei 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Syair atau puisi merupakan untaian kata-kata yang dibuat seseorang dan berisi ungkapan isi hati, pikiran, atau perasaan... selengkapnya

Bolehkah Meminta Air Keberkahan kepada Orang Saleh?
14 November 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Air sering kali dijadikan sebagai media untuk mendapatkan keberkahan, baik melalui doa maupun sebagai perantara untuk keberkahan... selengkapnya

Solusi Buya Yahya untuk Mengurangi Kasus Kekerasan dan Pelecehan pada Wanita
10 Juni 2024

Pustaka Al-Bahjah, Cirebon –Pada era sekarang ini, banyak sekali kasus kekerasan dan pelecehan yang menimpa kaum wanita, dimulai dari pemerkosaan,... selengkapnya

Jangan Takut Merusak Silaturahmi! Berikut Tips Cerdas Mengingatkan Teman yang Bertindak di Luar Batas
18 Maret 2021

Jangan Takut Merusak Silaturahmi Berikut Tips Cerdas Mengingatkan Teman yang Bertindak di Luar Batas Oleh: Admin 2 Disadur dari ceramah... selengkapnya

Berbuka dengan Menu “Rasa Peduli”

Produk yang sangat tepat, pilihan bagus..!

Berhasil ditambahkan ke keranjang belanja
Lanjut Belanja
Checkout
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: